
DORR
DORR
DORR
Suara senjata api yang melesatkan peluru entah berapa banyak itu terdengar hingga ke ruangan di mana Trisyel di sekap
'Prince? aku tau kamu pasti akan datang untuk aku. Aku tau kamu gak mungkin ingkar sama janji kamu' Batin Trisyel, tanpa sadar senyuman terukir di bibirnya meskipun hanya per sekian detik berganti dengan ringisan saat Carline mencengkram tangannya kuat
Mata Dedric dan Carline seketika membulat. Carline yang asik menyayat tubuh Trisyel kini menghentikan kegiatannya
"Sialan, gimana mereka bisa nemuin kita?!" Ucap Carline panik
Dedric terdiam kemudian melihat ponsel yang ada di meja sampingnya duduk, sial dia lupa mematikan ponselnya setelah menelfon Prince tadi. Seharusnya ia tidak lupa bahwa Felix adalah hacker yang sangat handal
"Bawa perempuan sialan itu pergi sekarang!" Perintah Dedric pada anak buahnya yang berdiri tak jauh dari mereka
"Mau bawa kemana?" Tanya Carline "Bun*h aja cepetan, tembak kek apain kek! Biar Prince tau gimana rasa sakitnya_"
"DIEM!" Bentak Dedric "Bun*h dia sekarang gak bakal bikin gue puas, gue mau bun*h dia dengan cara pelan pelan, karena itu akan lebih menyakitkan. Yang jelas itu akan membuat Prince sangat tersiksa"
Trisyel hanya bisa terisak sakit saat dirinya di tarik dengan kasar oleh dua orang laki laki bertubuh besar dan menyeretnya keluar dengan rantai yang masih memborgol tubuhnya
π€π€π€
Prince tiba di sebuah gedung kosong yang berada di tengah tengah hutan, ia datang bersama anggota Avanger dan Sam juga tentunya
Saat mendapatkan informasi dari Felix tanpa berfikir panjang Prince langsung bergegas pergi ke sana dengan membawa senjata yang siap ia gunakan untuk membun*uh Dedric. Ia berjanji kali ini ia tidak akan memberikan orang itu selamat
Entah berapa banyak peluru yang ia keluarkan untuk menemb*k anak buah Dedric. Sungguh ia tidak peduli, ia hanya ingin gadisnya kembali, pengantin wanita yang seharusnya kini sudah bersanding bersamanya di pelaminan
"DIMANA ADEK GUE SIALAN!" Teriak Sam emosi
"Percuma, mereka gak bakal mau bicara. Sebaiknya kita cari sendiri" Ucap Bara
DORR
Anggota Avanger sibuk melawan anak buah Dedric yang rata rata bertubuh besar itu, karena hanya Prince yang membawa pist*l, ada beberapa yang membawa pisau lipat, dan selebihnya datang dengan tangan kosong
Prince masuk dengan diikuti Sam dan Felix, berlari menyusuri lorong mencari keberadaan Trisyel
"TRISYEL!" teriak mereka berharap ada suara yang bisa mereka dengar agar mereka tau keberadaan Trisyel. Jujur tempat ini sangat besar dan luas, butuh waktu lama untuk memeriksa setiap ruangan yang ada, mereka takut terlambat
"SAYANG PLEASE JAWAB AKU! KAMU DI MANA" teriak Prince. Matanya memerah menahan sakit dan marah dalam satu waktu
"SAYANG, KU MOHON BERTAHAN!"
"KALAU KAMU GAK BISA BILANG, SETIDAKNYA KASIH AKU ISTIRAHAT DI MANA KAMU SEKARANG"
Prince terus saja berteriak sambil mengecek beberapa ruangan yang telah ia lewati. Ia tidak akan putus asa, ia telah berjanji akan menjaga Trisyel dan membuat gadis itu aman, maka ia harus menepati janji itu
BRAK
Mata Mereka langsung tertuju ke belakang saat mendengar suara beling yang seperti di tendang dan mengenai dinding
"Prince itu Trisyel!" Kata Felix sedikit berteriak karena posisi Prince yang jauh di depan mereka
Prince langsung menatap ke arah belakang, matanya menatap lekat objek yang ia lihat. Trisyel, pengantin wanitanya, gadinya yang sejak tadi ia cari kini ada di depan matanya. Air mata Prince langsung menetes saat melihat keadaan Trisyel yang sangat menyedihkan dengan rambut urakan, kimono putih yang kini terlihat kotor bercampur darah yang sedari tadi mengalir dari wajah dan tubuh Trisyel
Matanya semakin melotot saat melihat perempuan yang ikut menyeret Trisyel. Carline, bagaimana bisa peremuan itu ada di sana
"Anjng, lo pasti sengaja tendang beling itu kan!" ucap Dedric penuh penekanan sambil menjambak rambut Trisyel
"Gue udah bilang bunuh aja!" Ucap Carline semakin panik
"BERHENTI, ATAU DIA BAKAL GUE TEMBAK!" Ancam Dedric saat melihat Sam berlari ke arah mereka dan diikuti Felix dan Prince. Ia menodongkan pist*l tepat di kepala Trisyel membuat gadis itu reflek menutup mata dengan air mata yang mengalir menandakan betapa takutnya ia sekarang
"Jangan berani lo sentuh adek gue!" Ucap Sam sambil menunjuk Dedric
Orang yang di tunjuk malah tertawa keras seperti orang gila "Siapa lo berani perintah gue?"
