
Meski mereka sudah memberitahukan aku seberapa menyeramkannya profesor Ling itu, tapi rasanya aku tetap tidak bisa melepaskan sosok profesor Ling tersebut begitu saja, aku masih sangat menyukainya, karena wajahnya yang tampan dan yang utamanya aku benar-benar terpesona dengan kenaikkannya saat pertama kali bertemu denganku ketika dia membantuku di toko buku sebelumnya saat itu.
Bahkan saat hendak tidur saja aku terus memikirkannya, dia sangat berkarisma dan benar-benar tampan, sungguh sangat tampan sekali di mataku, aku bahkan tidak bisa berhenti untuk membayangkan wajah tampannya tersebut.
"Aaahhh.. Xinxin kepada profesor Ling sangat tampan seperti itu, aku tidak bisa melupakan wajahnya yang sangat menggemaskan aaaaa.. sepertinya aku benar-benar menyukai dia" ucapku sambil tengkurap dan menghadap ke arah Xinxin saat itu.
"Astaga...Zhan Tao aku rasa kau memang benar-benar sudah terpincut oleh profesor Ling yang dingin itu, tapi Zhan Tao ingat dengan ucapanku yang satu ini, profesor Ling berbeda dengan pria kebanyakan, dia sangat dingin bahkan lebih dingin daripada pria dingin yang bisa luluh dengan seorang wanita dan tingkah imut, dia selalu saja berbicara tentang logikan dan selalu mementingkan semuanya berdasarkan materi dan sains yang dia pelajari selama ini, kau harus berjaga-jaga" ucap Xinxin yang masih saja memperingati aku lagi dan lagi.
Aku hanya bisa mengangguk saja kepadanya, karena saat ini aku tidak memperdulikan apapun lagi, sebab aku benar-benar tengah kasmaran dan aku rasa semua orang yang tengah jatuh cinta mungkin saja akan bersikap sama seperti apa yang aku lakukan saat ini, merasa sangat bahagia, berbunga-bunga dan serasa melayang di udara.
"Iya..iya.. Xinxin kau jangan mengkhawatirkan aku terlalu berlebihan, besok aku akan menunggu dia dan meminta nomornya lagi, meski tadi aku di tolak aku tetap aku mendekati dia terus menerus hehe" ucapku sambil tersenyum kecil.
"Wah ..wah... Zhan Tao aku sudah tidak bisa menasehati kau lagi, tapi aku bisa mendukungmu, kau terus saja berusaha untuk mengejarnya tapi jika tetap gagal aku pikir sebaiknya kau mencari target pria lain saja" ucap Xinxin kepadaku.
Aku mengangguk memahami ucapannya dan segera tidur karena Xiuying mematikan lampu kamar kami saat itu.
"Heh...kalian berdua sudah cepat tidur, terus saja kalian membicarakan pria apa hidup kalian hanya tentang cinta saja?" Ucap Xiuying kepada kami berdua.
"Baik ibu Xiuying kami akan tidur" balasku sambil tersenyum dan segera mengubah posisi tidurku dengan benar sambil menarik selimut menutupi tubuhku dengan cepat.
Aku sungguh tidak sabar untuk menunggu datangnya hari esok karena sudah tidak sabar lagi menahan kerinduan kepada seorang profesor Ling saat ini.
Hingga ke esokan paginya aku segera berdandan cantik dan pergi lebih dulu di bandingkan ketiga temanku yang lain.
Aku sudah mencaritahu semua tentang profesor Ling di media sosialnya dan aku bahkan melihat jadwal mengajar dia, maka dari itu hari ini aku pergi ke kampus pagi-pagi sekali karena kami harus berjalan cukup jauh dari asrama menuju kampus, aku duduk di jalanan yang biasa sering di lalui oleh profesor Ling, duduk disana dan terus menunggu kedatangannya.
Hingga tidak lama aku mulai melihat mobil milik profesor Ling masuk ke dalam parkiran kampus aku pun segera berlari mendekatinya dan menunggu dia hingga keluar dari mobilnya tersebut.
Sampai ketika dia keluar dan hendak berjalan masuk ke dalam gedung kampus, dengan cepat aku memotong jalannya dan menghentikan dia sambil merentangkan tangan dan berdiri di hadapannya dengan tersebut kecil.
