Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Tugas Dari Senior Sisi



Dengan perasaan gugup yang tidak menentu aku masih memberanikan diri untuk mendekatinya dan mulai menyapa dia dengan pelan, karena masih cukup takut dengan sosok senior Sisi yang juga di takuti oleh teman-teman yang lainnya.


"Ee...eu...senior," ucapku dengan terbata-bata saat itu.


"Apa denganmu?" Tanya senior Sisi padaku saat itu.


Dengan cepat aku memberikan teh susunya ke samping meja dia dan mulai bicara kepada dirinya.


"Ini, aku hanya ingin berbagi teh susu denganmu, aku tahu kamu pasti sangat lelah, jadi aku sengaja membelikan teh susu ini untuk menyegarkan tenggorokanmu, semoga kamu suka, jangan lupa diminum ya senior. Kalau begitu aku permisi." Ucapku kepadanya sambil segera pergi saat itu juga.


Sedangkan senior Sisi hanya menanggapi ucapanku dengan sebelah alis yang dia naikkan saat itu, dan dia tidak menyentuh sedikit pun teh susu yang aku berikan untuknya, bahkan di saat aku mencoba untuk mengintipnya, dan menunggu dia untuk meminum teh susu itu, dia tetap saja tidak meminumnya juga, sampai aku berpikir dia mungkin tidak menyukai teh susu, ataupun tidak suka dengan orang yang memberikannya.


"Hmmm.....apa senior Sisi masih tidak menyukai aku ya? Tidak papa aku tidak akan pernah menyerah untuk mengambil hatinya, lain kali aku akan membelikan makanan lain untuknya." Batinku memikirkan saat itu.


Hingga disaat aku berniat pergi ke ruangan profesor Ling, barulah senior Sisi memanggil aku dan dia terlihat tengah memegangi minuman yang aku berikan untuk dia sebelumnya.


"Zhan Tao, terimakasih atas minumanmu," ucapnya berterimakasih kepadaku.


Suatu ucapan yang membuat aku sangat kaget dan begitu tersanjung kepadanya, karena baru kali ini aku mendengar seorang senior Sisi yang terlihat cuek dan judes bisa berterimakasih kepadaku sambil tersenyum kecil saat itu.


Bahkan aku sendiri merasa semua ini seperti mimpi, sebab tidak menduga bahwa senio Sisi bisa menjadi seramah itu kepadaku, padahal terlihat jelas dia sangat tidak menyukai aku sejak awal.


"AA ....AA..ahhh..iya senior Sisi, kamu tidak perlu sungkan denganku." Balasku kepadanya.


"Bagus, kalau begitu bisa kamu bantu kerjakan pekerjaan tambahan milikku?" Balas dia lagi kepadaku.


Aku langtmembuka mataku dengan lebar dan aku kaget mendengar senior Sisi meminta bantuan lagi dariku, yang dimana itu menunjukkan bahwa pekerjaanku sebelum bisa dia andalkan, aku sangat senang mendengar hal itu, jadi aku langsung saja bersemangat dan tidak bisa menolak dia.


"Ohh ..tentu saja, aku akan membantumu senior Sisi, nanti setelah aku kembali dari ruangan profesor Ling, aku akan segera mengerjakan tugas darimu itu." Balasku kepada dia sambil tersenyum lebar dan sangat senang.


Senior Sisi juga tidak terlalu jutek lagi padaku, tatapannya sudah terlihat agak bersahabat, meskipun hanya sedikit saja, tetapi ini adalah pertama kalinya dia seperti itu kepadaku, seakan ada yang berbeda dengan diriku saat ini.


Tapi aku tidak mau memikirkannya terlalu lama lagi dan secepatnya aku pergi ke ruangan profesor Ling dengan perasaan yang sangat senang saat itu, sambil membawa sebotol teh susu khusus yang aku belikan hanya untuknya.


