PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
RUMAH SAKIT




Rumah sakit, 14:00


Sejak pagi tadi Trisyel masih belum sadarkan diri, dokter mengatakan benturan di kepalanya cukup keras, mungkin karena itu Trisyel masih belum bangun


Di ruangan kini ada Fanyya, Aurin, dan juga Prince. Sedangkan di luar ada Felix, Bara, dan juga Jeje. Cowo cowo itu baru saja tiba di sana sepulang sekolah, karena memang mereka tak di izinkan keluar sebelum waktu pulang tiba


sedangkan Fanyya dan Aurin, sudah berapa di sana sejak Trisyel di bawa


"Gimana Fan, ada perubahan gak?" Tanya Prince cemas


Fanyya menggeleng pelan, matanya tampak sembab. Sepertinya gadis itu tadi menangis


"Kak" Kini pandangan mereka beralih pada seseorang yang baru saja tiba di ruangan itu. Matanya memerah dengan tubuh bergetar. Dengan langkah besar ia langsung mendekat ke brankar Trisyel, sudut matanya kini jelas menitikkan buliran bening


"Syel.. kakak disini" Ucapnya sendu. Orang itu adalah Kayzo. Ia baru tau setengah jam yang lalu karena tadi ia meeting jadi tak ada yang berani mengganggunya


Kayzo menggenggam erat tangan Trisyel sambil mengecup lama kening gadis itu dengan lembut "Syel, bangun yuk! Jangan kelamaan tidur nya cantik, kakak kangen" Katanya setelah mengecup lama kening Trisyel


3 orang yang sebelumnya berada di ruangan itu kini terdiam sambil memperhatikan Kayzo yang terlihat begitu terpukul dengan keadaan Trisyel. Mata Kayzo kini beralih pada seorang cowo yang berdiri di depannya


"Fan, bisa kamu keluar dan bawa teman perempuan kamu itu? Kakak ingin berbicara dengannya" Ucap Kayzo tanpa menoleh ke arah Fanyya yang berdiri di belakangnya


Fanyya menatap Prince yang hanya diam saja, kemudian beralih menatap Aurin. Sebenarnya ia takut Kayzo akan melampiaskan emosinya pada Prince, namun jika ia tidak keluar maka Kayzo akan semakin marah


Aurin mengangguk kemudian menarik pelan tangan Fanyya untuk keluar dari ruangan itu. Dan kini tinggal lah Kayzo, Prince, dan Trisyel yang terbaring lemah tak sadarkan diri


Kayzo berjalan mendekati sofa, menatap Prince seolah menyuruh laki laki itu untuk ikut duduk bersamanya. Prince yang faham pun langsung mengikuti


kedua cowo itu duduk di sofa dengan mata yang menatap ke arah gadis yang terbaring lemah. Hening karena tidak ada yang keluar dari mulut keduanya


"Kak" Panggil Prince akhirinya. Kayzo menoleh menatap Prince dengan ekspresi yang sulit di tebak


Prince menunduk "Maaf" Ucapnya pelan. Karena tidak ada jawaban dari Kayzo akhirnya Prince kembali menoleh "Aku benar benar minta maaf" Ucapnya sekali lagi


Kayzo menatap dalam manik mata Prince "Emang ini semua salah kamu?" Tanya Kayzo namun Prince tak menjawab, cowo itu merasa sangat bersalah sekarang


"Apa kamu yang telah menyakiti adikku? Apa kamu yang telah membuatnya terluka hari ini? Apa kamu yang membuatnya masuk rumah sakit?" Prince menggeleng lemah


"Lalu kenapa kamu minta maaf?"


"Karena aku gak bisa jaga Trisyel dengan baik. Memang bukan aku yang menyakitinya, tapi aku adalah penyebabnya" Jawab Prince "Pukul aku sebagai gantinya" Cowo itu sudah menyiapkan diri jika Kayzo akan menyerangnya sekarang


Kayzo terkekeh pelan, namun kekehan itu terdengar sangat hambar "Aku tau" Ucap Kayzo membuat Prince mengernyit bingung "Orang yang telah menyelakai Trisyel adalah orang yang sangat terobesi padamu, iya kan?"


