
Aku senang sekali karena setidaknya dia sudah mau bicara denganku dan mengajakku untuk segera masuk ke dalam saat itu, aku segera mengikuti dia dan masuk ke dalam ruang pribadinya saat itu, hingga tidak lama dia mulai meminta aku untuk memberikan formulir tersebut padanya.
"Mana formulirnya apa kau sudah mengisinya dengan benar?" Tanya dia padaku.
"Ohh ..ini profesor aku sudah mengisinya dengan sebaik yang aku bisa," balasku dengan penuh semangat.
Dia mengambil formulir itu dan aku tahu di balik pintu ada banyak senior lain yang berusaha menguping pembicaraan kami saat itu, mereka mungkin sangat penasaran dengan apa yang kami bicarakan karena ini adalah pertama kalinya profesor Ling membawa masuk seseorang dengan khusus ke dalam laboratorium miliknya sendiri di kampus itu.
"Oke. Kau sudah diterima untuk menjadi anggota di labolatorium ini, tugasmu sangat mudah kau hanya perlu membantu para senior lain yang membutuhkan bantuanmu, tapi utamanya kau akan menjadi asistenku kau harus sedia setiap kali ketika aku memanggilmu, tidak lama, tidak ceroboh dan aku tidak akan menerima sebuah kesalahan lebih dari tidak kali, kau juga harus membersihkan ruanganku, hanya kau yang bisa masuk ke sini dengan kartu aksesmu itu dan kau hanya bisa membersihkan ruanganku disaat aku belum tiba di laboratorium apa kau mengerti?" Ucap profesor Ling memberitahuku tentang tugas yang akan aku lakukan disana.
Aku segera mengangguk mengerti dan terus menahan rasa senang di dalam diriku sendiri karena saa itu aku benar-benar merasa bahwa profesor Ling memperlakukan aku spesial juga berbeda dengan orang-orang lainnya.
"Baik profesor aku akan melakukannya dengan baik, sama seperti yang kamu katakan." Balasku sambil terus memasang wajah tersenyum padanya.
Dia pun menyuruhku untuk pergi ke luar saat itu namun aku belum pergi juga karena masih ingin mendapatkan nomor ponselnya, dia juga sudah berjanji akan memberikan nomornya itu padaku ketika aku sudah masuk ke labolatorium di bawah tanggung jawabnya itu.
"Apa lagi yang kau tunggu?" Ucap profesor Ling kepadaku.
"Anu... profesor bukankah kamu bilang aku bisa mendapatkan nomor ponselmu jika aku sudah masuk ke labolatorium ini, aku ingin nomormu." Balasku dengan sedikit gugup kepadanya.
"Ohh..ini ambil saja kau bisa menyimpannya tapi ingat satu hal, jangan menghubungiku untuk hal yang tidak penting apa kau mengerti?" Ujar profesor Ling yang akhirnya benar-benar memberikan nomor ponsel dia padaku.
Aku sangat senang sekali langsung saja mengangguk patuh padanya aku juga segera mengambil kartu nama itu memasukkan nomornya disana saat itu juga dan langsung mengirimkan pesan pada profesor Ling agar dia menyimpan balik nomorku dan kami bisa saling melihat story masing-masing nantinya.
"Professor tolong simpan nomorku ya, terimakasih banyak aku permisi." Ucapku sambil membungkuk menghormatinya dan segera pergi dari sana dengan cepat.
Professor Ling hanya menatap sinis dan tidak perduli sedikitpun kepada Zhan Tao, bahkan dia tidak melirik sedikitpun pada Zhan Tao, dia terus fokus dengan tugas yang tengah dia lakukan saat itu, sedangkan Zhan Tao sendiri justru malah merasa begitu senang.
Saat aku keluar dari ruangan profesor Ling aku sudah disambut oleh banyak senior yang langsung bertanya kepadaku mengenai profesor Ling terus menerus, bahkan wajah mereka tidak bisa membohonginya bahwa mereka benar-benar sangat penasaran dengan apa yang aku lakukan di dalam ruangan profesor Ling yang kedap suara itu.
"Eh...Zhan Tao apa yang kamu bicarakan dengan profesor Ling di dalam sana, apa kau sungguh masuk ke labolatorium ini sekarang?" Tanya senior Anming kepadaku saat itu.
Bahkan senior Feng sendiri menatap terperangah dan dia terlihat sama penasarannya dengan senior lain.
Aku hanya bisa tersenyum kecil menanggapi pertanyaan dari mereka dan langsung mengangguk pelan sampai mereka juga terlihat sangat senang dalam menyambutku saat itu.
"Huaaaa...bagus sekali, sekarang di labolatorium kita ada dua wanita dan kita tidak akan membosankan lagi tinggal disini, selamat ya Zhan Tao kau benar-benar hebat bisa membuat profesor memasukkanmu kesini, kau adalah panutan para wanita lain yang memburu profesor Ling," ujar senior Feng yang begitu bersemangat.
