PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
AMUKKAN



...Maaf karena masih banyak typo dan tanpa baca yang gak sesui tempat. Sedang belajar untuk menulis lebih baik lagi, ini hanya untuk mengisi waktu luang



...


Pagi ini Trisyel datang ke sekolah dengan keadaan kurang baik, gadis itu sebenarnya merasa tidak enak badan, kepalanya pusing dan matanya yang terlihat layu karena semalam tidak bisa tidur.


Tadi pagi Kayzo sudah melarangnya untuk sekolah, namun bukan Trisyel namanya jika tidak keras kepala


Trisyel berjalan di koridor sekolah sambil memegang kepalanya yang semakin berdenyut. Untung saja tadi ia di antar oleh driver, jika membawa mobil sendiri entah apa yang akan terjadi padanya


"Syel lo gapapa? Mau kita bantu?" Tanya salah satu siswa yang berjalan melewati Trisyel


Trisyel menggeleng "Gak usah, makasih" Ucapnya pelan


"Tapi lo kayak mau jatoh. Mending gue kita antar ke UKS aja deh" Sahut siswa lainnya


"Gue gapapa kok. Makasih ya" Trisyel langsung melangkahkan lagi kakinya dengan tangan yang terus memegang kepala.


Bug..


"Akh" Trisyel memekik saat seseorang dengan kasar menabraknya hingga kini punggungnya terbentur kuat ke arah dinding


Trisyel mendongak menatap siapa yang baru saja menabraknya


"Hay, apa kabar murahan"


"Carline?"


Ya gadis itu adalah Carline, orang yang dengan sengaja menabrak tubuh Trisyel


"Lo ngapain? minggir gue mau ke kelas!" Trisyel berusaha membuat Carline menyingkir namun dengan kasar gadis itu malah mendorongnya hingga punggung Trisyel kembali menubruk dinding dengan kasar


ia meringis merasakan punggungnya yang sakit, sudah bisa di pastikan bahwa punggungnya itu akan memerah


"Gue gaakan biarin lo bebas gitu aja, anjng" Carline membentaknya


"Cewe sialan lo!"


"Dasar gak tau diri!" bentaknya begitu keras hingga suara Carline terdengar oleh beberapa murid di sana. Mereka tak berani melerai karena memang Carline itu gadis berbahaya, ia suka membuly siapa saja yang mengganggu urusannya


Trisyel mengernyit, apa yang salah dengan gadis itu? Mengapa tiba tiba marah tak jelas padanya


Trisyel terkekeh sangat pelan "Apa semua orang udah pada gila sekarang? Bahaya nih sekolah, muridnya gaada yang bener" gumamnya yang tak bisa di dengar jelas oleh Carline


Carline melotot, ia merasa bahwa Trisyel sedang mengumpatnya, tangannya dengan kasar menarik rambut Trisyel agar gadis itu berdiri


"Sialan lo PHO"


Sebenarnya Trisyel ingin melawan hanya saja ia tak punya tenaganya, kepalanya yang tadinya pusing kini bertambah pusing karena Carline yang menarik rambutnya kasar


"Apaan sih, gila lo ya? Lepas gak!" Ucap Trisyel sambil tangannya memegang tangan Carline


Seketika suara tawa sumbang terdengar dari bibir Carline "Lo udah berani rebut milik gue sialan"


Trisyel semakin bingung "Apa maksud lo, gue gak ngerti?"


"Lo udah rebut Prince dari gue anjng! Dia itu milik gue" Trisyel seketika terdiam


Ya tuhan mengapa selalu tentang Prince. Sepertinya cowo itu pembawa sial untuk hidupnya


"Lepas!" Tarik Trisyel yang akhirnya berhasil membuat Carline melepaskan rambutnya


ia meringis "Lo udah gila tau gak!"