Aku sangat berharap banyak profesor Ling bisa luluh jika dia terus merasakan ketulusan dari hatiku selama ini, setidaknya dia harus tahu bahwa aku benar-benar menyukai dia dengan segenap hatiku, bukan hanya karena ingin tenar di kampus ini ataupun karena hal lainnya yang dipikirkan oleh banyak orang.


"Permisi profesor Ling." Ucapku kepadanya.


Dia terlihat begitu serius menatap ke layar komputernya saat itu, dan aku hadir di hadapannya sambil memegangi teh susu saat itu.


"Ada apa kau kemari lagi, aku tidak membutuhkan dirimu." Ujar dia padaku saat itu.


"Profesor, aku tahu kamu sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi aku membelikan ini khusus untukmu, teh susunya bisa melegakan dahaga di tenggorokanmu dan setidaknya bisa memperbaiki mood mu." Ucapku kepadanya sambil menaruh teh susu itu di hadapan dia.


Profesor Ling langsung beralih menatap ke arah segelas teh susu yang aku suguhkan kepadanya saat itu.


Dia memberikan tatapan yang menyelidik kepadaku dan aku tahu mungkin dia akan merasa curiga dan aneh dengan apa yang aku berikan padanya saat ini, jadi dengan cepat aku mendahului ucapannya sebelum dia akan berperasangka yang lain kepadaku.


"Ohhh...ini hanya sebuah teh susu dengan boba dan agar-agar yang kenyal di dalamnya, ini dibuat dengan bersih dan sangat enak, aku yakin kamu juga pasti akan menyukainya." Ucapku menjelaskan pada dia saat itu juga.


Langsung saja profesor Ling menatap kembali beralih kepadaku dengan cepat masih dengan kedua alisnya yang dia kerutkan dengan kuat dan tatapan mata yang tajam kepadaku sampai aku benar-benar merasa gugup dan tidak menentu saat itu.


"Untuk apa kau memberikan minuman seperti ini kepadaku, bawa ke luar, dan jangan menggangguku lagi, untuk hal yang tidak penting seperti ini!" Ucap dia kepadaku yang membuat aku sedikit terperangah dengan dia.


"AA...AA..aahhh tapi profesor, aku membelikan minuman ini untukmu, aku tidak memasukkan apapun ke dalamnya, dan ini sangat sehat untukmu," ucapku lagi kepadanya.


Aku masih berharap dia mau meminum teh susu yang aku belikan secara khusus untuknya, namun aku salah dia tetap tidak mau menerima pemberian dariku, entah apa alasannya, tapi dia terus mengusir aku untuk keluar dari ruangannya dan menyuruhku membawa serta teh susu tersebut.


Bahkan dia sama sekali tidak memegang minumannya jadi saat itu aku merasa sangat putus asa dan hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat sambil mengambil kembali teh susu itu dan membawanya pergi denganku.


"Ba...ba.. baiklah, permisi profesor, maaf jika aku mengganggu waktu berhargamu." Balasku lagi sambil segera pergi dengan wajah kusut dan tertunduk lesu.


Alhasil aku tidak berhasil memberikan minuman itu kepadanya bahkan aku tidak sempat mengucapkan terimakasih kepada profesor Ling karena dia sudah membantu menolongku sebelumnya.


Aku kembali berbalik dan mulai menghadap pada profesor Ling lagi, untuk mengucapkan terimakasih kepadanya.


"Profesor Ling, sebenarnya aku kemari bukan hanya ingin memberikan minuman ini padamu saja, tapi aku ingin berterima kasih kepadamu karena sudah mau menolong membawaku ke rumah sakit sebelumnya." Tambahku berbicara lagi dengannya meski aku tahu dia sangat tidak menyukai keberadaan aku di hadapannya saat itu.


"Aishh...apa kau masih tidak mendengarkan ucapanku, cepat pergi dan untuk masalah itu, kau tidak perlu berterima kasih secara khusu denganku, cukup dengan jangan mengganggu pekerjaanku dan terus membuang waktu berhargaku seperti ini, pergi sana!" Ucap dia padaku.


