PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
GIF




Hari ini Trisyel menghabiskan waktu bersama dengan Fanyya di rumahnya, sejak semalam sahabatnya itu menginap untuk menemaminya. Kebetulan juga hari minggu jadi mereka mageran bersama sambil nonton drakor untuk menghabiskan waktu


Aurin? gadis itu sejak Jum'at sudah tidak masuk sekolah karena neneknya yang di luar kota sedang sakit parah, jadi dia menjenguknya, mungkin akan pulang sore nanti


Ting tongg


ting tongg


Suara bell rumah Trisyel


"Coba di liat bi" Ucap Trisyel pada asisten rumahnya


Asisten rumah itu pun keluar untuk mengecek, tak lama setelah itu ia kembali menemui Trisyel


"Ada paket non, tapi gak ada orangnya"


Mendengar itu Trisyel menghela nafas berat, sudah beberapa hari ini ia selalu di kirimi banyak barang oleh orang yang tidak ia ketahui siapa. Dari makanan, buket bunga, coklat, dan boneka


"Siapa sih yang ngirim?" Tanya Fanyya


"Mana gue tau" Ucapnya kesal. Gadis itu beranjak untuk melihat barang itu dan


Caklek..


Mata Trisyel membulat saat melihat seseorang sedang berdiri di depannya sambil memegang buket bunga besar berwarna merah itu


"Geral?" Orang yang di panggil namanya itu pun menoleh


"Jadi lo yang selama ini ngasih ini semua ke gue?"


Geral mengerutkan keningnya sambil menatap bingung ke arah Trisyel. Sedangkan Trisyel juga menatap bingung ke arah buket yang Geral pegang. Kenapa cowo itu tidak langsung memberikannya pada dirinya, kenapa juga harus mengirim dengan cara misterius seperti itu


"Ini beneran dari lo?" Tanya Trisyel memastikan


Geral mengangguk meski nampak ragu "Iya, emang kenapa? lo gak suka?" Tanya Geral "Kalau lo gak suka ya udah buang aja"


Trisyel menggeleng, mana mungkin ia membuangnya begitu saja, meskipun ia tidak menyukai Geral bukan berarti ia setega itu untuk membuang pemberian Geral


"Gak gitu sih, cuman kemarin kemarin emang gue kasih ke orang yang kerja di rumah gue. Soalnya gue takut yang kasih itu orang yang berniat jahat sama gue" Ucap Trisyel jujur


"Oh iya, gapapa kok. Terus ini lo mau nerima gak?" Geral menyerahkan buket itu pada Trisyel, dan Trisyel pun mengambilnya


"Terimakasih, lo gak usah repot repot kasih gue beginian"


"Gak kok, gak repot sama sekali" Bohong, Geral berbohong. Bukan dia yang memeri semua itu pada Trisyel, ia hanya kebetulan datang dan melihat barang barang itu ada di depan pintu, ia hanya penasaran dan berniat mencari tau siapa yang mengirimnya, Trisyel malah datang dan berfikir bahwa ia lah yang membawa itu


Toh ia merasa itu menguntungkannya, jadi Geral berbohong dan mengaku bahwa ia lh yang membawanya. Tidak perlu susah payah dan mengeluarkan modal


🍁🍁🍁


Prince sedang senyum senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya yang terdapat foto Trisyel di sana. Prince baru saja di kabari oleh orang suruhannya bahwa barang yang ia beli sudah di kirim ke tempat Trisyel


"Lo kesambet ya?" Ucap Felix sambil duduk di sampingnya


kini mereka sedang berada di basecamp Avanger


Prince tak menggubris, ia hanya menatap datar ke arah Felix


"Barang lo di terima sama dia?"


"Gak tau" jawab Prince santai


Felix berdecak, ia kira Prince senyum senyum karena barangnya di terima, sahabatnya itu terlihat sudah gila sekarang


Tidak tau saja ada orang lain yang mengambil kesempatan di balik usaha Prince untuk memperbaiki hubungan bersama Trisyel. Jika Prince tau itu sudah pasti ia akan mengamuk dan memberikan pelajaran pada Geral, enak saja ia yang susah payah berusaha lalu Geral yang mendapatkan keuntungan


____


"Loh kok malah ada lo sih?" Tanya Fanyya saat melihat Geral masuk


Bukan apa apa sih, ia sedikit malu karena belum mandi, padahal sudah jam 10 siang. Dan begitu pun dengan Trisyel


"Kenapa emangnya, Trisyel aja gak masalah" Ucap Geral bodoamat


"Gara gara lo dateng gue jadi harus mandi kan" Ucap Fanyya kesal sambil beranjak untuk mandi


