PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
SALAH FAHAM




Hari ini Trisyel di buat terkejut. TibaΒ² saja Trisyel di panggil ke ruang kepala sekolah dan semakin terkejut saat melihat siapa yang ada di sana


Ken Melvin, ya pria paruh baya yang berstatus sebagai ayah dari Prince itu ada di sana sendirian. Entah kemana perginya kepala sekolah


"Emm maaf om, kepala sekolahnya ada? Tadi saya di panggil ke sini" Kata Trisyel yang berdiri di ambang pintu


Ken tersenyum "Masuk lah" Titahnya


Dengan ragu Trisyel pun melangkahkan kakinya untuk masuk, percaya lah kini jantungnya sedang tidak biak baik saja


"Om yang memanggimu ke sini. Mari duduk" Trisyel tersenyum kaku lalu mengangguk


Cukup hening beberapa saat membuat Trisyel semakin merasa canggung


"Ada apa ya om manggil saya kesini?" Akhirnya Trisyel membuka suara


Ken menatap Trisyel dengan tatapan yang sulit di artikan membuat Trisyel seketika menunduk


'Duh kayaknya ini bakalan mirip sama sinetron ind"siar deh. Bapaknya gak restuin anaknya ama gue' Batin Trisyel


"Apa om bikin kamu takut?" Tanya Ken


"Iya. Eh masuknya enggak" jawab Trisyel cepat. Is meremas ujung roknya sambil mengumpat dirinya sendiri dalam hati


Terdengar kekehan kecil membuat Trisyel menatap ke arah sumber suara "Maafkan om jika om membuatmu takut. Ya begini lh tampang om, memang terlihat sedikit sadis" ucap Ken di sela sela kekehannya


Setelah puas berbasa basi akhirnya Ken pun mengutarakan tujuannya menemui Trisyel


"Syel.."


"Iya om?"


"Om boleh minta tolong gak sama kamu?" Tanya Ken


"Emm minta tolong apa ya om?"


"Boleh tolong bantu om untuk dekat kembali dengan Prince? Om ingin memperbaiki hubungan yang pernah rusak antara ayah dan anak" Ucap Ken


Trisyel diam sejak "Maaf om, tapi bagaimana caranya, Trisyel aja gak tau apapun tentang permasalahan kalian?" Kata Trisyel dengan sopan


Ken menarik nafas panjang kemudian menceritakan alasan retaknya hubungan antara Ken dan Prince


Trisyel mengangguk mengerti. Memang sulit berada di posisi Ken pada saat itu, di tinggalkan oleh wanita yang di cintai memang sangat menyakitkan. Namun Ia juga tidak bisa menyalahkan Prince, bagaimana pun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Dan itu lah yang Prince inginkan


"Kamu pacarnya Prince kan?" Trisyel mengangguk ragu


"Om mohon syel, om yakin kamu bisa membujuk Prince untuk menerima om lagi. Om merindukan anak om"


"Trisyel gak tau om, tapi Trisyel akan coba bicara sama Prince. Trisyel tau ini hanyalah sebuah kesalahan pahaman"


"KAMU PASTI BISA. OM AKAN BERIKAN APAPUN_"


Brak...


Tiba tiba pintu terbuka dengan kasar karena di tendang dari luar. Ken dan Trisyel terkejut melihat siapa yang datang


"APAAN INI!!!" bentak orang yang tak lain adalah Prince


Cowo itu berjalan cepat ke arah Trisyel dan menarik gadis itu untuk berdiri kemudian ia bawa ke belakang tubuhnya


Trisyel bingung bagaimana Prince bisa tau ia ada disini. Ia yakin ada yang memberi taunya. Trisyel sedikit merasa takut saat melihat mata merah Prince yang menunjukkan api amarah


"Papa, mau berikan apa untuk dia hah! Jangan pernah coba coba ganggu hubungan aku sama Trisyel!!" Ucap Prince tegas. Tanpa sadar ia mencekal tangan Trisyel semakin kuat


"Prince.." Lirih Trisyel


"Papa datang ke sini hanya untuk menyuruh Trisyel menjauh dari aku? Belum cukup papa buat aku menderita? BELUM CUKUP PA!!!" Bentak Prince


Ken menggeleng lemeh "Kamu salah faham Prince"


"CUKUP! SAYA TIDAK MAU DENGER APAPUN LAGI DARI ANDA, TUAN MELVIN YANG TERHORMAT. ANDA HARUS INGAT SATU HAL, JANGAN PERNAH IKUT CAMPUR APALAGI MENGGANGGU HUBUNGAN KAMI. ANDA TIDAK BISA MEMBERIKAN KASIH SAYANG DAN PERHATIAN ANDA PADA SAYA, JADI JANGAN BERFIKIR UNTUK MEMISAHKAN SAYA DARI GADIS YANG SAYA CINTAI! ADA SUDAH CUKUP EGOIS SELAMA INI!"


