
Hay readers yang setia baca novel aku walaupun novel ini gak sebagus dan seasik novel lain
Disini aku pengen minta maaf karena udah mulai jarang up capter baru, soalnya hampir tiap hari mau siang mau malem ada aja tugas yang harus di kerjain, jadi gak sempet nulis. Aku harap kalian faham ya π
Maaf juga untuk setiap capter yang mungkin ngebosenin atau gak sesuai sama ekspetasi kalian. Ya maklum lah ya soalnya kan mau up capter baru mikirin alurnya saat itu juga, jadi gak ada briefing dulu sebelumnya udah main nulis aja abis itu langsung di up. Kalau lagi mood bagus ya tulisannya luamyan, tapi kalau lagi banyak yang di pikirin ya gitu deh
Intinya maaf dan terimakasih banyak karena udah sudi baca novel ini π₯°
...----------------...
Benar saja apa yang laki laki itu ucapnya, tepat pada pukul 12 siang Prince menelfon Trisyel dan meminta gadis itu untuk turun, ternyata ia sudah menunggu di lobby kantor Trisyel
"Kamu telat 3 mending" Ucap Prince dengan posisi duduk menyilang dan mata melirik jam tangannya
Trisyel mendengus, telat 3 menit saja jadi masalah, dasar es kutub. umpatnya dalam hati
"Karena aku terlalu baik jadi aku gak jadi bakar kantor kamu, tapi sebagi gantinya kamu harus suapin aku makan!"
What the hell? Benar benar menyebalkan "Aku cuman telat 3 menit aja dapet hukuman?" Ucapnya sambil memicingkan mata, dan dengan santainya Prince mengangguk
Laki laki itu berdiri dan langsung menarik lembut tangan Trisyel agar mengikuti langkahnya
*****
"Fanyya!" Panggil Trisyel saat melihat sahabatnya yang sedang makan bersama Felix di meja yang tidak jauh dari tempat ia berdiri
Tanpa berfikir panjang Trisyel langsung berlari menghampiri Fanyya dan meninggalkan Prince yang dengan malas mengikuti langkahnya
"Wih padahal gak janjian loh ya" Ucap Fanyya girang. Ya pasalnya sejak lulus kuliah mereka sudah jarang berkumpul seperti dulu karena sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Namun meskipun begitu mereka tidak pernah putus komunikasi, walaupun hanya sekedar bertanya 'Sedang apa'
"Ngapain lo disini?" Tanya Felix pada Prince yang baru saja duduk di sampingnya
Prince memutar bola matanya malas "Lo gak liat ini tempat apa? Kalau gue kesini artinya gue mau makan lah!" Jawab Prince dengan nada ketus
"Syel, cowo lo kenapa sih? Kesambet ya?" Tanya Felix pada Trisyel
Gadis yang di tanya itu hanya terkekeh, ia tau Prince kesal karena niatnya ingin berduaan malah terganggu oleh Fanyya dan Felix
"PMS kali" jawab Fanyya sambil terkekeh
Trisyel pun ikut terkekeh mendengar sahabatnya yang mengolok pacarnya itu, sedangkan Prince hanya berdecak kesal
Setelah memesan makanan mereka pun makan sambil mengobrol ringan
"Kangen banget ngumpul kayak dulu" Ucap Trisyel sambil mengelap mulutnya dengan tisu setelah selesai makan
"Iya gue juga, kangen bercanda bareng, jalan bareng, gosip bareng" Jawab Fanyya
"Gimana kalau minggu ini kita ke puncak?" Usul Felix
"Gue setuju, lagian gue gak terlalu banyak kerjaan juga" Kata Fanyya menyahuti
Felix adalah anak kedua dari 3 bersaudara, dan semuanya laki laki. Ia bekerja di perusahaan milik keluarganya
Bara juga bekerja di perusahaan milik keluarganya. Sedangkan Aurin bekerja di perusahaan Bara menjabat sebagai sekretaris Bara
"Sorry kayaknya gak bisa, soalnya kita lagi mempersiapkan acara pernikahan kita" Kata Prince
