Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Kepanikan Profesor Ling



Aku sungguh sangat penasaran dan aku begitu tidak sabar untuk mendapatkan jawaban dari profesor Ling saat itu.


"Hei....diam kau! Kenapa banyak sekali hal yang kau tanyakan kepadaku, bisakah kau tanyakan satu per satu saja dan jangan banyak berpikiran yang aneh-aneh." Balasnya kepadaku.


"Yang aneh-aneh apa profesor, aku hanya berpikir apa itu sungguh darimu atau tidak, aku sangat penasaran dengan jawabannya, aku menyukaimu dan kau tahu itu, jadi hal kecil seperti ini saja yang kau lakukan padaku, untukku sangat berpengaruh besar, terutama untuk perasaan suka ku kepadamu." Balasku dengan jujur dengannya.


"Aish....itulah salahnya kau, bahkan bersikap baik yang normal dilakukan semua orang seperti ini saja, kau sudah berpikiran ke segala arah dan merasa senang terlalu berlebihan, padahal aku hanya membantumu agar kau tidak kedinginan sebab jika kau sakit nanti aku juga yang harus menanggung semua tugas sendiri padahal itu adalah tugasmu, aku sudah membangunkan mu tapi kau tetap saja seperti seekor babi yang sulit dibangunkan, hingga aku merasa sangat kesal, dan teh itu asal kau tahu teh itu milikku sedangkan air mineral di sampingnya tadinya itu ingin aku gunakan untuk menyirami dirimu agar kau bisa bangun, tapi sayangnya aku tidak bisa setega itu padamu, dan kau beruntung karena kau sudah bangun sebelum aku benar-benar menyiram kepalamu itu!" Balas profesor Ling yang langsung membuat aku lemas kembali.


Padahal sebelumnya aku berpikir bahwa dia sudah menjadi sedikit lebih perduli kepadaku, atau sedikit lebih memperhatikan aku, bahkan aku kira dia tidak mau aku sakit karena dia mencemaskan aku, namun rupanya semua itu salah besar, aku salah karena mengira manusia berhati batu sepertinya bisa melembek untukku, nyatanya tetap saja sama.


"Hm.. begitu ya, aku pikir..." Ucapku belum selesai tapi sudah di pangkas oleh profesor Ling lebih dulu.


"Sudah jangan pikirkan lagi, aku sudah harus pergi, jagalah laboratorium ini dengan baik, ingat jangan merusak apapun disini, dan jangan tidur di ruanganku!" Ucap dia memperingati aku saat itu.


"Eumm..aku mengerti." Balasku langsung mengangguk dengan cepat kepadanya.


Lalu aku segera berbalik dan berjalan dengan lesu kembali ke kursiku dan terus saja tertunduk pada meja di depan dengan perasaan yang sangat sedih juga tidak nyaman.


Sedangkan profesor Ling hanya bisa menghembuskan nafasnya karena dia setidaknya sudah bisa merasa lega sudah berhasil menghadapi Zhan Tao, tanpa dia tahu bahwa dia sudah membuat Zhan Tao semakin putus asa untuk mendapatkan dirinya saat itu.


"Aaahhh... syukurlah dia tidak mencurigai aku, lain kali aku sebaiknya jangan bersikap baik seperti itu, atau semuanya mungkin akan menimbulkan salah paham lagi." Gerutu profesor Ling pelan.


Dia segera pergi dari sana namun sebelum benar-benar pergi dia masih sempat menoleh ke belakang dan melihat aku yang masih tertunduk dengan lesu di depan mejaku, dia mulai kembali merasa kasihan melihat aku yang tertunduk lesu dan hanya tinggal seorang diri di dalam laboratorium ini.


Tapi meski profesor Ling merasa kasihan terhadap aku dia tetap saja mengesampingkan rasa iba dan perduli nya itu, sebab dia sama sekali belum menyadari perasaan dia yang sebenarnya terhadap Zhan Tao.


"Astaga apa yang aku pikirkan, aaahh... tidak tidak, aku tidak boleh merasa kasihan ataupun perduli sedikit saja kepada dia, tidak boleh!" ucap profesor Ling berusaha menyadarkan dirinya sendiri.


Dia segera saja pergi dengan cepat karena dia tahu jika terus berlama-lama di tempat itu, mungkin saja pertahanan dirinya sedari tadi akan gagal sebab tidak tega melihat Zhan Tao yang terlihat menyedihkan seperti itu.


Dia benar-benar keluar dari laboratorium tersebut dan langsung masuk ke dalam lift, namun apa yang dia rasakan? Di dalam lift profesor Ling justru malah terus saja memikirkan mengenai Zhan Tao, bahkan dia membayangkan banyak hal di dalam kepalanya mengenai Zhan Tao yang ditinggalkan seorang diri di laboratorium tersebut.


