PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
BUCIN




Prince sedang mengotak atik ponselnya, cowo itu sedang asik menscroll ig Trisyel.


"Dasar sombong" Kesalnya. Karena Trisyel tidak pernah membalas DM nya, bahkan di folback saja tidak


cklak...


Mata Prince langsung berlaih ke arah pintu, ia sangat semangat karena ia fikir gadisnya datang. Namun ternyata,


"Kak kay?" Kayzo tersenyum. Cowo itu masuk dengan membawa satu keranjang penuh buah


Kayzo meletakkan keranjang itu di atas nakas, kemudian ia duduk di kursi samping brankar Prince


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kayzo


"Hemm sudah lebih baik. Sejujurnya aku bosan" Prince menyengir


"Terimakasih" Prince mengernyitkan keningnya bingung


"Untuk apa?" Tanya Prince


"Kamu seperti ini karena menyelamatkan Trisyel. Terimakasih" prince hanya mengangguk sambil tersenyum "Aku yakin, kamu sangat menyayanginya. Bahkan Trisyel seolah lebih penting dari nyawamu sendiri?" Ucap Kayzo sambil terkekeh


Prince ikut terkekeh "Ya, anggap saja seperti itu" jawabnya


"Aku tau ada seseorang di balik ini semua. Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki hal ini"


"Aku akan membantu. Aku juga akan mengerahkan anak buahku un_" Prince seketika terdiam. Ia baru sadar bahwa ada yang salah dengan kalimatnya


Kayzo tertawa "Aku tau apa yang kau sembunyikan. Tidak perlu menutupinya dariku"


"Tau?"


"Iya. Karena aku tidak mungkin membiarkan adikku dekat dengan seseorang begitu saja tanpa aku tau identitas dan latar belakangnya. Maafkan aku, tapi sejujurnya aku sudah memata mataimu" Kata Kayzo


Prince tersenyum smirk "Ooh jadi orang yang sering meretes akses milikku itu adalah orang suruhan_"


"Iya" jawab Kayzo cepat "Maafkan aku, aku tidak berniat untuk macam macam, aku hanya ingin tau lelaki seperti apa yang sedang mendekati adikku_"


"Sekali lagi aku ucapkan terimakasih. Kamu memang laki laki hebat. Aku hanya minta, jangan libatkan adikku jika ada masalah denganmu" lanjut Kayzo, Prince mengangguk


Ya, memang sudah beberapa minggu ini Kayzo memata matai Prince. Kayzo sejak dulu selalu menyuruh orang untuk menjaga adiknya, ketika ia mendapat kabar bahwa Prince mendekati Trisyel. Dengan sikap Kayzo langsung menyuruh orang untuk ikut memata mati Prince


🍁🍁🍁


"Lo pada mau jengukin Prince juga?" Tanya Jeje


"Iya lah" jawab Trisyel cepat


"Lah, kok sewot" Trisyel memutar bola matanya malas


"Ya udah ay_ Awwww" Trisyel memekik saat seseorang menabraknya dengan sangat kuat


"Upss sorry gak sengaja" Kata orang itu sambil tersenyum smirk


"Anjng lo! Pasti sengaja kan" Kata Fanyya emosi saat melihat Trisyel yang hampir saja tersungkur


"Carline, bisa gak jangan bikin ulah! Lo gak kapok apa discors dari sekolah?" Kata Bara


Ya orang itu adalah Carline, ia dengan sengaja menabrak tubuh Trisyel karena kesal gara gara Trisyel ia jadi discors dari sekolah


"Lo mau gue dorong sampe masuk dalam got? Mau lo?!" Ucap Fanyya menggebu


"Lo apaan sih! Orang Carline udah bilang gak sengaja" kata Disti membela Carline


"Tau, gitu doang kok ngamuk" Ucap Carline sembari terkekeh


"Kurang ajar lo!" Fanyya yang sudah kesal siap untuk menjambak rambut Carline, namun dengan cepat Aurin dan Felix menahannya


"Akhhh anjng!" Karena Disti yang jaraknya lebih dekat dengan Fanyya, maka Disti lah yang menjadi korban. Fanyya menarik kuat rambut Disti hingga gadis itu meringis kesakitan


"Fan lepas!" Kata Felix


"Lo gak usah kepancing emosi. Tar lo yang kena scors gimana?" kata Aurin menenangkan. Akhirnya Fanyya pun melepaskan jambakkannya pada rambut Disti, dan saking kuatnya hingga beberapa helai rambut Disti tersisa di genggaman tangannya


"Hiks.. hiks.. Lix, lo liat sendiri kan. Fanyya itu cewe monster, bisa bisanya dia jambak rambut gue" Adu Disti pada Felix


"Dih caper banget" Gumam Jeje


Mereka semua menatap jengah ke arah Disti, kecuali Carline


Sedangkan Trisyel, gadis itu sedang berusaha mengendalikan diri agar tidak melukai Carline. Jujur saja ia sangat ingin merontokkan gigi Carline agar tak berani buka mulut lagi


"Lix.." Disti mendekati Felix dan menggoyang goyangkan lengan Felix membuat Fanyya semakin emosi "Rambut gue sakit, hiks.."


