Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Disuapi Jingmi



Aku sedikit merasa tidak enak karena sudah membuat Jingmi jadi harus menunggui aku di rumah sakit seperti ini, yang sudah pasti dia mungkin izin untuk tidak masuk ke kampus hari ini.


Tapi aku masih merasa bingung karena orang terakhir yang aku lihat adalah profesor Ling saat tengah membersihkan ruangan pribadinya saat itu tapi justru malah Jingmi yang sudah menunggui aku semalaman katanya.


"Jingmi dari siapa kau tahu aku masuk rumah sakit? Apa kau yang membawa aku kemari?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Aku di telpon oleh Xinxin tadi malam, karena awalnya dia yang menunggumu disini tapi dia ada keperluan, karena keluarga dia memaksa terus untuk dia pulang, makanya dia meminta aku menggantikan posisinya, jadi aku langsung kemari dan melihat kondisimu yang konyol ini." Balas Jingmi sambil membuka bubur yang sudah dia belikan untukku sebelumnya.


"Eumm..begitu ya aku pikir kamu yang membawaku kemari, jadi Xinxin ya," balasku terus memikirkan.


"Memangnya kenapa jika bukan aku? Apa kau berharap aku yang menyelamatkan kamu kemarin ya?" Ujar dia balik kepadaku saat itu.


Langsung saja aku mengerutkan kedua alisku karena jawaban yang Jingmi katakan sangatlah konyol bagiku sampai membuat aku langsung tertawa pelan menanggapinya saat itu.


"Eihhh.....ada apa denganmu, kenapa kau terlalu percaya diri seperti ini, haha...lucu sekali aku kan hanya bertanya Jingmi," balasku kepadanya.


"Ya sudah ini aaaa..makan saja dulu agar kau kuat dan kembali sehat." Ujarnya sambil menyuapiku saat itu.


Aku pun menerima suapan darinya dan terus saja menikmati bubur itu hingga habis, walau sebenarnya saat itu aku tidak ingin makan dan rasanya sangat tidak nyaman di perutku, tetapi mau bagaimana lagi Jingmi terus membentak aku dan terus memaksaku untuk memakannya harus sampai habis saat itu, sampai terpaksa mau tidak mau aku terus harus menghabiskannya.


"Jingmi aku tidak nyaman, sudahlah perutku tidak enak," ucapku kepadanya saat itu.


"Hei... Apa kau tidak ingin sembuh? Ayo habiskan, dokter bilang kau sudah boleh pulang jika kau masuk makanan," ujarnya kepadaku saat itu.


"Tapi aku sudah kenyang Jingmi," balasku lagi padanya.


Namun tetap saja tidak ada gunanya aku berbicara seperti itu kepada orang seperti Jingmi, dan tetap saja aku tidak bisa menolaknya.


"Aishh...menyebalkan sekali," gerutuku sambil merampas mangkuk bubur itu dari tangan Jingmi dan langsung melahap bubur sisanya hingga benar-benar habis dari dalam mangkuk terebut dengan cepat.


Setelah aku sudah menghabiskan semua buburnya, baru saja dia tersenyum kepadaku dan membantu aku mengambil tas dan memapahku pergi kembali ke asrama saat itu. Hingga saat kami sudah sampai di depan asrama tentu Jingmi tidak akan bisa masuk ke dalam jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri saja meski badanku masih terlihat agak lemas saat itu.


"Zhan Tao tunggulah disini, biar aku minta temanmu untuk menjemputmu ke bawah saja," ujar Jingmi yang begitu perhatian kepadaku.


"Tidak perlu Jingmi aku tidak lumpuh, aku masih bisa berjalan sendiri kau tenang saja jangan berlebihan seperti ini." Balasku kepadanya sambil mengangkat tas sekolahku saat itu.


