
Entah berapa jam Trisyel berada dalam pelukkan Sam, bahkan sekarang pun gadis itu masih menempel padanya
"Kalian semua teman temannya Trisyel?" tanya Sam pada keempat cowo di depannya
mereka semua mengangguk "Perkenalkan nama saya Sam, saya adalah sahabat dari Kenzo" ucapnya memperkenalkan diri
"Apa kalian beberapa hari ini menginap disini?"
"Iya" jawab Prince
Sam mengangguk sambil tersenyum "Terimakasih telah menjaga adik saya, kalian memang teman yang baik"
"Tidak masalah, itu memang tugas seorang teman bukan?" sahut Jeje
Sam tertawa kecil "Mulai hari ini saya akan menjaganya, jadi kalian tidak perlu repot repot untuk menginap lagi di sini. Lagipula kalian adalah anak laki laki tidak sepantasnya tinggal satu atap dengan lawan jenis kalian" ucap Sam santai
"Ck terus maksud lo kalau lo yang nginap di sini gapapa gitu? lo juga cowo kali!" Ucap Prince yang tidak bisa menahan kekesalannya
"Tapi saya kakaknya" jawab Sam lagi
"Lo itu cuman kakak abal abal, bukan kakak kandung! Gue gak bakal biarin lo tinggal bedua sama Trisyel, gue gak percaya sama lo!"
Semua orang menatap Prince terutama Trisyel, gadis itu mengernyit. Bisa bisanya Prince bicara seperti itu, bahkan ia tidak mengenal Sam sama sekali
Sam hanya terkekeh "Kamu tenang saja, kami tidak tinggal bedua. Saya akan membawa istri saya ikut tinggal di sini untuk beberapa waktu" jelas Sam
Prince membeku mendengar ucapan Sam, ternyata laki laki itu sudah memiliki istri. Akhirnya Prince bisa bernafas lega
"Lo apaan dah, gak jelas banget" Sunggut Trisyel
"Gue cuman pengen menjaga keselamatan lo!" Jawab Prince
"Kamu tenang saja, Trisyel akan saya jaga dengan baik" Fanyya mengangguk setuju
"Kak Sam itu orang baik, lo percaya aja" Kata Fanyya menimpali
pukul 16:00 rumah Trisyel mulai sepi karena teman temannya sudah pulang, kini tinggal Sam dan Trisyel di sana
Karena lelah gadis itu tertidur di sofa dengan menjadikan paha Sam sebagai bantalan kepalanya. Sam mengusap lembut rambut Trisyel seraya memandang wajah cantik gadis itu
"Ken.. Gue gak nyangka lo pergi secepat ini. Bahkan lo gak kasih gue kesempatan untuk ketemu sama lo buat yang terakhir kalinya"
"Lo liat Ken. Adik kecil kita sedang tertidur karena kelelahan, lo tau kan betapa sedihnya dia karena lo tinggalin, setidaknya datangi dia di dalam mimpinya untuk mengurangi sedikit rasa rindunya sama lo"
Sam mengelus pipi Trisyel, nemepikan anak rambut yang menutupi wajah cantik gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu. Tanpa bisa ia tahan air matanya jatuh membasahi pipi
"Gue janji bakalan jaga dia dengan baik, gue akan beri dia kasih sayang seperti yang lo kasih selama ini. Meskipun rasa sayang gue sama dia gak sebesar rasa sayang lo"
"Sam" panggil seseorang dengan sangat lembut membuat Sam menoleh ke arah sumber suara
"Sayang" Sam mengulurkan tangannya untuk menyuruh wanitanya itu mendekat
Monica, wanita yang berstatus sebagai istri Sam itu pun mendekat. Kulit putih bersih dengan rambut sebahu membuatnya terlihat makin cantik dan seksi
"Are you oke baby?" Ucap Monica sambil mengelus rahang suaminya itu
"Aku gak tega liat Trisyel kayak gini" gumamnya lirih
"Ayo bawa dia ke kamar, kasian jika dia tidur di sini"
Sam pun perlahan mengangkat tubuh mungil itu untuk menuju kamarnya. Setelah meletakkan Trisyel, Sam dan Monica pun turun kembali
