Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Di Tangga Darurat



Aku pun tidak bisa melakukan hal yang lainnya, sehingga hanya bisa membiarkan senior Sisi terus menangis dengan tersedu-sedu sambil aku tutupi dengan badanku saat itu, dan aku juga terus saja mengusap punggungnya dengan lembut, aku terus saja berusaha untuk menenangkan dia saat itu.


"Sudah senior Sisi jangan menangis terlalu berlebihan, meski aku tidak tahu apa yang sudah kamu hadapi di dalam ruangan profesor Ling tadi, tapi aku rasa kamu orang yang baik, tolong jangan menangis sampai seperti ini ya." Ucapku kepadanya.


Hingga akhirnya dia mau berhenti lalu pergi dengan cepat keluar dari laboratorium, karena dia pergi dalam keadaan yang kacau seperti itu aku tidak bisa membiarkan dia pergi seorang diri begitu saja, jadi aku segera berlari mengejar dia dan mengikutinya, sedangkan di sisi lain tanpa aku sadari rupanya profesor Ling juga mengetahui keberadaan aku saat itu yang mengejar senior Sisi sehingga dia juga turut mengikuti aku keluar dari laboratorium.


Aku pergi dan melihat senior Sisi yang duduk di ujung tangga darurat saat itu, mungkin dia pergi memilih tempat itu, sebab hanya tempat itu yang tidak akan di temukan atau di lalui oleh orang lain saat itu, sehingga senior Sisi bisa menangis sepuasnya disana tanpa rasa malu, dan tidak akan ada orang yang mengetahui kelemahannya tersebut.


Aku pun segera duduk di sampingnya dan langsung memeluk dia sekali lagi sambil terus mengusap punggung senior Sisi.


"Senior kenapa kamu begini, sudah, ada aku disini berbagilah kesedihanmu denganku, aku akan mendengarkan ceritamu, setidaknya itu akan meringankan beban dihatimu walau mungkin aku tidak bisa memberikan solusi yang tepat untukmu." Ucapku kepadanya.


Namun yang tidak aku sangka senior Sisi tiba-tiba saja mendorong tubuhku hingga aku tersentak ke belakang dengan cukup kuat saat itu, dan dia masih membentak dan bicara sambil menangis tanpa henti kepadaku saat itu.


"Hiks...hiks..pergi kau, kenapa kau terus mengikuti aku, kenapa kau melindungi aku? Kenapa kau mau mendengarkan ceritaku, kenapa kau mau melakukan semua ini padaku? Hah!" Bentak dia membuat aku terperangah merasa heran dengannya.


"Senior Sisi, sebenarnya ada apa? Aku melakukan semua ini dan mengikutimu sampai kesini karena aku mencemaskan dirimu, aku tidak bisa membiarkanmu pergi seorang diri dalam keadaan yang kacau seperti ini." Balasku kepadanya.


"Kamu seharusnya tidak bersikap sebaik ini padaku, apa kau masih tidak mengerti juga hah? Apa kau bodoh atau kau sengaja melakukan semua ini untuk menyiksaku, agar aku menyesal sudah berbuat jahat dan tidak baik denganmu, iya?" Bentak dia lagi kepadaku.


Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang dia katakan padaku saat itu, tidak ada sedikitpun aku memikirkan mengenai dia yang berlaku jahat padaku, bahkan aku tidak pernah merasa demikian, aku tidak pernah berpikir jika senior Sisi jahat dan sebagainya, aku selalu merasa dia sebagai seniorku sama dengan senior Feng dan Anming.


"Senior Sisi kau sepertinya salah paham denganku, aku tidak pernah merasa kau jahat padaku, aku memang sering merasa bingung, cemas dan terkadang kesal karena kamu selalu memberikan tugas yang sulit untukku, tapi aku menganggapmu sama seperti aku menganggap senior edan senior Feng, aku tidak keberatan meski kau membantak aku, bicara kasar denganku atau memberikan aku tugas yang diluar kemampuanku, aku justru merasa senang, dengan begitu aku bisa menjadi lebih pandai, aku bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan teman-teman di jurusanku, dan berkat bantuanmu juga aku pikir aku memiliki peningkatan dalam keterampilan mengolah dataku. Jadi aku harap kamu jangan berpikiran hal lain tentangku." Balasku menjelaskan kepadanya.


"Tapi kau membuat aku malu, kau membuat aku merasa sangat bersalah denganmu, karena dengan kamu sebaik itu, sama saja kamu menunjukkan bahwa akulah orang jahatnya selama ini, bahkan Ling membelamu dan dia tidak respek lagi denganku, semua ini karenamu!" Bentak dia yang masih saja menyalahkan aku saat itu.


"Senior apa maksudmu membawa-bawa nama profesor Ling?" Tanyaku kepadanya.


"Kau tidak tahu bahwa selama ini hanya aku yang dekat dengannya, dan hanya aku yang pantas untuk mengejar dia, memangnya kau siapa, beraninya kau tiba-tiba muncul dan datang dalam laboratorium kami dengan tujuan untuk mendapatkan profesor Ling, kau melangkahi aku, dan aku sangat membencimu karena kau juga mengincar Ling, sama dengan wanita ganjen lainnya di luar sana!" Balas dia dengan menghapus air matanya kemudian segera pergi dari sana, menuruni tangga dengan cepat.


Aku tidak bisa mengejar dia dan hanya bisa duduk termenung melihat punggung senior Sisi yang semakin pergi menjauh dari hadapanku saat itu.


Aku tidak pernah tahu jika ternyata senior Sisi juga menyukai profesor Ling, aku pikir wanita yang jutek dan sedikit tomboi seperti dia tidak akan menyukai pria sepertimu profesor Ling, dan aku merasa menjadi wanita bodoh karena tidak mengetahui tentang kebenaran tersebut.


"Ternyata...dia...dia juga menyukainya, apa aku harus menyerah saja?" Gerutuku pelan sambil tertunduk dengan lesu dan sama sekali tidak tahu harus berbuat apa saat itu.


Profesor Ling yang berdiri di atas melihat dan mendengar semua yang terjadi kepada Zhan Tao dan Sisi, dia hanya bisa diam saja dan cukup dengan sekedar mengetahui hal itu lalu pergi kembali ke ruangannya, sebab dia sama sekali tidak ingin ikut campur dengan urusan para wanita yang hanya membuat dia kesal dan kebingungan sendiri.


Meski di lubuk hatinya dia merasa kasihan pada Zhan Tao tetapi dia tidak bisa datang untuk bicara dan menemuinya, apalagi untuk membujuknya saat itu, sehingga profesor Ling lebih memilih untuk pergi dari sana.


Aku terus saja duduk disana hingga tidak lama tiba-tiba saja terdengar suara senior Feng yang datang memanggilku dari atas.


"Zhan Tao.." teriak dia kepadaku.


Aku segera bangkit berdiri dan membalikkan tubuhku dengan cepat, saat aku tahu ternyata itu sungguh senior Feng aku menatap dia yang terus berjalan menuruni tangga hingga sampai di hadapanku saat itu, dan dia mulai bertanya tentangku membuat aku tidak bisa menahan air mata yang sudah menggenang dalam pelupuk mataku sejak lama.


"Zhan Tao kenapa kau diam disini?" Tanya senior Feng padaku.