PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
SALTING




Tak terasa 5 hari telah berlalu, setelah kejadian itu Trisyel belum kembali ke sekolah sama sekali. Sebenarnya ia sudah keluar dari rumah sakit 2 hari namun Kayzo yang overprotektif itu belum mengizinkan dirinya untuk sekolah


Lalu bagaimana dengan Prince dan Carline?


Setelah hari itu, Carline diskors selama seminggu dengan tujuan agar gadis itu merenungkan apa yang telah ia lakukan.


Dan untuk Prince, cowo itu hanya mendapatkan teguran keras dari kepala sekolah dan disuruh berkeliling lapangan hingga 20 kali putaran. Sebenarnya memang tidak adil, hanya saja guru tidak berani memberikan hukuman yang sama pada Prince, bisa bisa cowo itu akan memaksa menarik seluruh fasilitas sekolah atau bahkan menghentikan aktivitas di sekolah itu


________


Hari ini Trisyel kembali masuk sekolah. Ia merasa menjadi artis dadakkan karena banyak yang memperhatikannya, menyapanya, dan menanyakkan keadaannya. Tentu saja mereka semua khawatir dengan keadaan gadis itu setelah kejadian 5 hari yang lalu


Trisyel masuk ke kelas bersama Fanyya dan Aurin "Syel, gimana keadaan lo?" Tiba tiba seorang cowo datang dari arah belakang Trisyel


Gadis itu duduk dan melepas tas di punggungnya "Baik" jawabnya singkat


"Ngapain lo kesini? Mending balik ke kelas lo, udah mau masuk" Ucap Fanyya sinis


"Lo kenapa si fan, dari kemaren kemaren selalu aja ngusir gue?!" Cowo itu adalah Geral


sebenarnya setelah kejadian itu Geral mengunjungi Trisyel ke rumah sakit, hanya saja ia tak pernah punya kesempatan untuk bertemu Trisyel akibat Fanyya, Aurin, Prince, dan 3 temannya yang selalu menghalangi Geral


"Karena gue gak suka sama cowo playboy kayak lo" Jawab Fanyya ketus


Geral terlihat menahan kesal "Gue gak minta buat lo suka sama gue! Karena gue juga gak ada urusan sama lo, gue pengen ngobrol sama Trisyel" Geral berusaha mendekat ke arah Trisyel namun Fanyya menghalangi


"Lo punya kuping kan? Jadi sekarang denger, gue gak bakalan biarin lo deketin sahabat gue! gue bakalan jadi perisai untuk Trisyel"


Rahang Geral mengeras "Apaan sih lo! Minggir gak!"


"Gue bilang enggak ya enggak!"


"Udah deh ral, mending lo pergi sekarang!" Ucap Aurin yang juga ikut menghalangi Geral


"Syel" Panggil Gerel namun tak di gubris oleh Trisyel. Gadis itu malah dengan santainya meletakkan kepalanya di atas meja dengan tangan yang ia jadikan sebagai bantalan. Ia menutup mata seolah tak terjadi apapun


Fanyya menatap tajam ke arah Geral yang masih kekeh untuk menemui Trisyel "Pergi sekarang atau gue tendang junior lo!" Ancam Fanyya membuat Geral melotot


Karena takut masa depannya akan di tendang akhirnya Geral mengalah, cowo itu keluar dengan kekesalan


Fanyya dan Aurin yang melihat cowo itu keluar langsung tertawa keras karena merasa menang


"Syel, lo gak masalah kan kalau kita usir tu cowo?" Tanya Aurin


"Syel syel, tu cowo cuman playboy katak gak usah lo ladenin. Gak cocok sama lo" Sahut Fanyya


"Serah lo bedua, gue gak peduli" Ucap Trisyel tanpa mengubah posisinya


🍁🍁🍁


Jam istirahat pun tiba, Fanyya dan Aurin sudah lebih dulu ke kantin, sedangkan Trisyel pamit untuk ke toilet lebih dulu


"Heh!" Sontak Trisyel mundur ketika seseorang menarik kerah bajunya


"Disti?"


"Ternyata masih berani lo sekolah disini"


Trisyel terkekeh pelan "Kenapa harus takut?" Tanyanya santai


"Kurang ajar! Gara gara lo Carline di diskors dari sekolah!" Bentak Disti


"Lo nyalahin gue?"


"Jelas salah lo lah! Semua ini gara gara lo, kalau enggak Carline gak mungkin di diskose anjng!" Tangan Carline terangkat siap untuk menampar Trisyel, namun dengan cepat Trisyel menarik tangan Disti dan memelintirnya membuat Disti meringis


"Awww sakit sialan!" Pekik Disti


"Apa? gue gak denger"


"Dasar gila!"