"Diem lo anjng! Dasar jalng sialan. Lo pasti udah ngasih tubuh lo buat Prince kan makanya dia mau sama lo! Dasar murahan" Amuknya


Kini banyak murid yang tengah menatap Trisyel iba, ingin sekali melerai dan membantu gadis itu, hanya saja tidak ada yang berani


"Jaga mulut lo ya!" Kini Trisyel melotot marah, bisa bisanya ia di katakan jalng


"Ckh, itu faktanya. Gak mungkin Prince mau sama lo gitu aja kalau gak lo kasih slangk*ngan lo yang murahan itu!" Ucapnya begitu keras, ia tak peduli jika banyak orang yang menyaksikan aksinya, karena memang ia berniat mempermalukan Trisyel


"Gue udah kenal lama sama Prince, dia itu cowo yang susah di deketin. Gue yang udah lama ngejar ngejar dia aja gak pernah di tanggepin sama dia. Lah lo? Lo baru beberapa minggu di sini"


Trisyel tersenyum smirk "Itu derita lo! bukan urusan gue dan gue gak peduli"


"Jalng sialan!" Trisyel melotot tak terima, ia ingin sekali menjambak Carline, tapi tenaganya begitu lemah, bahkan untuk berdiri pun ia merasa kesulitan


"Udah berapa banyak laki laki yang tid*r sama lo? Udah berapa banyak uang lo dapetin? Dasar jal_"


Trisyel langsung mendorong tubuh Carline dengan kuat "Stop bilang gue jalng! Bahkan gue gak pernah sekali pun berhubungan int*m" Trisyel berteriak keras mengumpulkan seluruh teganya yang ia punya


"Lo ngomong gitu jangan jangan karena itu pengalaman lo" Trisyel tersenyum smirk membuat Carline terdiam dengan mata melotot


"Jangan jangan jalng itu adalah lo sendiri? Lo rela ngasih tub*h lo buat apa yang lo mau"


Plak..


satu tamparan keras melayang pada pipi mulus Trisyel


"Kurang ajar! Berani lo ngatain gue hah!" Tangannya memerah karena menampar kuat pipi Trisyel


sudut matanya kini mengeluarkan cairan bening. Runtuh sudah pertahanan gadis itu, padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tak memperlihatkan sisi lemahnya pada orang lain


Tapi kini hatinya benar benar terluka dengan ucapan Carline. Bukan hanya itu, perlakuan Carline yang begitu keterlaluan membuatnya sangat sangat sakit, baru kali ini ia mendapat perlakuan seperti ini


"Gue gak harus takut sama lo, karena gue gak salah! Gue bukan jalng seperti apa yang lo bilang. Bahkan gue siap kalau harus di tes keper*wanan sekarang!" Ucap Trisyel terdengar pelan namun tegas membuat semua orang terdiam mendengar ucapannya termasuk Carline


"Gue gaada hubungan apapun sama Prince! Kalau pun dia nolak lo itu bukan salah gue"


"Koreksi diri lo lebih dulu sebelum ngejudge orang lain. Belum tentu lo lebih baik dari orang itu!"


"Dan satu lagi, lo harusnya ngaca kenapa Prince gak mau sama lo? Dengan sikap dan sifat lo yang kayak gini, lo kira cowo gak bakalan ilfeel? Lo itu terlalu mur*han sampe ngejar ngejar cowo kayak gitu! Dimana martabat lo sebagai seorang perempuan?"


"Denger gue baik baik ya, kuadrat perempuan itu dikejar bukan mengejar. Dengan lo kayak gini membuktikan bahwa lo gak lebih baik dari pada sampah!"


"Diem lo sialan!"


🍁🍁🍁


"Prince" Teriak seorang cowo dengan nafas memburu karena berlari cukup jauh menuju kantin


Prince yang sedang asik memainkan ponselnya kini di buat kaget


"Apaan lo hah, ganggu aja! Mau cari mati lo" Ucap Prince yang kesal di ganggu karena ia sedang main game online


"Udah kayak gini mending lo cabut deh. Nanti ini beruang kutub beneran ngamuk" Ujar Jeje


Cowo itu menggeleng masih berusaha menetralkan nafasnya "I-itu.."