"Minggir untuk apa kau menghalangi jalanku," ucap profesor Ling sambil menatapku dengan tatapan dinginnya yang menusuk juga kedua alis yang sedikit dia kerutkan.
"Aku ingin meminta nomormu profesor, bisakah kita bertukar nomor, aku bisa menyimpan nomormu, bisa kamu beritahu aku nomormu itu?" Ucapku kepadanya dengan penuh kepercayaan diri dan tersenyum penuh semangat berbicara kepadanya.
Profesor Ling menatap ke arahku semakin tajam saat itu dan aku menjadi sedikit cemas saat melihat perubahan ekspresi yang dia perlihatkan kepadaku saat itu, wajahnya terlihat semakin aneh dan terlihat sangat datar dibandingkan sebelumnya.
"Untuk apa kau meminta nomorku?" Tanya profesor Ling itu kepadaku.
Sama seperti yang dia tanyakan kepadaku sebelumnya disaat aku pertama kali meminta nomornya di ruangan dia sebelumnya.
"Karena...aku...aku menyukaimu, jadi aku ingin nomormu, bisakah kita saling mengenal satu sama lain?" Ucapku lagi mengatakan yang sebenarnya.
Meski sebenarnya saat itu aku juga merasa sangat gugup tapi aku merasa harus aku yang mengungkapkan perasaanku kepadanya karena aku tahu bagaimana profesor Ling ini, dia selalu jutek, cuek dan dingin tidak mungkin orang seperti dia ini akan mengungkapkan perasaannya lebih dulu kepada wanita, di tambah kepadaku itu sangat tidak mungkin jadi harus aku yang mengungkapkannya lebih dulu, namun sayangnya justru dia malah tersenyum kecil mengangkat setengah bibirnya seperti menyepelekan ucapan pengakuan dariku saat itu, padahal aku gugup setengah mati untuk mengatakannya.
"Hah...kau menyukaiku, apa semudah itu untukmu mengatakan suka kepada seorang pria, sudah berapa banyak pria yang kau dapatkan dengan cara sama seperti ini?" Ucapnya kepadaku dan dia langsung berjalan melewati ku begitu saja.
Aku dia termenung dan mematung sambil langsung menghembuskan nafas yang lesu dan sedikit kesal kepadanya saat itu, dia menolak aku untuk kedua kalinya dan ucapannya barusan membuat aku sedikit kesal dan membuatku semakin bertekad untuk menaklukkan dirinya dengan lebih banyak usaha lagi.
"Hah?...apa...dia begitu mudah sekali mengatakan hal seperti itu kepadaku, tidak aku tidak boleh menyerah, aku harus melawannya, iya ..harus melawannya dengan penuh keberanian, demi cintaku, demi harga diriku!" Ucapku dengan penuh semangat.
Segera aku berbalik dan berteriak memanggil nama profesor Ling lagi hingga dia menghentikan langkah dan aku segera berlari lagi mengejar dia dan kembali berdiri di hadapannya.
"Profesor Ling tunggu!" Teriakku menghentikan dia saat itu.
"Hah...hah..hah... profesor Ling, aku sama sekali belum pernah mengungkapkan perasaan kepada pria manapun kau adalah yang pertama orang pertama yang mendapatkan cinta dariku juga pengakuan dariku, aku benar-benar mencintaimu aku sangat menyukaimu, apa kamu tidak bisa memberikan aku kesempatan sekali saja, untuk bisa saling mengenal satu sama lain." Ucapku masih berusaha keras.
"CK ...kau tanyakan lagi pada dirimu sendiri apakah kau benar-benar menyukaiku dari hatimu atau karena aku kaya dan seorang profesor muda disini, atau karena wajah tampanku, kenapa kau diam ayo jawab!" Ucapnya membuat aku tersinggung sekali.
"AA..Aaa....aku memang menyukaimu karena melihat kebaikanmu saat membantuku mengambilkan gantungan kuncin di toko buku saat itu," balasku sambil tertunduk dan menjawabnya dengan pelan.
"Jika kau sendiri masih ragu dan hanya karena satu alasan konyol seperti itu saja, kau tidak bisa meyakinkan aku bahwa kau benar-benar menyukaiku, kau harus membuktikannya dengan nyata, baru aku akan percaya dengan apa yang kau katakan, jadi pergilah, jangan mengganggu dan menyia-nyiakan waktu berhargaku!" Balas profesor Ling tersebut sambil segera berjalan melewatiku lagi dan lagi.