"Aaahh... bagaimana jika pemadaman lampu terjadi, atau jika ada orang jahat yang datang kesana dan dia akan aaaahh...tidak itu tidak boleh terjadi, aku harus menemui dia, astaga ada apa dengan lift ini, kenapa lambat sekali." Ucap profesor Ling yang malah menjadi panik sendiri.


Dia merasa cemas kepada Zhan Tao dan dia juga yang sebelumnya meninggal Zhan Tao sendiri disana, bahkan dia sendiri yang berkata bahwa dia sama sekali tidak memperdulikan Zhan Tao, tapi saat ini malah dia yang terlihat begitu panik sendiri dan benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Profesor Ling kembali naik ke lantai atas dengan terburu-buru dan dia langsung berlari secepat yang dia bisa bahkan ketika baru saja keluar dari dalam lift dia langsung semakin mempercepat larinya.


Saat dia sampai di lantai atas dia bahkan langsung menerobos masuk ke dalam laboratorium dengan wajah yang masih panik dan terus mencemaskan Zhan Tao saat itu.


Dia berlari ke dalam dan berteriak memanggil Zhan Tao sambil melihat ke arah meja kerjanya Zhan Tao tapi dia tidak menemukan keberadaan Zhan Tao disana.


"Zhan Tao....hei...Zhan Tao dimana kau?" Teriak profesor Ling sangat kencang saat itu.


Melihat Zhan Tao tidak ada di sekitar sana profesor Ling makin panik tidak karuan dan dia langsung berlari ke ruangannya mencari keberadaan Zhan Tao disana namun tetap juga tidak menemukannya.


Padahal saat itu aku tidur di ruang istirahat yang ada di samping dapur, karena disana ada sofa yang cukup panjang jadi aku pikir bisa digunakan untuk tidur dengan posisi tubuhku terlentang dan itu lebih baik daripada aku tidur di kursiku yang sangat tidak nyaman untuk leherku.


Hingga tiba-tiba saja aku mendengar suara profesor Ling memanggil namaku dan saat aku membuka mata aku melihat sosok dia berdiri di hadapanku dengan wajahnya yang penuh dengan keringat serta rambutnya yang sedikit berantakan, aku melihat dia sangat mencemaskan aku, tapi aku pikir itu hanya mimpi karena aku baru saja tertidur saat itu.


Jadi aku pikir aku masih belum sadar.


"Zhan Tao..." Ucap profesor Ling kepadaku saa itu.


"Profesor Ling, aahhh....ini pasti bukan dia, tidak mungkin dia datang kembali kemari hanya untuk mencariku bukan? Aku pasti bermimpi, eumm mimpinya sangat indah." Ucapku sambil tersenyum senang karena bisa melihat wajahnya saat itu.


Hingga tidak aku sangka ternyata itu sungguh profesor Ling karena dia langsung memegangi tubuhku dan menyuruhku untuk bangun, di tambah dia langsung menggendong aku secara tiba-tiba membuat aku sangat kaget dan refleks langsung membelalakkan mataku dengan lebar, karena sentuhannya benar-benar terasa sangat nyata untukku, hingga ketika aku menepuk pipiku rasanya sangat sakit sekali, mulai itulah aku sadar bahwa saat ini aku memang tidak sedang bermimpi dan profesor Ling benar-benar menggendong aku saat itu.


"Aishh.... Zhan Tao ayo bangun, kalau kau tidak bangun aku akan akan menggendongmu," ucap profesor Ling kepadaku pada awalnya.


Aku tidak membalas ucapannya karena sangat mengantuk sekali saat itu.


Sampai dia benar-benar mengangkat tubuhku dan aku langsung terbelalak lebar merasakan sentuhannya sangat nyata.


"Aaahhh profesor Ling kenapa, kenapa dia bisa menggendong aku? Apa ini mimpi atau nyata?" Batinku memikirkannya.


Ku tepuk pipiku cukup keras saat itu dan langsung menjerit kesakitan.


"Plak....aaaawwww..." Ringis ku berteriak cukup kencang sambil langsung mengusap pipiku yang sakit itu.


"Apa kau bodoh ya, kenapa menampar pipimu sendiri?" Ucap profesor Ling kepadaku saat itu.


"Aku pikir ini mimpi, ternyata... ternyata ini sungguhan ya?" Balasku kepadanya masih dengan posisi aku di gendong depan oleh profesor Ling dan dia terus berjalan dengan gagah serta wajahnya yang terus menatap lurus ke depan.


Meski saat itu profesor Ling tidak menjawab ucapanku lagi tapi aku sudah sangat yakin bahwa semua ini memang nyata dan aku sangat senang mengetahuinya.