
"Gimana, suka gak?" Trisyel mengangguk sembari tersenyum manis
saat ini Trisyel sedang dinner bersama Prince di sebuah restoran bintang 5, sengaja Prince mempersiapkan tempat khusus untuknya dan Trisyel dinner romantis malam ini
Trisyel menggunakan dress berwarna hitam selutut dengan bahu yang terekspos jelas karena dress yang Trisyel gunakan tidak berlengan
Untung saja dinner malam ini adalah privat jadi Prince tidak masalah, kalau saja ia melihat Trisyel menggunakan baju kurang bahan seperti itu di tempat umum sudah pasti Prince akan mengamuk seperti singa kelaparan
Prince dan Trisyel benar benar menghabiskan waktu berdua malam ini, karena ya mereka memang jarang menghabiskan waktu berdua, biasanya selalu ada sahabat sahabat mereka yang ikut kemana pun mereka pergi, membuat Prince sering kali merasa kesal karena tidak ada waktu berdua bersama kekasihnya itu
"Gue sayang sama lo" Ucap Prince tulus sambil mengelus punggung tangan Trisyel dengan lembut
Trisyel memutar bola matanya malas, bukan karena ia tidak suka mendengar itu tapi ini sudah ke sekian ratus kalinya Prince mengatakan hal yang sama dalam satu hari "Lo gak bosen ngomongin itu mulu?" tanya Trisyel
Prince menggeleng "Gue gak bakal bosen buat bilang kalau gue sayang sama lo. Karena rasa sayang gue ke lo gak pernah hilang walaupun sedetik"
Trisyel terkekeh "Siapa sih yang ngajarin lo ngegombal gitu?"
"Ini bukan gombal, tapi kenyataan"
Ya Trisyel hanya mengangguk saja, karena berbicara dengan Prince tidak akan pernah ada habisnya
"Gue laper" ucap Trisyel
Prince langsung menepuk tangan 3x dan pelayanan pun datang dengan makanan di tangan mereka kemudian menghidangkannya di meja makan
_____
"Udah kenyang?" Trisyel mengangguk
"Apa mau nambah lagi?"
Trisyel melotot "Lo gila? Liat dong perut gue yang kecil gini mana bisa makan banyak banyak" Gerutu Trisyel
"Makanya gedutan biar muat banyak makanan di perut lo" jawab Prince sambil terkekeh
"Emang lo mau sama cewe gendut?" Pancing Trisyel
"Gue gak peduli mau gendut ataupun kurus, selagi orang itu adalah lo. Gue cinta sama lo bukan karna fisik lo tapi karena hati dan sifat lo yang selalu bikin gue gak bisa jauh dari lo"
"Hemm mulai lagi" Trisyel membulatkan matanya, menurutnya Prince itu hanya gombal
"Aku serius sayang!"
"Hahaha apaan sih lo, dah gue udah kebal sama gombalan lo" Trisyel tertawa
prince menangkup pipi Trisyel kemudian menyatukan kening dan hidung mereka "Will you marry me?" ucapnya pelan nyaris berbisik
Deg..
Tiba tiba tubuh Trisyel menegang dengan jantung yang berpacu kuat mendengar kalimat yang keluar dari mulut Prince
"Sayang.. kamu denger kan?" Ucap Prince lagi, suara itu begitu lembut membuat Trisyel seolah terhipnotis olehnya
"L-Lo ngomong a-apa?"
Dengan cepat Prince meletakkan jari telunjuknya pada bibir Trisyel "Syuttt. Bukan lo, tapi kamu! Mulai sekarang aku mau kita menggunakan 'aku kamu' bukan lagi 'Lo gue'!"
Trisyel mengangguk dengan tatapan mata terkunci pada Prince "Kamu mau kan nikah sama aku?" ulang Prince
"Iya kamu pasti mau, gak boleh nolak!" Ucap Prince tegas
"Dih kok maksa" Sewot Trisyel
"Ya serah aku lah. Pokoknya kita harus nikah!" Kekeh Prince
"Udah ngelamarnya gak romantis, terus maksa mintak di terima lagi. Dasar kulkas berjalan" Sungut Trisyel membuat Prince terkekeh
Prince memang bukan cowo romantis, itu lah kenyataannya "Kan aku udah boking tempat romantis buat kita, emang kurang?" Tanya Prince
"Kamu fikir cukup sama tempat romantis doang? aku juga pengen denger kata kata romantis dari kamu!"
