PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
DISERANG




"PRINCE!"


Prince dan Trisyel pun langsung menoleh ke arah sumber suara


"Ada apa Je?" Tanya Prince


"Sekolah kita di serang sama anggota TC" jelas Jeje


Mata Prince memerah, ia mengepalkan tangannya sambil menggeram marah. Berani sekali mereka mengganggu tempatnya


"Beritahu pada seluruh anggota Avanger yang ada di sini untuk melindungi setiap orang, pastikan tidak ada yang terluka. Dan jangan lupa telfon polisi segera!" Titah Prince


Jeje langsung mengangguk dan segera keluar untuk mengamankan para siswa dan juga guru. Semua anggota Avanger berpencar dan mengarahkan seluruh orang di sekolah untuk ke belakang sekolah yang tidak ramai orang ketahui. Karena itu adalah tempat biasanya mereka lari dan bolos


sedangkan di perpustakaan, Prince berusaha melindungi Trisyel. Entah mengapa serangan di daerah perpustakaan lebih kuat, seolah mereka tau bahwa Prince ada di dalam sana


Prince melindungi Trisyel dengan tubuhnya, berusaha membawa gadis itu keluar dan mencari tempat aman


Bugh


"AA" Suara teriakan Trisyel bersamaan dengan jatuhnya batu di depannya. Tubuh Trisyel bergetar karena takut


"TERNYATA DIA GADIS LO?" ucap seseorang dengan nyaring di samping kiri mereka


Sontak keduanya menoleh, saat melihat seseorang yang sangat Prince kenali berdiri tak jauh dari mereka membuat mata Prince menatap nyalang


"APA YANG LO LAKUIN DI SINI SIALAN!" bentak Prince


"Kami? Akhh kami hanya sedang bermain main Prince" Jawab orang yang tak lain adalah Dedric


Tangan Prince mengepal kuat, urat leher dan tangannya terlihat jelas dengan mata tajam yang memerah mengisyaratkan kemarahan


"KALAU LO DENDAM SAMA GUE SERANG AJA GUE, JANGAN BIKIN RUSUH DI SINI. LO UDAH BIKIN BANYAK ORANG CELAKA SIALAN!" Geram Prince


"Apa gue peduli? Oh tentu tidak" jawab Dedric sambil terkekeh


"Oh ya, gue ingin bertanya sekali lagi. Apa dia kekasih lo? Wanita bernama TRISYELIS AQASYILA" Ucapnya sambil menyeringai


Trisyel yang sedari tadi terdiam karena ketakutan kini menatap Dedric dengan kening mengerut mendandakan kebingungan. Banyak pertanyaan yang kini bersarang di otaknya, namun yang paling membuatnya penasaran ada apa antara Prince dan cowo ini?


"Jangan berani berani lo macam macam sama dia, kalau lo masih pengen hidup!" Ancam Prince serius


lagi lagi cowo di depannya ini hanya terkekeh "Baik lah gue gak bakal nyentuh dia kecuali_ kalau gue butuh"


Prince menggeram "JANGAN MAIN MAIN SAMA GUE DEDRIC!" suara Prince menggelegar


Dorr..


"Akh" Dedric terperanjat saat peluru melesat sempurna tepat di antara kedua kakinya


"JANGAN BERANI BERANI MENYAKITI NONA KAMI!" bentak seseorang yang sedang memegang pistol dan menodong ke arahnya


Tanpa bertanya Trisyel pun sudah tau bahwa dua orang yang ada di sana adalah bodyguard utusan kakaknya. Setelah melihat dua pria itu Trisyel kini bisa bernafas lega


Selang beberapa detik suara sirine polisis yang mulai mendekat pun terdengar jelas. Tidak, Dedric tidak ingin tertangkap, dengan cepat ia perlari untuk menjauh dari aera ini di ikuti oleh anak buahnya


Kedua bodyguard itu pun dengan cepat mendekat ke arah Trisyel "Anda baik baik saja nona?"


Tisyel masih membeku, apa yang baru saja ia alami membuatnya syok "Kami adalah bodyguard yang di suruh oleh tuan Kenzo untuk menjaga anda nona"


Masih tidak ada jawaban, gadis itu masih mematung, namun kini pandangannya beralih pada Prince. Ia menatap Prince dengan raut wajah penuh tanya


"Bawa dia pergi!" Titah Prince. Ini bukan saatnya menjelaskan semuanya pada Trisyel, ia ingin gadis itu aman dulu "Pastikan dia aman dan selamat sampai rumahnya! Jangan biarkan orang asing masuk ke area sana!"


