PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
PENDARAHAN



Cklak


Suara pintu terbuka bersamaan dengan keluarganya dokter dari ruangan Prince


"Bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ken khawatir


Semua berdiri menunggu jawaban dari sang dokter. Trisyel menggenggam erat tangan Fanyya guna menetralkan perasaan takutnya


"Luka pada kepala saudara Prince cukup parah hingga ia mengalami pendarahan. Maka dari itu kami membutuhkan 5 kantong darah, persediaan di rumah sakit hanya ada 3 kantong, kami masih butuh 2 kantong lagi" jelas sang dokter


"Apa golongan darahnya dok?" tanya Jeje


"A+"


Ken terdiam, golongan darah Prince tidak sama dengannya melainkan sama dengan golongan darah Greta


"Om darah saya A+" ucap salah satu anggota Avanger


beberapa anggota Avanger di sana menawarkan diri untuk mendonorkan darah mereka untuk sang ketua, namun Trisyel menyela


"Biar aku aja, Prince kayak gini juga karena pengen nyelametin aku. Sekarang izinkan aku donorin darah buat dia" ucap Trisyel menatap Ken guna meminta izin


"Jadi bagaimana? Pasien butuh darah itu segera mungkin" ucap sang dokter


Ken menatap Trisyel kemudian mengangguk "Baik lah, kamu boleh mendonorkan darah untuknya"


Setelah mendengar itu Trisyel langsung di bawa oleh suster untuk melakukan pengecekan apakah Trisyel layak untuk mendonorkan darahnya


Entah apa yang terjadi di dalam ruangan membuat Trisyel terjebak di sana cukup lama hingga akhirnya keluar dengan wajah yang terlihat basah


"Lo gapapa?" Tanya Aurin


Trisyel menggeleng lalu tersenyum "Gue gapapa" jawabnya


🍁🍁🍁


3 Jam berlalu namun semua orang masih belum di izinkan masuk


"Mending lo makan dulu, ini udah siang dan lo belum makan apapun" Kata Bara pada Trisyel. Ia khawatir melihat wajah Trisyel yang tampak pucat


"Gue gapapa, dan kalau pun ada apa apa di sini rumah sakit jadi aman" jawab Trisyel sambil tersenyum tipis


"Lo gak boleh gitu lah! Lo abis donorin darah harusnya lo banyak makan!" Aurin menasehati


"Gue gak nafsu, gue pengen nunggu Prince sadar"


Ken yang mendengar itu lantas berjalan mendekati Trisyel sambil tersenyum "Kamu harus makan! Prince pasti sedih kalau liat kamu kayak gini"


Trisyel mendongak menatap Ken "Makan dulu sana, nanti kalau ada kabar dari Prince om pasti kasih tau kamu"


Trisyel menarik nafas dalam lalu membuangnya pelan "Janji ya om" Ken mengangguk


"Ya udah yuk ke kantin, kita makan dulu" Fanyya menarik pelan tangan Trisyel agar berdiri


"Lix jangan lupa telfon gue!" Kata Trisyel sebelum mereka benar benar pergi. Felix mengangguk


_____


Trisyel terlihat tidak fokus pada makanannya, ia hanya mengaduk aduk tanpa memakannya dengan pandangan yang entah kemana


"Syel makan!" Kata Fanyya


Trisyel tersadar dari lamunannya dan menatap kedua sahabatnya "Cepetan makan biar kita bisa balik ke sana lagi" sahut Aurin


Trisyel menunduk menatap pakainnya yang penuh darah tertutup oleh jaket milik Felix yang tadi sempat cowo itu berikan


"Gue takut... gue menyaksikan jelas bagaimana mereka mukulin Prince... gue takut, gue khawatir, tapi gue juga gak bisa berbuat apa apa. Gue ngerasa gue bego dan gak berguna, gue ngerasa bersalah sekarang" Lirih Trisyel. Gadis itu sedikit trauma dengan apa yang tadi terjadi, rekaman kejadian itu masih tersimpan jelas di ingatannya


"Udah gak usah nyalahin diri lo sendiri, ini semua bukan salah lo, tapi salah anak TC sialan itu! Beruntung mereka semua udah ketangkep sekarang"


"Semoga aja di temuin polisi sih" sahut Aurin


Entah lah Trisyel tidak tau harus bereaksi seperti apa, di satu sisi ia senang karena TC sudah tertangkap yang artinya semua permasalahan mereka dengan Avanger akan berakhir dan ia juga akan aman. Tapi di sisi lain ia takut terjadi sesuatu pada Prince yang masih belum sadar


"Tadi kak Sam telfon gue nanyain keadaan lo. Dia bilang mau jemput lo tapi gue larang karena gue tau lo masih pengen di sini" kata Fanyya dan di angguki cepat oleh Trisyel, gadis itu benar benar tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan Prince


Cling..


