
Pulang sekolah
"Lah, kok lo udah ada di parkiran aja sih?" Tanya Trisyel heran
"Ya karena pengen pulang lah sayang" jawab Prince santai
Trisyel memutar bola matanya malas "Iya gue tau, tapi maksud gue kenapa lo duluan ke sini? perasaan kelas gue lebih dulu keluar dari kelas lo"
Prince terdiam sambil menatap langit, berpura pura tidak mendengar ucapan Trisyel
"Lo bolos ya makanya ada si sini? ngaku loh!" Tuding Trisyel
Lagi lagi tak ada jawaban membuat Trisyel langsung melayangkan tasnya pada Prince "Lo itu maunya apa sih? dateng ke sekolah tapi gak masuk kelas malah bolos gak jelas kayak gini. Mentang mentang ini sekolah punya keluarga lo, tapi bukan berarti lo bebas buat bolos!" Omel Trisyel
Prince hanya menutup telinga karena sakit mendengar suara Trisyel yang begitu menusuk di telinga "Lo ngerasa udah hebat banget? udah pinter banget? sampe sampe suka bolos kayak gini?"
"Ya pacar lo ini emang pinter, so gak perlu setiap hari mengikuti pelajaran. Ngebosenin tau gak" ucap Prince sambil tersenyum membuat Trisyel benar benar kesal dan kembali melayangkan tasnya pada Prince
"Aw sakit syel! Lo brutal banget sih!" Ucap Prince sambil menahan tas yang akan mengenai tubuhnya
"Udah akh males gue sama lo! Bolos aja lagi!"
Prince terkekeh melihat Trisyel yang cemberut "Meskipun gue suka bolos, tpi IQ gue di atas rata rata" Ucap Prince sombong "IQ gue mungkin di atas 200" Bisiknya pada Trisyel
"Paan sih, sombong banget" Trisyel menjauhkan tubuhnya
"Mau tes kecerdasan sama gue? biar lo percaya kalau_"
"Gak makasih! Cepetan buka pintunya, panas tau" Jawab Trisyel cepet
Prince hanya terkekeh kemudian membukakan pintu mobil untuk Trisyel
Sahabat sahabat mereka sudah pulang lebih dulu, karena tidak banyak pertanyaan seperti yang Trisyel lontarkan, belum lagi dengan perdebatan yang tidak akan ada habisnya jika tidak ada yang mau mengalah
_____
"Prince turun di depan dong, gue pengen beli cilok itu" Ucap Trisyel sambil menunjuk pedagang cilok di pinggir jalan
Tanpa berkata Prince langsung menepikan mobilnya
"Lo mau berapa? biar gue beliin"
Baru saja Prince menoleh pada Trisyel ternyata gadis itu sudah lebih dulu keluar dari mobil. Prince hanya menghela nafas sembari menggeleng pelan dan kemudian ikut turun
"Sini" Prince menarik tangan Trisyel untuk ia genggam
"Ya elah gue bukan anak kecil lagi, gue bisa jalan sendiri kali!"
Bukannya melepas tangan Trisyel, Prince malah menggenggamnya semakin erat membawa gadis itu untuk menyebrang jalan
"Mang ciloknya dong" Kata Trisyel
"Mau berapa neng?"
