PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
LULUS



4 tahun kemudian


Tak terasa waktu berlalu, mereka semua sudah menyelesaikan pendidikan di SMA bahkan sekarang sudah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.


Trisyel dan Prince menjalani hubungan dengan sangat baik, ya walaupun tidak pernah ada hari tanpa percekcokan tapi justru itulah yang membuat hubungan mereka semakin erat dan harmonis


Trisyel yang semakin cantik membuat sikap posesif Prince semakin tak karuan, cemburu tak bertempat bahkan dengan alasan yang tak masuk akal.


Trisyel memang sangat cantik karena itu lah banyak laki laki yang berusaha mendekatinya, tapi itu pun tidak berbeda dengan Prince yang di gilai oleh perempuan perempuan di kampusnya karena ketampanannya


Sedangkan sahabat sahabatnya juga bahagia dengan pasangannya masing masing, Aurin dan Bara yang sudah bertunangan 1 tahun yang lalu, Fanyya dan Felix pacaran saat hari kelulusan SMA dan Jeje yang juga sudah bertemu pujaan hatinya saat masuk kuliah, gadis bernama Lilia yang kini juga menjadi sahabat untuk Trisyel dan yang lainnya


Sedangkan TC, mereka masih menjalani hukuman penjara hingga 8 tahun ke depan karena kasus yang mereka buat. Bukan hanya mencelaki Prince dan menyerang sekolah, tapi mereka juga melakukan beberapa kasus ilegal yang membuat hukuman mereka berat. Dan untuk Dedric, cowo itu di nyatakan meninggal dengan jasat yang tidak di temukan


Masih ingat pada orang yang menjadi penghianat di sekolah Galaxy dan berusaha untuk mencelaki Trsiyel?


Dia adalah Carline. Wanita itu adalah orangnya yang sudah di nyatakan bersalah dan juga di seret masuk ke dalam penjara karena ia adalah orang yang telah bekerja sama dengan TC untuk menyerang sekolah dan berusaha untuk mencelakai Trisyel dengan alasan cemburu pada gadis itu. Entah apa yang ada dalam fikirannya hingga tega berbuat jahat dan berniat untuk membunuh Trisyel demi mendapatkan Prince yang sama sekali tidak pernah memandangnya


🍁🍁🍁


Hari yang di tunggu tunggu pun tiba, yaitu hari kelulusan


Trisyel terlihat sangat cantik dan elegan dengan kebaya berwarna softpink dan meke'up pada wajahnya


Prince menggunakan jas berwarna hitam dengan dalaman berwarna putih, menambah kesan tampan serta berkharisma membuat kaum hawa semakin menjerit histeris melihat ketampannya


"Calon CEO auranya beda ya" Ledek salah satu anggota Avanger sambil tertawa


tidak sedikit dari anggota Avanger yang hari ini juga melakukan wisuda, dan anggota lainnya yang datang untuk memberikan selamat pada teman dan ketua mereka


"Aduh, ketua kita kayaknya makin sibuk nih, jangan jangan kita bakal di anggurin" Sahut yang lainnya


Prince terkekeh "Cari ketua baru aja sana" Jawab Prince santai


"Ooh tidak!"


"Gak boleh!


"No no no"


"Gak setuju"


Seru semua anggota karena tidak setuju untuk mengganti ketua, menurut mereka Prince adalah ketua yang terbaik, dan hingga detik ini tidak ada yang pantas untuk menggantikan dirinya


Trisyel terkekeh "Orang sengklek kok di jadiin ketua"


Mendengar ucapan Trisyel membuat mereka semua tertawa, karena memang jika bersama Trisyel wibawa seorang Prince tidak akan pernah terlihat. Bahkan ia sering terlihat bodoh saat berhadapan dengan Trisyel tidak peduli jika saat itu sedang ada orang lain ia akan tetap terlihat manja seperti anak kucing


Prince mendekat dan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Trisyel "Gak boleh ngomong gitu di depan calon mertua" Sahut Prince sedikit berbisik


"Jadi kapan nikahnya nih?" Ledek Sam


"Ya secepatnya dong" sahut Ken yang membuat wajah Trisyel memerah karena malu


"Baru lulus loh ini" Ucap Trisyel pelan


"Ya gapapa sayang, justru bagus biar gue bisa selalu deket sama lo setiap saat. Dan biar ada yang bikin hangat kalau lagi kedinginan" Ucap Prince tanpa malu


Dengan kesal Trisyel mencubit pinggang Prince hingga cowo itu memekik "Apaan sih lo!"


Usai melakukan prosesi wisuda, mereka semua berfoto bersama juga berfoto bersama pasangan mereka masing masing. Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa untuk Trisyel, tidak pernah terbayang olehnya akan mendapatkan kehidupan yang baik, meskipun tidak ada lagi orang tua dan kakak yang sangat ia cintai di sisinya


"Papa, mama, kakak... sekarang Syel udah lulus dan bakal gantiin kakak di perusahaan. Semoga kalian semua bangga sama Syel, Syel selalu berdoa supaya kita bakal ketemu lagi dan Syel bisa menceritakan semua kehidupan Syel saat gak ada kalian di sini. Syel rindu kalian, i love you all" Batin Trisyel


"Kemana kak?"


