
"Kenapa bisa ada polisi sih!" Kesal Dedric
"Ya mana gue tau," jawab seseorang di sebrang sana
"Gue udah serahin sama lo buat mengamankan keadaan di sana, kenapa bisa kecolongan? gimana kalau kita semua ketangkep? lo juga bakal gue seret" Ancamnya
"Ck lo ngancem gue? Gue juga gak tau siapa yang lapor polisi, orang orang di sekitar gue gaada yang pegang ponsel semuanya panik sama keadaan. Lagian lo cuman nyuruh gue buat alihin perhatian satpam doang kan?" Decaknya kesal
"Oke fine, lo emang gak pernah mau di salahain!"
"Terus gimana sama cewe itu? Lo udah ketemu sama dia?"
"Udah, gue udah ketemu sama orangnya"
"Bagus. Jadi mulai sekarang itu adalah jalan buat lo nyerang Prince. Itu salah satu kelemahannya"
πππ
Malam
Trisyel termenung di kamarnya setelah menelfon dengan Kayzo. Kakaknya itu baru sempat menelfon setelah menyelesaikan meetingnya, tentu saja ia khawatir mendengar kabar adiknya dari orang suruhannya.
Kini otak Trisyel memutar memori saat di sekolah tadi. Bagaimana orang itu mengenal Trisyel? Banyak pertanyaan yang masih berkecamuk di otaknya. Dan ada sedikit rasa takut saat melihat bagaimana orang itu menatapnya
"Non ada temen temen di depan" Ucap salah satu asisten rumah
"Siapa bi?"
"Ada nona Fannya dan nona Aurin"
Trisyel mengangguk dan langsung turun ke bawah untuk bertemu dengan sahabatnya itu
"Syel lo gapapa kan?"
Trisyel menggeleng, gadis itu mendaratkan bokongnya dan menyandarkan kepalanya pada sofa, sedikit merasa pusing
"Lo bedua gimana?" Tanya Trisyel balik dengan mata terpejam
"Kita gapapa sih, cuman ada beberapa anak sekolah yang luka" jawab Aurin
"Emang sialan tuh anggota TC, pengen gue masukin got satu satu kayaknya. Kesel banget gue" Ucap Fanyya
TC? Mendengar itu Trisyel langsung membuka mata dan menatap Fanyya dengan raut wajah penuh tanya
"Kenapa lo liatin gue gitu? Yang pengen gue masukin got itu mereka bukan lo" Ucapnya
"Lo kenal sama orang yang nyerang sekolah kita tadi?" Tanya Trisyel penasaran
Demm
Fannya dan Aurin langsung terdiam sambil tatap tatapan.
"Emm itu anu" Fanyya kelagapan
Trisyel memicing, sepertinya ada yang mereka sembunyikan dari dirinya
"Jawab fann" Desaknya
"Gue gak kenal tapi gue tau" Jawab Fanyya akhirnya
"Siapa mereka? Kenapa mereka nyerang sekolah kita?"
"Mereka itu salah satu anggota geng motor" jawab Aurin
Mereka benar benar bingung bagaimana harus menjelaskan pada Trisyel. Mereka takut Prince marah
"Mending lo tanya langsung sama Prince!"
πππ
Karena kejadian itu sekolah di liburkan selama 2 hari. Trisyel mengambil kesempatan, gadis itu meminta Prince untuk bertemu di salah satu tempat
"Sorry gue telat" Ucap Trisyel yang baru tiba
Gadis itu pun langsung duduk, terdiam beberapa saat membuat suasana hening
"Gue pengen tanya sesuatu sama lo" Kata Trisyel tanpa melihat Prince. Gadis itu duduk di tanah sambil menatap langit yang nampak indah
"Gue tau apa yang pengen lo tanyain ke gue. Fanyya udah bilang" Ucap Prince melirik ke arah Trisyel
Trisyel pun balik menatap Prince "Bagus kalau lo udah tau, sekarang jelasin sama gue! Siapa mereka? dan kenapa mereka nyerang sekolah kita?"
Prince kembali mengalihkan pandangannya, ia menutup matanya sambil menghela nafas panjang. Ya mungkin ini sudah waktunya Trisyel tau siapa dirinya, karna lambat laun pun gadis itu pasti akan tau
Yang Prince fikirkan adalah, apakah gadis itu akan menerimanya? atau bahkan marah dan semakin menjauh?
