
Setelah keluar dari restoran Trisyel dan Prince langsung memutuskan untuk pulang karena waktu juga sudah hampir tengah malam
Saat menunggu Prince membuka mobil mata Trisyel menangkap sosok seseorang yang seperti tidak asing baginya
"Eh.." Refleks Trisyel saat melihat orang itu yang berjalan cepat seperti menghindari tatapannya
"Kenapa?" tanya Prince bingung
"Emm itu, kayaknya aku kenal sama orang itu" Tunjuk Trisyel pada sebrang jalan
Prince mengikuti arah telunjuk Trisyel namun ia tidak melihat siapapun "Kamu halusinasi aja kali, bawaan udah ngantuk kayaknya"
Trisyel mengerutkan keningnya "Tapi aku jelas ngeliat ada orang tadi" Ucap Trisyel pelan
"Hantu kali" jawab Prince dengan entengnya
"Udah akh ayo masuk!" Prince yang sudah membukakan pintu mobil untuk Trisyel pun menyuruh gadisnya itu untuk masuk
Trisyel masuk ke dalam mobil dengan mata yang masih melihat ujung jalan mencari sosok orang yang mengenakan jaket dan topi berwarna hitam. Entah lah Trisyel sangat penasaran dengan sosok itu
"Gak mungkin hantu kan?" gumamnya pelan
saat di jalan Trisyel hanya diam, gadis itu terus memikirkan sosok yang tadi ia lihat hingga tidak sadar bahwa kini ia sudah sampai di depan rumahnya
"Sayang" Prince menarik tangan Trisyel kemudian menggenggamnya lembut membuat Trisyel sedikit terkejut
"Hey kamu dari tadi ngelamun? mikirin apa?" Tanya Prince
"Itu tadi_"
"Jangan bilang mikirin hantu itu?" tebak Prince membuat Trisyel berdecak kesal
"His aku yakin itu bukan hantu!"
"Serah! Udah sana masuk, istirahat!"
Trisyel yang kesal pun langsung keluar dari mobil tanpa berpamitan pada Prince, gadis itu herjalan begitu saja masuk ke dalam rumah
Prince yang melihat tingkah kekasihnya itu hanya geleng geleng kepala "Berani banget nutup pintu keras kayak gitu. Untung sayang, kalau gak udah gue sleding"
_____
pukul 8 pagi Trisyel sudah terlihat rapi dengan dengan kaos dan celana berwarna putih dengan blazer berwarna soft pink. Gadis ini terlihat sangat siap untuk ke kantor
"Hay, Selamat pagi" Sapa Trisyel pada drivernya
"Wah nona Trisyel terlihat sangat cantik pagi ini" Bukannya menjawab sapaan Trisyel sang Driver malah salfok sama penampilan Trisyel
"Emang biasanya saya gak cantik pak?"
"Eh enggak gitu maksud saya"
"Saya bercanda loh pak" Ucap Trisyel sembari tertawa
"Oh ya, sebelum ke kantor kita ke rumahnya kak Sam dulu ya, ada hal sedikit" Ucap Trisyel dan di angguki oleh sang Driver
****
"PERMISIIIII" Trisyel berteriak di depan pintu dengan sengaja
"Ini anak ya, kebiasaan deh!" Ucap Monica yang sudah hafal dengan sikap Trisyel
"Hahaha kangen deh" Gadis itu langsung memeluk Monica dengan sangat manja
"Udah sarapan belum? Kalau belum masuk dulu sarapan!"
"Udah kok tenang aja, syel kesini karena kangen sama keponakan hehe"
"Sama kakak enggak?" Sam yang tiba tiba muncul sambil menggendong Maurin langsung menyahuti
"Kangen dong!" Jawab Trisyel yang langsung mendekat ke arah Sam untuk mengambil alih Maurin
Dengan gemas Trisyel menciumi wajah Maurin membuat anak itu tertawa karena geli
"Kangen aunty gak?" Maurin mengangguk
"Cium dong!" Pintanya. Maurin pun langsung mencium kedua pipi Trisyel membuat Trisyel tersenyum manis
"Kak Sam, syel boleh bawa Maurin ke kantor gak?"
"Idih jangan ngadi ngadi kamu, bukannya kerja nanti kamu malah sibuk main sama Maurin!" Sela Monica
"Gak usah sok sok sedih, suruh aja Prince datang! Bakal langsung semangat melebihi semangat 45" Ledek Sam
"Gak gitu juga kali" Sungut Trisyel
"Oh ya, Syel mau nanya soal tangan kanan kak Kay? Apa mereka bakal ke kantor hari ini?"
