Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Jingmi Bisa Diandalkan



Alhasil karena Xinxin pergi aku hanya tertinggal seorang diri saja saat itu, tapi untungnya saat aku hendak pergi ke kantin aku melihat ada kak Xiuying di salah satu meja disana dan dia terlihat tengah makan, segera saja aku mendekatinya sambil terburu-buru mengambil makananku dahulu.


"Halo kak Xiuying eheh... akhirnya aku punya teman makan juga, aku boleh makan di sampingmu kan?" Ucapku kepadanya sambil menaruh piring makananku di mejanya saat itu.


Namun sayangnya kak Xiuying juga sudah selesai makan saat itu dan dia mengatakan bahwa dia sudah harus pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang sudah dia pinjam dimana hari ini adalah deadline pengembaliannya, dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya aku akan di tinggalkan seorang diri oleh temanku lagi.


"Sepertinya kamu akan makan sendiri Zhan Tao, soalnya aku sudah beres dan harus segera mengembalikan buku ini, makanlah dengan lahap oke, aku pergi sampai bertemu nanti malam di asrama." Ucapnya kepadaku sambil langsung saja meninggalkan aku begitu saja tanpa menungguku sebentar saja.


"Eehh..kak...kak Xiuying...aishh..kenapa aku selalu di tinggalkan sih, entah oleh ibu, ayah bahkan oleh teman sekamarku, apa aku melakukan kesalahan yang fatal di kehidupan sebelumnya, sampai mendapatkan hukuman begini, huaa...aku tidak mau makan sendiri ini menyedihkan," gerutuku terus saja merasa sangat kesal sendiri saat itu.


Hingga tiba-tiba saja di saat aku tengah menggerutu kesal munculah Jingmi di waktu yang sangat tepat, dia datang menghampiri aku dan duduk di hadapanku sambil menaruh mangkuk makanannya di atas meja.


Aku seperti mendapatkan sebuah cahaya ilahi karena kedatangannya, dia benar-benar teman yang terbaik diantara teman yang lainnya, hanya Jingmi yang selalu menemani aku dan ada di saat aku selalu membutuhkannya setiap saat.


"Jingmi, kenapa kau ada disini bukannya tadi kau pergi lebih dulu ya?" Tanyaku kepadanya dengan heran.


"Ya aku pergi lebih dulu untuk berburu ini, makanlah aku tahu kamu sangat menyukai ati ampela, kau sudah kahabisan saat tiba disini bukan, untung aku sudah mengambilkannya untukmu. Ayo makan," ucap Jingmi padaku saat itu.


Dia juga segera mulai makan dan aku benar-benar merasa terharu atas kebaikan yang dia berikan kepadaku hanya dia yang tahu makanan kesukaanku dan dia yang baik mau mengambilkan aku makanan ini lebih dulu dan memberikannya untukku sekarang.


"Aaahhh ..ketua kelas kau sangat baik sekali, terimakasih banyak ehehe...aku sangat senang," ucapku segera berterima kasih kepadanya dan segera menikmati makanan dengan lahap bersama dengan Jingmi saat itu.


Setidaknya dengan adanya Jingmi aku tidak makan siang sendirian dan bisa menikmati ati ampela kesukaanku dengan begitu nikmat dan tenang tanpa harus merasa sedih karena makan seorang diri.


Aku dan Jingmi terus makan bersama sambil mengobrol kesana kemari untuk beberapa saat dan dia meminta aku untuk mengantarnya pergi ke toko buku sepulang ngampus besok, aku juga segera menyutujuinya sebab aku tidak bisa menolak permintaan darinya, karena Jingmi sendiri juga selalu membantu aku bahkan tanpa aku memintanya lebih dulu, dia adalah teman dan sahabat yang sempurna bagiku karena selalu bisa diandalkan.


"Eumm Zhan Tao apa kamu sibuk besok?" Tanya Jingmi kepadaku.


"Tidak memangnya kenapa?" Balasku kepadanya dengan cepat.


"Bagus kalau begitu kamu bisa kan antar aku pergi ke toko buku, ada beberapa yang mau aku beli nanti, dan mungkin akan membutuhkan bantuanmu," ucap Jingmi padaku.


"Ohh..tentu saja aku bisa kau ini seperti dengan siapa saja, besok aku akan mengantarmu jangan khawatir," balasku kepadanya sambil tersenyum dengan lebar.


