
"Hahahahah" Trisyel tertawa keras membuat Prince menatapnya bingung
detik berikutnya tawa Trisyel langsung hilang dan berubah dengan wajah datar "Sorry gak lucu!" ucapnya ketus
Prince menatap tajam ke arah gadis itu dengan rahang yang mengeras, ia merasa Trisyel sedang mempermainkan dirinya sekarang
"Gue gak becanda syel!"
Trisyel terdiam sambil menatap dalam kedua manik mata Prince mencari ke bohongan dari mata cowo itu, namun sialnya Trisyel tak menemukannya
Prince mendekatkan wajahnya pada Trisyel "Gue mau lo jadi pacar gue! Dan gue gak nerima penolakan" Ucapnya tepat di kuping Trisyel dengan pelan namun terdengar tegas
Apa apaan nih cowo, ceritanya lagi nembak gue gitu? Gak romantis amat, anjr Trisyel membatin
Trisyel mendorong dada bidang Prince, jarak yang begitu dekat membuatnya kesulitan bernafas. Sedangkan Prince masih dengan wajah datarnya namun alisnya kini terangkat seolah menunggu jawaban dari Trisyel
"Gue gak mau" Jawab Trisyel enteng
Alis Prince seketika mengerut, apa ia sedang di tolak sekarang? sejarah baru dalam hidup Prince, padahal ini pertama kalinya ia menembak seorang gadis dan langsung di tolak mentah mentah?
Bahkan Prince sendiri merasa terkejut. Selama ini ia lah yang di kejar kejar oleh banyak gadis, bahkan tak sedikit dari gadis gadis itu yang
menembaknya lebih dulu
"Kenapa?"
"kamu nanya?" Kata Trisyel mengikuti trend tiktok
Prince kesal "Gue serius"
"Ya ndak tau, kok tanya saya"
"Jawab gue! kenapa gak mau?" Ucap Prince penuh penekanan
Akhirnya Trisyel berhenti bercanda, awalnya ia hanya ingin mengalihkan pembicaraan.
Gadis itu menyipitkan matanya jengah "Ya, gak mau aja" jawabnya santai
"Tadi gue udah bilang kan. Gue gak nerima penolakkan" Ucap Prince tegas
Trisyel tak terima, mulutnya langsung terbuka untuk protes namun Prince lebih dulu menutup mulut Trisyel "Pokoknya mulai sekarang lo pacar gue!" Cowo itu tersenyum smirk
Trisyel menepis tangan Prince dengan ekspresi kesal "Dih kok lo maksa sih! Orang gue gak mau, juga"
"Emang gue peduli?" Ucap Prince santai
"Heh tuan narsis, denger gue ya!" Trisyel menunjuk ke arah dirinya sendiri
"Pertama, gue gak punya perasaan apa apa sama lo, suka juga enggak. Kedua, lo itu narsis banget. Ketiga, muka lo itu kayak tembok_"
"Eh enak aja lo nyamaain muka gue sama tembok" Protes Prince tak terima
"Lah kan emang sama" Jawabnya kelewat santai
"Lo_"
Trisyel langsung meletakkan jari telunjukkan pada bibir Prince agar cowo itu berhenti bicara "Diem! Gue belum selesai bicara!" Ucapnya sinis
"Ke empat, lo itu badboy and playboy. Dan yang terakhir_" Trisyel menjeda ucapannya sambil tersenyum sinis "Lo bukan tipe gue"
Setelah mengatakan itu Trisyel langsung beranjak dari duduknya kemudian berlalu meninggalkan Prince yang masih duduk di tempat
"Syel" Panggil Prince namun cowo itu tak bergeming
"Pokoknya gue gak mau tau. Lo tetep jadi pacar gue mulai sekarang" Teriak Prince namun tak di gubris oleh Trisyel, gadis itu hanya mengangkat jari tengahnya tanpa menolah
Prince tersenyum smirk "Lo liat aja syel. Gue pastiin lo bakalan jadi milik gue" Ucapnya yakin
πππ
Setelah dari taman Trisyel langsung pulang ke rumah. Gadis itu mengurung diri di kamar dengan wajah di tekuk karena otaknya selalu memutar adegan saat di taman bersama Prince sore tadi
Tak lupa Trisyel mengabari Fanyya, menceritakan kejadian itu pada sahabatnya. Bagaimana respon Fanyya?
