PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
HISTERIS




Brak....


Darah segar mengalir deras membasahi aspal.


"P-princeee" Ucap Trisyel lirih


Ya, bukan darah Trisyel yang mengalir deras, bukan juga Trisyel yang tertabrak melainkan Prince. Entah bagaimana Prince bisa tiba tiba ada di sana dan menyelamatkan Trisyel. Cowo itu berlari dari arah kiri jalan dan mendorong kuat tubuh Trisyel hingga hadis itu terpental ke pinggir jalan, karena tidak sempat mengelak alhasil Prince yang yang tertabrak


Tubuh Trisyel menegang, air matanya mengalir deras "P-princeee" panggilnya lagi


Dengan merangkak Trisyel mendekat ke arah tubuh Prince yang tergeletak tak berdaya. Tubuhnya di penuhi darah yang keluar dari arah kepala, hidung, bahkan mulutnya. Beberapa bagian tubuhnya pun terdapat luka yang mengeluarkan darah


Trisyel mengangkat pelan kepala Prince membawanya kedalam pelukannya "Prince, bangun..." Trisyel menepuk pelan pipi Prince


Cowo itu membuka matanya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman "Syel.." Tangan Prince terangkat memegang tangan Trisyel yang berada di pipinya "Lo- ukhuk.. ukhuk... Lo ga- gapapa kan?" Kata Prince dengan terbata


Trisyel menggeleng lemah "Apa yang lo lakuin? Lo udah gila ya!" Maki Trisyel


Prince lagi lagi tersenyum "Gue cuman pengen nyelametin orang yang gue sayang!"


"BODOH! Lo bodoh tau gak!" Teriak Trisyel


"Akhhh.. shhh" Prince meringis merasakan sakit di sekujur tubuhnya


"Hiks.. Prince, prince!!! Bangun Prince, hiks.." Trisyel menggoyang goyangkan tubuh Prince saat cowo itu menutup matanya, kesadaran Prince kini menghilang


Rival dan driver Trisyel mendekat "Non" kata sang Driver


"CEPET BANTU BAWA TEMEN SAYA KE DALAM MOBIL! KITA HARUS BAWA DIA KE RUMAH SAKIT SEKARANG!" Titah Trisyel


"Iya non"


Trisyel semakin menangis histeris, baju putihnya kini sudah berubah merah karena darah Prince, bukan hanya itu tapi tangan dan kakinya pun ikut terkena darah Prince


"Kak maafin aku" Lirih Rival karena merasa bersalah


Trisyel menggeleng pelan "Kamu ikut kakak dulu ya, nanti kakak anterin pulang" Ucap Trisyel, dan Rival pun mengangguk


🍁🍁🍁


Rumah sakit


Kini Prince sedang berada di ruangan ICU, mendapatkan penanganan khusus dari dokter


Tadi saat di mobil Trisyel sempat mengabari sahabat sahabatnya terasuk sahabat sahabat Prince juga


"Pak, tolong antar Rival pulang ke rumahnya dengan selamat" Pinta Trisyel


"Tapi non bagaimana?"


"Teman teman saya sebentar lagi akan datang. Gak usah khawatir, tolong bilang juga sama kak Kay, kalau saya baik baik saja"


Sang Driver pun mengangguk


"Val, maafin kakak ya gak bisa anterin kamu ke rumah. Kakak harus di sini buat nemenin teman kakak" Kata Trisyel berusaha menjelaskan pada Rival


anak itu mengangguk "Kamu gak usah khawatir apapun ya, semua akan baik baik saja"


"Tapi kakak luka" kata Rival


"Gapapa, nanti minta tolong dokter obatin. Sekarang kamu pulang ya, kasian nanti orang tua kamu nyariin"


"Iya kak"


"Kamu masih ingat kan alamat kamu?" Rival mengangguk lagi


"Ya udah, nanti kasih tau sama om nya ya, biar om yang anterin"


"Ival boleh bawa pulang kucing ini?" Ucapnya sambil menunjuk kucing yang ia gendong.


Trisyel tertawa pelan "Iya boleh"


Akhirnya Rival pun di antar oleh Driver Trisyel, sedangkan gadis itu mondar mandir tak jelas di depan rungan Prince. Tangannya meremas satu sama lain dengan air mata yang tak berhenti mengalir


"Trisyel" Panggil Fanyya, mereka semua berlari ke arah Trisyel


dengan cepat Trisyel memeluk erat tubuh Fanyya dan Aurin untuk meluapkan perasaannya. Dapat Fanyya dan Aurin rasakan tubuh Trisyel yang bergetar kuat dengan isakan yang terdengar jelas dari bibirnya


"Duduk dulu ya, tenangin diri lo" Kata Fanyya yang sudah melepaskan pelukkannya


"Syel, gimana keadaan Prince?" Tanya Felix yang jelas saja khawatir


Trisyel menggeleng "Hiks.. hiks.. gue juga gak tau"