"Lah malah nyalahin gue, salah lo sendiri lah kenapa gak mandi dari tadi. Udah siang bolong gini juga" Ucap Geral setengah berteriak


Trisyel lagi lagi meringis, Geral tidak tau saja bahwa Trisyel juga belum mandi, hanya saja gadis itu menggunakan pakaian yang tidak terlihat seperti pakaian tidur, beda dengan Fanyya yang masih menggunakan piyama


"Gue juga belum mandi sih" Gumam Trisyel yang masih bisa di dengar oleh Geral


"Hah?" Geral menatap tak percaya pada gadis cantik di depannya, cantik cantik ternyata malas mandi


"Lo tunggu di sini ya, gue mandi bentar" Geral hanya mengangguk kaku


"Jangan jangan ini rahasia dia makanya cantik" Gumam Geral


🍁🍁🍁


Trisyel dan Fanyya sudah mandi, terlihat lebih segar, cantik, dan wangi tentunya


Sudah hampir 3 jam Geral berada di sana, cowo itu benar benar bosan. Bagaimana tidak, Geral adalah cowo yang paling tidak suka drakor, eh malah di ajak nobar drakor oleh kedua gadis di sampingnya ini


Ia hanya bisa menghela nafas, niatnya ingin mengajak Trisyel jalan, malah terjebak disini


"Syel kakak lo belum pulang?" Geral membuka percakapan, karena sedari tadi ia di abaikan oleh kedua gadis itu yang histeris melihat cogan di drama yang mereka tonton


"Belum" jawab Trisyel singkat, matanya masih fokus pada televisi


"Kalau lo bosan mending lo pulang sekarang. Karena kalau mau nunggu kita gak bakal selesai sampe sore" Kata Fanyya yang seolah tau perasaan Geral


"Hemm bener tuh, kita mau seharian nonton drakor. Kalau lo bosan pulang aja" Sahut Trisyel


Pupus sudah harapan Geral, mana di sekolah susah sekali mendekati gadis itu, sekarang ada peluang malah Trisyel lebih memilih nonton drakor


"Ya udah deh, gue pulang aja kalau gitu" Putus Geral akhirnya


"Pilihan bagus, soalnya lo rada ngengagu sih disini" Sinis Fanyya, Trisyel hanya mengulum senyum


Sialan, batin Geral. Ia sedikit kesal sekarang. Tau gini ia tidak akan datang


"Btw thanks ya buat buket sama coklatnya" Ucap Trisyel


Geral hanya tersenyum tipis sambil berjalan keluar, sendirian.


"Sialan, kalau tau gini mending gue gak usah dateng" Ucap Geral kesal sambil menendang nendang angin


"Jadi dia yang ngasih lo ini semua?" Tanya Fanyya


Trisyel hanya mengangguk singkat


"Mending gak usah lo terima lagi deh. Lo tau sendiri kan kalau dia itu suka sama lo, kalau gini sama aja lo ngasih harapan sama dia" Ucap Fanyya "Apa jangan jangan lo juga suka lagi sama dia" Tambah Fanyya curiga


Trisyel langsung berdecak "Ya enggak lah, enak aja masa gue suka sama playboy katak kayak dia"


"Terus kenapa lo terima bego"


"Ya gue juga gak enak buat nolak, dia udah susah payah datang dan ngasih kayak beginian sama gue, masa ia gue tolak, gue gak tega lah"


Fanyya menghela nafas berat "Bego bener punya temen. Lo gak mikirin perasaan Prince apa? kalau dia tau pasti langsung berubah jadi singa tu orang"


Lagi lagi Prince. Bisa kah sehari saja ia tidak mendengar nama cowo itu? Ia sedang berusaha membuang cowo itu dari fikirannya. Trisyel hanya ingin mov'on


"Gue udah bilang kalau gue sama dia itu udah putus, gak ada hubungan apa apa lagi fan"


"Itu menurut lo, tapi enggak sama dia. Lo tau kan dia itu kayak gimana, gak bakal berhenti sebelum apa yang dia mau itu bisa dia dapatkan"


Trisyel tersenyum kecut "Egois" gumamnya pelan


"Gue cuman takut aja dia ngamuk, gak ada yang bisa hentiin dia. Karena gak ada orang yang dia takuti bahkan polisi sekalipun"


Benar saja, Prince tidak pernah takut lada siapapun kecil pada tuhan. Bahkan ia tidak takut jika harus masuk penjara. Ia tidak akan diam jika ada yang mengusiknya, apalagi jika ia merasa benar, ia tidak akan pernah diam saja


🍁🍁🍁