Tentu saja sahabatnya itu senang, karena memang itu lah yang ia inginkan. Akhirnya seorang Prince bisa juga jatuh cinta. Namun sekarang masalahnya ada pada Trisyel, gadis itu sangan ogah untuk menerima Prince sebagai kekasih pertamanya, apalagi ia sama sekali tak mencintai cowo itu
sedangkan Prince. Setelah dari taman cowo itu tak langsung pulang ke apartemennya. Prince mengikuti Trisyel sampai ke rumah. Setelah itu Prince bertemu dengan Kayzo dan mengobrol dengan cowo itu di luar, tentu saja tanpa sepengetahuan Trisyel
Prince menceritakan kegiatan yang mereka lalui hari ini, mulai dari bermain di Dufan sampai detik di mana ia mengatakan perasaannya pada Trisyel
Respon Kayzo?
Cowo itu tak masalah, ia hanya menanggapi dengan santai dan sesekali memberikan nasihat, walaupun ia sendiri belum pernah benar benar jatuh cinta
Kayzo hanya berpesan pada Prince untuk menjaga adiknya, jangan sampai membuat gadis itu menitikkan air mata, apalagi sampai menyakitinya. Katakan lah bahwa Kayzo sekarang sudah mempercayai Prince dan memberikan lampu hijau padanya
_______
Apartemen Prince
Prince langsung masuk ke apartemen miliknya dengan wajah yang tersenyum manis. Entah kemana perginya wajah datar cowo itu, intinya kini dia merasa sangat bahagia hingga enggan untuk melunturkan senyumannya
Gak di terima aja bahagia banget ya, sampe senyum senyum gitu π€
"Kemaren nenek gue cerita, katanya tetangganya ada yang suka senyum senyum sendiri, gak lama setelah itu dia malah nginep di rumah sakit jiwa!" Sarkas Jeje sambil menatap Prince yang wajahnya nampak beda malam ini.
Prince masih mengulas senyum manisnya sambil menatap langit langit ruang tamu di apartemennya
Setelah mengobrol dengan Kayzo di Cafe yang tak jauh dari rumah cowo itu. Prince langsung menuju kesini. Ternyata ada ketiga sahabatnya yang memang sudah tau password apartemen Prince. Entah apa yang membuat ketiga sahabatnya itu berada di sini, mungkin saja menunggunya pulang?
"Tetangga gue ada yang suka bacot, besoknya mati ketimpa duren!" balas Prince yang membuat Jeje langsung melongo
Jeje tercengang sebentar sebelum akhirnya mendelik ke arah Prince "Anjing"
"Mirip lo" Jawab Prince
Prince langsung berdiri dan berlalu menuju kamarnya karena merasa tubuhnya sangat lengket, dan akhirnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
πππ
Sekolah
10 menit sebelum jam istirahat selesai banyak murid yang berkumpul di lapangan, entah apa yang terjadi
Tadi saat istirahat Trisyel ogah ogahan untuk ke kantin, karena malas jika harus bertemu Prince. Setelah di paksa olah Fanyya dan Aurin, akhirnya Trisyel mengalah
gadis itu berucap syukur karena Prince tak ada di kantin, entah cowo itu malas ke kantin atau memang tidak sekolah, Trisyel juga tidak tau dan tidak ingin tau. Bodo amat, fikirnya
"Cie.. cie.." Ucap sekumpulan cowo yang melewati Trisyel
"Apaan dah?" Tanya Trisyel bingung
Fanyya dan Aurin kompak mengangkat bahunya
Tak lama setelah itu mereka melihat beberapa murid yang berlari menuju lapangan, ketiga gadis itu bingung
"Ada apa sih?" Tanya Trisyel lagi
mereka bertiga langsung berlari menuju lapangan, sempat menyela di antara murid murid di tepi lapangan untuk melihat apa yang tejadi
Dan begitu terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat sekarang
"Apaan apaan ini" Trisyel berdecak
Prince, cowo itu kembali membuat ulah. Ia naik di atas meja dan berdiri di sana dengan toa yang ada di tangannya