Trisyel tersenyum "Denger ya tikus sok jago! Kemarin gue di bikin masuk rumah sakit karena gue emang lagi lemah, jadi gak bisa ngelawan. Sekarang gue udah sehat loh ya, gue bisa bikin lo nangis kejar di sini"


"Lo itu emang lemah, sialan!" Geram Disti ia kembali ingin melayangkan tamparan namun Trisyel menepisnya dengan kuat


"Lo mau gue bikin diskors juga?" Trisyel menyeringai "emmmm jangan deh kasian. Gimana kalau gue patahin aja tulang lo? Atau gue bikin botak rambut lo?... emm atau kalau gue bikin rontok gigi lo juga seru tuh kayaknya. Biar lo gak bisa ngebacot lagi"


Disti terdiam dengan mata melotot "Dasar sinting" Umpatnya. Kemudian keluar dari toilet


Trisyel langsung menyadarkan punggungnya ke arah tembok, entah lh ia merasa sangat lelah menghadapi orang seperti itu


"Kenapa hidup gue jadi makin apes sih" Kata Trisyel dengan pelan


______


"Syel lo lama amat sih? ke toilet apa bikin toilet?" Tanya Fanyya namun Trisyel hanya menatap datar. Moodnya hari ini sedang tidak baik


Trisyel duduk di samping Fanyya, tanpa bicara apapun langsung menyeruput minuman Fanyya


Fanyya menatap Trisyel dengan tatapan malas "Ya elah kalau haus bilang kali! Gue pesenin"


"Diem lo, gue lagi capek"


Semua orang di meja itu menatap ke arah Trisyel. Namun gadis itu hanya acuh seolah tak melihat keberadaan mereka di sana


"Syel lo apa kabar? Udah sembuh total kan?" Tanya Jeje, Trisyel mengangguk pelan sebagai jawaban


"Bagus deh kalau gitu. Udah lama gak ketemu sama lo"


"Lo nya aja yang gak pernah jengukin gue" Jeje terdiam. Bukannya tidak pernah menjenguk, hanya saja tidak pernah bertemu. Sewaktu Trisyel di rumah sakit 4 cowo itu sering datang ke rumah sakit, tapi yang masuk ke dalam ruangan hanya Prince sendiri.


"Lo mau makan apa? Gue pesenin" Tanya Prince pelan


Trisyel sekarang menatap datar ke arah Prince "Kalau makan lo boleh?"


"Wah serem nih cewe" Celetuk Felix


"Bodoh ah, males gue sama lo pada" Trisyel beranjak dari duduknya


"Eh syel, mau kemana? Baru juga datang?" kata Jeje


Trisyel yang sudah berjalan beberapa langkah kini berbalik "Mau ambil kapak buat cincang daging lo!" jawabnya ketus kemudian berlalu begitu saja


Gleg...


Dengan susah payah Jeje menelan salivanya "Gila. Perasaan kamera kemaren dia gak kayak gitu deh. Apa jangan jangan otaknya miring gegara kebengur tembok ya?"


mereka semua tertawa "Abis lo je, mau di cincang sama Trisyel" Kekeh Bara menakut nakuti


"Kadang kadang gue kasian deh sama lo Prince" Ucap Fanyya tiba tiba


Prince mengernyit bingung "Maksud lo?"


"Masa lo cowo paling ganteng di SMA Galaxy, cowo yang di incar para kaum hawa malah di tolak, sedangkan Bara yang notabene-nya b aja langsung di terima tuh sama si Aurin" jawabnya tanpa dosa


"Lo nyadar kalau jelek?" pancing Felix


"Iya sih, dikit" jawabnya lesu


"Enggak kok, ayang gue ganteng" Ucap Aurin sambil memeluk lengan Bara


Seketika semua tertawa, termasuk Prince. Jeje yang saking hebohnya tertawa sampai liurnya muncrat mengenai pipi Felix


"Heh" pekik Felix sambil mengusap kasar pipinya


"Eh sorry sorry gue gak sengaja" ujar Jeje semakin tertawa saat melihat wajah kesal Felix. Suasana di sana semakin heboh oleh suara tawa dan kelakuan kelakuan absurd mereka, sedangkan orang di sekeliling mereka hanya bisa memperhatikan dan tertawa


"Liur lo bau jigong anjrit" pekik Felix saat mencium tangannya yang habis ia gunakan untuk mengusap pipinya


"Huahahahahaaa" tawa Bara. Ia sampai merasa perutnya kram karena tertawa


"Mana ada, mulut gue wangi kok. Nih cium" Jeje mendekatkan wajahnya pada Felix namun cowo itu menjauhkan tubuhnya


"Sadar diri! Lo juga bau kali. Bau ketek" kata Jeje tak mau kalah


"Heh gue selalu wangi ya!. Lo tu bau Jigong, gak pernah sikat gigi ya lo" Sewot Felix


"Cium nih cium. Hah hah" dengan sengaja Jeje bernafas di depan wajah Felix membuat cowo itu spontan menutup hidung