Prince mengangguk "Aku tidak menyalahkanmu. Karena ini juga bukan kemauanmu"


"Tapi_"


"Aku mengenal adikku lebih dari siapapun. Trisyel bukan gadis yang lemah, bukan gadis yang mudah mengalah dan di jatuhkan begitu saja" Kayzo memotong ucapan Prince


"Ini semua karena memang pada awalnya dia itu tidak sehat. Tubuhnya sudah lemah karena demam sebelum kejadian itu, makanya dia tidak bisa melawan"


Kayzo terkekeh dengan pandangan lurus ke arah Trisyel "Kalau saja dia sehat, dia tidak mungkin seperti ini" Ucapnya di sela sela kekehannya


Prince diam karena tidak mengerti ucapan Kayzo


"Kamu tau Prince? Trisyel itu lebih kuat dari apa yang kamu dan orang lain lihat_"


"Dia adalah gadis yang keras kepala, manja dan moodyan. Dia bukan gadis lemah Prince, dia itu nakal" Lagi lagi Kayzo terkekeh


"Jika saja Trisyel hari ini tidak sakit, gadis nakal itu pasti sudah membalas apa yang orang itu lakukan padanya"


"Di jambak? Oh dia akan lebih parah, bisa saja rambut orang itu dibikin botak olehnya.


Di tampar? Oh dia tidak akan tinggal diam, sebelum tangan itu mengenai pipinya akan lebih dulu di patahkan oleh gadis nakal itu, dan mungkin saja dia akan balik menampar sampai gigi gigi orang itu ikutan rontok


Dan mungkin saja yang masuk ke rumah sakit itu bukan Trisyel, tapi orang yang telah berniat menyakitinya" Kayzo tertawa membayangkan betapa beringasnya Trisyel


Sedangkan Prince, cowo itu kaget mendengar ucapan Kayzo. Benarkah Trisyel seberingas itu?


"Jangan ragukan gadis nakal itu. Sudah ku katakan dia bukan gadis lemah. Tapi meskipun dia tidak lemah, bukan berarti dia akan terus kuat. Dia tetap butuh seseorang orang untuk melindungi dan membantunya berdiri"


Kayzo menepuk pelan punggung Prince "Banyak hal yang belum kau ketahui tentangnya, dan aku tidak akan memberi tau itu, biar kamu sendiri yang mencari tau" Prince mengangguk faham


"Aku tidak menyalahkan kamu, tapi aku tetap minta tolong untuk menjaganya sebisamu"


"Pasti! Aku pasti akan menjaganya. Karena, aku mencintainya" ucap Prince yakin


🍁🍁🍁


Jakarta, 19:04


"Enghhh" Lenguh Trisyel. Gadis itu mengerjakan mata menyesuaikan dengan cahaya


Kayzo yang mendengar itu langsung mendekat "Syel.." Ucapnya lembut seraya tersenyum


"Kakak.. Syel dimana?" Tanyanya dengan suara serak


gadis itu baru saja sadar setelah 12 jam pingsan. Lama sekali epribadeh...


"Syel udah di syurga ya?" ucapnya polos dengan cepat Kayzo mencubit lengan Trisyel karena kesal dengan ucapan adiknya itu


"Aww sakit tau" Protesnya


"Ngapain ngomong gitu, kakak gak suka!"


"Lagian ini ngapain putih putih, kayak di syurga aja" Ucapnya kelewat polos, karena memang ruangan ini dominan berwarna putih


"Emang kamu pernah liat surga?" Trisyel menggeleng sambil menyengir membuat Kayzo mendengus


"Emang di surga ada infus? ada obat obatan? terus bisa rasain sakit juga, gitu?" Ucap Kayzo mulai lelah menghadapi adiknya ini


"Iya juga ya" Trisyel mengangguk "Bego banget si kak Kay, gitu doang pake nanya, jelas ini di rumah sakit lah"