"OKE, GUE ULANG SEKALI LAGI, MUNGKIN ADA BEBERAPA DARI KALIAN YANG BARU DATANG. ATAU MUNGKIN PENGUMUMAN GUE TADI KURANG JELAS DI TELINGA KALIAN" Ucap Prince menggunakan toa
banyak murid yang heboh, Trisyel tak bisa mendengar jelas apa yang mereka katakan karena masing masing dari mereka berbicara. Trisyel Fanyya dan Aurin datang terlambat jadi tidak mendengar apa yang di umumkan oleh Prince sebelumnya
Tanpa sengaja mata Prince menangkap sosok cantik yang berdiri di tepi lapangan, cowo itu lansung tersenyum smirk
"GUE UMUMKAN, KALAU SEKARANG GUE SAMA TRISYEL SUDAH RESMI BERPACARAN_"
Deg..
Untuk sekian kalinya jantung Trisyel di buat tak aman. Apa yang barusan Prince katakan? Apa dia sudah gila? mengumumkan hal yang tak jelas membuat Trisyel merasa sangat malu
"ITU DIA, CEWE CANTIK YANG SEKARANG MENJADI KEKASIH SEORANG PRINCE MELVIN" Prince menunjuk tepat ke arah Trisyel membuat semua mata tertuju pada gadis itu
Tubuh Trisyel solah akan merosot, ingin sekali ia berlari dan bersembunyi agar tak ada yang melihatnya. Pasalnya kini ia sangat malu, bukan hanya murid tapi guru guru pun ada di kerumunan itu untuk mendengarkan pengumuman Prince
"Dasar cowo gila, bego, sinting. Apa yang dia lakuin sih" Ucap Trisyel pelan dengan nada kesal yang sangat sangat sangat kesal..
"Cia elah, udah pacaran ternyata" Ucap Aurin yang sontak membuat Trisyel melotot
"Gila juga cowo lo, nekat bikin pengumuman tengah tengah lapangan kayak gini" Kata Fanyya sambil tertawa
"Die bukan cowo gue!" Sarkas Trisyel tajam membuat Fanyya dan Aurin terkekeh
"JADI LO PADA GAK USAH BERUSAHA DEKETIN GUE LAGI, ATAU JANGAN BERANI DEKETIN CEWE GUE KALAU LO SEMUA MASIH PENGEN HIDUP TENANG" Ucap Prince tegas dan nyaring
Trisyel hanya mengusap wajahnya frustasi "Bisa gak ya gue ngilang aja dari bumi? Pengen pindah ke mars aja ketemu kaum jomblo di sana, malu banget gue" gumam Trisyel
"SIAPAPUN YANG BERANI NGUSIK CEWE GUE SIAP SIAP BERHADAPAN SAMA GUE LANGSUNG! KARENA GUE AGK BAKAL BIARIN BIDADARI GUE DI GANGGU SAMA SIAPAPUN, NGERTI?" Prince diam mendengar jawaban dari kerumunan itu
"Ngerti kak"
"Ngerti"
Teriak murid murid itu membuat Prince mengangguk sambil tersenyum "DAH SONO PERGI LO SEMUA, HUS HUS" usirnya di akhir kalimat
akhirnya guru dan murid itu pun bubar, Trisyel menutup rapat kupingnya karena tak ingin mendengar ucapan ucapan dari murid murid itu
Prince, cowo itu langsung melompat turun dari atas meje "Nih toa lo kembaliin ke TU. Terus meja ini lo bawa ke kelas 10 IPA 1!" Perintah Prince pada adik kelasnya
"Iya kak" Jawab adik kelas itu
Setelah itu Prince langsung menghampiri Trisyel dengan wajah tersenyum seolah tak terjadi apa apa
"Heh lo gila ya!" Bentak Trisyel bahkan Prince masih berjalan mendekatinya
"Kenapa? Emang gue ngapain?" Tanya Prince tak berdosa
"Goblok! Lo udah gak punya otak ya? atau urat malu lo udah putus?" semprot Trisyel namun tak ada pengaruhnya untuk Prince. Cowo itu hanya terkekeh
"Iya kali, soalnya gue gak sadar" Jawab Prince santai
"What?" Matanya membulat sempurna, tak percaya dengan jawaban nyeleneh dari cowo gila itu
"Bisa bisanya lo bikin pengumuman kayak gitu! Kan gue udah bilang kalau gue gak mau pacaran sama lo!" Trisyel kini benar benar emosi, wajahnya memerah kerana kesal bercampur malu
"Gue juga udah bilang kalau gue gak nerima penolakkan!"
