
"Lo gimana sih? katanya lo mau bantu gue buat nyingkirin Trisyel. Kenapa sampai sekarang lo gak ada pergerakan sama sekali? bahkan gue liat dia makin akrab sama Prince"
"Lo ngerti situasi gak sih? sekarang gue lagi di kejar kejar sama polisi gara gara ide konyol lo itu! Gue gak bisa bergerak sialan!" Umpat Dedric
Sudah beberapa lama ia bersembunyi dari kejaran polisi, bahkan dia sendiri sebenarnya sudah muak
"Ya cari akal lah, nyamar kek apa kek!"
"Lo jangan egois ya! Lo gak bisa sesuka hati nyuruh nyuruh gue kayak gitu! Ingat ya, kalau gue sampai ketangkep, gue juga bakalan seret lo!" Ancam Dedric
"Oke fine! Gak usah ngancem segala" Terdengar decakkan kesal dari sebrang sana
"Sekarang lo datang ke sini kirimin kita makanan! Stok makanan kita udah hampir habis dan gue juga gak pegang uang"
"Ck gue gak bisa, kalau ada polisi liat gue ketemu sama lo bisa bahaya! Gue akan kirim orang nanti"
"Sekarang apa yang bisa gue bantu biar lo bisa cepet ngehancurin Avanger"
Dedric terdiam "Sebenarnya lo dendam atau lo terobsesi pengen sama Prince?" Tanya Dedric
"Gue... gue banci sama dia! banget" Jawab di sebrang sana meyakinkan
"Oke.. gue mau lo mata matain Avanger. Kasih informasi apa aja yang lo dapetin, kalau ada peluang buat gue masuk, tar gue akan cari cara" Ucap Dedric "Dan satu lagi, lo juga harus mata matain cewenya. Kasih gue kabar kalau Avanger lagi lemah dan cewe itu dalam keadaan sendiri. Gue akan culik dia" Ucap Dedric menyeringai
"Oke, gampang"
πππ
"Good morning" Sapa Prince yang baru keluar dari mobilnya
cowo itu sudah jarang membawa motor saat bersama Trisyel karena menurutnya menggunakan mobil lebih selamat
"Morning" jawan Trisyel "Kayaknya ada yang telat jemput gue deh" Sindir Trisyel membuat Prince menyengir
Cowo itu mencubit gemas pipi Trisyel "Sorry ya, gue bangunnya kesiangan"
"Siapa suruh lo tidurnya pagi? Kalau perlu gak usah tidur sekalian biar jadi Vampire" Kesal Trisyel
"Vampir? Hemm ide yang bagus"
Trisyel mengerutkan keningnya" Emang lo mau jadi vampire?"
Prince mengangguk "Vampire itu keren, bisa pindah pindah tempat dengan waktu yang singkat. Gak perlu tidur juga, jadi gue gak bakalan telat jemput lo" Jawabnya enteng
"Serah lo deh! Capek gue ngomong sama es kutub kayak lo" Gadis itu memilih untuk cepat masuk ke dalam mobil meninggal Prince dengan wajah menyebalkannya
_____
Saat sampai Prince turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Trisyel
"Silahkan my princess" Ucapnya sambil mengulurkan tangan
Trisyel terkekeh sambil meraih tangan Prince "Thankyou my prince" jawab Trisyel menirukan nada bicara Prince
Kedua anak remaja itu pun berjalan dengan saling menggenggam tangan satu sama lain. Trisyel sudah tidak peduli dengan omongan orang orang, toh memang dia tidak bisa menutup mulut setiap orang yang membicarakannya. Apalagi fans Prince itu begitu ramai di sekolah ini
"Widih, gue liat makin lama makin nempel aja nih"
Kalimat itu membuat Prince dan Trisyel menghentikan langkahnya. Mereka langsung berbalik menatap orang yang baru beberapa detik yang lalu mereka lewati
Geral, cowo itu langsung menyenggol lengan temannya saat temannya itu berkata dengan santai.
Tidak, dia bukan takut pada Prince hanya saja tidak ingin terlihat semakin buruk di mata Trisyel. Katakan lah bawa Geral sedang menjaga citranya
"Lo nyindir kita?" tanya Prince dingin
"Gak kok, gue cuman pengen ucapin selamat aja buat kalian karena udah balikkan. Langgeng terus" jawab Nino
"Ck, sok akrab lo" Sinis Prince
Prince menarik tangan Trisyel untuk pergi, gadis itu hanya mengikut saja tanpa berniat menoleh pada Geral dan Nino
"Sialan lo!" Ucap Geral saat Prince sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya
"Ciak elah, orangnya udah jauh lo baru berani ngumpat"
"Diem lo!"