"Gimana Prince? Sakit gak liat orang yang lo cinta menderita kayak gini?" Ucap Carline sambil menatap Prince dengan smirk nya
"Binatang lo! Gue gak seharusnya kasih lo ampun, harusnya lo mati karena penjara gak cukup buat lo sialan!" Ucap Prince dengan rahang mengeras
"Mati? Yang seharusnya mati itu dia!" Dengan kasar Carline mendorong kepala Trisyel membuat Trisyel meringis tanpa suara
"Lo tau, gara gara dia hidup gue hancur! Dan gara gara dia juga lo jadi jauhin gue padahal lo tau gue adalah orang yang paling terobsesi sama lo. Bukan cuman itu, gara gara perempuan sialan ini juga gue mendekam dalam penjara, SEHARUSNYA DIA YANG MATI!"
"MASALAH LO SAMA GUE! JANGAN BAWA BAWA CALON ISTRI GUE ANJNG!" teriak Prince marah
Sakit, benar benar sakit saat melihat tubuh Trisyel yang bergetar dan penuh luka, air mata gadis itu terus mengalir tanpa henti. Trisyel menatap Prince dengan tatapan yang sangat menyakitkan bagi Prince, seolah berkata 'Tolong... aku takut' membuat Prince semakin tidak bisa menahan diri untuk mendekat ke arah gadisnya itu
"Calon istri? Hahahaha kayaknya gak bakal jadi deh, soalnya dia bakal_"
"ANJNG!" teriak Prince sambil menembak ke arah Dedric. Laki laki langsung memekik saat peluru itu mengenai lengan kanannya yang tengah menarik rambut Trisyel
Ia ingin kembali menembak ke arah Dedric namun sial, peluru yang ia punya sudah tidak ada lagi. Tidak ada pilihan lain selain berlari ke arah Dedric
Dedric langsung menarik rantai pada tubuh Trisyel, menyeret gadis itu untuk pergi diikuti oleh Carline. Sedangkan 2 orang anak buah Dedric menjadi penghalang untuk Prince, Sam dan Felix mengejar Dedric
Dedric dengan susah payah menyeret kasar tubuh Trisyel karena gadis itu memberontak. Tidak tinggal diam Carline pun ikut menyeret kasar Trisyel membawa gadis itu ke dalam mobil yang entah akan mereka bawa kemana
"Gue gak bakal biarin lo mati sekarang! Lo bakal jadi alat untuk kita balas dendam!" Ucap Dedric sambil tertawa dengan tawa yang terdengar seperti seorang psikopat
"Lo suruh gue nyetir?" Tanya Carline
"Terus siapa lagi? tangan gue luka, dan gak ada anak buah kita yang disini!" jawab Dedric "Cepetan sialan, atau Prince akan nemuin kita lagi" Geram Dedric
mau tidak mau akhirnya Carline mengambil alih kemudi. Beruntung tempat mereka menyimpan mobil tidak di ketahui oleh anggota Avanger membuat mereka dengan mudah membawa Trisyel
Carline langsung menjalankan mobil dengan kecepatan di atas rata rata, melewati jalan kecil di hutan itu yang tidak di ketahui oleh banyak orang. Namun yah tetap saja mobil mereka dapat di lihat oleh beberapa anggota Avanger membuat Carline terpaksa menambah kecepatan mobilnya meskipun ia sendiri takut. Tapi sepertinya ia lebih takut jika tertangkap dan kembali mendekap di penjara
"GUE GAK BAKAL LO BAHAGIA SAMA PRINCE! LO HARUS RASAIN APA YANG GUE RASAIN" _Carline
π₯π₯π₯