"Lo mau gak?" Tanya Trisyel pada Prince, cowo itu menggeleng sebagai jawaban
"20 rb aja mang"
Tidak begitu lama menunggu akhirnya cilok pesanan Trisyel sudah di genggaman gadis itu "Eh gue lupa bawa tas lagi" ucap Trisyel
"Gue juga lupa bawa dompet" jawab Prince "Lo tunggu sini dulu gue ambil dompet" Trisyel hanya mengangguk
"Pacarnya ya neng?" Tanya penjual Cilok
"Iya mang"
"Ganteng pisan ya, cocok atuh sama neng nya yang cantik"
Merendah untuk meroket YGY 🤣
Tak lama Prince datang dengan dompet di tangannya. Cowo itu memberikan uang 50rb satu lembar
"Ambil aja kembaliannya" kata Prince saat sang penjual seperti ingin mencari kembalian
"Akh benaran? makasih atuh" Prince mengangguk
Ia beralih menatap Trisyel yang sedang menikmati cilok di tangannya "Makannya pelan pelan, gak ada yang minta juga"
"Bodo" Gadis itu berjalan cepat meninggalkan Prince
Saat sudah berada dekat dengan mobil tiba tiba sebuah motor melaju dengan kecepatan di atas 80 menuju ke arah Trisyel yang sedang fokus dengan makanannya
melihat keadaan itu tentu saja Prince tidak tinggal diam, ia langsung berlari menarik tangan Trisyel untuk lebih ketepi
"WOY SIALAN!" teriak Prince marah tanpa sadar menyekal kuat tangan Trisyel hingga gadis itu meringis
Dari motor sang pengendara seolah Prince tau siapa orang itu, jelas itu adalah salah satu anggota TC. Meskipun orang itu tidak menggunakan jaket kebesaran TC tapi dari motornya Prince benar benar mengenalinya
Orang dengan helem full face itu sempat berhenti dan menoleh ke arah Trisyel dan juga Prince, saat melihat Prince yang hendak berlari ke arahnya membuat orang itu menancap gas dengan cepat
"Mau lari kemana lo sialan!" Teriak Prince sambil berlari
"PRINCE!" teriak Trisyel yang juga ikut berlari mengejar Prince
"Lo ngapain sih pake lari lari segala" Trisyel mencekal tangan Prince
"Lo gak liat apa yang dia lakuin ke lo tadi? Dia mau nabrak lo!" Geram Prince
"Iya gue tau, tapi lo ngapain lari? Emang lo fikir lo bisa ngejar dia dengan cara lari sedangkan dia ngebut pake motor? Lo bukan The Flash kalau lo lupa"
"Ini orang yang ngaku IQ nya tinggi?" Ejek Trisyel sambil terkekeh
Prince teriam menyadari kebodohannya. Cowo itu memeng memiliki IQ yang tinggi, tapi jika menyangkut tentang Trisyel cowo itu bisa berusaha bego seketika
Prince menghela nafas berat "Lo gapapa kan?" tanya nya memastikan
Trisyel mengangguk. Sebenarnya ia juga sempat takut dan syok, tapi ia tidak ingin menunjukkan itu pada Prince, ia takut Prince akan semakin murka. Hal yang paling Trisyel takutkan adalah jika sampai Prince membunuh orang yang hampir mencelakainya
"Gue gapapa" jawab Trisyel sambil tersenyum "Mereka salah satu musuh lo?"
Prince mengangguk "gue yakin dia salah satu anggota TC"
Prince menatap wajah Trisyel saat gadis itu terdiam dengan raut wajah yang sulit di artikan. Entah apa yang sedang gadis itu fikirkan
"Lo gak usah takut ya! Selama ada gue lo pasti baik baik aja, gue janji bakalan jagain lo. Selalu" Ucap Prince sambil menggenggam tangan Trisyel
"Engga! Siapa juga yang takut" Elak Trisyel "Udah yuk pulang, gue capek"
Trisyel melangkah hendak masuk ke dalam mobil, tapi Prince menarik tangannya untuk menghentikan langkah gadis itu
"Syel" Panggil Trisyel
"Hem?" Trisyel menoleh
"Percaya sama gue syel! Gue janji selama gue masih bernafas gue bakalan selalu jagain lo" Kata Prince tulus
Terlihat lengkungan pada sudut bibir Trisyel yang membuat wajah cantiknya terlihat sangat manis dan indah di pandang "Iya gue percaya sama lo. Gue percaya lo bakal selalu jagain gue, gue percaya lo gak akan biarin orang lain nyentuh apa lagi nyelakain gue, gue yakin lo gak bakal biarin gue terluka" Trisyel mengelus lembut punggung tangan Prince dengan tangan kirinya
"Prince.. gue percaya sama lo. Gue akan berusaha untuk selalu percaya sama lo"
****