PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
ULANG TAHUN




Tak terasa seminggu telah berlalu, Sam dan Monica masih tinggal di sana untuk menemani Trisyel. Gadis kecil itu diperlakukan dengan sangat baik, bahkan ia selalu di antar jemput sekolah oleh Sam secara langsung


Hari ini adalah tanggal 23 Oktober merupakan hari ulang tahun Trisyel, gadis itu sedikit merasa kesal karena sejak kemarin sahabat sahabatnya itu selalu cuek dengannya bahkan mengabaikan dirinya


Trisyel sendiri bingung karena ia tidak tau apa salahnya hingga semua orang cuek padanya


"Ke rumah gue yuk" ajak Trisyel saat mereka sudah pulang sekolah


"Sorry gue sama Aurin ada urusan" jawab Fanyya sambil menarik tangan Aurin pergi


Trisyel merasa sangat sedih, apakah mereka semua tidak ingin bersahabat lagi dengannya "Lo semua bilang gak bakal ninggalin gue, tapi sekarang apa?" Gumamnya, tanpa sadar air mata gadis itu menetes


"Syel ayo pulang" ucap Sam. Trisyel penghapus air matanya lalu berjalan masuk ke dalam mobil Sam


"Hari ini aku dan Monic ada urusan, jadi kamu sendirian di rumah gapapa kan?" Ucap Sam


Trisyel hanya mengangguk lesu "Good girl"


🍁🍁🍁


Saat malam tiba Trisyel merasa sangat bosan, Sam dan Monic yang sudah pergi sejak sore. Dan sahabat sahabatnya yang menghilang entah kemana


Gadis itu menekuk kakinya sambil membenamkan wajah di antara kedua pahanya, menangis sesegukkan sambil menyebut nama Kenzo


"Semuanya cuman omong kosong. Nyatanya sekarang Syel sendiri hiks hiks.. kak Ken syel kangen" ucapnya lirih


Tok.. tok.. tok..


seseorang masuk ke kamar Trisyel "Maaf nona apa saya menganggu?" ucap pelayan itu


Trisyel menggeleng "Ada apa?"


"Itu nona, ada yang membuat keributan di bawah" kata pelayan itu dengan terbata


Trisyel mengernyit, siapa yang membuat keributan malam malam begini? Lagipula di rumah ini banyak penjaga, apakah mereka tidak bisa mengamankan orang itu


Trisyel menghapus air matanya dan dengan cepat berjalan menuruni tangga. Suasana di sana begitu gelap membuatnya sulit melihat. Tidak ada satupun orang di sana, bahkan pelayan yang tadi datang juga menghilang entah kemana


"Hey, kenapa lampunya mati? Perasaan gak pernah telat bayar listrik deh" ucapnya "Bi.. nyalakan lampunya! Syel gak bisa liat" Teriaknya lagi


Dorr


Dorr


Dorr


"HAPPY BIRTHDAY!" Teriak semua orang bersamaan dengan menyalanya lampu


Trisyel kaget saat party popper di nyalakan dan berjatuhan di atas kepalanya. Gadis itu menoleh ke arah belakang, di sana ada orang orang yang ia sayang sedang berdiri sambil membawa kue dan juga balon


Mata Trisyel berkaca kaca, gadis itu terlalu kaget dan kesal dalam waktu bersamaan. Bahkan ia sendiri lupa dengan hari ulang tahunnya


"Jahat!!!" Rengeknya sambil menangis


"Hahaha pasti kesel kan lo di cuekin" Ledek Fanyya


"Happy birthday princess" ucap Prince lembut. Cowo itu berdiri tepat di depan Trisyel dengan tangan kanan memegang buket bunga dan tangan kiri memegang kue berukuran sedang


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang... juga.. sekarang juga...!!"


"Eh tunggu make a wish dulu dong!" Ucap Monica


"Cepetan syel, udah gak sabar pengen makan kue. kayaknya enak" ucap Jeje bersemangat


"Lo mah kalau gratisan apa aja enak!" ucap Bara menimpali


"Sewot aja lo!" Sinis Jeje dengan bibir mengerucut membuat mereka semua tertawa


Trisyel menutup matanya, mengucapkan permohonan di dalam hatinya. Detik berikutnya ia membuka mata dan langsung meniup lilin di depannya bersamaan dengan suara gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan


"Happy birthday sayang, doa terbaik buat kamu" Monica memeluk erat tubuh Trisyel dan di balas tak kalah erah oleh gadis itu


"Terimakasih kak" ucapnya terharu. Bergantian memelik Sam "Jaga orang yang lebih baik dan kuat menghadapi hidup. Kakak tau kamu gadis yang luar biasa!"


