
setelah kejadian semalam Trisyel merasa tidak enak pada Prince, ia terus memikirkan nasip cowo itu
Bagaimana respon Kayzo?
Apa yang Kayzo katakan pada Prince?
Apakah kkaknya itu memarahi Prince?
banyak pertanyaan yang kini bersarang di otaknya. Tapi ia juga tidak tau harus berbuat apa
pagi ini Trisyel belum keluar dari kamarnya sama sekali, sekedar untuk sarapan pun tidak. Gadis itu merasa takut dan bersalah pada Kayzo
Dengan langkah pelan Trisyel menyusuri tangga menuju meja makan, namun sebelum itu ia melihat Kayzo yang sedang asik dengan laptopnya di ruang tamu
"Ngapain berdiri di situ?" Pertanyaan Kayzo sontak membuat Trisyel terperanjat kaget
ya tuhan, gue udah kayak maling yang ketangkep basah aja Batinnya sambil memegang dadanya
"Emm anu kak_"
"Sarapan dulu! Ini udah jam 8 pagi, nanti maag kamu kambuh" ucap Kayzo tanpa menoleh ke arah Trisyel
"Iya" Setelah mengatakan itu Trisyel langsung melangkahkan kakinya menuju dapur
"Semoga aja deh kak Kayzo gak bahas soal semalem" Gumamnya
πππ
drrtt... drrt... drrt...
"Syel, hp kamu" Teriak Kayzo karena Trisyel sedang berada di kamarnya sedangkan ponselnya masih tertinggal di meja makan
mendengar teriakan Kayzo, Trisyel langsung berlari dengan cepat
"Hati hati nanti kesand_"
"Aw.." Pekik Trisyel
belum sempat Kayzo menyelesaikan kalimatnya Trisyel sudah lebih dulu tersandung. Trisyel menyengir dengan tangan membentuk huruf V
Gadis itu kembali berlari, sedangkan Kayzo hanya menggeleng
"Dasar bocah" Gumamnya
_______
Di layar ponselnya tertera panggil tak terjawab dari Fanyya
"Ada apa ya?" Tanya gadis itu entah pada siapa
Trisyel akhirnya balik menelfon Fanyya. Hanya sekali deringan telfon itu sudah tersambung
"Halo fan?"
"Syel apa kabar?"
"Baik, emang kenapa?"
"Kak Kayzo marah gak semalem?"
"Ya gitu deh" Jawab Trisyel sambil menghembuskan nafasnya kasar
"Aduh gimana nih, mana gue mau ngajak lo jalan jalan lagi"
"Mau kemana woy?" Tanya Trisyel semangat
"Rencananya sih mau ke Dufan"
"Ke Dufan? Ikut dong" Ucap Trisyel antusias. Tiba tiba ia teringat pada Kayzo
"Aduh gak jadi deh, gue gak berani sama kak Kayzo. Takutnya dia marah, udah semalam bikin masalah, sekarang malah minta izin jalan jalan lagi" ucap Trisyel yang terdengar putus asa
"Pergi aja, asal jangan pulang malam" Suara itu membuat Trisyel terperanjat, hampir saja ponselnya jatuh
"Kak" Ucap Trisyel dengan ekspresi yang sulit dibaca. Gadis itu langsung menjauhkan ponselnya dari telinga, namun tidak sampai mematikannya
"Syel? Ada kak Kayzo di sana?"
"Dia denger ya?"