Jujur cowo itu sebenarnya juga merindukan saat saat berkumpul bersama teman temannya, hanya saja saat ini ia benar benar sibuk
Mendengar ucapan Prince membuat Felix dan Fanyya kaget. Pasalnya mereka baru tau dengan rencana besar sahabatnya itu
"Syel! Lo gak ngasih tau gue!!!" Ucap Fanyya sambil memegang bahu Trisyel
"Ini juga mendadak, dia yang minta!" Tunjuk Trisyel pada Prince
"Gue lakuin ini karena gue sayang banget sama Trisyel, gue pengen jaga dia, dan yang jelas gue takut kehilangan dia" kata Prince sambil menatap Trisyel
"Aaa gue jadi terharu" Pekik Fanyya sambil memeluk Trisyel
"Lo berdua tunggu aja undangan kita"
"Ooh gitu ya lo mainnya, takut banget gue duluin" Ledek Felix
"Oh jelas, di mana mana ketua harus duluan" jawab Prince sambil terkekeh
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka
"Gue gak akan biarkan lo bahagia. Karena lo gak pantes untuk dapetin itu semua, lo harus mati... HARUS!!"
*****
Benar saja ucapan Prince, cowo itu telah mempersiapkan semuanya untuk menikahi Trisyel, tanpa terasa bahwa pernikahannya akan dilaksanakan 3 hari lagi
Semua sudah Prince dan Trisyel siapkan dengan sedemikian mewahnya, undangan sudah di sebar dan hanya tinggal menghitung hari
Trisyel benar benar merasa bahagia, tidak pernah ia bayangkan akan menjadi seorang istri dengan umur yang terbilang masih muda. Akhirnya ia tidak akan sendiri lagi
Kebahagiaan itu bukan hanya Trisyel dan Prince rasakan namun keluarga dan sahabat sahabat mereka, bahkan tidak sedikit dari anggota Avanger yang ikut andil dalam membantu mendekor ruangan yang akan di gunakan untuk tempat pengucapan janji suci pernikahan sekaligus resepsi pernikahan sang ketua mereka
Ini adalah hari terakhir yang di izinkan Ken untuk Prince dan Trisyel bertemu, setelah hari ini mereka di larang untuk bertemu sampai hari pernikahan mereka tiba, bahkan komunikasi pun hanya boleh lewat chating saja
"Kamu bahagia?" Tanya Prince sambil memeluk Trisyel dari belakang
Saat ini mereka ada di balkon kamar Prince sambil menatap langit senja yang terlihat indah
"Tentu, bahkan saking bahagianya aku gak bisa jelasin lewat kata kata" Trisyel berbalik menatap Prince. Tangannya terulur untuk menangkup pipi Prince dengan kedua tangannya
Beberapa detik saling bertatapan kemudian Trisyel beralih untuk memeluk tubuh kekar Prince, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang cowo itu.
Trisyel merasa sangat nyaman dan terlindungi saat berada dalam pelukkan hangat yang Prince berikan
"Saat ini aku merasa sangat nyaman, aku gak pernah ngerasa takut kalau lagi sama kamu, karena aku yakin kalau kamu akan selalu jagain aku. Tapi kalau kamu gak ada, aku sering merasa gelisah, entah lah aku juga gak tau kenapa_" Trisyel tidak melanjutkan ucapannya karena tiba tiba teringat pada keluarganya, dan air matanya yang tiba tiba saja jatuh, entah lah ia tidak tau mengapa ia menangis. Mungkin karena merindukan keluarganya atau terharu karena sebentar lagi akan menikah dengan Prince
"Syuttt, kamu gak akan kenapa napa sayang. Karena sebentar lagi kamu akan jadi istri aku, yang artinya kamu akan selalu berada di sisi aku. Aku janji bakal jagin kamu dan anak anak kita nantinya. SAMPAI AKU MATI!" Ucap Prince sambil mencium puncak kepala Trisyel dengan sayang
π€π€π€