"Dasar muka tembok, gila lo!" Trisyel benar benar tak habis fikir dengan Prince, sepertinya cowo itu sudah kehabisan obat
"Iya, gue tau lo sayang sama gue" Ucap Prince tak nyambung
"Gue gebukin juga lo" Trisyel mengangkat kepalan tangannya
"Ya udah sini gebukin" Prince menarik tangan Trisyel dan mengikis jarak di antara keduanya "Tapi abis itu cium ya, biar sakitnya ilang" Prince terkekeh
sedangkan Trisyel, gadis itu melotot
"Aaa Prince ajing, bangsat, bego, tolol_" Emm apa lagi ya" Trisyel menggaruk kepalanya nampak berfikir
"Ganteng, dan lo sayang" Sahut Prince
Trisyel memukul kuat dada bidang Prince "Aakh bisa gila gue lama lama" Teriak Trsiyel frustasi. Gadis itu langsung berjalan pergi dengan kaki yang menghentak hentak kuat
terlihat sangat lucu menurut Prince, cowo itu terkekeh
"Hati hati sayang, nanti kangen loh sama aku" Teriak Prince
Gadis itu langsung berbalik menatap tajam ke arah Prince "Diem lo!" bentaknya sambil mengangkat kepalan tangannya kemudian kembali berlengan pergi
"Gila gila.. seorang Prince bisa melakukan hal sekonyol itu? Gak nyangka gue" Ucap Jeje yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Prince
"Kemajuan yang pesat ya bro" Kekeh Felix
"Liat tuh, sahabat gue sampe ngamuk gitu" Ucap Fanyya sambil tertawa
"bener kata Trisyel. Urat malu nya udah putus" sambung Fanyya
mereka semua tertawa termasuk Prince, ia sangat puas dengan reaksi Trsiyel yang nampak kesal
"Temen gue ya tuhannn malu maluin" Jeje memekik tepat di telinga Bara
"Woy jangan teriak ke kuping gue juga bego, bisa budek gue" Semprot Bara membuat Jeje menyengir
"Sumpah gue kaget liat lo kayak tadi. Beneran kayak bukan Prince tau gak! Setau gue Prince itu cowo yang cool" Ujar Fanyya
Prince tersenyum mengingat apa yang ia lakukan beberapa menit yang lalu "Kalau itu yang bisa bikin Trisyel sama gue, kenapa enggak" Jawabnya santai
"woy urat malu lo udah beneran putus ya?" Ucap Felix tak percaya "Atau jangan jangan urat malu lo udah di putusin sama Trisyel?" Lanjutnya
"Iya kali" Jawab Prince santai
"Fiks temen gue kerasukan setan nih" ujar Jeje, tangannya kini terangkat menyentuh kepala Prince
"Audzubillahiminasyaitonirojim" Ucapnya dengan sangat keras
"Lo ngapain bangsat!" Pakik Prince sambil menepis tangan Jeje dari kepalanya
"Mau rukiah lo lah, biar jin kepret nya keluar" Jawab Jeje membuat mereka semua tertawa
"Bego" Ucap Prince ketus
πππ