Professor Ling I Love You

Professor Ling I Love You
Mengeringkan Rambutnya



Aku duduk di sampingnya dan profesor Ling mulai merunduk agar aku bisa menjangkau kepalanya, aku mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer secara perlahan, rasanya memang cukup menegangkan untukku, sebab ini pertama kalinya aku harus mengeringkan rambut orang lain, aku terus saja melakukannya dengan perlahan, namun meski aku terus melakukannya sebaik yang aku bisa, hatiku tetap tidak bisa diajak bekerjasama sedikit pun.


Sebab sejak awal aku membantunya mengeringkan rambut, jantungku sudah terus berdetak kencang tidak karuan, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu dan hanya bisa menahan hatiku sendiri sambil terus mengatur nafas sebisaku, hingga akhirnya selesai dan segera saja aku menaruh alat pengering rambut itu di meja dengan menimbulkan suara yang cukup keras dan segera berpamitan dengannya.


"Aahh... profesor Ling ini sudah cukup siang aku harus pergi sekarang, rambutmu juga sudah kering." Ujarku padanya sambil segera pergi tergesa-gesa dari rumahnya.


Aku berlari dengan kencang hingga sampai di halte bus saat itu, namun ketika aku baru saja sampai disana dan merunduk memegangi kedua lututku karena sangat lelah, aku baru tersadar jika kakiku masih mengenakan sandal rumah milik profesor Ling, dan sepatuku tertinggal di rumahnya.


"Astaga...apa yang aku lakukan, ya tuhan bagaimana aku akan mengambilnya." Gerutuku merasa resah dan tidak menentu.


Aku terus saja merasa kesal dan merutuki diriku sendiri saat itu, sebab semua ini terjadi karena kecerobohan diriku sendiri, aku yang panik dan jantungku yang berdetak terlalu kencang sebelumnya membuat aku tidak sempat untuk memeriksa sandal yang aku kenakan saat itu, sehingga hal seperti ini pun terjadi dan sangat memalukan sekali bagiku.


Aishh...ini benar-benar sangat memalukan rasanya aku ingin menangis meratapi semua kekonyolan yang aku rasakan, lagi pula aku tidak mungkin jika harus kembali lagi ke rumah profesor Ling saat ini.


"Tidak...tidak, aku tidak boleh pergi kembali ke rumahnya, jika aku pergi kesana ini akan semakin memalukan, nanti jika profesor Ling tahu aku salah memakai alas kaki? Aaahhh...dia bisa menertawakan aku, aku tidak bisa seperti itu." Tambahku lagi sambil menggelengkan kepala cukup kuat.


Hingga tidak lama ada suara profesor Ling yang memanggil namaku dari belakang saat itu, aku pikir itu hanya halusinasi diriku saja, namun ternyata semua itu terlalu nyata untuk ku anggap sebagai halusinasi saja.


"Zhan Tao." Suara profesor Ling yang memanggilku utamanya.


"Eh, itu seperti suara profesor Ling, tapi kenapa aku mendengarnya disini? Tidak, tidak mungkin dia datang kemari kan? Untuk apa juga orang besar seperti dia datang ke halte bus, ahaha...aku sepertinya salah dengar." Pikirku saat itu.


Hingga disaat aku baru saja hendak duduk dan menoleh ke belakang, aku sangat kaget dan terperanjat hingga jatuh ke belakang, sebab melihat profesor Ling yang ada di belakangku secara tiba-tiba dan sangat mengagetkanku.


"Astaga... Aaaahhkkk ..brukk....aduhh." suaraku yang jatuh tersungkur ke tanah dan sekarang memegangi b*kongku sendiri yang terasa sangat sakit.


"Eehh....Zhan Tao apa kamu baik-baik saja, ayo berdiri dulu." Ucap profesor Ling sambil menjulurkan tangannya kepadaku saat itu.


