
UKS
Trisyel meletakkan obat obat yang tadi ia gunakan untuk mengobati luka di wajah Prince
"Aku boleh nanya?" Tanya Trisyel namun tak ada jawaban dari Prince
"Tadi malam kamu abis ngapain? Kenapa muka kamu sama temen temen kamu itu pada babak belur?"
"Bunuh orang" jawab Prince asal
"Aku serius!!" Trisyel mulai merasa kesabarannya habis karena beberapa hari ini di acuhkan
"Bukan urusan lo, jadi gak usah kepo" Prince beranjak pergi
"Gue masih cewe lo asal lo tau! Kalau lo udah gak anggep gue pacar lo ya udah putusin aja!" Teriak Trisyel membuat Prince menghentikan langkahnya. Matanya menatap tajam ke arah Trisyel yang matanya terlihat berkaca menahan tangis
bukan ini yang Prince harapkan "Jangan ngomong sembarangan lo! Gue gak bakal lepas lo gitu aja!" Prince kembali melangkah meninggalkan Trisyel yang terpaku di tempat
"Prince sialan!" Ucapnya frustasi
πππ
Kantin, Istirahat
"Syel, cowo lo di godain ulat bulu" Ucap Aurin saat melihat Carline yang menempel pada Prince
Awalnya gadis itu terlihat bodo amat karena masih kesal, namun tiba tiba matanya membulat saat melihat Carline menyentuh wajah Prince dengan jarak wajahnya yang begitu dekat
"Sialan!" Trisyel langsung melangkah lebar mendekat ke arah mereka, kemudian dengan kasar menarik rambut Carline hingga gadis itu sontak mundur
"Lo apaan sih!" Teriak Carline tak terima sambil menatap nyalang ke arah Trisyel yang tak kalah tajam menatapnya
"Masih nanya lo hah" Trisyel tersenyum smirk sambil melirik Prince yang tampak mengemati dirinya
"Waduh, bu bos kayaknya mau ngamuk tuk" Kata Jeje
"Ayo bu bos, tunjukkan kehebatanmu" sahut Bara namun di tatap tajam oleh Prince
"Lo sadar gak kalau yang lo tempelin itu cowo orang? Punya harga diri gak sih?"
Carline tersenyum meremehkan "Emang lo di anggep pacar sama Prince? senin kemarin aja dia lebih milih sama gue ketimbang lo, dia ngajak gue pergi di depan mata lo sendiri kalau lo lupa"
Dem..
Trisyel terdiam, benar saja apa yang di katakan Carline, dan itu cukup menyakitkan untuknya. Ia melirik ke arah Prince berharap cowo itu memberikan penjelasan
Namun yah, Prince masih santai di tempatnya sambil menatap dua gadis yang beradu mulut
"Lo beneran lebih milih ulat bulu ini Prince?" Ucap Aurin tak percaya. Prince hanya mengangkat satu alisnya
"Udah deh, mending pergi sana gak usah ganggu" Ucap Disti yang berdiri di samping Felix
Fanyya tersenyum smirk menatap Disti dan Felix berganti "Dasar ulat bulu, gak tau malu nempelin cowo" Ucap Fanyya
"Diem lo!" Carline yang tak terima siap melayangkan tamparan pada Fanyya namun sebelum tangan itu mengenai wajah Fanyya Trisyel lebih dulu menangkapnya
"Jangan sentuh temen gue sama tangan penuh kuman lo itu sialan! gue gak mau temen gue ikutan kena virus kegatelan kayak lo" Trisyel menghempaskan tanyan Carline dengan kasar membuat gadis itu sedikit meringis
"Sialan lo!" Carline menatap nyalang
Trisyel terkekeh pelan "Kalau gatel itu di garuk, gak usah nempelin cowo orang!"
"DIEM LO *****!" Teriak Carline
Plak...
satu tamparan mendarat mulus di pipi Carline. Kini gantian Trsiyel yang menatap nyalang ke arahnya
Prince dan teman temannya langsung berdiri saat tubuh Carline bergetar menahan panas di pipinya. Prince juga tak terima ketika wanitanya di katai seperti itu, ia menatap tajam ke arah Carline tanpa di sadari Trisyel
"Jaga mulut lo itu sialan!" Marah Trisyel "Lo ngatain gue ***** padahal kata kata itu lebih pantes buat lo! Kalau lo cewe baik baik, cantik, dan punya harga diri seharusnya lo gak deketin cowo orang!" Trisyel beralih menatap Prince "Dan cowo sejati itu adalah cowo yang setia, gak pernah mau nyakitin perempuan karena dia tau kalau dia di lahirkan oleh perempuan, di besarkan oleh perempuan, menikah dengan perempuan, dan perempuan juga yang akan melahirkan penerus untuknya!" Setelah mengatakan itu Trisyel langsung melangkah pergi karena nafsu makannya hilang saat itu juga
Prince awalnya ingin mengejar namun terhenti oleh Fanyya "Lo keterlaluan Prince! Gue gak nyangka lo bakal mainin perasaan sahabat gue"
"Mau mau aja sih sama cewe lon kayak dia!" Sahut Aurin tersenyum smirk
"Yang lon itu loh!" Jawab Carline
Brak..
Bara memukul meja begitu kasar "Berani lo ngatain cewe gue, sialan!"
