PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
SORRY




Jakarta, 21:09


Di sebuah arena balapan terlihat dua orang cowo yang sedang adu skill dengan sama sama dalam keadaan emosi


"Si Dayun anjng!" Teriak seseorang tak terima


"Diem lo bacot!" Jawab orang yang berada tak jauh darinya


suasana di sana semakin kacau dengan penonton yang saling beradu mulut hingga hampir terjadi baku hantam. Dan di arena balapan dua cowo yang terus kejar kejaran


"LO BAKAL KALAH KALI INI" teriak cowo bermotor hijau


"BACOT ANJNG" jawab cowo bermotor hitam


Brummmm


Brummmm


Brummmm


Kini cowo bermotor hitam memimpin dan diikuti cowo bermotor hijau di belakangnya, tak berjarak jauh hingga kaki cowo bermotor hijau dapat menjangkau motor hitam itu. Cowo bermotor hitam itu sempat oleng beberapa saat membuat banyak pendukungnya panik


Dan hal itu pun membuat cowo bermotor hijau dapat memimpin permainan


"Woy curang!!" Teriak pendukung cowo motor hitam


Cowo motor hitam itu menatap ke arah motor di depannya dengan tajam di balik kaca helemnya, urat tangannya bertimbulan dan dengan cepat ia kembali menancap gas saat melihat garis finish sudah di depan mata


Brummmmm


Brummmmm


Brummmmm


Dan yah, cowo bermotor hitam itu memenangkan pertandingan.


"Akhhh sial!" Kesal cowo bermotor hijau sambil memukul motornya sendiri


Cowo bermotor hitam itu langsung turun dari motornya dan tak lupak membuka helemnya. Matanya tajam, rahangnya tegas, dengan tubuh tinggi dan urat tangan yang bertimbulan


"Serahin motor lo sekarang!" Ucapnya dengan tegas


"SIALAN!" teriak cowo bermotor hitam yang langsung turun dari motornya tanpa membuka helem. Cowo itu langsung berlari ke arah lawannya dan siap melayangkan tinju


Orang yang di serang pun tak tinggal diam, dengan sigap menghindar lalu mengunci pergerakkan cowo itu. Teman teman cowo bermotor hijau itu pun tak ingin diam saja, mereka siap berlari untuk membantu


"LO PADA LIAT KAN, DISINI LO KALAH JUMLAH. KALAU LO BERANI BERGERAK GUE PASTIIN MINIMAL LO SEMUA MASUK RUMAH SAKIT" Teriak salah satu teman cowo bermotor hitam itu membuat orang orang yang berniat menolong pun terdiam


"Jangan cari masalah sama singa yang lapar. Cepat serahin motor lo atau gue bikin nyawa lo ke pisah sama badan!" Ucap cowo bermotor hitam


🍁🍁🍁


"Syel kamu kenapa ngelamun gitu?" Tanya Kayzo. Cowo itu melihat Trisyel yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan TV yang menyala tapi mata yang tak tau melihat apa


"Aaa kakak ngagetin aja" ucap Trisyel


Kayzo duduk di sofa samping Trisyel


"Lah malah nyalahin kakak. Orang kakak cuma negur doang" Trisyel tak menjawab, gadis itu malah memutar bola matanya malas


"Kamu lagi ngapain sih?" Tanya Kayzo lagi


"Lagi nonton"


"Nonton apaan. Kakak liat kamu ngelamun dari tadi, mata kamu aja gak natap ke TV"


"Gak!" jawab Trisyel kekeh


"Lagi mikirin Prince ya?" Tebak Kayzo yang seketika membuat Trisyel membulatkan matanya


"Kakak tau kamu udah pacaran sama dia, iya kan?" kata Kayzo dengan wajah datarnya. Mendengar itu sontak saja Trisyel merasa ketar ketir


"Enggak kok!" Elaknya


"Udah deh gak usah bohong, kakak udah tau kok. Lagian kakak gak bakal marah asal kamu bisa jaga diri baik baik"


Wajah Trisyel memerah "Sotoy deh, udah akh males sama kak" Kata Trisyel, gadis itu berdiri dan langsung meninggalkan Kayzo begitu saja


Kayzo hanya mendengus sambil mengusap dadanya "Sabar, betina emang gitu" monolognya "Cowo emang selalu salah ya" Lanjutnya sambil menatap TV


Sedangkan Trisyel, gadis itu langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan sedikit kasar. Moodnya benar benar tidak baik sekarang


Trisyel menjatuhkan tubuhnya di ranjang, berbaring terlentang sambil memegang poselnya mengecek apakah ada balasan atau panggilan telfon dari Prince


Namun nihil, pesan yang di kirim Trisyel sejak pulang sekolah tadi tak mendapat balasan sama sekian, bahkan Trisyel sudah menelfon cowo itu berkali kali namun tidak aktif


"Nyebelin banget nih orang. Dulu aja ngejar ngejar sekarang udah jadi pacar malah di cuekin" Gerutu Trisyel


🍁🍁🍁


Jakarta, 06:00


Trisyel dan Kayzo sudah selesai sarapan, gadis itu sudah siap untuk berangkat ke sekolah dengan drivernya, namun di buat kaget saat melihat Prince sudah ada di depan pintu rumahnya entah sejak kapan


