
Sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan hotel besar, terlihat dua orang yang sangat serasi keluar dari mobil tersebut
"Welcome to Bali" Ucap sang laki laki sambil merentangkan tangannya
Sedangkan orang di depannya kini melepas kaca matanya lalu menatap sekeliling dengan mata berbinar
"Wow perfect" Ucap orang itu yang merupakan seorang perempuan cantik berambut hitam panjang
"Do you like it?"
"of course, this place is awesome"
π€π€π€
"Apa jadwalku hari ini?" tanya Prince pada sekertarisnya
"Sudah tidak ada lagi tuan"
Prince mengangguk. Laki laki itu berdiri dari kursi kebesarannya berniat untuk ke tempat GYM untuk menghabiskan waktu, jika di rumah hanya membuatnya merasa sedih. Lagipula Ken juga sedang ada di luar negri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan di sana
"Emm tuan" Prince yang sudah berada di ambang pintu kini menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang sekertaris
"Saya harap anda tidak lupa tentang jadwal kita ke luar kota besok" Sang sekertaris mengingatkan
"Oh ya? aku hampir saja lupa_ Kau urus semua!" Setelah mengatakan itu Prince langsung saja pergi meninggalkan sekertarisnya yang mematung di tempat. Setelah Prince hilang di telan pintu sang sekertaris itu langsung menghembuskan nafas lega
Tidak tau mengapa rasanya sangat sulit bernafas jika berada di dekat Prince. Mungkin karena aura laki laki yang menyeramkan
Setelah pulang bekerja Prince langsung menuju temat GYM, katakan lah itu sebagai tempat pelarian untuknya
Setelah hampir setengah jam berada di sana Bara, Felix, dan Jeje pun menyusul karena Prince memberi tau mereka bahwa dirinya sedang berada di tempat GYM
"Bos. lo udah makan?" Tanya Jeje
"Gak nafsu" Jawab Prince sambil tangannya sibuk mengangkat barbel
"Lo jangan kayak gini lah Prince, mau sampai kapan sih lo siksa diri lo sendiri?" Felix yang sudah tidak tahan melihat Prince yang seolah tak peduli dengan dirinya sendiri pun kini angkat bicara
"Bener tuh, lo selalu nyiksa diri lo sendiri. Sibuk kerja, pulang kerja langsung olahraga tanpa ada asupan apapun yang masuk dalam perut lo. Olahraga bukan jadi sehat malah nambah penyakit" Sahut Bara
"Lo pada kalau mau ngebacot mending pergi aja!" Kesal Prince
"Kita cuma peduli sama lo!" Jawab Felix sambil menarik barbel dari tangan Prince membuat laki laki itu terpaksa menghentikan aktivitasnya
"Lo sadar gak sih, lo kayak gini sama aja kayak lo bunuh diri secara perlahan!" Seketika kekehan keluar dari bibir Prince saat mendengar ucapan Jeje
"Bagus kalau gitu!"
"Jangan gila Prince!" Felix menarik kerah baju Prince dengan sorot mata tajam
"Mau sampai kapan lo kayak gini sialan! Lo sadar gak sih apa yang lo lakuain? Lo tau berapa banyak orang yang sedih liat lo kayak gini!"
"Lo tau alasannya"
Plak...