"Kalau mau ngomong yang jelas bangsat!"


"Tau lo, kenapa jadi mendadak mirip Ajis gagap sih? Ngomong yang bener!" Timpal Jeje


Cowo tadi menunjuk ke suatu arah yang tak jelas "I-itu Trisyel"


"Ada apa sama dia?" Tanya Prince


"Di labrak sama Carline. Di jambak terus_"


Brak..


belum sempat cowo itu menyelesaikan ucapannya Prince sudah lebih dulu berlari dan diikuti 3 orang temannya


"Sialan gue di tinggal" Ucap cowo itu sambil memegang dadanya


denga langkah pelan ia berjalan berniat kembali ke tempat Trisyel dan Carline berada


_____


Carline menjambak rambut Trisyel dengan kuat membuat Trisyel semakin meringis dengan air mata yang sudah menyucur deras


"Diem lo sialan!" Bentak Carline dengan tangan yang terus menarik kuat rambut Trisyel. Trisyel yang terus membrontak membuat gadis itu semakin emosi


Dengan kasar ia mendorong kepala Trisyel hingga membentur dinding dengan kuat


"SIALAN LO ANJNG!!!!"


Deg


Teriakan Prince membuat semua orang membeku di tempat, termasuk Carline


Teriakan Prince bersamaan dengan jaruhnya tubuh Trisyel ke lantai, gadis itu kehilangan kesadarannya


"Trisyel" Fanyya memekik dan langsung berlari mendekat ke arah Trisyel. Gadis itu baru saja tiba di sana bersama Aurin, untung saja ada siswa yang memberi tahunya


Fanyya dan Aurin langsung mendekat ke arah Trisyel dan mengangkat kepala Trisyel ke atas paha Fanyya


"Syel bangun syel" Ucap Fanyya panik sambil menepuk pelan pipi Trisyel


Sedangkan Prince, cowo itu menatap Carline tajam saat melihat Trisyel yang terjatuh pingsan. Hawa di sekitar cowo itu terasa sangat panas dan menyeramkan membuat Carline bergetar karena ketakutan


Prince memang cowo yang dingin dan cuek, tapi siapa yang tau di balik itu semua ada sisi iblis di dalam diri Prince. Cowo itu sangat jarang marah, namun ketika emosi sudah di atas puncak jangan salahkan ia jika sisi iblisnya itu keluar. Ia sangat menakutkan, siswa dan siswi yang sudah mengetahui sisi lain dari Prince itu langsung melangkah mundur agar tak terkena imbas dari amukkan cowo itu


"Pr-Prince. ka-kamu kok bisa a-ada di sini?" Tanya Carline yang berusaha setenang mungkin. namun sialnya tubuhnya malah semakin bergetar saat Prince semakin mendekat. Dapat Carline lihat sorot mata Prince yang menggambarkan amarah yang begitu besar


"Aaakkhhh" Carline langsung memekik saat Prince mencekiknya begitu kuat hingga kakinya kini menjinjit dengan tubuh yang menempel pada dinding


"APA YANG BARUSAN LO LAKUIN SIALAN!" bentak Prince tepat di depan wajah Carline. Gadis itu menutup matanya dengan pasokan oksigen yang mulai menipis


"Berani beraninya lo nyentuh milik gue! Bilang sama gue, lo mau m*ti dengan cara apa?" Ucapnya menyeringai


Carline menggeleng "Prince.. le-pas.." Air mata Carline kini mengalir deras


"Sa-kit.." Lirihnya


tawa Prince menggengema, membuat semua orang merinding, tawa itu terdengar menakutkan


"Sakit lo bilang? Gue gak ngerasain tuh" ia kembali tertawa "Di mana mata lo saat lo nyiks* Trisyel tadi hah? Atau mata lo mau gue colok sekarang biar bisa melihat apa yang lo lakuin sama GADIS GUE?!"