"Lah kok kakak?" Kayzo menunjuk dirinya sendiri


"Lah kan emang itu kakak, siapa yang bilang Firaun"


Kayzo melotot, kenapa jadi dirinya yang kena "Serah kamu deh" Ucapnya pasrah. Karena memang wanita itu tak pernah salah


_____


Trisyel baru selesai menghabiskan makanannya, karena memang ia belum makan sejak pagi tadi


"Ada lagi yang kamu pengen makan?" Trisyel menggeleng


"Aku bosen" adunya pada Kayzo. Karena memang Kayzo tidak mengizinkan gadis itu memainkan ponselnya, padahal ia ingin sekali membaca novel online


"Bentar lagi Fanyya dan temen baru kamu kesini" Kata Kayzo. Karena kedua gadis itu bersikeras untuk menemani Trisyel malam ini, sedangkan Kayzo, cowo itu belum pulang sejak dari kantor, bahkan ia belum mandi dan berganti pakaian


Tak lama Fanyya dan Aurin pun tiba


"Fan, kakak titip Trisyel bentar ya. Kakak mau pulang dulu, nanti kesini lagi" Ucap Kayzo


"Syel, kakak pulang dulu ya" pamit Kayzo


"Iya. Jangan lupa bawain coklat" Kayzo mengangguk kemudian keluar dari sana


"Syel lo apa kabar?" Tanya Aurin. Kini ia dan Fanyya sudah berada di dekat brankar Trisyel


"Noh liat, pala gue bolong gegara ulat bulu" Ucapnya kesal sambil menunjuk kepalanya yang di perban. Fanyya dan Aurin terkekeh pelan, mana ada sampe bolong


"Kenapa dia sampe nyerang lo sih?"


Trisyel mendengus kesal sambil bersedekap dada "Semua ini karena Prince. Kayaknya gue sial deh semenjak ketemu dia"


Fanyya dan Aurin saling pandang "Kok lo nyalahin Prince?" Tanya Fanyya


"Ya ulat bulu itu kan nyerang gue karena cemburu cowonya deketin gue. Padahal mah gue gak respon cowonya dianya aja yang kekeh deketin gue, main bikin pengumuman lagi, kan gue malu anjng"


"Lo kalau marah suka merembes ke mana mana ya" Aurin menggeleng pelan


Fanyya memutar bola matanya "Asal lo tau ya, tu cowo yang lo umpat adalah orang yang udah balas dendam lo sama Carline"


Trisyel mengernyit bingung. Fanyya menarik nafas pelan dan akhirnya menceritakan semua kejadian setelah Trisyel kehilangan kesadarannya


"WTF?" Trisyel memekik tak percaya "Lo serius?"


"Menurut lo?"


"Gila sampe di cekek. Mati gak tuh?" Kata Trisyel sambil tertawa


"Heh!" Dengan reflek Fanyya memukul pundak Trisyel membuat gadis itu sontak meringis "Eeeh sorry gak sengaja" Sesalnya sambil mengusap bekas pukulannya


"Sialan lo" Dengus Trisyel


"Udah berani ngomong kasar ya lo sekarang" Ucap Aurin


Trisyel terkekeh "Lagi mood aja" Ucapnya santai. Fanyya dan Aurin serampak menggelengkan kepalanya


"Kenapa tuh cowo ngamuk ngamuk ya?" Tanya Trisyel tiba tiba


"Siapa?"


"Ya Prince lh jubaidah" Jawab Trisyel ngegas


"Ooh" Aurin hanya ber ohria


"Jelas karena dia gak terima cewenya di aniaya lah" jawab Fanyya membuat Trisyel seketika melotot


"GUE BUKAN CEWENYA!"


