
Prince mendapatkan kabar dari salah satu orangnya bahwa seorang laki laki sedang mencari keberadaan Ara. Siapa lagi jika bukan Richard
Mata Prince menatap tajam tangannya yang sudah di perban kini mengepal kuat. Ingatannya tiba tiba kembali pada saat di mana Ara mengatakan bahwa ia memiliki ke kekasih, mungkin Richard itu adalah orangnya
Tidak, Prince benar benar tidak rela jika Ara kembali pada Richard apalagi setelah kejadian semalam. Siapapun Ara, mau dia Trisyel ataupun bukan Prince tetap akan menjadikan wanita itu miliknya. Karena memang Prince sudah menjadikan wanita itu sebagai miliknya seutuhnya. Jika sudah menjadi miliknya tidak akan pernah ada yang bisa merebutnya
"Kau milikku sayang" Prince mencium kening Ara lama sambil memejamkan matanya
"Bereskan semuanya, aku tidak ingin berita ini menyebar kemana mana! Sembunyikan tentang hilangnya Ara, buat seolah olah Ara pergi meninggalkan laki laki itu" Titahnya pada orang suruhannya
Orang itu mengangguk mengerti kemudian pergi untuk menjalankan pekerjaannya
Prince tersenyum, katakan lah bahwa ia laki laki brengsek dan egois. Tapi Prince tidak peduli
Bukan hal yang sulit untuknya menyembunyikan identitas Ara, karena ia memiliki kekusaan besar, jauh di atas laki lali bernama Richard itu yang hanya seorang pegawai kantor di singapura
bagaimana Prince bisa tau? Tentu saja karena ia meminta anak buahnya untuk mencari tau. Tidak ada yang tidak bisa ia dapatkan jika ia menginginkannya, termasuk membawa jauh Ara dari laki laki itu
Prince meraih ponselnya di atas nakas lalu menyambungkan panggilan pada seseorang
"Siapkan semua yang dibutuhkan untuk membawa wanitaku pergi dari negara ini" Titah Prince pada anak buahnya
"Pastikan data tentang wanitaku tidak di ketahui dan tidak bisa di lacak oleh siapapun. Aku tidak ingin ada yang menemukan wanitaku terutama orang yang bernama Richard!"
"Baik tuan"
Tut...
Prince tersenyum smirk. Biar lah ia di anggap jahat, yang penting ia tidak akan kehilangan wanitanya lagi
π€π€π€
Tanpa menunggu lama Prince langsung membawa Ara ke negara eropa tanpa sepengatahuan keluarga maupun sahabatnya. Ia akan memberi tau mereka nanti setelah urusannya beres
Prince membawa Ara menggunakan jet pribadi miliknya yang memiliki, butuh waktu belasan Jam untuk sampai di negara tersebut
Di tengah tengah perjalanan tiba tiba suara lenguhan Ara menusuk indra pendengaran Prince. Di dalam Jet tersebut Prince juga membawa dokter untuk jaga jaga takut kondisi Ara tidak baik. Prince menempatkan Ara di sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar di dalam jet tersebut
"Engghh" Ara melenguh merasa kepalanya yang berdenyut
"Baby, are you oke?" Tanya Prince cemas. Ia yang awalnya duduk santai di sofa kini berjalan mendekat ke arah Ara
Ara yang merasakan usapan lembut di kepalanya langsung membuka mata guna melihat siapa orang yang sedang mengusap rambutnya
Deg
dengan tubuh gemetar Ara langsung menjauhkan tubuhnya saat menyadari siapa yang sedang bersamanya
"Kau, apa yang kau lakukan di sini!" Suara itu menyiratkan kemarahan
"Ara tenanglah" Ucap Prince lembut
"Tidak, kau pasti ingin menyakitiku lagi. Pergi kau brengsek! PERGI" Ara melempar bantal pada Prince yang di tepis dengan satu tangan oleh laki laki itu
Cklek
"Apa ada masalah tuan?" Tanya bodyguard Prince
"Tidak. Kau pergilah!"
