
Aku langsung menatap ke arahnya sambil menahan tangannya yang saat itu memegangi kepalaku sambil terus memeriksa tanpa henti, cara senior Feng dan senior Anming yang mencemaskan aku memang terkesan terlalu berlebihan, tapi aku mengerti dengan apa yang mereka lakukan mereka hanya menyayangi aku dan mencemaskan diriku saja sebab aku terhantuk pada profesor Ling sebelumnya.
"AA...aku..aku baik-baik saja kok senior, tadi hanya tidak sadar saja, ternyata pintunya sudah terbuka dan malah di gantikan oleh profesor Ling jadi aku sedikit kaget sampai tersentak ke belakang." Balasku kepadanya.
"Syukurlah kalau begitu, tapi kenapa kamu disini?" Tanya senior Feng kepadaku.
Yang aku tahu bahwa pertanyaan tersebut pasti akan ditanyakan juga oleh profesor Ling kepadaku nantinya.
Sedangkan aku masih belum bisa menjadi pertanyaan tersebut, dan aku hanya bisa menatap pada senior Anming, namun kali ini dia juga bahkan tidak bisa menolongku dan malah langsung saja berpamitan pergi kembali ke meja kerjanya.
"Ahh...aku masih ada kerjaan, aku pergi dulu ya." Ucapnya sambil pergi dengan cepat.
Aku hanya bisa membelalakkan mataku melihat kepergiannya, sampai tidak lama senior Feng juga mendapatkan panggilan telpon sehingga dia juga harus ikut pergi, hingga tinggal lah aku sendiri yang tersisa dan harus berhadapan dengan profesor Ling yang masih berdiri dengan tegak, menatap ke arahku dengan lurus dan memberikan aku tatapan yang sangat tajam, aku bahkan tidak berani untuk menatap terlalu lama kepadanya, karena wajahnya benar-benar membuat aku takut sampai tubuhku bergetar cukup kuat dan aku hanya bisa memegangi kedua tanganku satu sama lain untuk menghentikan dan menyembunyikan kegugupan sekaligus getaran tanganku di hadapan profesor Ling saat itu.
"Masuk!" Ucapnya kepadaku dengan nada yang sangat dingin.
Aku mengangguk dan segera masuk ke dalam ruangannya mengikut profesor Ling, lalu aku kembali berhadapan dengannya dan masih saja belum ada salah satu yang mengeluarkan pembicaraan satu sama lain, hanya suasana yang begitu canggung yang bisa aku rasakan ketika berada di hadapan profesor Ling saat itu.
"Hei.. kenapa kau diam saja, apa kau tahu kesalahan apa yang sudah kau perbuat?" Tanya profesor Ling mengeluarkan pembicaraan lebih dulu kepadaku.
Terlalu banyak hal yang aku lakukan yang bisa saja memicu seorang profesor Ling marah denganku hari ini, jadi aku tidak tahu kesalahan yang mana yang dia maksudkan saat ini, aku hanya bisa diam memikirkannya sampai dia malah kembali bicara mendahului aku lagi saat itu.
"Hei ..ayo jawab! Apa kau benar-benar tidak tahu dimana kesalahan yang kau perbuat itu hah?" Bentak dia kepadaku sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku.
Aku benar-benar merasa sangat kaget dengan apa yang dia lakukan kepadaku saat itu dan bukannya ingat dengan kesalahan apa yang aku lakukan kepadanya, justru aku malah terperangah dan menjadi tidak bisa bicara apapun karena melihat wajah tampannya dari dekat seperti ini.
"Kau...kau sangat tampan," ucapku keceplosan kepadanya.
"Eehh...ma..ma...maafkan aku profesor Ling, aku salah bicara maksudku, itu anu..." Ucapku dengan gugup dan kelimpungan tidak menentu.
"Apa....apa sebenarnya yang kau maksud? Kenapa kau sama sekali tidak bisa bersikap fokus?" Ucap dia kepadaku yang terlihat lebih marah lagi.
Aku sungguh tidak tahu harus bersikap apa dan bagaimana lagi, selain dari mengakui semuanya dan menjadi pasrah di hadapan dia saat itu juga.
"Maafkan aku, aku tahu aku salah, aku banyak sekali melakukan kesalahan, bahkan aku sudah mendapatkan hukuman dariku, semua tugas riset data yang kau kirimkan sangat sulit dan aku tidak bisa menyelesaikan semua itu meski kau tidak memberikan tenggat waktu untuk aku menyelesaikannya. Selain itu senior Sisi juga marah denganku, dengan tidak menyukai aku karena memang niat awalku masuk ke dalam laboratorium ini hanya untuk mendekati dirimu saja, aku akui aku memang menyukaimu profesor Ling, aku juga beban di laboratorium ini, dan aku sudah melakukan banyak kekacauan, jika kau mau mengeluar....." Ucapku terhenti karena profesor Ling tiba-tiba saja membekap mulutku dengan tangannya.
Aku menatap dengan kedua mata yang ku bulatkan dengan lebar dan perasaan yang heran.
"Diam! Kau terlalu cerewet dan sangat menyebalkan, kau akan lembur hari ini dan aku yang akan mengajarimu caranya, aku juga tidak memberikan hukuman denganmu, aku hanya memberikan pelajaran kepadamu agar kau bisa menjadi lebih ahli." Balas profesor Ling kepadaku saat itu.
"Apa kau mengerti, hah?" Tambah dia bicara lagi masih dalam keadaan mulutku di bekap olehnya.
Sehingga aku hanya bisa menjawab ucapan darinya dengan anggukan saja, setelah aku mengangguk barulah profesor Ling mau melepaskan bekapannya dari mulutku dan aku bisa menghembuskan nafas dengan lega, sambil segera menarik nafas lebih banyak lagi agar aku bisa menghirup udara dengan cara yang lebih banyak.
"Hah....hah ...hah... terimakasih profesor Ling, aku pikir kau akan marah denganku, aku sangat takut sebelumnya jadi aku banyak bicara. Tapi aku janji mulai sekarang aku tidak akan banyak bicara lagi dan tidak akan membuat kau jengkel atau pusing lagi dalam menghadapi aku." Ucapku kepadanya sambil tersenyum lebar saat itu.
"Aishh ...kau barusan sudah bicara berapa kata hah?" Ucap dia kepadaku dan aku hanya bisa tersenyum kecil menanggapinya.
Dia kemudian duduk di depan meja kerjanya dan aku segera mengikuti profesor Ling saat itu hingga dia memberikan sesuatu kepadaku dan aku mengambilnya masih dengan perasaan yang bingung.
"Ambil ini." Ucap dia memberikan sebuah buku padaku.