Tetap saja ujungnya aku menerima usiran dari profesor Ling, entah kapan aku bisa merebut hatinya yang sekeras batu itu, sungguh sangat menyebalkan membuat aku sangat sedih dan tidak karuan.


Alhasil minuman itu aku minum sendiri saja dengan perasaan yang kesal dan terus saja aku meminum minumannya hingga tinggal setengah lagi.


Lalu aku taruh minuman itu dengan keras sampai menimbulkan suara yang kencang dan membuat senior Feng dan senior Anming menatap heran denganku.


"Eh ... Zhan Tao ada apa denganmu? Pulang dari ruangan profesor Ling kenapa jadi seperti ini, apa dia memarahi kamu lagi?" Tanya senior Anming kepadaku.


"Tidak ada, dia hanya mengusir aku, dan selalu mengusir aku setiap kali aku berniat melakukan hal yang baik untuknya, tidak tahu kenapa. Apa mungkin dia itu manusia manusia sungguhan? Kenapa dia sama sekali tidak memiliki hati nurani, dia bahkan menolak teh susu yang aku berikan disaat senior Sisi saja mau menerimanya, aku kan hanya ingin berterima kasih karena dia sudah menolongku sebelumnya, tapi dia itu aahh... sudahlah dia memang manusia dingin dan menyebalkan, aku tidak akan bersikap baik lagi dengannya!" Balasku kepada senior Anming dengan penuh emosi dan melupakan semuanya.


Senior Anming hanya bisa menatapku dengan membelalakkan matanya cukup lebar karena dia juga tidak menduga bahwa aku bisa bercerita sepanjang itu dan terus menggerutu dengan keras mengenai profesor Ling kepada dia dan senior Feng yang juga ada disana dan turut mendengarkannya.


"Aaaa...aaahahah...Zhan Tao kau harus sedikit bersabar jika mau menaklukan hati profesor Ling, dia kan manusia yang gila belajar jadi wajar saja jika dia tidak akan senang saat kamu terus mengganggunya di jam kerja seperti tadi." Ucap senior Anming yang membuat aku semakin bertambah kesal dan melemparkan tatapan tajam kepada dia secepatnya.


"Jadi menurutmu, apa aku benar-benar mengganggu dia?" Tanyaku kepada senior Anming dengan wajah yang cemberut.


"Oh ..tidak, maksudnya bukan begitu, tapi Zhan Tao orang yang sedang kamu kejar ini sangat berbeda dengan kami, mungkin jika kamu menyukai aku dan melakukan hal seperti itu padaku, aku akan dengan senang hati menerimanya dan akan menyukaimu balik begitu juga dengan Feng, kami akan senang jika di perhatikan, tetapi jika itu profesor Ling, dia akan menganggap kamu menghabiskan waktu berharganya, sebab dia tengah dalam masa yang sibuk saat ini, sebaiknya kamu menemui dia saat jam istirahat saja, atau saat dia tengah senggang, jangan datang ke ruangannya jika kamu tidak dia panggil, apa kamu mengerti maksudku?" Balas senior Anming memberitahuku.


Setelah mendengarkan penjelasan dari senior Anming, aku mulai mengerti dan bisa sedikit memahami apa yang membuat profesor Ling malah semakin menjauh dan sulit untuk aku dekati saat ini, jadi aku akan menggunakan saran dari senior Anming, karena aku tahu dia orang yang cukup dekat dengan profesor Ling dalam waktu lama.


"Eumm...kalau begitu, baiklah aku akan mempertimbangkan idemu itu, mulai sekarang aku tidak akan memberikan perhatian apapun padanya di watu kerja seperti ini, aku akan menemui dia di jam istirahat, tapi jika nanti itu juga tidak berhasil, apa sebaiknya aku menyerah saja ya?" Ucapku kepadanya.