Nino terkekeh "Kan gue udah bilang mending gak usah kejar Trisyel lagi. Dia itu udah di klaim sama Prince"
"Iya, gue gak akan kejar Trisyel lagi. Gue gak mau berurusan sama psikopat kayak gitu!" Ucap Gerel
"Hahahahha" Tawa Nino langsung pecah saat melihat Geral yang bergidik. Ternyata cowo itu takut juga pada Prince
"Perasaan dia gak psikopat deh, orang dia biasa aja. Ya cuman agak serem dikit sih kalau di ganggu" Ucap geral di sela sela tawanya "Lo nya aja kali yang terlalu penakut" Lanjutnya
"Diem gak lo!" Ancam Geral sambil mengangkat tasnya yang siap ia layangkan pada Nino
"Ampun ampun"
πππ
Prince yang mendapatkan pesan dari Felix langsung menuju ke Rooftop setelah mengantar Trisyel ke kelasnya
"Informasi apa yang lo dapetin?" Tanya Prince to the poin
sepertinya hari ini mereka akan bolos, karena menurut Prince hal ini lebih penting dari pelajaran bahasa Inggris yang jelas sudah ia kuasai
"Gue gak pasti dan gue juga gak yakin, tapi gue lagi curiga sama beberapa orang"
"Siapa orangnya? Bukan cewe gue kan?" Ucap Bara. Karena jika memang Aurin dan teman temannya yang berkhianat ia benar benar tidak tau harus berbuat apa
"Bukan, bukan mereka! Sejauh ini gak ada bukti yang mengarah pada mereka" Jawab Felix
"Terus siapa dong? Kasih tau cepetan!" Kata Jeje tak sabaran
"Pertama gue curiga sama Carline, kedua gue curiga sama Rika, dan ketiga gue curiga sama Livia" Jawab Felix
"Apa alasan lo nyebutin 3 nama cewe itu?" Tanya Prince
"Carline, lo tau seberapa terobsesi dia sama lo kan?"
"Tapi itu bukan bukti lix, banyak juga kan yang terobsesi sama Prince" ucap Bara
"Lo inget kan siapa orang yang hilang waktu kejadian TC nyerang sekolah kita? Saat itu gak ada Carline, dia gak muncul setelah jam istirahat sampai semua murid di perintahkan pulang. Gue juga sempet nanya Disti, dia bilang Carline izin ke toilet tapi buktinya gak ada sama sekali!" Jelas Felix
"Dan satu lagi, kenapa Dedric bisa kenal Trisyel? Bahkan menjadikan Trisyel sebagai target? Pasti ada orang yang menyuruh Dedric, dan yang bisa gue pastikan orang itu adalah orang yang terobsesi sama Prince. Kalian semua ingat kan, Carline pernah nyelakain Trisyel" Mereka semua terdiam mendengar penjelasan Felix, terutama Prince. Cowo itu sedang mengepalkan tangannya menahan amarah. Jika benar Carline si penghianat itu maka ia tidak akan segan meskipun Carline adalah seorang wanita
"Terus Rika sama Livia?" Tanya Bara lagi
"Rika.. lo semua tau kan kalau dia itu ngejar Prince sejak masih SMP dan sering Prince abaikan bahkan Prince permalukan depan umum dengan cara nolak dia mentah mentah sampai dia pernah bilang kalau dia bakal bikin Prince menyesal? Lo ingat kan?" Prince mengangguk
"Bisa aja Rika dendam sama Prince. Selama ini dia selalu menjaga jarak dari kita, bisa aja selama itu juga dia mata matain kita karena kita lengah dan gak pernah berfikir bahwa dia akan berbuat nekat"
"Dan untuk Livia. Dia itu adalah mantan pacarnya Wira salah satu orang yang berpengaruh di TC. Dan sekarang dia lagi deket sama Fiko, bener kan?" Jeje Bara mengangguk membenarkan
"Semalam Fiko itu di keroyok saat pulang dari nganterin Livia, gimana bisa TC keluar saat mereka sedang di incar polisi. Beberapa waktu ini mereka gak pernah kelihatan kan?" Tapi semalam beberapa anggota mereka berkeliaran dan ngeroyok Fiko"
Prince terdiam memikirkan siapa orang yang benar benar tersangka sebagai pelaku
"Ini hanya kecurigaan gue aja. Karena gue juga belum punya bukti yang kuat"
"Oke, lanjutin kerja lo! Cari informasi sefalid mungkin" Ucap Prince
πππ