"Kenapa bisa kayak gini syel?" tanya Jeje pelan, karena takut akan menyinggung perasaan Trisyel


"bentar dulu deh Je, biarin Trisyel tenangin diri dulu" Sahut Aurin sambil tangannya mengusap punggung Trisyel


Trisyel menangis sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Fanyya, ia masik syok dengan apa yang terjadi


Setelah kurang lebih 15 menit akhirnya tangis Trisyel mereda


"Nih minum dulu" Felix memberikan satu botol air putih pada Trisyel


gadis itu menerimanya dan meminumnya "Thanks" ucapnya dan Felix hanya mengangguk


Setelah merasa tenang akhirnya Trisyel membuka suara dan menceritakan semua kejadian yang dia ingat, namun ia tak menceritakan bagaimana Prince bisa ada di sana, karena memang ia sendiri tidak tau


"Lo tenang dulu ya, kita doain aja semoga Prince gapapa" kata Bara


"Tapi tadi gue liat Prince banyak mengeluarkan darah, itu... itu tadi.. hiks.." Tangis Trisyel kembali pecah


"Syutttt udah udah, tenang ya" Fanyya mengelus lembut rambut Trisyel


Tak lama setelah itu Kayzo tiba di sana sambil berlari ke arah Trisyel. Trisyel yang melihat Kayzo pun langsung bangkit dan memeluk erat tubuh kakaknya. Untuk kesekian kalinya gadis itu kembali menangis


"Kak... Prince kak... dia.. hiks hiks.."


"Syutttt... gapapa, semua akan baik baik aja. Kamu jangan nangis lagi ya, adik kakak kan kuat" Ucap Kayzo yang masih memeluk erat tubuh adik kecilnya itu


______


3 Jam telah berlalu, namun tidak ada pergerakan dari Prince. Padahal dokter sudah lama keluar dari ruangan itu, namun tetap saja Prince belum sadarkan diri


"Syel.. baju lo kotor. Mending lo pulang dulu deh buat ganti baju" Usul Aurin


Trisyel menggeleng cepat, gadis itu sedang duduk di kursi samping brankar. Trisyel sambil menggenggam erat tangan Prince "Gue mau temenin Prince di sini" Katanya dengan lemah


"Tapi pakaian lo penuh darah, dan lo juga belum makan dari tadi siang" sahut Fanyya


"Tapi gue gak mau ninggalin Prince!!"


"Lo gak usah khawatir, ada kita disini. Kita akan jagain Prince" Kata Bara


"Syel..." Bujuk Kayzo "Pulang dulu yuk, ini udah malam, kamu belum makan dan ganti pakaian"


"Tapi aku gak mau pergi kak, aku takut Prince kenapa napa hiks.." Tolaknya


"Hey, tadi dokter udah bilang kalau Prince baik baik aja kan. Dia cuman butuh waktu buat sadar" Kayzo mengelus lembut rambut Trisyel "Kita pulang dulu ya, besok kakak temenin kamu kesini lagi" Bujuk Kayzo


"Prince, gue pamit dulu ya. Gue janji besok datang lagi kesini" Kata Trisyel


"Ya udah ayo pulang" Ajak Kayzo sambil membantu Trisyel berdiri


"Lo semua jagain Prince ya. Kabarin gue kalau ada apa apa" Kata Trisyel


Felix, Bara, dan Jeje pun kompak mengangguk


Cklek..


Pintu pun tertutup, Trisyel dan Kayzo sudah keluar dari ruangan itu


"Ckhh. hihihi..." Kekeh seseorang


Felix, Bara, Jeje, Fanyya, dan Aurin sontak melihat ke arah sumber suara


"******!" Umpat Jeje


karena ternyata Prince sudah sadar, bahkan cowo itu kini tertawa membuat semua orang melotot padanya


"Lo udah sadar? kenapa gak bilang dari tadi anjng!" kesal Bara


Prince masih terkekeh, entah apa yang membuatnya merasa geli


"Jangan bilang lo sengaja, biar Trisyel khawatir sama lo" tebak Fanyya


"Pinter" jawab Prince di sela sela tawanya


"Sialan lo! Gak liat apa sahabat gue khawatir banget sama lo!" Kesal Fanyya


"Justru itu. Gue pengen liat seberapa khawatir dan pedulinya dia sama gue" Fanyya memutar bola matanya malas


"Dari sini gue tau kalau dia itu sebenarnya sayang sama gue, dan takut kehilangan gue"


"Tapi caranya gak gini juga anjng! Kita juga ikutan panik" Geram Felix


Prince hanya terkekeh, ia mengingat bagaimana Trisyel menangis sambil menggenggam erat tangannya. Itu sangat membuatnya bahagia


"Atau jangan jangan ini semua juga ulah lo. Lo sengaja nyuruh orang buat nabrak diri lo sendiri?"