Dengan cepat Fanyya menutup kupingnya "Gak usah teriak juga, ini rumah sakit!" Peringat Fanyya


"Lagian lo nyebelin" Ketus Trisyel. Gadis itu bersedap dada


"Prince itu beneran sayang sama lo, bahkan dia hampir bunuh Carline. Gila kan? Dia gak mikir tuh konsekuensinya, bisa aja dia masuk penjara" Celetuk Fanyya


"Oooh" Gadis itu hanya ber Ohria seolah tak peduli dengan apa yang Fanyya katakan


🍁🍁🍁


21:02


Kayzo baru sampai di ruangan Trisyel, karena memang jarak yang lumayan jauh


"Ekhem" Kayzo berdehem membuat 3 gadis yang sedang asik menonton itu sontak melihat ke arah sumber suara


"Eeh udah sampe ternyata. Coklat Syel mana?" Tanya Trisyel dengan nada manja


Kayzo mendekat dengan tangan memegang satu kantong penuh makanan


"Ets.. tunggu dulu" Kayzo menarik kembali kantong itu saat tangan Trisyel terangkat ingin meraihnya


Trisyel mengerucutkan bibirnya "Kakak" Rengeknya membuat semua orang di ruangan itu terkekeh


"Nih" Kayzo menyerahkannya "Tapi inget, jangan ngemil mulu! Makanan utama juga harus di makan" Trisyel mengangguk faham


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu. Tak lama setelah itu muncul seorang laki laki dengan tubuh kekar masuk ke dalam ruangan


"Permisi" Suara itu mengagetkan Trisyel. Dengan susah payah ia menelan salivanya sambil melirik ke arah Kayzo


Fanyya yang mengerti situasi langsung menyenggol pelan lengan Trisyel


"Mampus gue, ngapain tu orang kesini" Gumamnya pelan yang hanya di dengar oleh Fanyya dan Aurin


"Maaf, boleh aku masuk?" Tanya laki laki itu pada Kayzo


Kayzo tak menjawab, ia hanya berjalan menuju sofa dan meletakkan beberapa barang di sana. Ekspresi wajahnya terlihat begitu datar membuat Trisyel menegang


Hanya berselang beberapa detik Kayzo kembali berjalan mendekat ke arah Fanyya dan Aurin. "Ayo keluar" Ajaknya sambil menarik kedua tangan gadis itu


"Eh tapi kak" Trisyel berucap namun tak di gubris oleh Kayzo


"Batas waktu sampai pukul 21:30" Ucap Kayzo di ambang pintu


Trisyel mengernyit bingung, kenapa kakaknya tidak melarang Prince masuk, malahan membiarkan mereka bedua di ruangan itu


Prince tersenyum dan mendekat ke arah Trisyel, cowo itu duduk di kursi samping brankar Trisyel


"Ngapain lo kesini?" Ucap Trisyel sinis


"Gue pengen jengukin lo" Jawab Prince


"Gak perlu, mending lo pulang sekarang"


Prince menggeleng pelan "Syel please liat gue sebentar aja" pintanya dengan lembut karena Trisyel sama sekali tak melirik ke arahnya, gadis itu asik bersedap dada dengan pandangan rulus ke depan


"Gue gak mau kakak gue marah liat lo datang ke sini! So sekarang lo pergi, pintu keluar ada di sana!" Tunjuk Trisyel pada pintu


"Kakak lo udah kasih gue kesempatan sampai pukul setengah 10" Trisyel terdiam, benar juga. Kakaknya sendiri yang memberikan Prince peluang untuk berdua dengannya di ruangan


"Gue khawatir sama lo Syel. 12 jam lo gak sadarkan diri" Sebenarnya Prince ingin sekali menggenggam tangan Trisyel, namun ia tak berani karena takut Trisyel akan semakin marah dan menjauh darinya


"Ini semua juga gara gara lo!" Trisyel akhirnya menatap Prince namun dengan tatapan tajam "Gara gara lo cewe sialan itu ngamuk sama gue, dia cemburu karena ngira kalau gue beneran udah pacaran sama lo!"


Prince terdiam


"Gue pengen banget balas tuh cewe, Untung gue lagi sakit, kalau enggak udah gue masukin selokan tuh orang" ucapnya geram


"Asal lo tau ya! Gue gak selemah apa yang lo liat tadi! Bahkan gue bisa lebih daripada si ulat bulu itu"


🍁🍁🍁