Kedua bodyguard itu mengangguk dan langsung membawa Trisyel pergi. Gadis itu hanya mengikut saja karena bibirnya seolah kelu untuk berbicara


🍁🍁🍁


Kini Guru guru dan inti Avanger sedang berhadapan dengan polisi, menjelaskan kronologi yang terjadi beberapa saat yang lalu


Beberapa siswa terluka karena terkena lemparan batu dan juga pecahan kaca, tak sedikit pula fasilitas sekolah yang hancur akibat serangan tadi


"Baik lah, terimakasih untuk kerja samanya. Kami akan menyelidikinya" Ucap polisi kemudian berjabat tangan dengan kepala sekolah


"Prince! Trisyel di mana? dia gapapa kan?" tanya Fanyya panik


pasalnya sejak kejadian itu Fanyya tidak melihat keberadaan Trisyel, ia takut sahabatnya terluka


"Dia aman" Setidaknya untuk sekarang Batin Prince sambil menghela nafas


"Lo jangan bohong! Kenapa muka lo kayak gitu!" Bentak Fanyya lagi


"Fan tenang! Trisyel baik baik aja!" Ucap Felix menenangkan


"Dia udah di bawa pulang sama bodyguard suruhan kakaknya!" kata Prince


Fanyya dan Aurin pun bernafas lega


"Beritahu pada seluruh anggota untuk berkumpul di markas sekarang juga!" Titah Prince


"Baik!" Jawab Felix tegas. Cowo itu mengotak atik ponselnya, setelah itu ia menatap Fanyya


"Gue gak bisa anterin lo pulang sekarang! Lo sama Aurin bisa pulang di anter sama anak Avanger!" Ucap Felix


Fanyya dan Aurin yang mengerti kondisi pun langsung mengangguk "Dafa sama Rio anterin mereka!" Titah Bara


Kedua orang itu mengangguk dan langsung mengantar Fanyya dan Aurin pulang dengan selamat


Sedangkan anggota Avanger kini sedang berkumpul di markas mereka. Kekacauan yang di lakukan TC tadi tidak bisa di diamkan, ini benar benar keterlaluan hingga mencelakai banyak siswa


"Kita harus susun strategi untuk menyerang. Kali ini mereka gak bisa di biarin!" Ucap Bara tegas


"Setuju!" Seru semua anggota Avanger


"Kalau gitu serang aja langsung! Tangan gue udah gatel pengen nonjok mereka satu satu" Ucap Jeje


"Gue gak setuju" Tegas Prince. Semua orang menatap bingung ke arahnya, biasanya ia lah orang yang paling semangat untuk menyerang bahkan tanpa strategi sekalipun


"Kenapa lo? Biasanya lo yang kebelet pengen nyerang musuh. Lo gak lupa kan sama kejadian tadi?" Kata Bara bingung


"Kita gak bisa nyerang mereka sekarang, karena akan ada korban!"


"Maksudnya?" Tanya salah satu anggota


"Orang yang dekat dengan kita dan orang yang kita cintai akan menjadi sasaran mereka! Mereka berusaha menyerang kita melalui kelemahan yang mereka lihat" Jelas Prince "Fanyya, Aurin, dan terutama Trisyel akan menjadi sasaran mereka. Gak nutup kemungkinan orang kalian sayangi juga akan kena imbasnya"


"Pengecut!" Umpat Bara emosi


"Lalu kita harus bagaimana pak bos? Kita gak mungkin diam aja kan?" Ucap anggota lainnya


"Kita harus selidiki dulu siapa dalang dari semua ini. Gue yakin ada penghianat di sekolah kita"


Felix mengangguk setuju "Benar. Gak mungkin mereka bisa masuk ke area sekolah dengan mudah tanpa ada campur tangan dari dalam"


"Oh iya gue baru ngeh. Pas kejadian tadi gak ada satupun satpam yang jaga gerbang sekolah kan, apa jangan jangan mereka penghianatnya?" Tuduh Jeje


"Gak! Gue yakin bukan mereka, mereka gak ada hubungannya sama kita. Ini pasti ulah salah satu murid sekolah yang gak suka sama kita!" Kata Prince


"Jadi gini, tadi gue udah sempet introgasi satpam sebelum polisi datang. Mereka bilang mereka itu di suruh sama murid utusan kepsek untuk ke kantin karena kepsek yang ingin teraktir mereka makan. Terus keadaan kacau waktu mereka lagi makan, karena melihat banyak murid yang berlari ketakutan jadi mereka ngebantu murid murid dan gak fokus sama anggota TC yang lagi nyerang" Jelas salah satu anggota Avanger yang bernama Zaki


"Mereka bilang gak siapa orang yang nyuruh ke kantin itu?" Tanya Felix


Zaki menggeleng "Mereka cuman bilang orang itu menggunakan topi dan masker berwarna hitam" kata Zaki


"Kita bisa cari tau melalui CCTV!"


"Kita harus segera selidiki ini dan cari siapa penghianatnya. Dengan begini akan lebih mudah untuk kita menyerang TC"


"Jangan lupa untuk melindungi orang yang ada di sekitar kita! Jangan sampai mereka menjadi sasaran empuk musuh"


"Intinya jangan lengah!"


Semua anggota Avanger mengangguk setuju dan mulai menyusun rencana untuk mencari tau siapa dalang dari semua ini. Kini misi mereka bertambah sulit, harus menghadapi TC, mencari tau siapa si penghianat itu, dan juga melindungi orang di sekitar mereka


🍁🍁🍁