"Salah lo sendiri anjng!" Bentak Fanyya


"Udah stop! mending lo bedua pergi sekarang juga" Kata Felix tegas


"Tapi_"


"PERGI!" Bentak Felix


Carline yang sudah melihat surot tajam dari mata Felix pun langsung menarik Disti untuk menjauh


"Sabar syel.. sabar" Gumam Trisyel sambil mengelus dadanya


🍁🍁🍁


Trisyel berserta teman temannya sudah berada di rumah sakit


cklek..


"Kak Kayzo?" Kata Trisyel yang kaget melihat Kayzo ada di ruangan Prince


terlihat dua laki laki itu mengobrol serius, entah apa yang mereka bahas


ketika mendengar suara Trisyel, Kayzo dan Prince langsung menghentikan obrolan mereka. Dan Kayzo dengan cepat menjauh dari brankar Prince


"Kenapa kakak bisa ada disini?" Tanya Trisyel sambil berjalan mendekat


"Gapapa, kakak cuman pengen jengukin orang yang udah selametin adik kakak aja" Jawab Kayzo sambil mengacak gemas rambut Trisyel


Prince yang melihat itu langsung melotot "Wah, cewe gue di elus elus" Gumamnya kesal. Tentu saja ia tak berani bicara keras, karena masih sadar bahwa Kayzo itu kakak Trisyel


"Kenapa kakak gak bilang sama syel? atau gak nungguin syel pulang sekolah, kan kita bisa barengan?" Jujur saja Trisyel sedikit curiga dengan Kayzo


"Karena kamu pulangnya lama, sedangkan kakak masih banyak kerjaan. Ini aja kakak udah harus pergi lagi, ada kerjaan" Kata Kayzo sambil tersenyum


"Kerja kerja mulu, punya pacar kagak. Nanti kakak nikahnya sama pekerja kakak aja!" Kata Trisyel dengan ketus


Kayzo terkekeh pelan "Ngambek nih?" Trisyel menggeleng


"Kamu nanti pulangnya sama driver aja ya, kakak beneran harus pergi sekarang. Kakak janji nanti kalau pulang kakak bawain coklat sama es krim" Trisyel yang mendengar itu langsung mengangguk setuju


"Gak bosen lo bos?" tanya Jeje


"Bosen lah. Lo pada lama banget pulangnya. Kan gue jadi kangen sama Trisy_" Dengan cepat Trisyel membungkam mulut Prince dengan tangannya


Fanyya, Aurin, Bara, dan Jeje yang melihat itu langsung heboh "Wah.. kayaknya ada sesuatu nih" celetuk Jeje


"Kenapa sih yang, orang gue kangen sama cewe gue. Emang salah?" Kata Prince dengan sengaja. Ia tidak mau jika hubungan mereka harus di sembunyikan dari sahabat sahabatnya


"Waduhhh ketinggalan berita nih kayaknya" Kata Bara sambil tertawa


Kini wajah Trisyel memerah karena malu. Memang Prince selalu saja membuatnya kesal, Untung sayang 🀭


"Kapan jadian? kok kita gak tau?" Tanya Felix


"Yang waktu pak bos bikin pengumuman pake toa itu ya?" tanya Jeje yang mendapat lirikkan tajam dari Trisyel


"Gak ya!" Jawab Trisyel


Fanyya menyenggol lengan Trisyel "Emang beneran udah jadian? Kapan sih?" tanya Fanyya dengan pelan


"Kepo lo" jawab Trisyel sambil melipat tangannya di dada


Prince tersenyum, kemudian tangannya terulur untuk meraih tangan Trisyel kemudian ia genggam "Biarin mereka tau tentang hubungan kita. Mereka itu sahabat kita, seharusnya gak ada rahasia di antara sahabat, iya kan?" kata Prince yang membuat Trisyel terdiam


"Tapi gue malu" lirihnya sambil memejamkan mata membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa


Jakarta, 15:37


Mereka masih berkumpul di ruangan Prince, namun dengan posisi mereka masing masing


Bara dan Aurin yang asik pacaran, Felix dan Fanyya yang asik main game online bersama, dan Jeje yang asik tertidur di sofa. Sedangkan Trisyel kini sedang menemani Prince di brankarnya


Ruangan inap Prince adalah ruangan VVIP. Sangat luas dan juga ada rungan tidur khusus untuk orang yang menjaga pasien, dan di situ lah sahabat sahabat mereka berkumpul


"Lucu banget ya mereka" Kekeh Trisyel. Gadis itu baru saja keluar dari rungan, ia terkekeh karena melihat Fanyya yang terus mengomel pada Felix karena kalah dalam permainan


"Menurut gue lo jauh lebih lucu" Kata Prince yang membuat pipi Trisyel memerah


"Gue sayang sama lo syel"


"Apa? Gak denger" Kata Trisyel pura pura tidak mendengar


"Lo pengen gue teriak? atau gue umumin pake toa lagi?"