Hingga selesai makan aku harus berpisah dengan Jingmi karena dia akan langsung pergi bersama teman-temannya ke lapangan basket, mereka biasa bermain basket di sana ketika ada waktu luang sedangkan aku masih harus kembali ke labolatorium lagi, memang rasanya sedikit malas kembali ke labolatorium hanya untuk menjadi manusia yang tidak berguna disana, aku sering merasa kebingungan sendiri jika berada di laboratorium tanpa melakukan apapun sedangkan yang lainnya memiliki kesibukan masing-masing dengan tugas yang diberikan oleh profesor Ling.


"Aaahh...malas sekali aku harus pergi ke laboratorium," ucapku saat hendak memasuki lift saat itu.


Aku tidak tahu dan tidak sadar sedikit pun jika ternyata di belakangku ada profesor Ling saat itu yang juga hendak masuk ke dalam lift dan tengah menunggu pintu lift untuk terbuka, dia juga tidak mengatakan apapun meski sudah mendengar aku berbicara seperti itu, hingga ketika pintu lift terbuka dan aku masuk ke dalam lalu berbalik, barulah saat itu aku tahu bahwa ada profesor Ling yang ikut masuk ke dalam lift denganku.


Hanya ada dua orang saja aku dan profesor Ling yang berada di dalam lift saat itu sehingga suasana langsung menjadi sangat canggung dan aku merasa sangat cemas aku sungguh takut profesor Ling akan mendengar gerutuanku sebelumnya.


"Astaga...kenapa ada profesor Ling? Sejak kapan dia ada di belakangku, aahhh jangan sampai dia mendengar gerutuanku sebelumnya yang mengatakan malas pergi ke laboratorium miliknya, huaa...aku harus bersikap seperti apa sekarang?" Batinku terus saja merasa cemas dan resah.


Aku sungguh tidak bisa menenangkan diriku meski sudah mencoba untuk melakukannya berkali-kali, tetap saja aku tidak tenang dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan secara langsung kepada profesor Ling saat itu.


"E...eum.. profesor Ling sejak kapan kamu menunggu lift terbuka sebelumnya?" Tanyaku kepada dia saat itu.


Dan dia langsung saja menatap ke arahku dengan pelan dan kedua matanya yang menatap begitu tajam, wajahnya benar-benar terlihat sangat menyeramkan sekali saat itu, bahkan aku tidak bisa menahan diri untuk menjauh darinya beberapa langkah saking takutnya mendapatkan tatapan tajam dari profesor Ling saat itu, wajahnya benar-benar seperti seorang yang sangat kejam sekali, memang pada dasarnya dia manusia kejam sesungguhnya.


"AA...AA..aku hanya bertanya saja, kamu tidak perlu menatapku seperti ingin membunuh aku begitu kan?" Tambahku lagi dengan gugup kepadanya.


"Heh..jika kau sangat malas untuk pergi ke labolatorium ku kau bisa keluar kapan saja, aku tidak pernah memaksamu untuk tinggal." Balas profesor Ling yang membuat aku langsung terperangah dan dia membisu tidak bisa berkata-kata lagi saat itu, aku sungguh hanya bisa diam mematung saja dan kesulitan menelan salivaku sendiri karena aku tahu sejak profesor Ling bicara begitu itu sudah menandakan bahwa dia sudah mendengar semua ucapan gerutuanku sebelumnya.


Aku pun langsung meminta maaf dengan menunduk kepadanya dan aku tidak bisa jika keluar dari labolatorium miliknya, bisa-bisa aku malah menjadi semakin jauh dari dia nantinya dan aku tidak mau itu terjadi, dia adalah kandidat satu-satunya pria yang bisa aku dekati saat ini, walaupun aku tahu dia sangat sulit untuk di dapatkan nantinya.


"A...aahh.. maksudku tidak begitu profesor Ling, maafkan aku, tadi itu aku hanya bicara omong kosong saja ahaha..mau jangan terlalu membawanya ke hatimu, aku ....sungguh betah tinggal di laboratorium, apalagi disana aku bisa terus melihat wajah tampanku sepuasnya, hehe." Balasku kepada dia saat itu.


Dia menanggapi ucapanku hanya dengan berdecak kesal saja dan kemudian langsung keluar setelah pintu lift terbuka saat itu juga.


Aku sungguh merasa sangat tidak enak dengannya dan hanya bisa mengerutkan wajahku sendiri merasa cemas tidak tahu harus berbuat apa lagi saat itu, karena bisa aku lihat dengan jelas sebelumnya bahwa profesor Ling sangat emosi dan kesal kepadaku, aku merasa sedikit tidak nyaman dengannya dan rasanya aku takut dia akan mengeluarkan aku dari labolatorium ini, sedangkan jika aku keluar dari labolatorium miliknya aku tidak tahu lagi harus masuk ke laboratorium yang mana sekarang, disaat teman-teman yang lain kini sudah mendapatkan labolatorium penelitian mereka masing-masing.


