PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
DINGIN DAN TAK TERSENTUH



Pesan untukmu;


Harus aku mulai dari mana pesan ini? Pesan yang semulanya akan kukubur dalam-dalam, nyatanya terangkat kembali seiring berjalannya waktu.


Pesan yang kupikir hanya akan menjadi sebuah memori usang yang ditulis pena hitam yang akan luntur dimakan waktu.


Walaupun kata 'kita' tidak ada lagi di antara aku dan kamu, tapi bolehkah aku menyampaikan sesuatu yang tidak sempat terucap saat itu?


Aku ingin menyampaikan bahwa ada sebuah kalimat klasik, yaitu ada seseorang yang selalu pergi ke pantai untuk bertemu senja di setiap penghujung harinya yang melelahkan. Dia selalu berharap bahwa suatu saat akan bisa membawa senja pulang, tetapi dia lupa bahwa senja tidak akan mungkin dia miliki karena mereka memiliki takdir yang berbeda. Sangat berbeda. Mereka hanyalah ciptaan Tuhan yang ditakdirkan untuk berjalan sesuai dengan ketentuan masing-masing.


Aku tidak pernah memaksa takdir untuk kita kembali bersama. Aku tidak ingin kamu terus menangisi senja yang perlahan menghilang ditelan lautan. Pernah melihat ciptaan Tuhan yang memiliki senyuman tulus yang begitu candu dan tatapan teduh yang begitu menenangkan sudah cukup bagiku dan aku harap kamu pun begitu.


Kisah kita memang indah untuk dikenang, tetapi kenangan hanyalah sekedar kenangan, tidak peduli seindah apapun itu. Waktu terus berjalan, banyak kado-kado kehidupan yang akan terus kamu buka. Jangan terjebak di masa lalu yang bahkan kamu tahu, bahwa aku bukan masa depanmu.


Meskipun kini kita sudah berjalan berbeda arah, tetapi aku hanya berharap kamu dapat berjalan dengan tegap, memandang masa depan yang sudah menanti dengan kebahagiaan yang mengikuti. Kisah kita sudah berakhir dan kuharap kamu bisa merangkai kisah yang lebih indah dan bahagia. Aku dengan takdirku dan kamu dengan kebahagianmu.


......#TRISYEL......


Kembali lagi, pesan itu kembali lagi mengusik tidur yang tidak pernah nyenyak itu. Prince, laki laki yang selalu mendapatkan pesan yang tak pernah ingin ia dengar, namun sialnya pesan itu terus menghampiri di setiap malamnya


Pukul 1 dini hari, Prince menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Kepalanya berdenyut sakit dengan air mata yang entah sejak kapan membasahi pipinya


"Kenapa terus datang dengan pesan yang hanya membuatku sakit? Datang lah dengan wujud nyata, karena itu yang aku inginkan!" Ucap Prince sambil menarik rambutnya dengan kasar


2 tahun telah berlalu sejak kenyataan pahit tentang perginya wanita yang sangat ia cintai. Sakit ketika mendapati kenyataan bahwa wanita miliknya itu sudah pergi tak pernah pudar hingga saat ini. 2 tahun hidup dengan bayang bayang Trisyel, hidup dengan membawa kenangan bersama wanitanya, selalu berharap bahwa wanitanya akan kembali, dan berharap bahwa semua ini hanya mimpi


Prince Melvin, sejak kejadian 2 tahun lalu membuat laki laki itu berubah sangat dingin dan tak tersentuh. Banyak yang berusaha meluluhkan hatinya, namun tidak ada satupun yang berhasil, bahkan justru berakhir dengan sengsara. Ia tidak pernah rela tubuhnya di sentuh oleh wanita lain selain Trisyel, jika ada yang berani menyentuhnya maka siap siap lah hidupnya tidak akan tenang


Prince sekarang di kenal sebagai laki laki dingin yang tak berperasaan, semenjak perginya Trisyel tidak pernah ada lagi yang melihat laki laki itu tertawa bahkan tersenyum pun tidak. Hidupnya seperti tidak berwarna


Sahabat sahabatnya tidak pernah meninggalkannya, selalu berusaha mengibur dan membuat laki laki itu melupakan barang sejenak tentang Trisyel agar laki laki itu mampu menenangkan dirinya. Namun itu hal yang sulit, dalam keadaan apapun nama Trisyel tak pernah luput dari ucapan Prince, wanita yang membuatnya gila bahkan hampir bunuh diri jika tidak di tahan oleh sahabat sahabatnya