"Tidak, jangan pergi! Tolong aku" Lirih Ara pada orang yang keluar tanpa memperdulikan ucapannya itu
Prince merasa frustasi menghadapi wanita di depannya ini. Ia sudah bersikap lembut tapi wanita ini sangat menguji kesabarannya. Tapi jika ia bersikap kasar maka Ara akan semakin takut padanya
"Tenang Ara, aku tidak akan menyakitimu. Ku mohon jangan takut padaku"
Di wajah pucat Ara yang kini telah basah oleh air mata, tiba tiba senyuman smirk muncul membuat Prince mengerutkan keningnya
"Kau bilang apa tadi? Tidak takut? Katakata padaku bagaimana caranya aku untuk tidak takut pada laki laki brengsek sepertimu yang telah tega mengambil mahkotaku" Suara Ara terdengar pelan namun sangat dingin membuat Prince merasa sakit pada dadanya
"Aku sudah minta maaf Ara_"
"Kau fikir dengan kata maaf bisa mengembalikan semuanya? KAU JAHAT! PANTAS SAJA KAU DI TINGGALKAN, KARENA KAU MEMANG TIDAK PANTAS DI CINTAI. BERUNTUNG SEKALI TRISTEL BISA LEPAS DARI LAKI LAKI NRENGSEK SEPERTIMU!!" teriak Ara murka
"CUKUP!!" teriak Prince yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya "JANGAN PERNAH KAU MENYEBUT NAMA TRISYEL DENGAN KALIMAT SEPERTI ITU. TRISYEL TIDAK PERNAH MENINGGALKANKU, TRISYEL SANGAT MENCINTAIKU!" Prince mencengkram erat baju Ara membuat wanita itu terpaku di tempat
Tubuh Ara bergetar saat melihat tatapan tajam serta bentakkan Prince padanya, seketika isakkan lolos begitu saja tanpa bisa ia tahan. Ketakutan itu semakin menguasai tubuh Ara
Prince yang sadar akan apa yang telah ia lakukan langsung merasa bersalah, ia melepaskan cengkraman tangannya dan menatap Ara dengan sayu
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud mebentak apalagi menyakitimu. Maafkan aku"
Tiba tiba Prince menarik tubuh lemah Ara membawa wanita itu ke dalam pelukkannya, Ara yang mendapatkan perlakuan itu memukul dada Prince dengan tangan lemahnya
"Maafkan aku, aku benar benar tidak berniat menyakitimu. Maafkan aku" Suara Prince terdengar lembut
Ara hanya bisa menangis terisak, akhirnya ia membiarkan Prince memeluknya, Ara menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Prince sambil terisak
hampir 20 menit Ara berada di dalam pelukkan Prince, merasa Ara sudah sedikit lebih tenang Prince melepaskan pelukkannya, membawa tubuh wanita itu untuk berbaring
"Tunggu sebentar, aku akan ambilkan makanan" Prince mengusap lembut rambut Ara kemudian keluar untuk mengambil makanan
Ara hanya diam tanpa berniat menjawab. Sebenarnya Ara ingin bertanya dimana ia sekarang. Ara tidak bodoh, ia tau bahwa dirinya sedang berada di dalam Jet pribadi. Pertanyaannya akan di bawa kemana dia?
Prince kembali dengan membawa napan berisi bubur ayam serta susu di tangannya
Ia mendekat ke arah Ara
"Makan ya? biar aku suapkan"
Ara tidak menjawab, ia hanya menurut saja, lagipula ia juga sangat lapar sekarang
Prince tersenyum saat melihat Ara yang menurut padanya. Tanpa menunggu lama Prince langsung menyuapkan bubur itu hingga habis tanpa sisa, ia juga meminta Ara untuk meminum susu yang ia bawakan
"Sudah lebih baik?"
Masih tidak ada jawaban dari wanita itu, ia hanya diam sambil menatap lurus ke depan
Prince memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Ara, setelah diperiksa dan diminta untuk meminum obat Ara langsung memilih untuk memejamkan matanya, toh tidak ada yang bisa ia lakukan lagi selain tidur
Prince tersenyum sambil menatap wajah cantik Ara, wajah yang sama persis dengan wajah milik Trisyel membuat Prince merasa bahwa yang ada di depan matanya itu adalah Trisyel dan bukan Ara
Prince mengusap lembut rambut Ara hingga wanita itu benar benar tertidur dengan wajah tenangnya, setelah itu Prince pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di samping Ara sambil memeluk wanita itu dari belakang
"Aku harus mencari tau"
π€π€π€