"Kenapa?" Tanya Kayzo. Cowo itu berjalan dengan santai melewati Trisyel, tangannya meraih botol minum di dalam kulkas
"Kakak seriusan?" Tanya Trisyel
"Hemm" Jawab Kayzo singat. Cowo itu langsung berlalu pergi menuju ruang tamu. Trisyel tak tinggal diam, gadis itu juga ikut mengekori Kayzo
"Tapi kak_"
"Kalau mau pergi siap siap sana, atau kalau lama lama kakak berubah fikiran nih"
"Aa iya iya, Syel siap siap sekarang" Dengan jurus kilat Trisyel berlari menuju kamarnya
"Syel hati hati" Teriak Kayzo namun tak di gubris oleh gadis itu
"Sabar Kay.. sabar" Ucap Kayzo menenangkan dirinya sendiri. Tak lama setelah itu ia terkekeh
_____
"Fan, lo masih di sana kan?" Tanya Trisyel yang kembali mendekatkan ponsel pada kupingnya
"Iya"
"Gue di izinin nih"
"Wes mantap. Ya udah lo mau di jemput apa gimana?"
"Gak usah deh, kayaknya gue dateng sendiri aja. Lagian ini siang, jadi gak masalah kalau gue bawa mobil sendiri"
"Ya udah, kita langsung ketemuan di Dufan aja"
πππ
Jakarta, 10:02
Trisyel sudah sampai di parkiran. Gadis itu melihat keberadaan Fanyya dan beberapa orang lainnya
"Fan" Sapa Trisyel
"Lama amat" Komentar Fanyya memuat Trisyel menyengir
"Ya udah ayo masuk" Ajak Bara sambil tangannya menggenggam erat tangan Aurin
"Eh tunggu. Prince gak ikut?" Tanya Trisyel tiba tiba
Semua mata menatap padanya, dan dapat Trisyel dengar suara tawa keluar dari mulut Jeje
"Kenapa tiba tiba nyariin Prince?" Tanya Felix sambil menaikkan alisnya
"Ho oh, biasanya kalau ketemu juga gak pernah akur. Kayak tom and jerry" Sahut Jeje
Trisyel tampak gelagapan "Emm gue cuman_"
Tanpa aba aba Fanyya langsung menarik tangan Trisyel untuk masuk "Udah gak usah cariin Prince. Dia udah gede kok" Ujarnya sambil terkekeh. Trisyel hanya mendengus sambil mencibikkan bibirnya
"Mau main apa dulu nih kita?" Tanya Jeje sambil merangkul bahu Trisyel dengan santai
"Main kincir angin aja yuk. Sekalian foto foto" usul Aurin
"Eh itu lo mah mau foto romantis bedua, biar estetik iya kan" Aurin langsung menyengir mendengar penuturan Fanyya "Aaah udah hafal gue sama lo" Kesal gadis itu membuat Aurin dan Bara terkekeh
"Main Zig-Zag aja kalau gitu" Ajak Trisyel
"Ya elah itu mah mainan bocil. Gak ada ya extrem dikit apa" Komentar Jeje
"Naik Tornado" ucap seseorang yang berada di belakang Trisyel
Trisyel langsung menoleh ke arah suara "Prince?" Ucapnya sedikit kaget
Cowo itu tersenyum sambil mengacak rambut Trisyel dengan lembut
Deg..
jantung Trisyel seketika maraton, wajahnya memerah apalagi di tatap oleh Prince membuatnya semakin salah tingkah
__________
"Huek.. huek..." Jeje merasa tubuhnya sangat lemah, ia mengeluarkan seluruh isi perutnya. Tapi gak sampai ke usus juga ya:)
"Hahaha tadi katanya nyari yang ekstrem, di kasih naik tornado malah mabuk" Fanyya tertawa
ya cowo itu mabuk setelah turun dari permainan tornado beberapa menit yang lalu. Cowo itu sangat ketakutan, bahkan berteriak minta berhenti
Sedangkan Trisyel, Fanyya, dan Aurin. Ketiga cewe itu malah berteriak karena merasa sangat seru. Aneh bukan?