"Jahat lo semua. Gue kira lo semua mau jauhin gue"


Aurin dan Fanyya terkekeh


"Selamat ulang tahun ya syel!" Ucap Bara sambil menjabat tangan Trisyel


"Happy Birthday" Kata Felix sambil tersenyum


"Happy birthday cantik, sehat terus cantik terus, jangan marah marah mulu. pokoknya doa terbaik buat lo!" Kata Jeje, cowo itu hendak memeluk Trisyel namun si cowo posesif bernama Prince itu dengan cepat menarik Jeje untuk menjauh


"Huh mau peluk dikit doang, pelit amat" Cibir Jeje. Prince hanya menatap dingin kemudian beralih menatap Trisyel


"Ekhem ekhemm" Sam berdehem membuat Trisyel semakin gugup saat di tatap dalam oleh Prince


"Happy birthday My Princess" Satu kalimat yang mampu membuat jantung Trisyel maraton. Tatapan yang Prince berikan begitu dalam padanya


Cowo itu berjongkok di depan Trisyel sambil membuka kotak yang berisi kalung berbentuk hati di sana "Mau gak lo balikkan sama gue lagi?" ucap Prince kaku, sungguh cowo itu tidak pandai merangkai kata kata romantis


"Huuu gak romantis!" Cibir Jeje


"Kaku amat coy, udah kayak robot aja" kekeh Bara


"Kulkas mana bisa romantis sih" ucap Felix. Tanpa sadar ia telah mengatai dirinya sendiri


"Orang gak pernah bercermin ya gitu" Sindir Fanyya sinis


Prince menggeram, teman temannya ini sungguh merusak suasana saja


"Lo mau gak? Ini gue capek jongkok" ucap Prince pada Trisyel


"Akh elah lo mah gak asik banget! Romantis dikit kek jadi cowo!" Ucap Trisyel. Bagaimana tidak, gadis itu baru saja terbang ke langit sudah di jatuhkan lagi dengan wajah datar cowo itu


"Ya lo tau gue gimana, tinggal jawab doang apa susahnya" Kata Prince


Trisyel berdecak kesal, kemudian dengan pipi memerah gadis itu mengangguk


Prince tersenyum dan langsung bediri, memasangkan kalung itu agar melingkar di leher indah Trisyel "Dah ya, sekarang lo milik gue!"


"Cih, gini amat nasip gue. Kulkas berjalan di jadiin pacar" Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh yang lain


semua orang tertawa termasuk Sam dan juga Monic saat melihat tingkah remaja remaja itu


"Sudah sudah ayo makan dulu, keburu dingin nanti" kata Monic


"Kak bisa potong kuehnya dulu gak, pengen makan gue" Ucap Jeje dengan wajah memelas


"Nih makan!" Prince mencolek krim yang ada di kue itu dan mengoleskannya pada wajah Jeje


Tak tinggal diam, Felix dan Bara pun ikut ikutan hingga kini wajah Jeje di penuhi krim kue "Muka gue jadi jelek" Teriak Jeje tak terima


"Perasaan udah jelek dari sononya deh" Timpal Fanyya


"Mata lo katarak kayaknya! ganteng gini di katain jelek"


"Lo nya aja yang kepedean!" Sahut Aurin sambil tertawa


"Tau lo, makanya gak laku" Ejek Fanyya


"Halah gak sadar diri! Gue doain lo jomblo sampe tua!" Kata Jeje pada Fanyya


Saat cowo itu ingin kembali menyumpah Fanyya, tiba tiba satu potong kue besar masuk dan menyumpal mulutnya


"Semarangan lo kalau ngomong!" Sinis Felix "Diam aja deh dari pada mulut lo gue bikin robek!" Fanyya tertawa keras penuh kemenangan


"Aaa kue guee" Rengek Trisyel merajuk


"Ya udah nanti gue ganti, gak usah ngambek gitu jelek tau gak!" ucap Prince


"His lo mah! Udah cuek gak romantis, nyebelin lagi" sinis Trisyel


"Lo liat Ken? Adik kita sekarang sedang tertawa. Bantu doain ya biar dia bahagia terus, semoga gue bisa jaga dia dengan baik" Batin Sam sambil tersenyum menatap Trisyel


🍁🍁🍁