"Tolong gue capek ketawa" kata Bara sambil memegang perutnya


"Punya temen gak ada yang bener emang. Yang satu emosian, yang satu kelewat bar bar, yang satu lagi bau jigong" kata Fanyya sambil tertawa


"Anak buah lo tu" ujar Aurin pada Prince


"Sorry gue gak nampung anak buah model begini" ujar Prince sambil geleng geleng


"Sana jauh jauh dari gue. Ilfeel tau gak!" Kesal Felix


"Capek gue" Ucap Bara


🍁🍁🍁


Trisyel yang sedang berjalan di koridor sekolah tiba tiba di buat kaget saat seseorang menarik tangannya. Dengan reflek tubuh Trisyel berbalik dan menubruk tubuh kekar seseorang


Trisyel mendongak dengan posisi yang masih sama "Prince?" Ucapnya setelah melihat wajah orang tersebut


Prince tersenyum menyeringai, dengan cepat Trisyel mendorong tubuh Prince agar menjauh darinya "Ngapain lo narik tangan gue" Kesalnya


"Gue pengen ngobrol"


"His lo ganggu mulu deh"


Prince mengangkat alisnya "Emang gue ganggu?"


"Iya lah!" Sewot Trisyel


"Gue kangen sama lo"


Deg..


Trisyel mematung, karena kini ia sedang berada di dalam pelukkan Prince. Cowo itu memeluknya erat tanpa pedui ada yang melihatnya


"Maafin gue karna gak bisa jagain lo, sampai lo masuk rumah sakit karena Carline" Ucapnya lembut sambil mengusap kepala Trisyel


Gadis itu masih mematung, ingin rasanya menjauh dari cowo itu, namun entah mengapa tubuhnya seolah sulit untuk dikendalikan


"Prince"


Prince menggeleng pelan "Biarkan seperti ini sebentar" Tak ada sahutan dari Trisyel


beberapa menit keduanya terdiam dalam posisi yang masih sama, tak peduli dengan orang yang memperhatikan seolah dunia milik mereka berdua


"Gue sesek, boleh lepas gak!" Akhirnya Prince melepaskan pelukkannya


"Maafin gue"


Trisyel mendengus "Bilangin tuh sama cewe lo, jangan cari gara gara lagi sama gue! Kalau gak mau gue bikin patah tulang!"


"Dia bukan cewe gue syel! Gue gak pernah jadian sama dia, nganggep dia ada juga enggak. Gue sayang sama lo, cuma lo!"


Trisyel lagi lagi terdiam, jantungnya sekarang sedang tidak baik baik saja. Seakan sedang maraton di dalam sana. Entah lh, Trisyel juga tak mengerti, tapi jantungnya sangat sulit untuk ia kendalikan


"Paan sih lo! Gombal lo basi tau gak!"


"Gue serius syel!" Prince merih tangan Trisyel dan menuntunnya menuju ke arah dada sebelah kiri, tempat di mana jantung berada


Trisyel dapat merasakan jantung Prince yang juga berdegup kencang seperti jantungnya


Dengan cepat ia menarik tangannya kembali "Ih apaan sih lo! Malesin banget tau gak"


Prince menatap wajah cantik Trisyel


"Jangan liatin gue!" kesalnya yang langsung mengalihkan pandangan ke sembarang arah


Prince terkekeh pelan saat menyadari wajah Trisyel yang memerah "Syel" Panggilnya lembut


"pergi sana!" Usirnya


"Gue maunya sama lo" Jawab Prince sambil tersenyum sangat manis


"Au akh, kesel gue sama lo!" Trisyel hendak melangkah pergi, namun lagi lagi Prince menahannya


"Mau kemana lo?" Tanya Prince


"Mau ke kelas gue lah! Ya kali ke kuburan" Sewot Trisyel


"Tapi kelas lo ke arah sana" Tunjuk Prince ke arah belakang Trisyel "Kalau lo lurus kesana berarti lo mau balik ke kantin"


"Emang udah pindah ya?" tanyanya dengan polos


Prince tertawa "Lucu banget sih" Ucap Prince sambil mengacak gemas rambut Trisyel


Trisyel gelagapan. Bagaimana ia bisa lupa "Akhh gara gara lo sih!" Kesalnya. Ia berbalik dan ingin berjalan, namun lagi lagi Prince menahan tangannya


"Gue sayang sama lo. Gue gak bohong" Ucap Prince serius


Siapapun tolong Trisyel, sekarang jantungnya terasa mau copot


"Dasar cowo narsis. Udah cosplay jadi buaya darat ya lo" Ucapnya sinis "Minggir!" Trisyel menepis tangan Prince kemudian berlalu begitu saja


Prince tersenyum saat melihat Trisyel yang melenggeng pergi. Wajah gadis itu menunjukkan kekesalan sekaligus salah tingkah dengan wajah memerahnya, sangat lucu menurut Prince


"Akan gue bikin lo jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pelukkan gue"


🍁🍁🍁