Aku hanya bisa terus tertawa saja menanggapi mereka, namun aku sedikit penasaran siapa wanita yang lain yang mereka maksudkan saat itu, karena setahuku di labolatorium ini hanya ada laki-laki saja karena profesor Ling tidak ingin memasukkan wanita ke dalam projects yang akan dia buat kali ini, dia juga tahu bahwa para wanita tidak bisa mengerjakan projects sans kali ini dengan sebaik pria, masih menjadi hal yang aneh juga mengapa profesor Ling sejak dulu hingga sekarang dia tidak pernah memasukkan wanita ke dalam labolatoriumnya dan kali ini aku mendengar secara langsung bahwa ada satu wanita yang masuk di labolatorium tersebut, tentu saja aku penasaran dan aku juga takut jika wanita itu adalah orang spesial yang dikecualikan oleh profesor Ling selama ini.
"Eumm..senio Feng, siapa wanita satu-satunya yang ada di labolatorium ini? Aku pikir hanya ada pria saja disini?" Tanyaku kepada mereka dengan penasaran.
"Aahh...itu adalah senior Sisi, dia sahabatnya profesor Ling, satu satunya wanita yang bisa dekat dengan seorang profesor Ling, dan dia juga satu-satunya orang yang bisa bicara dengan bebas dengan profesor Ling, tapi sekarang tidak lagi karena ada kau yang juga mendapatkan akses lebih spesial dibandingkan senior Sisi," balas senior Feng kepadaku saat itu.
Aku hanya mengangguk saja meski hatiku terus saja merasa cemas juga otakku yang terus penasaran dan ingin mengetahui seperti apa wajah dari senior Sisi ini, karena kedengarannya saja dia sudah di perlakukan spesial oleh profesor Ling, meski senior lain sudah mengatakan dia masuk ke labolatorium karena kepintarannya tetap saja aku tidak bisa merasa tenang aku hanya takut mereka terlalu dekat aku tidak bisa membiarkan wanita lain merebut profesor Ling dariku, karena aku sangat menyukainya.
Professor Ling ini bak seperti cinta pertama dan aku ingin dia menjadi yang terakhir juga untukku karena aku sudah benar-benar jatuh cinta dengannya, entah karena wajah tampannya, kecerdasan dia ataupun karena karakteristik dia yang sangat menantang untuk di dekati saat ini.
Sampai tidak lama senior Feng membawa aku ke salah satu meja yang berhadapan dengannya saat itu juga di sampingku adalah meja tempat senior Anming dan dihadapan meja senior Anming adalah meja senior Sisi itu.
"Ayo Zhan Tao silahkan duduk meja ini sudah lama kosong, sekarang kamulah yang akan mengisinya, semoga kamu betah dan bahagia disini ya," ucap senior Feng sangat baik memperlakukan aku saat itu.
Hingga tidak lama pintu laboratorium terbuka dan aku melihat seseorang wanita dengan rambut pendek di set rapih bak seperti seorang pria dengan pakaian yang rapih, postur tubuh yang tinggi dan body yang bagus masuk ke dalam lalu langsung berjalan menuju ruangan profesor Ling saat itu, bahkan dia bisa masuk begitu saja hanya dengan mengetuk pintu dia kali sudah bisa di izinkan masuk oleh profesor Ling saat itu.
Mataku terus saja menatap pada wanita itu dan berpikir bahwa mungkin saja wanita itulah yang dimaksud sebagai senior Sisi oleh kedua senior sebelumnya.
"Iya...dia adalah senior Sisi yang melanjutkan study S3 disini dia memiliki otak yang sangat encer, bahkan dia sering membanggakan kampus kita dengan banyaknya penghargaan yang dia dapatkan secara mandiri di luar sana hanya saja kau harus berhati-hati denganya dia sama dinginnya dengan profesor Ling, dia jarang bicara dan selalu fokus dengan pekerjaannya jangan bertanya padanya dan jangan mengganggu dia, semua orang di labolatorium ini takut dengannya kami jangan coba-coba membuat kesalahan padanya, dia sangat menyeramkan ketika marah, dia lebih perkasa dari seorang pria." Balas senior Anming membuat aku merinding ketika mendengarnya.
Bahkan dilihat dari postur tubuh dan cara berjalannya saja sangat menakutkan dia terlihat sangat bijaksana dan memiliki aura yang menakutkan saat berjalan melewati aku saat itu, aku benar-benar menjadi sangat gugup dan menelan salivaku dengan kesulitan mendengar pengakuan tentang senior Sisi itu.
Dan sepertinya dugaanku yang takut profesor Ling akan memiliki hal spesial dengannya adalah hal yang salah karena senior Sisi sama sekali tidak terlihat seperti wanita ganjen yang akan menyukai pria, bahkan gayanya saja seperti pria.
"Wahhhh.... Dia keren sekali, tapi memang agak menyeramkan." Balasku sedikit gugup kepada dua senior pria di hadapannya.
Mereka juga menganggukkan kepala menanggapi ucapan dariku saat itu, jangankan aku yang baru bertemu dengan senior Sisi, tapi senior Feng dan senior Anming saja merinding takut menanggapinya, aku pun segera mulai berbenah diri disana.
Membersihkan mejaku dan mulai menyiapkan semua benda yang hendak aku gunakan, aku juga dibantu oleh mereka berdua saat itu.