"Anjng lo! Gue gak segila itu kali!" kata Prince pada Bara


"Terus kenapa lo bisa tiba tiba ada di sana?" Tanya Bara


Prince pun menceritakan kejadian mengapa ia bisa ada di sana


Flashback on


Sebenarnya Prince sudah melihat Trisyel saat gadis itu berada di parkiran saat pulang sekolah, ia ingin menghampiri Trisyel namun tiba tiba ia melihat orang yang mencurigakan di depannya dan sedang menelfon entah dengan siapa


"*Siap bos, target sudah berada di depan mata"


"sesuai permintaan, saya akan membuatnya celaka*"


Tiba tiba mata Prince membulat sempurna. Mata Prince tertuju ke arah depan, di sana hanya terlihat Trisyel dan drivernya. Gadis itu masuk ke dalam mobil dan pergi


dengan cepat orang aneh itu menutup telfonnya dan mengikuti mobil Trisyel dengan jarak yang lumayan jauh


tak tinggal diam Prince pun mengikuti mobil Trisyel, ia mengernyit bingung saat melihat mobil Trisyel yang menuju ke arah yang berbeda dengan rumah Trisyel


hingga di satu tempat Prince melihat mobil Trisyel berhenti dan gadis itu keluar sambil menghampiri anak kecil


begitu juga dengan motor yang di depannya, motor itu berhenti di jarak yang sangat jauh dari mobil Trisyel, sedangkan Prince, ia mengikuti orang aneh itu dengan sembunyi sembunyi agar orang aneh itu tak menyadarinya


orang aneh itu kembali menelfon


"Kayaknya gak usah di tikam deh bos, di barak aja enak nih. Lagian orangnya berada tepat di tengah jalan tuh"


Prince melotot. Ia menepikan motornya di semak semak. Cowo itu berjalan melalui pepohonan yang ada di tepi jalan aspal, saat melihat motor itu sudah kembali menyala dan menuju ke arah Trisyel, Prince pun berlari dengan sekuat tenaga yang ia bisa


Dan di jarak yang sangat dekat Prince berhasil mendorong kuat tubuh Trisyel hingga terpental menjauh, dan alhasil ia lah yang tertabrak


Flashback off


"Wah berarti ini kecelakaan yang disengaja" ucap Bara


"Tapi siapa dalang dari semua ini? Kenapa dia mau nyelakain Trisyel? Apa Trisyel punya musuh?" Pertanyaan beruntun dari Felix


"Enggak! Trisyel gak pernah punya musuh" Jawab Fanyya dengan cepat


"Tapi kenapa mau ngelakain Trisyel?" Tanya Felix bingung


"Itu yang pengen gue cari tau. Siapa orang yang berniat nyelakain Trisyel? Kayaknya dia punya dendam" Kata Prince sambil berusaha berfikir "Pokoknya kita harus cari siapa orang di balik ini semua" lanjutnya


"Iya, nanti kita bantu selidiki" sahut Felix dan di angguki yang lainnya


"Jadi mulai sekarang kita harus jagain Trisyel. Gue yakin orang itu gak bakal berhenti buat nyelakain Trisyel" Ucap Fanyya


"Kira kira siapa ya?" Aurin menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Tunggu tunggu" Kata Jeje tiba tiba membuat semua orang menatap ke arahnya


"Kenapa? lo tau siapa orangnya? Atau sekedar orang untuk di curigai gitu?" tanya Bara


"Gak. Gue cuman penasaran gimana nasip motornya Prince" jawab Jeje


seketika Bara menabok kepala Jeje "Gue kira apaan!" Kesalnya


"Eh tapi iya juga, gimana nasip motor lo?" sahut Felix


Iya juga, Prince baru ingat dengan nasip motor kesayangannya "Motor gue" lirihnya


"Tadi Trisyel gak ada bawa motor lo, berarti masih di sana. Atau enggak, udah di colong orang" kata Jeje


"Anjing! Lo semua cari motor gue sampe dapet" Titah Prince


"Tapi udah malam bos!" Keluh Jeje


"Gak peduli, cepet cari! Atau lo semua gue bogem satu satu" ancamnya


"Lah, dia yang ninggalin motornya malah kita yang kena_"


"Cari cepat!" Prince memotong ucapan Felix


"Emang bisa? Berdiri aja susah sok sokan mau bogem orang" Gumam Jeje namun masih bisa di denger oleh Prince


"Bacot lagi lo, gue bunuh!"


"Iya pak iya" Jeje angkat tangan


Akhirnya mereka semua pun keluar dan meninggalkan Prince sendiri di ruangannya


Sebelum mencari motor Prince, cowo cowo itu lebih dulu mengantar Fanyya dan Aurin pulang karena malam sudah semakin larut


🍁🍁🍁