Dengan keras Felix menampar pipi Prince membuat Jeje dan Bara seketika melotot tak percaya
"JANGAN GILA CUMAN KARENA TRISYEL!!" teriak Felix
untung saja di tempat itu tidak ada orang lain karena memang Prince meminta tempat itu untuk di kosongkan, ia tidak suka banyak orang
"TAPI DIA UDAH PERGI!!_ sadar Prince sadar! Dia udah pergi, gue yakin Trisyel juga bakal sedih liat lo kayak gini"
"Prince, kita tau lo sayang banget sama dia dan gak rela dia pergi ninggalin lo, kita tau gimana perasaan lo karena kita semua juga merasa kehilangan. Tapi ini udah bertahun tahun kepergian Trisyel, harusnya lo bisa ikhlasin dia, bukan terus terusan nyiksa diri lo kayak gini" Bara menyahuti
"Bener yang mereka bilang. Kita semua gak bisa liat lo kayak gini Prince, jangankan ngurus Avanger, buat ngurus diri sendiri aja lo gak bisa" Ucap Jeje sambil memperhatikan penampilan Prince yang terlihat berantakkan
Prince mendorong kuat tubuh Felix hingga cengkraman Felix lepas dari kerah bajunya. Seketika Prince langsung menjatuhkan diri di lantai dengan mata merah, entah mengapa air mata sialan itu terus saja ingin mengalir saat mengingat bagaimana semua orang menyatakan bahwa gadisnya telah pergi, pengantinnya telah meninggalkannya untuk selama lamanya
Ketiga sahabatnya itu pun langsung menepuk pundak Prince guna membantu menguatkan laki laki itu. Benar benar tidak mudah untuk Prince melewati ini
Sebenarnya Bara ingin memberi kabar bahwa ia berniat untuk segera menikahi Aurin, namun melihat keadaan Prince yang seperti ini membuat Bara tidak tega, pasalnya sahabatnya itu belum bisa move on dari kegagalan pernikahannya dan di tinggal oleh calon pengantinnya
π€π€π€
Pukul 10 pagi Prince baru tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dengan menggunakan jet Pribadi miliknya
Hari ini ia ada jadwal meeting pukul 12 yang berarti masih ada waktu untuknya beristirahat. Ia memilih untuk menginap di sebuah hotel besar di sana
"Aku ingin beristirahat. Telfon aku setengah jam sebelum meeting di mulai"
"Baik tuan"
Prince langsung masuk ke kamar hotelnya, membuka dasi serta jas yang ia gunakan lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang tanpa membuka sepatunya. Hari ini ia merasa tubuhnya sangat lelah, dan ingin segera tidur sebelum jadwal acara meeting di mulai
Karena saking lelahnya Prince terlelap hingga tidak sadar bahwa sekertarisnya menelfon beberapa kali. Karena merasa tidak ada jawaban akhirnya sang sekertaris memilih untuk mendatangi kamar hotel Prince meskipun ada sedikit rasa takut
Ting tong... ting tong...
Dengan keberanian yang hanya seujung kuku Sang sekertaris terus memencet bel agar Prince keluar. Setelah hampir 5 menit akhirnya laki laki itu keluar juga dengan keadaan yang acak tentunya
Prince keluar dengan kemeja yang tidak di kancing, serta sorot mata seperti ingin menelan orang. Sang sekertaris hanya bisa menelan ludah dengan susah payah, antara terpesona dengan tubuh Prince dan takut pada tatapan tajam Prince
"Berani sekali kau mengangguku sialan!" Ucap Prince dingin namun penuh intimidasi
"Emm i-itu tuan. kurang dari 20 menit lagi meeting akan dimulai" Ucapnya takut takut
"Oh ****, bagaimana aku bisa lupa_ Kau pergi lah dulu, katakata pada mereka bahwa aku sedikit telat" Tanpa menunggu jawaban, Prince langsung menutup kembali pintu kamar kemudian merapikan rambut serta pakainnya
Tak butuh waktu lama Prince pun langsung keluar setelah merasa sudah rapi, tujuannya sekarang adalah lobby hotel, Tempat dimana ia akan melaksanakan meeting bersama koleganya, namun
Barkkk
Entah siapa yang salah namun tiba tiba tubuhnya sudah tertabrak oleh tubuh seseorang. Entah ia yang terlalu cepat berjalan sambil fokus pada ponsel, atau orang yang menabraknya tidak melihat pakai mata
Seketika Prince menatap jengah ke arah orang yang sedang asik mengusap jidatnya, mungkin karena sakit akibat menabrak dada bidang Prince yang kokoh
"Sorry sir, I didn't do it on purpose" Orang itu mengangkat kepalnya lalu menatap ke arah Prince
Deg..
Tubuh Prince seketika menegang dengan mata membulat sempurna menatap orang yang ada di depannya
"Ara, come on" Teriak seseorang dari belakang tubuh Prince
"once again I'm sorry sir. I have to go now" Tanpa menunggu jawaban Prince orang yang di panggil Ara itu langsung pergi meninggalkan Prince yang masih terpaku di tempatnya, bibirnya terbuka ingin mengatakan sesuatu namun sialnya tidak ada suara yang keluar dari sana
π€π€π€