"Ikut aja, ada yang ingin kita bicarakan" Trisyel mengangguk


"Pinjem Trisyel bentar ya Prince" Ucap Sam sambil terkekeh


"Maurin sama om Prince dulu boleh?" Ucap Sam pada anaknya


"Ya udah sini, sama om dulu" Prince mengulurkan tangannya pada anak kecil di depannya


"Iya" Anak kecil itu pun mengangguk lalu berjalan dengan lucunya ke arah Prince


Sedangkan Trisyel di bawa agak menjauh dari kerumunan oleh Sam dan Monica "Mau ngomong apa kak?" tanya Trisyel


Monica menatap Sam seolah meminta laki laki itu untuk menjelaskan "Syel, sekarang kamu udah dewasa kan?kamu juga udah menyelesaikan pendidikan_" Sam menjeda ucapannya


"Kami rasa ini saatnya kamu untuk mulai mengambil alih perusahaan" lanjut Sam


"Hemm Trisyel rasa juga begitu, tapi syel gak yakin kalau syel bisa mengemban tanggung jawab ini, terlalu berat soalnya" Gadis itu terkekeh dengan ucapannya


Monica menepuk pelan pundak Trisyel "Kamu itu gadis yang kuat, gadis hebat bahkan luar biasa. Kami percaya kalau kamu pasti bisa menjadi seorang pemimpin perusahaan yang baik"


"Lagi pula perusahaan kamu juga bekerja sama dengan perusahaan Prince kan, kakak yakin Prince tidak akan terlalu mempersulit kamu" Kata Sam


"Tapi kak Sam boleh bantu syel gak? Ajarin syel beberapa hal yang perlu syel tau, karena syel gak ada pengalaman bekerja tiba tiba udah di suruh megang tanggung jawab besar kayak gini"


Sam mengangguk "Tentu. Tangan kanan dan juga sekertaris Kayzo yang sangat dia percayai akan mendampingi kamu di perusahaan, kamu juga bisa belajar banyak dari mereka, jadi kamu gak perlu khawatir"


"Oke, syel akan coba"


"Dan satu lagi_"


"Apa?" Trisyel mengerutkan keningnya


"Kami rasa udah waktunya kami pindah ke rumah kami sendiri" ucap Sam pelan


Trisyel yang mendengar itu seketika membulatkan matanya "Loh? Kenapa harus gitu? Kalian udah gak seneng ya tinggal sama syel? Apa syel nyusahin kalian?"


Sam dan Monica menggeleng cepat. Bukan itu maksud mereka


"Syel dengar kakak ya, Kita bukannya gak seneng tinggal sama Syel atau syel itu nyusahin kita. Gak sama sekali!" Monica mengelus lengan Trisyel lembut


"Syel, sekarang Trisyel udah dewasa. Saatnya Trisyel untuk hidup mandiri, dan kita juga gak bisa selamanya menumpang di rumah kamu. Kita punya rumah sendiri, dan kita juga punya anak, Syel ngerti kan maksud kakak?" Lanjut Monica


"Syel kan juga akhir akhir ini sering menginap di apartemen sendiri. Jadi kita rasa syel juga udah mulai bisa tinggal sendiri. Lagipula di rumah banyak asisten dan penjaga, syel gak bakal benar benar tinggal sendiri" Kata Sam


"Iya syel. Lagipula kita juga pasti bakal sering sering main kok, dan Trisyel juga boleh main bahkan nginep di rumah kita kalau syel mau" Ucap Monica sambil tersenyum


Trisyel terdiam, ia mengerti apa yang Monica dan Sam maksud, hanya saja berat untuknya melepaskan mereka untuk pergi dari rumahnya setelah 4 tahun tinggal bersama


"Syel keberatan ya?" Tanya Sam namun tidak ada jawaban dari Trisyel


"Ya udah gini aja, kita bakal tinggal sama kamu sampai kamu nikah sama Prince? Gimana?"


Trisyel menggeleng cepat "Hemm gak usah, gapapa deh kalau kalian mau pindah dalam waktu dekat. Yang penting janji sama syel kalian harus sering sering main, soalnya syel suka kangen sama Murin. Lagipula Syel masih lama nikahnya, pengen nikmatin hidup dulu hehe" Trisyel menyengir membuat Sam dan Monica geleng geleng kepala


Gadis itu selalu saja mengindar jika membahas soal menikah dengan alasan masih muda. Ya memang benar dia masih muda, tapi tidak ada salahnya jika membahas soal itu kan? Apalagi Prince yang terlihat sangat tidak sabar πŸ˜‚


🍁🍁🍁