"Dia yang mulai kok" Kata Carline membela diri
"BISA DIEM GAK SIH!" akhirnya Felix membuka suara "Setiap ada lo pasti ada keributan! Lo itu emang biang masalah, mending lo jauh jauh sana. Gue pusing tau gak!" Kata Felix pada Carline
.......
Setelah puas berdebat akhirnya Fanyya dan Aurin pun menyusul Trisyel kembali ke kelas, 3 gadis itu tidak jadi makan gegara ulat bulu
"Ternyata gini ya rasanya cemburu, gak enak banget sumpah" Kata Trisyel
"Lagian tuh ulat bulu ngapain sih nempel lagi sama Prince?"
"Gak bakal jadi masalah kalau Prince nya gak ngeladenin" Fanyya menjawab ucapan Aurin
Trisyel benar benar kesal apalagi saat tadi melihat Prince yang tak bergeming sedikitpun
"Tuh ulat bulu kayaknya harus di basmi. Lama lama tangan gue juga ikutan gatel pengen kasih pelajaran tu orang" Kata Trisyel menggeram sambil mengepalkan tangannya
Fanyya yang sudah lama mengenal Trisyel pun tau apa yang di maksud gadis itu. Jangan bangunkan macam yang sedang tidur
πππ
Malam, 20:05
Trisyel benar benar bosan sekarang, niat awalnya ingin belajar tapi moodnya sedang tidak baik. Sangat sepi, kakaknya yang masih sibuk di luar negri, pacarnya yang tak ada kabar, benar benar menyebalkan
Tiba tiba satu pesan masuk ke dalam ponselnya, setelah melihat isi pesan itu Trisyel langsung bergegas turun dari kamarnya
Cklak..
Trisyel membuka pintu dan ternyata sudah ada seorang cowo di depan sana
"Ngapain lo kesini?" Tanya Trisyel dengan nada ketus
"Kakak lo gak ada kan ya?"
Trisyel yang melihat cowo itu seperti melirik lirik ke arah dalam rumahnya sedikit merasa takut "Mau apa lo? Jangan macem macem ya!"
Cowo itu terkekeh pelan "Gak kok, gue cuma nanya doang. Kalo gak ada gue pengen masuk"
Trisyel melotot "Gak ya!"
Cowo itu kembali terkekeh "Ya udah kalau gitu kita ke luar aja, emmm ke restoran gimana? Lo udah makan?"
Trisyel menatap malas ke arah cowo di depannya "Gue udah makan!"
"Ya udah ke cafe aja, temenin gue minum soalnya gue lagi haus"
"Emang di rumah lo gak ada air apa? sampe ngajakin gue ke cafe segala cuman gegara haus doang. Gabut banget sih lo"
Cowo itu lagi lagi terkekeh, tangannya kini sedang mengacak ngacak gemas rambut Trisyel "Cerewet banget sih syel. Tapi ngegemesin" Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Trisyel
"Lo ngeselin!"
Dengan terpaksa dan berat hati akhirnya Trisyel pun ikut dengan cowo itu ke cafe yang tak begitu jauh dari rumahnya karena cowo itu tidak mau pulang dan memaksa untuk masuk jika Trisyel tidak ingin ikut dengannya
Dari pada cowo itu masuk ke rumahnya tanpa ada kakaknya mending Trisyel ikut pergi saja, ya walaupun terpaksa
Cafe
Sedari tadi cowo itu tak henti hentinya tersenyum saat melihat Trisyel yang komat kamit tak jelas. Ia yakin cewe itu sedang mengumpat dirinya
Tak ada yang keluar dari mulut gadis itu, ia hanya menjawab seadanya saat di tanya, dan itu pun dengan teramat sangat malas
"Lo beneran gak pengen minum. Gue terakhir deh" Kata cowo itu
"Gak!" Kata Trisyel sambil bersedekap dada "Lagian lo bisa cepetan dikit gak sih? Minum gitu doang lama banget" Gerutu Trisyel
"Ini panas Syel, mana bisa cepet cepet minumnya"
"Siapa suruh lo pesen minuman panas, kan bisa pesen es aja biar sekali sedot langsung habis!"
cowo itu tertawa melihat raut wajah Trisyel yang benar benar kesal. Bahkan gadis itu masih menggunakan piyama dan sendal rumahan berwarna pink membuat dirinya diperhatikan banyak orang. Malu? Ya begitu lah, tapi Trsiyel begitu mager untuk berganti pakaian tadi
"Cuaca udah dingin, masa gue pesen es sih, kan tambah dingin dong"
Trisyel menggeram "Lo ngejawab mulu ya!" Kesalnya
"Tar kalau gak di jawab marah, di kira gue bisu" Jawab cowo itu yang sengaja ingin membuat Trisyel kesal
"Diem lo!" Trisyel melotot
"Kan gue punya mulut cantik"
"Diem gue bilang!" Ucap Trisyel nyaring membuat beberapa pasang mata menatapnya
Cowo itu kembali tertawa, kini tangannya terulur untuk mencubit gemas pipi Trisyel
"Utututuuuu gemesnya" Trisyel yang kesal pun mencubit kuat tangan cowo di depannya hingga meninggalkan bekas kemerahan
cowo itu langsung melepaskan pipi Trisyel dan meringis "Ampun syel ampun. Gue minta maaf, udah ya gak usah ngambek" Cowo itu bersaha membujuk Trisyel yang terlihat mulai merajuk
Tanpa mereka sadari beberapa orang yang baru memasuki cafe itu sedang menatap ke arah mereka_
πππ