"Heh!" Dengan reflek Trisyel memukul dada bidang Prince, sedangkan Prince hanya terkekeh


"Bikin malu tau gak!" Ucap Trisyel dengan ketus


Prince meraik tubuh Trisyel dan menyandarkan kepala Trisyel pada dada bidangnya, tangannya semakin erat memeluk tubuh Trisyel


"Prince lo apaan sih. Tar kalau mereka liat gimana?"


"Gak peduli. Lagian gak keliatan juga" jawab Prince acuh


Trisyel hanya mendengus di pelukkan Prince, tak bisa di pungkiri, Trisyel pun sebenarnya merasa nyaman


Sekitar setengah jam mereka masih dalam keadaan yang sama, ternyata Trisyel tertidur


"Syel pulang_" Seketika Fanyya menghentikan ucapannya saat melihat Trisyel tertidur di pelukkan Prince


"Wooooooo" Teriak Jeje heboh


Seketika mendapat pukulan dari Felix "Lo gak tau tempat banget ya, gak liat ini rumah sakit?" Omelnya, Jeje hanya menyengir sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V


Enghhh


Trisyel melenguh saat mendengar teriakan Jeje, gadis itu terbangun dan buru buru melepaskan pelukkan Prince


"Cikh.. ganggu aja" Ucap Prince sambil menatap tajam ke arah Jeje


"Ini orang yang ngatain Prince narsis, sombong, dan gak tau diri? Ini orang yang katanya ilfeel sama Prince?" Ucap Fanyya menyindir "Sekarang malah nempel banget kayak perangko"


Trisyel berdecak kesal. Jujur saja ia malu sekali


"Ngejilat ludah sendiri kan lo" Kekeh Aurin


"Mending lo semua pulang deh, gak tau orang lagi pacaran apa? Ganggu aja" Ketus Prince, tangannya kembali menarik pinggang ramping Trisyel agar mendekat ke arahnya


"Prince!" Tegur Trisyel namun cowo itu tak berkutik sedikitpun, ia malah memasang wajah datar


"Iya anying, gue tau gue jomblo. Tapi bisa gak hargain gue dikit?" Ucap Jeje menyindir, jangan lupakan tatapan julidnya. Panas sekali melihat sahabat sahabatnya bermersaan tidak tau tempat, padahal disini ada dia yang tak memiliki pasangan


Bara tertawa mengejek sambil memukul bahu Jeje "Iri aja lo, dasar gak laku" Ucapnya di sela sela tawa


"Gue ini bukan gak laku, tapi limited edition. Gak sembarangan orang yang bisa jadi pacar gue" Jawab Jeje sombong


"Bilang aja gak ada yang mau sama lo karena mulut lo yang kayak petasan itu!" Sahut Aurin sambil tertawa


"Walaupun sifat gue kayak gini yang ngantri buat jadi pacar gue banyak. Cuman gue ngerasa belum ada yang cocok aja"


Prince dan Felix kompak memutar bola matanya malas


"Iya in aja"


🍁🍁🍁


Jakarta, 20:09


Prince kini hanya di temani oleh Jeje, sedangkan Trisyel dan yang lainnya sudah pulang


Sebenarnya tadi sangat sulit untuk Trisyel meninggalkan Prince, banyak drama yang harus ia lalui karena Prince yang sama sekali tak mau melepaskan dirinya


Susah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta bucin banget tuh orang. Trisyel saja sampai kewalahan meladeni sikap Prince


Namun untungnya nama Kayzo bisa Trisyel gunakan. Ia mengatakan bahwa Kayzo akan marah jika ia tidak pulang. Maka mau tidak mau Prince pun mengizinkan Trisyel untuk pulang


Jeje sedang asik bermain game online di ponselnya, sedangkan Prince menyandarkan punggungnya di sandaran brankar dengan tangan yang sedang memandangi foto cantik Trisyel yang ia curi dari IG gadis itu. Baru tadi ia berhasil menyuruh Trisyel untuk men-Folback IG nya, dan baru tadi juga ia berhasil meminta kontak gadis itu, padahal sudah lama kenal


Tiba tiba ponsel Prince bergetar dengan layar yang menunjukkan nama 'Tuan Melvin' di sana


"Prince"


"Hemm?"


"Bagaimana keadaanmu nak?"


"Cih, tenyata masih ingat kalau punya anak?"


🍁🍁🍁