Bahkan Yimin sudah mulai magang dan mendapatkan pekerjaan untuk beberapa waktu di salah satu perusahaan elektronik.


Aku akan menjadi sangat tertinggal jika sampai aku tidak bertahan di labolatorium profesor Ling ini nantinya.


"CK....kau ikut aku anak usia enam tahun yang bisa kau tipu dengan alasan murah seperti itu, pergilah jika kau mau." Balas profesor Ling yang selalu terngiang-ngiang di dalam kepalaku sedari tadi.


Aku bahkan sampai terus saja melamun memikirkannya tanpa henti sampai ketika senior Sisi memanggilku aku sempat tidak mendengarkan panggilan darinya untuk beberapa saat.


"Zhan Tao....hei...Zhan Tao apa kau mendengarkan hah? Aishh... Hei..ZHAN TAO!" Teriak senior Sisi menyentuh bahuku dengan cukup kuat secara tiba-tiba dan membentakku.


"Ahh .. senior Sisi....ada apa?" Tanyaku kepadanya masih dengan wajah yang panik dan kaget tidak karuan saat itu.


"Bantu aku menyalin data ini, kalau sudah selesai kirimkan melalui surel." Ucap senior Sisi kepadaku dan segera saja aku anggukkan kepadanya dengan cepat.


"Baik senior Sisi, aku akan segera mengerjakannya." Balasku sambil segera saja kembali duduk di depan komputerku dan mulai memasukkan data-data tersebut dengan baik, menyusunnya dan terus saja menyalin semuanya dengan hati-hati.


Ini adalah tugas pertama yang di berikan oleh seorang senior Sisi yang menjadi orang pertama dan satu-satunya yang tidak senang dengan keberadaan aku di dalam labolatorium ini, sehingga aku pikir aku harus membantunya dengan segenap kekuatan dan kemampuan yang aku miliki agar dia tidak membenci aku lagi dan bisa mulai menerima keberadaan aku di dalam labolatorium ini sebagai rekan junior wanitanya.


Untungnya tugas yang diberikan oleh senior Sisi ini cukup mudah untukku jadi aku tentu bisa mengerjakan dengan lebih cepat.


Sampai tidak lama kemudian aku berhasil menyelesaikan tugas dari senior Sisi hanya dalam waktu beberapa menit saja, setelah berhasil menyelesaikan semuanya aku segera mengirimkannya kepada senior Sisi lagi dan aku benar-benar merasa sangat tegang saat melihat senior Sisi memeriksa hasil dari pekerjaanku saat itu.


Dia menatap tajam kepadaku seperti tidak mempercayai aku yang sudah menyelesaikan semua tugas yang dia berikan padaku sebelumnya.


"Senior ini aku sudah selesai menyalinnya, silahkan diperiksa," ucapku sambil tersenyum kecil padanya dengan cepat.


Senior Sisi mulai membuka surel yang sudah aku kirimkan kepadanya dan tatapan dia masih saja menatap tajam ke arahku dengan mengerutkan kedua alisnya saat itu.


"Apa kau yakin sudah menyalin semuanya tanpa ada yang terlewat ataupun yang salah ketik?" Tanya senior Sisi kepadaku saat itu.


Karena aku sudah memeriksanya beberapa kali dengan teliti dan perlahan aku rasa aku sudah menyelesaikannya dengan baik tanpa ada kesalahan saat itu, jadi dengan cepat aku langsung saja mengangguk menjawab dia.


"Em..iya senior Sisi aku sudah memeriksanya beberapa kali dan aku yakin semuanya sudah benar." Balasku kepadanya.


Sampai senior Sisi mulai kembali memeriksa hasil kerjaku saat itu, wajahnya terlihat begitu serius sekali dan terus memeriksa hasil kerjaku sendiri, aku terus merasa tidak tenang dan merasa gugup sekali sampai tidak lama senior yang lain meminta bantuan dariku untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.


"Zhan Tao bisa tolong cetak ini dalam sepuluh lembar? Nanti berikan padaku di meja sana ya," ucap salah satu senior lain yang tidak terlalu dekat denganku.


"Iya baik senior," balasku kepadanya dengan cepat.


Aku segera bangkit berdiri dan hendak pergi ke tempat percetakan yang ada di dekat dapur tapi aku sungguh masih penasaran dengan pekerjaanku yang masih saja diperiksa oleh senior Sisi saat itu, namun tugas ini sudah harus segera aku kerjakan, alhasil aku tetap harus pergi karena senior Sisi masih terlihat belum selesai memeriksanya saat itu.