"Huu mental kacang" Ucap Aurin sambil tertawa
"Sok sokan mau mejek orang. Padahal tadi kamu juga sampe di paksa kan baru mau naik" Ujar Bara
"Iya emang, tapi pas udah naik enggak nangis minta turun tuh" Sindir Aurin
Jeje yang tak sanggup melawan hanya menatap tajam ke arah teman temannya
Mereka semua memilih untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan permainan. Karena menunggu Jeje untuk menenangkan diri
"Udah belum?" Tanya Felix karena bosan menunggu Jeje
"Elah nyawa gue belum kekumpul ini" Sungut Jeje
"Lagian lo cemen banget sih" Komentar Prince
"Lo kira kira lah cuy, jantung gue mau copot rasanya. Kalau misal gue mati gara gara jantungan mau lo? Tar gaada lagi temen yang bikin lo pada ketawa"
mereka semua tertawa mendengar penuturan Jeje
"Ya udah lo disini aja gak usah ikut main. Jagain nih barang barang" Kata Felix sambil menunjuk ke arah meja
"Gue pengen naik kora kora dong, abis itu ontang anting, hysteria, roller coaster, haa setelah itu baru main basah basahan" Ucap Trisyel
"Emang lo pada bawa baju ganti, mau main basah basahan?" Tanya Aurin dan semuanya menggeleng
"Ya udah gak jadi, next time aja lh" Ujar Trisyel
"Setuju. Yaudah ayo main" Ajak Fanyya dan di angguki yang lain
"Gila aja lo pada" Ujar Jeje yang masih enggan berpindah dari posisi duduknya
Mereka semua tertawa sambil berjalan meninggalkan Jeje yang mulutnya komat kamit tak jelas
"Pengen mati muda kayaknya" Gumam Jeje kesal
Tanpa rasa takut keenam orang itu menaiki hampir semua wahana ekstrem di Dufan dengan sangat bahagia, sedangkan Jeje hanya bisa mengamati mereka dan sesekali menjadi fotografer dadakkan. Sudah beberapa kali di paksa untuk ikut bermain pun Jeje tetap saja menolak dengan berbagai alasan tak masuk akal
Prince tersenyum melihat wajah cantik Trisyel yang terlihat begitu bahagia. Gadis itu tidak terlihat punya masalah dengannya, bahkan setiap kali naik permainan mereka selalu duduk bersebelahan, dan Prince yang selalu mencari kesempatan untuk memegang tangan Trisyel saat gadis itu berteriak histeris. Dan sialnya lagi Trisyel malah balas memegang erat tangan Prince, ya walaupun tanpa sadar
Tak terasa waktu berlalu, kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, kini mereka merasa sangat lelah dan memutuskan untuk pulang
Parkiran
"Mau ngapain lo?" Tanya Trisyel bingung karena Prince sedari tadi menarik narik kerah bajunya
"Gapapa" Jawabnya santai masih dengan tangan yang memegang kerah baju Trisyel
"Lepas gak! Dasar gila" Kesalnya namun Prince hanya menggeleng tak berdosa
"Please lah lo bedua, bisa gak sih sehari aja gak cosplay jadi Tom and Jerry?" Ucap Aurin sambil memperlihatkan kedua anak manusia di depannya
"Dia yang mulai!" Tunjuk Trisyel tepat pada wajah Prince, cowo itu hanya terkekeh pelan
"Emang gue ngapain?" Tanyanya kelewatan santai
Trisyel memicingkan matanya "Lepas gue bilang!" Prince masih menggeleng santai
Karena kesal Trisyel menginjak kaki Prince dengan kuat, membuat cowo itu meringis namun tidak melepaskan kerah baju Trisyel
"Lepas gak! Cowo narsis, lepas lepas lepas" Ucap Trisyel memberontak, gadis itu melompat lompat membuat Prince tertawa, karena Trisyel nampak begitu lucu dengan tingkahnya
"Dah lah, serah lo bedua. Kita pulang aja" Ujar Fanyya sambil mendorong teman temannya menjauh