Satu pesan masuk pada ponsel Aurin


My Love❀


:Prince udah sadar dan boleh di jenguk


"Syel!" Aurin memperlihatkan isi pesan Bara pada Trisyel. Setelah melihat itu Trisyel langsung berlari tanpa menyelesaikan makannya. Padahal ia baru beberapa suapan memakan makannya


"Syel tunggu" Teriak Fanyya dan Aurin bersama


Dengan nafas memburu Trisyel berlari ke depan pintu ruangan UGD "Gimana sama Prince?" Tanya Trisyel to the poin


"Om Ken baru aja masuk, kalau lo mau masuk silahkan. Cuma 2 orang yang di izinin buat jenguk" kata Jeje memberi tau


Trisyel menghembuskan nafas pelan "Ya udah biarin om Ken duluan"


Tidak lama, hanya sekitar 10 menit Ken berada dalam ruangan Prince kemudian keluar "Syel, Prince nyariin kamu. Masuk gih!" kata Ken


Trisyel mengangguk dan dengan cepat masuk ke dalam ruangan Prince. Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang berbeda jam telah ia khawatirkan, dengan langkan berat dan pelan ia berjalan menuju brankar


Terlihat sosok laki laki dengan wajah penuh lebam dan kepala yang di perban tersenyum tipis padanya. Trisyel juga melihat tangan kiri Prince yang terbalut perban


"Prince.." Lirih Trisyel, gadis itu sudah berada di samping brankar


"Baju lo kotor... lo gapapa kan?" suara itu yang terdengar serak keluar dari bibir Prince


Trisyel menggeleng pelan "Harusnya gue yang tanya gitu sama lo.. Liat keadaan lo sekarang, dan.. tangan lo?"


Prince melirik ke arah tangannya "Oh ini? Cuman patah doang tapi masih bisa peluk lo kok tenang aja" jawabnya sambil terkekeh


"Dalam keadaan sekarat pun lo masih bisa bercanda kayak gini? Lo tau gak gimana perasaan gue? Gue khawatir sama lo setengah mati sialan!" Bentak Trisyel karena kesal dengan reaksi yang Prince berikan


Dengan cepat Prince menempelkan telunjuknya pada bibir Trisyel "Syutt ini rumah sakit jangan treak treak" peringat Prince


"Hiks hiks hiks.." Terdengar isakkan keluar dari bibir Trisyel bersamaan dengan keluarnya air bening yang membasahi pipinya


dengan cepat Prince menyeka air mata Trisyel "Jangan nangis dong syel! Gue gak suka liat lo nangis kayak gini, apalagi sekarang gue gak bisa bangun buat peluk lo"


"Hiks.. gue khawatir sama lo.. gue takut lo kenapa napa" Isak Trisyel


Prince mengelus pipi Trisyel dengan tangan kanannya "Gue gapapa kok, gue baik baik aja, apalagi sekarang darah lo mengalir di dalam tubuh gue, pasti gue akan cepet sembuh" Ucap Prince sambil tersenyum. Sebelumnya Ken sudah memberi taukan hal itu padanya


"Terima kasih ya karena lo udah donorin darah lo buat gue. Dan maaf karena bikin lo khawatir"


Trisyel menggenggam tangan Prince yang ada pada pipinya "Lo harus janji sama gue lo akan baik baik aja! Lo harus janji kalau lo bakal cepet sembuh"


Prince mengangguk kecil dengan sudut bibir terangkat "Gue akan cepet sembuh kok, gue gak mungkin biarin diri gue lama lama terbaring di rumah sakit karena gue punya tugas buat jagin Princess gue, gimana kalau ada yang godain dia? gue gak rela sama sekali"


Wajah Trisyel memerah mendengar ucapan Prince, ia mampu di buat salting hanya dengan ucapan Prince


"BTW lo belum ganti baju, darah gue bahkan udah kering di baju lo"


"Nanti gue ganti baju, yang penting lo baik baik aja dulu"


"Eh tapi ini lo pake jaketnya Felix?" Mata Prince memicing "Lo gak selingkuh di belakang gue kan?"


Trisyel mendengus "Ya enggak lah!" Jawabnya sewot. Terkadang cemburu Prince itu berlebihan membuat Trisyel merasa tidak nyaman, tapi sikap cemburu cowo itu membuat Trisyel sadar bahwa Prince benar benar menyayanginya


🍁🍁🍁