Sam mengangguk "Mereka udah ada di sana dan sekarang lagi nungguin pemimpin baru mereka datang" Ucap Sam sambil tersenyum
"Syel beneran bisa gak ya?" Gumam Trisyel
"Bisa lah.. aunty kan hebat" Jawab Maurin dengan suara lucunya
"Beneran nih?" Tanya Trisyel dan di angguki Maurin
"Pasti bisa kok.. udah cantik gini masa masih gak pede sih" Monica merapikan rambut Trisyel ke belakang kuping gadis itu
Sam terlihat membuka tas miliknya kemudian mengeluarkan sesuatu lalu menyerahkannya pada Trisyel "Ini ambil!"
Trisyel menurunkan Maurin kemudian mengambil beberapa map yang Sam berikan "Apaan nih?" tanyanya dengan raut wajah bingung
"Ini hal hal yang perlu kamu pelajari. Nanti kalau gak faham tanya aja sama tangan kanannya Kayzo"
****
Setelah sampai di parkiran Trisyel langsung turun dan di sambut hangat oleh beberapa karyawan di sana, tak lupa juga dengan orang orang kepercayaan Kayzo
"Selamat datang Miss Trisyel" Sapa mereka
Triayel tersenyum manis, namun siapa sangka di balik manisnya senyum itu ada jantung yang terasa hampir copot
"Terimakasih"
Dua orang yang langsung berjalan mendekat ke arah Trisyel kemudian menundukkan kepala mereka
"Perkenalkan nama saya Michael.. panggil saja Mike. Saya adalah tangan kanan sekaligus sahabat Kayzo" Ucapnya sambil tersenyum
"Saya adalah Richa, saya adalah sekertaris tuan Kayzo"
"Terimakasih karena sampai detik ini masih bertahan di sini. Saya minta bimbingan dan kerja samanya"
"Tentu" Jawab keduanya serampak
Trisyel langsung di bawa masuk, ini bukan pertama kalinya Trisyel datang ke perusahaan ini, tapi Trisyel tetap saja merasa canggung mungkin karena sudah lama tidak datang atau mungkin statusnya sekarang sudah berubah
Trisyel di ajak berkeliling terlebih dahulu, setelah itu di ajarkan beberapa hal tentang pekerjaan yang harus ia kerjakan oleh Mike dan Richa
Trisyel di minta membaca beberapa dokumen dari map yang tadi Sam berikan, gadis itu berusaha mempelajari dokumen dokumen itu dan sesekali bertanya pada Mike dan Richa jika tidak ada yang ia mengerti
Hingga saking fokusnya mempelajari dokumen Trisyel sampai tidak sadar jika sudah masuk waktu makan siang
"Nona sebaiknya anda makan terlebih dahulu" Ucap Richa mengingatkan
Mendengar itu Trisyel langsung melihat ke arah jam tangannya "Oh iya, makasih ya kak udah di ingetin" Richa tersenyum lalu mengangguk
"Mau makan siang bersama?" tanya Trisyel
"Tentu saja" jawab Richa
Trisyel mematikan laptop dan menutup dokumennya lalu mengambil tas dan berjalan keluar bersama Richa, tidak lupa juga Trisyel mengajak Mike untuk makan siang bersama sekaligus untuk mendekatkan hubungan mereka agar tidak canggung dan enak untuk berkerja sama
"Bagaimana hari ini?" tanya Mike
"Cukup bikin stres ya" jawab Trisyel sambil terkekeh
"Capek ya?" sahut Richa
Trisyel menggeleng "Enggak capek sih, cuman duduk doang depan laptop. Tapi agak pusing banyak yang harus di pelajari" Trisyel menyengir
"Gapapa, awal awal emang gitu, nanti juga terbiasa kok"
"Kalau ada perlu apa apa jangan sungkan datang pada kami. Kami akan selalu membantu" Kata Mike
"Terimakasih.. kak Kay beruntung di kelilingi orang orang baik kayak kalian"
Mike terkekeh "Kami yang beruntung bisa bertemu orang sebaik kakak kamu, dia adalah orang luar biasa dan cukup berjasa untuk saya. Biarkan saya membalas jasanya melalui kamu"
"Semoga kita bisa bekerja sama untuk membangun perusahaan ini menjadi lebih baik. Aku gak mau ngecewain kak Kay" Trisyel tersenyum sembari membayangkan wajah Kayzo yang tersenyum padanya. '***Miss you'
🌹🌹🌹***