"Hey fan, tolongin gue" Teriak Trisyel namun Fanyya hanya tertawa sambil melambaikan tangannya
"Dasar gak punya prikesahabatan" Rungut Trisyel
Trisyel beralih menatap Prince "Lepas!" Ucapnya lagi
"Gue bakal lepas, tapi lo ikut gue dulu"
"Gak mau. Lepas!" Titahnya
"Ya udah kalau lo gak mau. Gue gak bakalan lepasin lo, biarin aja orang orang ngeliatin lo lompat lompat, udah kayak topeng monyet" Kekeh Prince membuat Trisyel melotot
yah benar saja, banyak orang yang melihat aksi membrontaknya. Melompat lompat tak jelas membuat beberapa orang tertawa, seketika wajah Trisyel memerah karena malu
"Ya udah, lo mau bawa gue kemana?" Ucap Trisyel akhirnya. Prince terkekeh
"Gitu dong nurut, jadi kucing gemoy aja, gak usah jadi monyet sirkus"
πππ
Kini Trisyel dan Prince sudah duduk di sebuah taman yang tak begitu jauh dari rumah Trisyel. Hening, karena tak ada yang keluar dari mulut keduanya
Trisyel tiba tiba teringat kejadian tadi malam, gadis itu melirik ke arah Prince yang duduk di sampingnya, namun pandangan cowo itu terlihat lurus ke depan, entah apa yang sedang ia perhatikan
"Prince?" Panggil Trisyel namun tak ada jawaban dari cowo itu
"Prince!" Panggil Trisyel lagi dengan sedikit lebih keras
"Aa?" Cowo itu langsung melirik ke arah Trisyel
"Kok lo diem sih. Ngelamun ya lo? Ati ati tar kesambet" Ucap Trisyel namun cowo itu hanya diam dengan wajah datarnya
"Gue.. emm gue pengen minta maaf soal semalem"
Prince menaikkan dua alisnya bingung
"Lo punya salah apa sama gue?"
"Semalem lo di marahin ya sama kakak gue gara gara anterin gue pulang?" Prince terdiam membuat Trisyel semakin tak enak hati
"Sorry ya. Kakak gue emang posesif banget sama gue. Semenjak nyokap dan bokap gue gaada_"
"Selama ini gue gak pernah dekat sama cowo, sekedar temen biasa doang, gak sampe akrab apalagi nganterin pulang. Karena kakak gue gak pernah izinin gue buat deket sama cowo, dia selalu bilang belum saatnya. Dan katanya gue harus jaga diri, karena dia gak mau gue kenapa napa, dan karena cuman gue yang dia punya" Ujar Trisyel menjelaskan. Ia hanya ingin Prince mengerti alasan Kayzo marah padanya
"Sorry" Ucapnya tulus sambil menunduk
"Syel" Panggil Prince. Gadis itu mengangkat kepalanya sambil Menatap ke arah Prince
Cowo itu menatap dalam manik mata Trisyel, dengan bibirnya yang seolah ingin mengatakan sesuatu
"Apa?" Tanya Trisyel penasaran
"Lo jelek banget" Ujar Prince yang seketika membuat Trisyel melotot seakan matanya ingin keluar dari tempatnya
Bug..
Dengan kuat Trisyel memukul bahu Prince dan juga menginjak kaki cowo itu. Sedangkan yang di pukul hanya meringis singkat
"Bangsat! Gue kira lo mau ngomong apaan!" Ujar Trisyel kesal
"Emang lo berharap gue ngomong apa?" Matanya masih menatap lekat ke arah Trisyel
Trisyel memutar bola matanya malas "Dasar cowo gak tau diri! Asal lo tau ya, gue ini cantik. Banyak yang ngantri pengen jadi pacar gue, cuman guenya aja yang gak mau pacaran sama mereka" Jawab Trisyel asal
"Masa sih? Gak percaya, orang jelek gitu" Ucap Prince kelewat santai
Trisyel sudah siap ingin melayangkan pukulannya lagi pada Prince, namun sebelum mengenai wajahnya cowo itu sudah lebih dulu menangkap tangan Trisyel dan menggenggamnya erat
"GUE SAYANG SAMA LO!"
Deg...
tiba tiba jantung Trisyel seakan berhenti berdetak
πππ