Saat aku sudah selesai mengerjakan semuanya dan sudah merapihkan semua barang aku baru saja duduk dan beristirahat lalu tiba-tiba saja aku mendapatkan pesan dari profesor Ling dan aku sangat senang terburu-buru untuk langsung membacanya saat itu, aku sangat kaget karena melihat ternyata itu hanya pesan sebuah printah darinya agar aku masuk ke dalam ruangannya saat itu.
"Astaga ..apa ini nyata, aku sungguh mendapatkan chat lebih dulu dari profesor Ling, aahhh ini sangat membuatku gugu." Gerutuku terus saja merasa baper lebih dulu.
Hingga membuka pesan singkat itu dan malah mendapatkan hal seperti itu, benar-benar cukup mengecewakan sekali.
"Masuk ke ruanganku!" Isi pesan singkat dari profesor Ling saat itu.
Aku langsung menghembuskan nafas dengan lesu dan terus saja merasa sedikit sedih dan agak kecewa, tapi tidak masalah aku kecewakan karena ekspektasi di dalam kepalaku sendiri sehingga aku segera pergi ke ruangan profesor Ling dengan cepat saat itu juga, bahkan ketika hendak masuk ke dalam ruangannya aku mempersiapkan mental dan diriku sendiri lebih dulu.
Aku tarik nafas dengan dalam dan menghembuskan ya secara perlahan saat itu, aku berusaha untuk menenangkan diriku sendiri dan segera mengetuk pintu lalu masuk ke dalam.
"Permisi profesor Ling, apa yang bisa saya bantu." Ucapku berdiri di hadapannya saat itu.
Aku lupa bahwa di dalam ruangan itu masih ada senior Sisi dia duduk di sofa yang ada disana dan aku merasa sedikit takut mendapatkan tatapan tajam darinya saat itu.
"Sisi kenalkan ini Zhan Tao dia yang akan membersihkan area ruang pribadiku di laboratorium jadi kau tidak perlu melakukannya lagi sekarang, dia asisten pribadi untukku selama di laboratorium mulai sekarang, kau juga bisa menyuruhnya jika membutuhkan bantuan selama melakukan eksperimen dengan hewan biologismu itu." Ucap profesor Ling memperkenalkan aku dengan senior yang paling menyeramkan itu.
Aku segera tersedia dan mengulurkan tangan padanya, dia juga menerima uluran tanganku meski dengan tatapan yang dingin menusuk dan seperti memperhatikan aku dengan begitu detail.
"Aku Zhan Tao senang bisa mengenalmu senior Sisi," ucapku tersenyum ceria kepadanya.
"Ya aku Sisi, semoga kau bisa membantuku," balas dia dengan wajah datar dan dingin, aku hanya bisa mengangguk membalas ucapannya.
Lalu tiba-tiba saja dia bertanya pada profesor Ling tentang aku di hadapan diriku sendiri yang masih berdiri disana saat itu, dia memang sangat berani melakukan itu dan aku merasa sedikit aneh dengan ucapannya yang malah menyebutkan aku seperti seekor kucing, meski dia bilang itu pujian tetap saja aku sedikit tidak suka.
"Oh... Ya Ling darimana kau bisa menemukan kucing putih sepertinya apa kau sudah menyukai kucing sekarang?" Tanya senior Sisi membuatku mengerutkan alis dengan heran dan kebingungan mencari seekor kucing yang dia maksudkan di ruangan tersebut.
"Aahh..kucing? Diaman? Apa senior menyukai kucing atau memang profesor Ling mempunya seekor kucing, aku tidak melihatnya?" Tanyaku secara refleks saat itu.
"Kau yang kucing, dan kepolosanmu itu benar-benar seperti seekor kucing, aaishh... Benar-benar aneh, seekor kucing yang berharap anjing bisa menyukainya, itu akan sulit semoga kau berhasil kucing manis." Ucap senior Sisi sambil menepuk pundakku dan pergi dari ruangan itu.
Aku membelakkan mata dengan heran selain tidak terima karena dia mengatai aku seperti kucing, aku juga kaget mendengar senior Sisi berbicara dengan profesor Ling hanya menyebutkan namanya saja, itu benar-benar masih terdengar aneh di telingaku dan sangat membingungkan sekali.
"Hah....memangnya aku seperti kucing, aku kan tidak memiliki ekor," gerutuku pelan saat itu.
"Itu pujian darinya untukmu, sama kembali ke mejamu," balas profesor Ling padaku.
Aku menurutinya dan segera ikut keluar dari ruangan itu masih dengan perasaan bingung tidak karuan.
Aku tetap merasa tidak habis pikir bagian mana dalam diriku ini yang bisa mirip dengan seekor kucing, sama dengan apa yang dikatakan oleh senior Sisi saat itu, aku tidak memiliki kuping bak kucing ataupun ekor, aku juga tidak memiliki kumis, itulah yang membuat aku terus berpikir keras dan memikirkannya tanpa henti meski aku sudah kembali duduk di kursiku tepat berhadapan dengan senior Feng saat itu, juga di sampingku ada senior Anming.