"Iya aku sangat yakin, aku pergi sekarang terimakasih sudah merawat aku sebelumnya, nanti aku traktir kau makan jika sudah lebih baik. Bye..." Ucapku padanya sambil melambaikan tangan dan berjalan pergi menjauh dari sana dengan cepat.


"Ya ..... Aku tunggu janjimu itu," balas Jingmi padaku yang aku balas lagi dengan anggukkan.


Aku berjalan sendiri dengan kaki yang terasa masih cukup lemas saat itu, tapi aku harus terus tersenyum dan berjalan dengan cepat semampuku saat itu sampai Jingmi bisa benar-benar pergi dari sana, sebab aku tahu jika aku tidak berjalan dengan hati-hati dan lebih cepat nanti dia akan mengkhawatirkan aku secara berlebihan lagi dan aku tidak ingin merepotkan dia terus menerus seperti ini.


Aku pun masuk ke dalam lift secepatnya saat itu dan sampai pintu lift hampir tertutup barulah anak itu mau pergi dari sana.


Hingga setelah aku masuk ke dalam asrama aku sama sekali tidak menemukan keberadaan teman-temanku, aku pikir mungkin mereka masih belum pulang dan makan siang di jam segini, jadi aku juga memutuskan untuk segera kembali beristirahat saja karena tubuhku benar-benar terasa sangat lemah sekali saat itu.


Bahkan untuk naik ke atas ranjang saja rasanya begitu berat dan sulit untukku saat ini.


Aku merebahkan tubuhku di ranjang dan mulai mengambil ponsel sambil menghubungi Xinxin dengan cepat untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malah kepadaku sebelumnya.


"Hallo...Xinxin ada hal penting yang mau aku tanyakan padamu," ucapku padanya saat itu.


"Eh..apa kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya dia balik kepadaku saat itu.


"Aah...iya aku sudah lebih baik dan sudah kembali ke asrama, aku ingin tanya apa semalam kau yang membawa aku ke rumah sakit?" Tanyaku kepadanya saat itu.


"Bukan, profesor Ling yang membawamu ke rumah sakit dia bahkan menggendongmu, dia terlihat cukup mencemaskan dirimu saat itu, sepertinya kau sudah hampir berhasil untuk merebut hatinya, tapi sekeras apapun kau mau mengejarnya kau jangan sampai lupa makan seperti ini dong, kau harus tetap sehat untuk beraktivitas dengan baik, apa kau mengerti." Ujar Xinxin kepadaku saat itu.


Aku sangat senang mendengar ternyata sungguh profesor Ling yang membawa aku ke rumah sakit dan dia menggendongku, tidak tahu bagaimana caranya aku menunjukkan kebahagiaanku saat itu, hanya wajah berseri dan senyuman yang labar yang tergambar sangat jelas dalam wajahku ketika mendengar jawaban dari Xinxin di telpon saat itu.


"Ehehe....iya iya aku akan banyak makan mulai sekarang, ya sudah kalau begitu terimakasih banyak Xinxin," balasku kepadanya sambil mengakhiri panggilan telponnya saat itu juga.


Aku benar-benar bisa beristirahat dengan tenang sekarang karena aku sudah mengetahui kebenarannya bahwa memang profesor Ling yang menolong aku saat itu, aku ikir profesor Ling tidak akan mau menolongku dan aku pikir mungkin saja akan ada orang lain yang membawaku ke rumah sakit, tapi ternyata beneran dia sendiri yang membawaku ke rumah sakit, rasanya sangat menggembirakan hampir sama dengan ketika kita memenangkan lotre yang menguntungkan.


"Aaaahhhh...aku senang sekali hehe, aku harus berterimakasih kepadanya besok, apa yang harus aku berikan padanya sebagai tanda terima ya?" Ucapku terus memikirkan hal-hal yang lain saat itu.


Semuanya benar-benar terlalu menggembirakan hingga aku tidak bisa menahan diri, dan bahkan sampai terbawa mimpi ketika aku beristirahat saat itu.