Tanpa menunggu jawaban dari Ken, Prince langsung menarik tangan Trisyel untuk keluar dari ruangan kepala sekolah itu


Prince terus menarik tangan Trisyel dan berjalan cepat tidak tau mau kemana, akhirnya Trisyel menarik tangan Prince untuk menghentikan langkah cowo itu


"Prince stop!"


Prince pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Trisyel dengan mata merahnya "Kenapa? Lo mau belain laki laki itu? Atau jangan jangan lo mau ninggalin gue kayak dia, gitu?" Kata Prince dengan penuh penekanan


"Prince kamu salah faham!" Prince terdiam


"Coba deh kamu dengerin dulu penjelasan aku, dengerin dulu penjelasan papa kamu" kata Trisyel


"Papa kamu cuman ingin memperbaiki hubungan sama kamu, itu aja"


"Ck gak guna!" Prince langsung melepaskan tangan Trisyel dari genggaman tangannya dengan sedikit kasar "Gue gak ada bahasa itu! Gue cuman pengen tau alasan tua bangka itu dateng ke sini dan nemuin lo. Gue yakin dia mau nyuruh lo buat jauhin gue kan, karena dia itu egois gak pernah mikirin perasaan gue" Ucap Prince sambil tersenyum smirk


"Kayaknya yang egois disini itu kamu bukan om Ken. Dia itu_"


"AAKHHH TERSERAH! LO ITU SAMA AJA, BELAIN AJA TERUS SAMPE LO PUAS. KALIAN EMANG GAK SUKA LIAT GUE BAHAGIA!" bentak Prince


Cowo itu langsung berjalan meninggalkan Trisyel begitu saja tanpa mendengar penjelasan Trisyel


🍁🍁🍁


Kelas


"Syel tadi lo kenapa di panggil ke ruang kepala seko_" Belum sempat Fanyya melanjutkan ucapannya tiba tiba matanya sudah terfokus pada pergelangan tangan Trisyel yang memerah "YA AMPUN SYEL TANGAN LO KENAPA?" tanya Fanyya dengan memekik


Trisyel meletakkan jari telunjuk pada bibirnya mengisyaratkan Fanyya untuk diam. "Gue gapapa, berantem dikit ama Prince" Jawab Trisyel setelah bolongnya bersentuhan dengan kursi


"Jangan bilang Prince main kasar sama lo? Wah gak bisa di biarin nih!" Fanyya berdiri dan siap untuk melabrak Prince namun dengan cepat Trisyel menahannya


"Jangan macem macem fan, gue gapapa. Lagian ini salah faham doang"


"Lo bikin Prince marah ya?" tanya Aurin dan Trisyel mengangguk


"Salah faham doang, tadi itu_"


Trisyel pun menceritakan semua kejadian di ruang kepala sekolah kepada Fanyya dan Aurin


"Oooh gitu. Lagian tu orang ngapain dah pake langsung ngelabrak segala, kan bisa nanya dulu" kata Fanyya, gadis itu sudah duduk di bangkunya


🍁🍁🍁


Pulang sekolah


"Lo anterin Trisyel ke rumahnya, gue ada urusan" kata Prince pada Jeje


"Lah, emang lo mau kemana?" Tanya Jeje namun Prince tak menjawab


"Pastikan dia pulang tanpa ada lecet sedikitpun. Dan ingat, jangan sampe lo macem macem sama cewe gue, kalau lo masih mau hidup!" ancam Prince


tanpa menunggu persetujuan dari Jeje Prince sudah lebih dulu beranjak pergi


"Prince kenapa lagi sih?" ucap Bara sambil menatap Prince yang semakin menjauh


"Gara gara liat om Ken sama Trisyel di ruang kepsek mungkin" jawab Felix. Jeje dan Bara seketika menatap ke arah Felix "Dah, buruan cabut"


_______


"Awww" Trisyel meringis saat merasa tubuhnya di tambrak seseorang dengan sangat kuat