Aku terperangah menatapnya, sebab dia tidak pernah mau mengulurkan tangannya kepada siapapun ataupun untuk membantu orang lain di tempat terbuka seperti ini, karena aku tahu beberapa orang menertawakan aku dan menatap ke arahku, dengan cepat aku segera saja aku terima uluran tangannya dan dia segera membantuku untuk berdiri lagi.


Aku terus saja merasa aneh dan kebingungan sendiri, sebab ekspresi wajah profesor Ling yang mencemaskanku baru kali ini aku melihatnya, aku juga tidak terlalu yakin apakah dia benar-benar mencemaskan aku atau seperti itu hanya karena kaget melihat aku terjatuh saja.


"Kenapa aku merasa profesor Ling seperti mencemaskan aku, ini sungguhan atau hanya pikiranku saja yang bermasalah dan masih berharap banyak dengannya? Ahhh..lupakan saja sejak tadi pagi itu sudah menjadi jawaban yang sangat jelas dari profesor Ling, dia hanya kasihan padaku, aku tidak boleh berpikiran yang berlebihan padanya." Batinku terus saja menyadarkan diriku sendiri.


Aku tidak mau membuat kesal profesor Ling lagi, aku tidak ingin menjadi benalu baginya di laboratorium lagi, jadi dengan cepat untuk memutus rasa suka ku kepadanya aku harus menjaga jarak dengan dia.


Saat itu juga aku langsung menarik kembali tanganku dan mengucapkan terimakasih kepada dia dengan segara, sambil berjalan mundur untuk menjaga jarak aman padanya.


"Aah... terimakasih banyak profesor Ling." Balasku kepadanya.


Profesor Ling langsung mengerutkan kedua alisnya saat menatap padaku, dia sendiri merasa heran sebab melihat Zhan Tao yang terlihat terus saja menjauhi dirinya, oleh karena itu, profesor Ling langsung saja bertanya kepadaku secara langsung.


"Zhan Tao ada apa? Kenapa kau menjauhiku seperti itu?" Tanya dia kepadaku dengan wajahnya yang cukup serius sekali.


Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini kepada profesor Ling secara langsung, tetapi aku harus menjawab pertanyaan yang dia berikan kepadaku jadi aku harus tetap memberitahunya.


"Eum...itu kau tahu aku masih belum bisa melupakan perasaanku padamu profesor, jadi kalau aku tidak menjaga jarak darimu, bisa-bisa aku tidak akan pernah melupakan dirimu, aku tidak mau terus mengejarmu dan mencintai dirimu sebelah pihak seperti ini, sejujurnya aku juga manusia biasa, aku bisa merasa lelah, terlebih aku tahu sudah banyak hal yang aku lakukan hingga merepotkan dirimu, dan kau benar aku hanya mementingkan diriku sendiri dan terlalu memaksakan kehendak untuk membuat kau menyukaiku balik." Balasku kepadanya saat itu.


Profesor Ling hanya bisa diam saja saat itu, sehingga dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar sambil langsung saja memberikan aku sepatu yang sebelumnya tertinggal di rumahnya.


"Aishh.... sudahlah kalau kau memutuskan begitu, akhirnya kau sadar juga, ini aku kemari ingin mengantarkan sepatumu, dan lain kali jangan membawa sandal orang sembarangan." Ucap dia kepadaku sambil segera aku ambil sepatuku dari tangannya.


Saat aku melepaskan sanda miliknya dan hendak mengembalikan itu kepadanya, profesor Ling sudah pergi entah kemana saat itu, dia memang pergi terlalu cepat sudah seperti bukan manusia saja.


"Eumm...aku minta maaf profesor, ini san....eehh? Kemana dia pergi?" Ujarku merasa kebingungan sebab sudah tidak ada siapapun lagi di hadapanku saat itu.


Alhasil hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan aku kembali membawa sandalnya saat itu, karena tidak menemukan keberadaan profesor Ling di sekitar sana, sedangkan bus yang akan aku naiki sudah tiba, aku pun tidak bisa menunggu dia lagi jadi segera saja aku naik ke dalam bus dengan membawa sandalnya, dan berniat untuk mengembalikan sandal itu di laboratorium nanti.