Sam memeluk erat istrinya itu sambil menangis, meluahkan semua rasa sedihnya karena kehilangan sahabat terbaiknya
"Udah ya, jangan nangis lagi. Aku yakin Ken juga gak suka liat kalian sedih kayak gini" Ucap Monica
Setelah beberapa waktu Monica pun memilih untuk memasak makan malam, setelah 1 jam bergulat di dapur akhirnya masakkan yang ia buat pun siap
Sembari menunggu Sam membersihkan diri, Monica pun berjalan menuju kamar Trisyel berniat untuk membangunkan gadia itu
"Syel.." panggil Monica lembut
Trisyel melenguh dan perlahan matanya mengerjap menatap seseorang yang tak asing baginya
"Kak Monic" Ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur
"Iya sayang" Monica mengelus lembut rambut Trisyel
"Kapan kakak ada di sini?" Monica tersenyum
"Udah dari 2 jam yang lalu" jawab Monica "Mandi dulu sana, abis itu kita makan malam. Kakak udah masak buat kita makan" Trisyel tersenyum senang. Gadis itu mengangguk dan langsung ngacir berlari ke arah kamar mandi
Monica hanya geleng geleng kepala sambil terkekeh melihat kelakuan Trisyel yang seperti anak kecil "Dia masih manja sama kayak dulu" gumamnya
πππ
Setelah makam malam, mereka bertiga duduk di sofa ruang tamu sambil menonton sebuah drama
"Syel, hp kamu di mana? kok kakak telfon gak aktif, kemarin di chet juga gak di bales" tanya Monica
Trisyel mengangkat bahunya "Gak tau kak, lupa taroh d mana" jawabnya santai. Memang semenjak kejadian itu Trisyel tidak pernah lagi memegang ponsel, bahkan ia lupa di mana ponselnya berada
"Kalau hp Ken... kamu tau di mana?" tanya Sam hati hati
Trisyel tersenyum "Ada di laci kamarnya. Semua barangnya masih ada di kamar, gak beralih sedikitpun kecuali saat di bersihkan" jawab Trisyel "Semua barangnya termasuk barang barang penting udah di simpan sama sekertarisnya di kamar atau gak di ruang kerjanya" lanjut Trisyel
"Kakak boleh masuk?" tanya Sam meminta Izin
Dengan cepat Trisyel mengangguk, tentu saja ia mengizinkan. Sam adalah salah satu orang yang sangat ia percaya, sebab itu lah Kenzo menjadikan Sam sebagai tangan kanannya
"Kamu tenang saja, semua pekerjaan dan perusahaan Kenzo akan kakak tangani sampai kamu siap menggantikan posisi Kenzo nanti. Semua aset termasuk rumah dan perusahaan ini atas nama kamu, selagi kamu masih sekolah akan kakak tangani" ucap Sam
Trisyel lagi lagi mengangguk "Belajar yang benar, jangan mengecewakan kami, terutama Kenzo dan orang tuamu!" Ucap Sam tegas
Monica mengelus lembut rambut Trisyel "Kami yakin kamu bisa, kamu adalah gadis yang baik dan pintar"
"Aku janji tidak akan mengecewakan kalian. Terimakasih karena telah menjaga dan mau mengurus semua perusahaan kakak, kalau gak ada kalian Syel bingung gimana cara ngurusinnya" Ucap Trisyel "Kayaknya jadi CEO itu sulit ya, pergi pagi pulang malam. Bahkan 24 jam full bekerja, belum lagi meeting sama klien, huh membosankan" gerutunya sambil mengerucutkan bininya membuat Sam dan Monica tertawa
"Belajar aja dulu yang benar. Kalau kamu udah dewasa pasti akan mudah, dan kamu akan mengerti" Kata Sam
Trisyel mengangguk dengan wajah menggemaskan kemudian merangkul kedua lengan kakaknya itu dengan manja
Memang tidak bisa menggantikan Kenzo, tapi setidaknya cukup untuk membuatnya tersenyum dan merasa tidak sendiri lagi. Ia bisa merasakan kasih sayang seorang kakak dari Sam dan juga Monica
πππ