"Ups sorry. Sengaja soalnya" ucap sang pelaku sambil terkekeh


"Lo kenapa sih nyari masalah mulu sama gue! Gak kapok apa di skors dari sekolah!" Ucap Trisyel dengan kesal


"Tau lo lin, gak ada kerjaan banget" Sahut Fanyya


Orang itu adalah Carline, ia dengan sengaja menubruk tubuh Trisyel dengan tubuhnya


"Karena gue gak bakal biarin lo bahagia di atas penderitaan gue! Dan asal lo tau, gue gak bakal biarin lo tenang jalanin hubungan sama Prince"


Fanyya mendorong kuat tubuh Carline hingga gadis itu hampir saja terjatuh jika tidak di tahan oleh Disti


"Heh main dorong dorong aja lo!" Ucap Disti


"Diem lo parasit!" Kata Fanyya dengan tajam kemudian beralih menatap Carline "Lo itu gak punya kaca atau emang gak pernah ngaca? Sadar dong Prince itu gak pernah anggap lo ada, di lirik juga enggak"


"Setuju" sahut Aurin sambil terkekeh


"Diem lo anjng!" Bentak Carline


"Lo yang seharusnya diem Jubaidah! Prince itu pacar gue, so gak ada urusan sama lo kalau gue deket deket sama dia! Mending lo yang ngejauh karena lo itu cuman hama pengganggu" kata Trisyel dengan tajam


Carline sudah naik pitam "Berani ya lo sama gue" gadis itu mengangkat tangannya siap untuk menampar Trisyel, namun untungnya seseorang menahan tangan Carline


"Mau apa lo? Jangan macem macem atau lo bakal gue laporin ke kepsek!" Ucap orang itu yang tak lain adalah Geral


"Lepas sialan, gue harus kasih pelajaran sama cewe gak tau diri itu" marah Carline


"Gue gak akan lepasin kalau lo masih mau nyentuh Trisyel" Jawab Geral


Carline tersenyum smirk "Mau jadi pahlawan kesiangan lo?" Ucapnya sinis


"Gak! Yang harusnya di kasih pelajaran itu lo biar gak semena mena sama orang"


"Ada apa ini?" Kata Felix yang baru tiba di parkiran bersama Bara dan Jeje


Dengan sedikit kasar Geral melepaskan tangan Carline


"Dia nyari masalah sama Trisyel" kata Aurin mengadu


"Lo ngapain si Trisyel lagi sih lin? Gak kapok apa lo nyari masalah" ucap Jeje


"Ck, gue heran apa sih istimewanya cewe sialan itu sampe semua orang mau belain dia!" Kata Carline


"Yang jelas dia jauh lebih baik dari pada lo" jawab Geral tegas


Carline menatap tajam ke arah Geral "Kenapa dia gak sama lo aja, kan cocok tuh! gue juga tau lo suka sama dia kan. Mending kalian pacaran aja dari pada dia ngerebut Prince dari gue"


seketika Fanyya dan Aurin tertawa "Ngerebut katanya guys.." kata Aurin sambil tertawa


Felix menatap tajam ke arah Carline dan Disti "Mending kalian pergi dari sini sekarang sebelum Prince tau hal ini. Gue rasa lo tau apa yang akan dia lakukan kalau tau kalian nyakitin gadisnya" kata Felix penuh penekanan


"Udah deh cepet bawa temen lo pergi sana!" Ucap Bara pada Disti


Setelah diusir akhirnya Carline dan Disti pun pergi


"Thanks ya ral" Ucap Trisyel dan di balas dengan senyuman oleh Geral


"Udah syel ayo gue anterin lo pulang" Kata Jeje yang dengan cepat menarik Trisyel menuju ke arah motornya


Geral tak mengejar ataupun protes, ia tau teman teman Trisyel tidak menyukai jika Trisyel dekat dengannya.


"Tunggu, kenapa jadi lo yang anterin gue pulang?" Tanya Trisyel bingung


"Iya je, si prince mana? Motornya juga gaada" kata Fanyya


"Dia udah cabut duluan, tadi dia sempet minta gue buat anterin Trisyel, iya kan lix, bar" Jeje menatap dua sahabatnya yang spontan mengangguk


"Emang dia kemana? kok gak ngabarin gue?" Tanya Trisyel namun orang orang yang di tanya malah mengangkat bahunya


🍁🍁🍁


Maaf ya kalau masih banyak typo. Maaf juga kalau ceritanya membosankan, kalau ada waktu aku bakal revisi dan mencoba untuk membuat cerita lebih baik lagi


TERIMAKASIH 😊