"Sebenarnya mereka itu anggota TC, salah satu geng motor di Jakarta. dan gue juga gak tau apa motivasi mereka tiba tiba nyerang sekolah kita_"
"Terus kenapa dia kenal lo? Dan kenal juga dia bisa kenal sama gue? Sebenarnya ada apa antara lo sama geng motor itu?" Ucap Trisyel memotong ucapan Prince. Sungguh gadis itu tidak bisa lagi menahan pertanyaannya
Prince terdiam masih dengan mata tertutup, ia bingung untuk menyusun kalimat, harus dari mana ia memulai?
"Prince jangan diem doang, jawab gue! Jangan bikin gue mati penasaran" Desak Trisyel
"Trisyel please_" Prince menatap Trisyel yang mengguncang tubuhnya "Dengerin gue dan jangan menyela apalagi pergi ninggalin gue gitu aja!"
Trisyel mengangguk, entah apa yang ia angguki. Ia hanya ingin cepat mendengar penjelasan dari Prince
"Mereka itu musuh gue. Lebih tepatnya musuh Avanger_"
"Maksud lo?"
Prince menghela nafas panjang "Udah gue bilang jangan menyela! Kalau lo nyela lagi gue gak bakalan kasih tau" Ancam Prince
"Ck dasar es kutub" gumam Trisyel yang masih bisa di denger Prince. Cowo itu menatapnya tajam membuat Trisyel meringis "Ya udah gue diem. Cepetan lanjutin!"
Ragu. Prince sekarang benar benar ragu, apakah ia harus cerita. Hati kecilnya meminta untuk ia berkata jujur, tapi bibirnya begitu kelu untuk berbicara. Ia tak yakin Trisyel akan menerimanya begitu saja
"Sebenarnya mereka itu musuh gue syel, musuh Avanger. Lo tau siapa sebenarnya gue?" Trisyel hanya menggeleng, tidak berani menjawab sama sekali
"Gue, PRINCE MELVIN_ ketua dari geng motor bernama AVANGER"
Prince terdiam sambil menatap Trisyel, sedangkan Trisyel menatap Prince dengan raut wajah yang sulit di artikan
"Coba lo ulang sekali lagi" Pinta Trisyel masih dengan raut wajah yang sama
"Gue anak geng motor Trisyel, bahkan gue menjadi ketua dari salah satu geng motor di Jakarta yang bernama Avanger" jelas Prince
Terdengar kekehan dari bibir Trisyel, gadis itu terkekeh sumbang membuat Prince bingung
"Lo? anak geng motor? Bahkan lo ketuanya? Hahah lucu sekali everybody" ucapnya di sela sela kekehannya
"Gue gak bercanda syel!" Prince berusah menyentuh tangan Trisyel namun gadis itu dengan cepat menarik tangannya menjauh
"Gue gak bilang kalau lo bercanda" Ucapnya tegas "Seharusnya dari awal gue tau, dari cara berpakaian lo, dari cara lo bawa motor seharusnya gue udah tau. Tapi gue terlalu bodoh" Terdengar nada marah dan kecewa dari kalimat itu
"Lo tau kan gimana gue? Gue gak suka sama cowo modelan kasar dan punya banyak musuh kayak gitu. Dan gue juga gak suka sama cowo brandalan kayak lo!" Ucap Trisyel menggebu
"Gue gak seburuk yang lo bayangkan syel" Ucap Prince pelan
"Apa? Lo mau ngebela diri? Semuanya udah terbukti Prince, TERBUKTI DARI LO YANG PUNYA MUSUH! BAHKAN MUSUH LO NYERANG SEKOLAH KITA!" Bentak Trisyel
Gadis itu berdiri dengan tatapan penuh amarah ke arah Prince. Cowo itu tak tinggal diam, ia juga ikut berdiri
"Lo liat apa akibat dari kalian yang sok jago itu? Banyak orang yang jadi korban, bahkan mungkin gue juga akan menjadi koran selanjutnya" Ucap Trisyel yang diiringi kekehan di akhir kalimatnya
Trisyel ingat bagaimana tegasnya Dedric menyebut namanya dengan sorot mata tajam kala itu
"Gak bakalan!" Bantah Prince
"Musuh lo kenal sama gue? Bagaimana dia bisa kenal sama gue?!" Suara Trisyel mulai bergetar menandakan ketakutan
Sudah cukup selama ini ia menahan rasa sakit saat menghadapi Prince. Di tambah lagi cowo itu menyembunyikan jati dirinya dari Trisyel. Haruskah ia menjadi korban dari musuh cowo itu lagi?
Trisyel benar benar tidak suka berurusan dengan orang semacam itu. Bahkan benar benar tidak ingin!
πππ