Sedikit flashback, tepat 3 hari setelah Trisyel di nyatakan benar benar meninggal, Prince menggila. Laki laki itu mengamuk kesetanan, menghajar siapa saja yang menghalanginya. Saat itu ia di rawat di rumah sakit, namun tanpa perduli dengan keadaannya, laki laki itu berlari menuju Rooftop rumah sakit dan berniat untuk bunuh diri di sana, Untung saja Felix dan beberapa anak Avanger tidak terlambat menarik tubuh Prince, jika 3 detik saja terlambat bisa saja nyawa laki laki itu juga menghilang


Felix yang emosi menampar kuat pipi Prince tepat di hadapan Sam dan Ken. Ia menarik kerah baju rumah sakit yang Prince gunakan dan membentak laki laki itu dengan penuh emosi. Semua orang tau bahwa Prince terluka dengan kabar kepergian Trisyel, namun bunuh diri bukan jalan keluar


Back to topik


pukul 8 pagi, seperti biasa Prince sudah berada di kantor untuk bekerja. Ya tidak ada lagi yang bisa ia lakukan sebagai pelarian dari Trisyel selain bekerja untuk menyibukkan diri.


Tok tok tok


"Masuk!"


Wanita dengan menggunakan kemeja putih yang 2 kancing atas terbuka dan rok hitam yang ketat sebatas paha itu masuk dengan membawa kopi


"Ck, siapa yang memintamu membawakanku kopi?"


Wanita itu gelagapan saat mendengar nada dingin Prince yang seolah menusuknya "Maaf tuan, saya hanya berinisiatif"


Prince yang awalnya fokus pada komputer di depannya kini beralih menatap wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, tiba tiba senyuman smirk terukir tipis di wajahnya


wanita yang di tatap itu tersenyum ramah "Apa kau sekarang sudah berubah profesi menjadi seorang ******?" Sindir Prince


"T-tidak tuan"


"Kau fikir aku bodoh! Kau datang dengan alasan membawakan kopi, tapi sebenarnya kau ingin menggodaku, benar bukan?"


Wanita itu menunduk takut sambil meremas ujung roknya


"Bagaimana jika aku katakan bahwa aku tergoda?" Prince menyeringai


Wanita itu seketika menatap tak percaya ke arah Prince kemudian tersenyum penuh kemenangan, tidak di pungkiri wanita itu memiliki body yang sangat luar bisa membuat laki laki mana saja yang melihatnya ingin menerkamnya saat itu juga


"Anda serius tuan?"


"Ya, aku tergoda untuk membunuhmu!"


Brakkk


"PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG JUGA SIALAN!" bentak Prince setelah memukul meja dengan sangat keras membuat wanita itu reflek menutup mata


"AKU TIDAK AKAN PERNAH TERGODA OLEH ****** SEPERTIMU!" Bentaknya lagi


"PERGI! AKU TIDAK INGIN MELIHATMU LAGI, KAU KU PECAT!!"


"T-tapi tuan_"


"PERGI ATAU KU BUAT KAU MENDERITA!" kali ini Prince benar benar tidak bisa mengendalikan amarahnya, mata tajamnya kini menyorot nyalang penuh emosi


Wanita itu seketika menangis dan berlari pergi keluar dari ruangan Prince, lebih baik pergi dari hidup seorang Prince yang kejam dari pada harus hidup melarat


Setelah wanita itu pergi Prince langsung menjatuhkan dirinya kembali di kursi kebesarannya. Ia menarik nafas dalam dengan tangan mengepal kuat. Tiba tiba matanya menangkap sebuah foto wanita cantik yang terpajang di meja kerjanya


"Kau tau sayang, aku tidak akan pernah tergoda oleh wanita manapun, karena bagiku tidak ada wanita yang lebih baik dari pada kamu. Aku benci pada mereka yang terus berusaha mengambil alih peranmu dalam hidupku. Kau satu satunya wanitaku, selamanya hanya kamu" Ucap Prince yang entah sejak kapan sudah memeluk erat bingkai foto Trisyel yang sedang tersenyum manis


🤍🤍🤍