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Trisyel ketus


"Ya jemput lo lah!" Jawab Prince santai


"Gak usah, aku berangkat sama driver aja" kata Trisyel. Gadis itu kesal karena tak mendapatkan kabar dari Prince sejak kemarin


"Tar di tinggalin lagi, ujung ujungnya di suruh pulang sama Jeje" Sindir Trisyel


Tiba tiba Kayzo keluar membuat keduanya menatap ke arah Kayzo "Ooh ada Prince ternyata" Prince tersenyum


"Katanya tadi mau di anterin driver, tapi kok udah di jemput sama ayang aja sih" Kekeh Kayzo membuat Trisyel memutar bola matanya malas


"Apaan sih kak, orang dia tiba tiba dateng gak ngabarin dulu" Adu Trisyel


"Maaf kak, boleh Trisyel berangkat sama aku aja?" Tanya Prince sopan


Kayzo mengangguk "Boleh dong. Tapi hati hati, jagain ratunya kakak jangan sampe lecet sedikitpun" Kata Kayzo


"Siap bos" Prince memberikan hormat pada Kayzo membuat cowo itu tertawa pelan


"Idih apaan kalian" Kesal Trisyel


Kayzo mengacak gemas rambut Trisyel kemudian mencium lembut puncak kepala gadis itu


'Haduh cewe gueee' Batin Prince menjerit saat melihat adegan di depannya


"Ya udah berangkat sana, ntar telat"


"Hemm" jawab Trisyel malas


"Prince, hati hati ya. Jangan lupa di jagain"


"Iya kak" kata Prince


________


Sekolah


Saat tiba di sekolah Trisyel langsung turun dari mobil Prince. Melihat itu Prince pun bergegas turun dan mengejar Trisyel


Iye berjalan cepat kemudian mencekal tangan Trisyel untuk menahan pergerakan gadis itu


"Lo kenapa sih?" Tanya Prince


"Kamu nanya?"


Seketika Prince tertawa mendengar ucapan Trisyel "Udah mirip banget sama yang di t*ktok ya"


Trisyel memutar bola matanya malas "Udah akh sana, aku mau masuk kelas"


Prince menghentikan tawanya


"Bilang dulu, lo kenapa?" kata Prince lagi tanpa melepaskan tangan Trisyel


"Gara gara kamu!" Ucap Trisyel kesal


"Emang gue kenapa?" Tanyanya seolah tak bersalah


"Kamu nyebelin ya!" Trisyel menatap tajam ke arah Prince "Kemarin kamu marah marah sama aku, terus ninggalin aku dan nyuruh aku pulang sama Jeje. Dan paling parah kamu gak ngasih kabar sama aku sama sekali, kamu tau gak aku nungguin kamu dari semalam sampe susah tidur!" Akhirnya Trisyel mengeluarkan unek uneknya


"Ooh itu, maaf" Jawab Prince santai


Trisyel hanya melotot mendengar jawaban Prince yang kelewat santai itu


"Kamu gak ngerasa bersalah?" Prince mengedikkan bahunya


"Kamu liat pergelangan tangan aku, masih berbekas!" Trisyel mengangkat tangannya yang sedang di genggam oleh Prince


Seketika mata Prince terpaku pada pergelangan tangan Trisyel yang sedikit berwarna merah, dengan cepat ia melonggarkan cekalannya dan beralih mengusap lembut tangan gadis itu


"Ini kenapa kok bisa merah gini? Abis ngapain?" Lagi lagi Trisyel memutar bola matanya malas


"Coba deh inget lagi, kemarin kamu ngapain aku?" Trisyel balik bertanya


"Emang aku ngapai kamu, aku gak khilaf kan? kamu masih per@wan kan?"


Trsiyel sudah tidak habis fikir dan benar benar sebal dengan cowo di hadapannya ini "Ini gara gara kamu! Kamu yang udah cekal tangan aku sampe berbekas gini!!" Ucap Trisyel setengah berteriak


Memang sangat menguji kesabaran ketika berbicara apalagi berdebat dengan cowo itu


"Seriusan sampe kayak gini?" Wajah Prince berubah khawatir. Cowo itu menatap pergelangan tangan Trisyel kemudian mengecupnya lama


"Sorry ya, gue gak sengaja" katanya tulus


Trisyel tertegun beberapa detik kemudian mengangguk sambil tersenyum "Jangan di ulang!" Katanya tegas


Prince hanya mengangguk patuh


"Nanti pulang sekolah aku mau ngomong sama kamu sekalian mau jelasin soal kemaren"


"Iya"


"Nanti aku kasih tau tempatnya. Sekarang aku ke kelas dulu ya" Prince menggeleng lucu membuat Trisyel mengerutkan keningnya


"Aku masih kangen" Jawabnya dengan nada manja membuat Trisyel terkekeh


"Peluk" Pinta Prince sambil mengerjapkan matanya seperti anak kecil


"Hahaha bayi gede" Ledek Trisyel di sela sela tawanya. Tanpa menunggu persetujuan Prince langsung saja memeluk erat tubuh Trisyel kurang lebih 15 detik tanpa peduli banyak pasang mata yang melirik ke arah mereka


"Ya udah ayo, gue anterin ke kelas"


...****************...