"Eeehh..sudah sudah jangan berkecil hati seperti itu, kamu kan belum mencobanya, bagaimana kamu bisa mengatakan begitu, sudah sekarang kerjakan saja tugas yang diberikan senior Sisi, besok kau sudah harus mengumpulkannya, jangan membuang waktumu lagi, aku sudah hampir selesai dan akan segera pulang sebentar lagi, kau cepatlah bereskan pekerjaanmu itu." Ujar senior Anming kepadaku sambil menepuk pundakku memberikan sedikit semangat padaku.


Aku hanya bisa mengangguk patuh lalu mulai kembali fokus mengerjakan tugasku lagi, menganalisis data yang diberikan oleh senior Sisi kali ini cukup sulit untukku, dan agak rumit untuk memperhatikan data-data di dalamnya.


Aku ingin meminta bantuan dari senior Anming, tapi saat aku menoleh dia sudah hendak pulang, aku tidak tega jika harus menyita waktunya lagi, dan disaat aku hendak meminta bantuan dari senior Feng, dia terlihat begitu lelah, aku juga tidak tega padanya, mereka sudah pulang lebih dulu, dan hanya tinggal aku seorang yang ada di laboratorium tersebut.


Bahkan hari sudah malam tapi aku belum selesai mengerjakan semua tugas dari senior Sisi, ini sangat sulit walau hanya tinggal sedikit lagi tapi justru, yang sedikit inilah yang sulit untuk di pecahkan olehku.


"Aaahh.. bagaimana menyelesaikannya, aku sama sekali tidak mengerti yang satu ini harus ku apakan. Ya ampun ini sudah jam sembilan malam, bagaimana aku pulang, pekerjaannya juga masih tersisa beberapa lagi, aku harus segera menyelesaikannya." Gerutuku terus saja bersikeras untuk menyelesaikan semuanya.


Sialnya mataku benar-benar tidak bisa diajak bekerjasama lagi, aku terus menguap berkali-kali dan terus saja mengantuk, sampai di satu waktu aku sudah tidak bisa menahan rasa kantuk di mataku lagi dan pada akhirnya aku langsung menjatuhkan kepalaku di meja dengan bantal boneka bebek kuning yang selalu menemani aku selama ini, rasanya sudah tidak bisa di tahan lagi aku langsung tertidur dengan lelap saat itu juga, dalam posisi duduk di hadapan komputer yang masih menyala saat itu dan pekerjaan yang masih belum selesai seluruhnya.


Tidak lama profesor Ling yang baru selesai dengan penelitiannya, dia baru saja keluar dari ruangan pribadinya dan melihat ada satu lampu yang masih menyala, hingga dia mulai menghampiri meja tersebut dan dia melihat sosok Zhan Tao yang tengah tertidur dengan wajah begitu lelah dan komputer miliknya yang masih menyala.


Profesor Ling mendekatinya dan berusaha untuk membangunkan Zhan Tao namun niatnya dia urungkan sebab melihat pekerjaan Zhan Tao yang belum selesai saat itu, saat dia memperhatikan data di komputernya, profesor Ling merasa ada yang aneh saat itu.


"Eehhh...kenapa data penting ini bisa dia kerjakan sendiri, bukankah aku meminta agar Sisi yang mengenakannya, kenapa mah dia berikan pada anak magang seperti ini? Pantas saja dia ketiduran sampai seperti ini, Sisi ini benar-benar keterlaluan." Gerutu profesor Ling menahan emosinya.


Karena melihat Zhan Tao yang mengerjakan tugas itu seorang diri sampai ketiduran seperti itu, profesor Ling mulai merasa kasihan dengannya apalagi saat melihat betapa kerasnya Zhan Tao bekerja untuk laboratoriumnya tanpa pamrih dan tidak pilih-pilih pekerjaan seperti ini, dia pun mulai membantu Zhan Tao untuk menyelesaikan tugasnya yang masih tersisa saat itu, sampai semuanya selesai dikerjakan dan profesor Ling menutup komputernya dengan cepat sekaligus menyimpan datanya segera.