Aku pergi untuk mencetak sepuluh lembar tadi dan berdiri di depan mesin cetak disana sambil menunggu semuanya berhasil di cetak sampai sudah selesai aku mulai merapihkannya dan menata semuanya berdasarkan urusan yang ada disana dan menyatukannya agar terlihat rapih juga tersusun.


"Aahhh..akhirnya selesai juga." Ucapku sambil segera pergi dan memberikan kertas yang sudah di cetak ulang itu kepada senior tadi yang meminta bantuanku sebelumnya. Dan dia memuji pekerjaanku yang rapih aku sangat senang ketika mendengarnya dengan begitu semua pekerjaanku bisa mereka pakai dengan baik.


"Senior ini," ucapku memberikan lembaran kertas yang sudah di cetak padanya.


"Wahh...Zhan Tao hasil kerjamu rapih juga, bahkan kamu sudah menatapnya lebih dulu, terimakasih ya Zhan Tao kamu keren padahal masih mahasiswa S1 kan? Sepertinya profesor Ling memang tidak asal-asalan dalam memilihmu." Balas dia kepadaku.


Aku langsung tersenyum lebar kepadanya samb terus segera berterimakasih kepadanya dengan cepat dan segera berpamitan pergi kembali ke mejaku sendiri secepatnya.


"AA..ahh..kau bisa saja, terimakasih banyak senior, kalau begitu aku pergi dulu," ucapku kepadanya sambil membungkuk dan pergi dengan cepat.


Aku begitu senang hingga tidak bisa berhenti untuk tersenyum lebar menampakkan kesenanganku mendapatkan pujian seperti tadi dari senior tersebut.


Bahkan senior Feng dan senior Anming memberikan aku dua jempol mereka dimana mereka berdua memang selalu ada di pihakku sejak awal.


Bahkan yang tidak aku duga senior Sisi juga mulai tidak sejutek sebelumnya kepadaku dia berbicara kepadaku dan mengucapkan bahwa hasil salinanku sudah dia periksa dan bisa dia pakai yang artinya itu bagus.


"Ekmm...salinanku ini juga lumayan aku bisa menggunakannya." Ucap senior Sisi begitu saja membuat senior Anming dan Feng memberikan tatapan aneh dan kaget atas apa yang baru saja di katakan oleh senior Sisi saat itu.


"Terimakasih banyak senior Sisi." Balasku kepada dia sambil semakin bahagia.


Ternyata memang sebahagia itulah aku ketika semua bantua dariku bisa di gunakan dan bisa di pakai dengan puas oleh mereka yang meminta bantuan padaku.


Padahal sebelumnya aku sungguh sangat minder dan selalu saja merasa cemas tiap kali aku diberikan tugas oleh senior yang ada disana, aku hanya takut hasil kerjaku tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan sehingga membuat mereka membuang waktu nantinya.


Namun nyatanya ternyata semua itu salah besar, prasangka ku yang terlalu cemas saja yang membuat aku terus berpikiran negatif seperti itu, tapi buktinya sekarang ketika aku berusaha untuk menjadi sosok yang positif dan melakukan semuanya dengan sungguh-sungguh dalam membantu semua orang yang meminta bantuanku di labolatorium tersebut, nyatanya aku bisa mulai diakui sedikit demi sedikit oleh mereka untuk menjadi bagian dari laboratorium ini.


Sudah mendapatkan lamu hijau sedikit saja dari senior Sisi itu sudah membuat aku merasa sangat lega dan begitu senang sekali, setidaknya dengan begitu aku bisa mulai mendekati senior Sisi yang selalu memasang wajah serius setiap kali dia pergi kemanapun dan melihat pada siapapun selama ini.


Bahkan senior Anming dan Feng juga ikutan senang dan tersenyum mengucap selama dengan pelan ke dekat mejaku saat itu juga.


"Syyuutt..Zhan Tao selamat ya kamu sudah berhasil mencari es kutub selatan ini." Ucap senior Feng berbisik padaku saat itu.


"Iya..kau luar biasa, dia tidak akan menyulitkan dirimu lagi ke depannya." Tambah senior Anming kepadaku.


Aku hanya menjawab ucapan dari ya dengan anggukkan dengan cepat dan segera saja kembali mengerjakan tugas lain dan kami kembali fokus ke meja kerja kami masing-masing saat itu, aku bahkan membuat catatan untuk mencatatkan semua perubahan aku saat berada di labolatorium luar biasa ini yang di penuhi dengan semua anak yang jenius juga pandai dalam segala bidang yang sangat keren sekali dan mereka bisa melakukan penelitian apapun yang sekitarnya ingin mereka lakukan di dalam sana.