"Prince lepas!" ucap pak Ali tegas. Beberapa guru menyaksikan hal itu, beberapa dari mereka tak berani melerai karena Prince adalah anak dari pemilik sekolah. Namun mereka juga tidak mungkin membiarkan Prince menc*kik Carline, bisa bisa gadis itu akan m*ti


"DIAM LO SEMUA!" Teriak Prince seolah telah gelap mata hingga tidak bisa membedakan orang. Gurunya saja ia bentak?


Felix, Bara, dan Jeje tidak bisa tinggal diam. Jika seperti ini Prince akan benar benar memb*nuh Carline, cowo itu telah di kuasi emosinya


ketiga cowo itu langsung berlari, tangan Bara dan Felix berusaha menahan dan menarik tangan Prince agar melepaskan cek*kannya dari leher Carline. Sedangkan jeje hanya menarik ujung baju Prince, cowo itu sebenarnya takut pada Prince


"Lepas gila, lo bisa bu*uh dia!" Ucap Bara


"MINGGIR GAK USAH IKUT CAMPUR ANJNG" teriak Prince sambil berusaha mendorong teman temannya


"Prince udah! Lo gak kasihan sama Trisyel, dia pingsan!" ucap Felix


Prince lansung terdiam. Ia baru ingat bahwa Trisyel tadi pingsan. Dengan kasar ia melepas tangannya dari leher Carline


"Hah.. hah.. hah.." Carline merosot dengan wajah memerah, ia menarik nafas dengan rakus. Air matanya sudah banjir di wajahnya


Disti langsung mendekati Carline dan di temani beberapa guru wanita


"Lin lo gapapa kan?" Tanya Disti


Bego, udah tau orang abis di cek*k, ya pasti kenapa napa lah πŸ˜‘


"Ayo kita bawa ke UKS dulu" Ucap salah satu guru


dua orang siswa membopong tubuh Carline ke UKS atas permintaan guru, jika bukan perintah guru 2 orang itu tidak akan mau. Toh ini semua juga salahnya


sedangkan Trisyel. Tadi Fanyya dan Aurin langsung membawa Trisyel ke rumah sakit karena kepala Trisyel dan mengeluarkan darah. Ada beberapa guru juga yang membantu mengantar Trisyel


"Gila lo Prince, serem amat kalau udah marah" Ucap Jeje pelan


"Lo beneran mau bu*uh dia ha? Kalau lo masuk penjara gimana?" Ucap Bara tak habis fikir


"Mana Trisyel?" bukannya menjawab cowo itu malah balik bertanya


"Trisyel udah di amankan sama Fannya, Aurin, dan beberapa guru" jawab Bara


"UKS?" Bara menggeleng


"Mending lo tenangin diri dulu sebelum nyusul Trisyel. Gue tau lo masih emosi. Jangan sampai Trisyel takut sama lo, dan berakhir semakin menjauh" Usul Felix


Kepala Prince langsung terasa berdenyut. Ia merosot dengan tangan yang memang kepalanya


"Apa yang udah gue lakuin?" Tanya Prince pada dirinya sendiri


"Lo cuman berusaha melindungi Trisyel" Ucap Felix sambil mengusap punggung Prince


Prince menggeleng "Gak! Gue lagi lagi gak bisa kontrol emosi gue. Pasti sekarang Trisyel takut liat gue" ucapnya lirih


"Ya elah orang dia pingsan pas lo dateng, dia gak liat lo ngamuk kesetanan. Jadi tenang aja" Ucap Jeje santai


Felix dan Bara langsung menatap tajam ke arah Jeje. Jeje yang baru mengerti langsung menyengir "Hehe sorry" Ucapnya pelan


🍁🍁🍁