"Tar di bilang gombal lagi" Sindir Prince dengan satu bibir terangkat membuat Trisyel bungkam
"Ya udah cepetan jawab! biar kita cepet nikah!"
Trisyel terdiam sambil menatap Prince dengan raut wajah yang sulit di artikan, entah lah ia merasa ragu "Prince.. kamu tau kan kalau aku juga sayang sama kamu dan aku juga bercita cita untuk membangun kelurga sama kamu, tapi_"
"Tapi?"
"Tapi ini terlalu cepat" Trisyel menunduk karena takut menatap Prince "Kita baru lulus, dan kamu udah minta aku buat nikah sama kamu. Aku belum sempet buat ngurus perusahaan kak Kay" Lanjut Trisyel dengan suara pelan
Prince menarik tubuh Trisyel lalu mendekapnya dengan erat namun tidak sampai menyakiti Trisyel "Sayang.. denger aku_"
Prince melonggarkan pelukkannya, memegang bahu Trisyel agar gadis itu menatapnya "Kita bisa menikah dan menjalankan perusahaan bersama sama, aku juga bisa bantu kamu di perusahaan yang kak Kay tinggalin buat kamu. Pernikahan tidak akan menghambat apapun sayang" ucap Prince
Cowo itu benar benar serius dengan ucapannya, ia ingin menjadikan Trisyel sebagai istri dan ibu untuk calon anak anaknya nanti. Prince ingin hidup bahagia bersama Trisyel, ia takut sungguh takut jika Trisyel pergi meninggalkan dirinya
Trisyel menatap mata Prince berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri atas keputusan yang akan ia ambil
"Percaya sama aku sayang. Aku janji bakal jaga kamu. Mungkin aku tidak akan pernah bisa gantiin posisi kak Kay dalam hidup kamu, tapi aku janji akan berusaha untuk bahagiain kamu dan gak bikin kamu sedih. Aku juga berjanji bakal selalu lindungin kamu dan ada buat kamu apapun keadannya"
Satu air mata Trisyel jatuh tanpa sadar saat mendengar suara lembut Prince yang mengucapkan janji padanya. Laki laki ini benar benar tulus padanya
Trisyel mengangguk, gadis itu mengangguk dengan air mata yang mulai membasahi pipinya "iya aku mau" Ucapnya sambil tersenyum
Prince yang mendengar itu pun langsung tersenyum kemudian mencium kening Trisyel begitu lama
semoga ini adalah awal titik bahagia untuknya
"KITA NIKAH MINGGU DEPAN" Ucap Prince berteriak saking bahagianya
"Heh! Enak aja!" Ucap Trisyel merasa tak terima, satu minggu bukan lah waktu yang cukup untuk mempersiapkan semuanya "Aku gak setuju, pokoknya pernikahan ini bakal di adalah 2 bulan lagi!"
Prince melotot "Lama amat! Gak mau akh maunya besok aja"
"PRINCE!" Trisyel balik melotot "Kamu fikir nikah itu gak butuh persiapan apa?"
"Gampang tinggal suruh orang buat siapin kan beres"
Trisyel menggeleng "Gak mau! Aku mau mempersiapkan semuanya sendiri. milih gaun, desain undangan, konsep untuk wedding. Pokoknya aku pengen semuanya perfect, aku ingin pernikahan kita di rayakan dengan sangat luar biasa, mengingat bagaimana sulitnya perjuangan kita hingga bisa sampai pada titik ini. Lagipula menikah hanya satu kali seumur hidup. Jadi aku gak mau yang biasa biasa aja" Kata Trisyel
Prince mengangguk "Ya ya ya, karena calon suamimu ini adalah orang kaya jadi terserah kamu ingin pernikahan semewah apapun itu, aku bakal turutin" Ucap Prince
"Cih sombong" Trisyel berdecak
🌹🌹🌹