PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
PUSING



Setelah kejadian siang tadi Trisyel menjadi bad mood. Ia hanya diam saja dengan wajah yang masih memperlihatkan kekesalan


bagaimana tidak kesal? Lihat saja tingkah konyol Prince siang tadi? Benar benar membuatnya malu, kini mereka menjadi trending topik di sekolah


Namun siapa yang tau, di balik diamnya Trisyel ternyata ia sedang menggerutu dalam diam. Sejak dari tadi ia mengumpat Prince dalam hati. Hingga pulang sekolah Triayel masih enggan membuka mulutnya, bahkan sekedar menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya pun tidak, karena kesal pada Fanyya dan Aurin yang ikut ikutan meledeknya


Parkiran


"Syel lo ngambek ya?" Fanyya dan Aurin berjalan cepat mengejar Trisyel yang keluar dari kelas begitu saja


masih tak ada jawaban, gadis itu hendak masuk ke dalam mobilnya. Namun tiba tiba sebuh tangan menahan pintu mobil miliknya


"Buru buru banget" Suara itu sangat familiar di telinga Trisyel, gadis itu mendengus tanpa beraniat menoleh


Trisyel mendorong tangan Prince agar menyingkir, namun nihil karena jelas saja kekuatan Prince lebih besar darinya


"Pacar gue ngambek ya, hmm" ucap Prince pelan nyaris berbisik


Trisyel langsung membalikkan tubuhnya "Lo kalau mau gila gak usah ngelibatin orang lain bisa?" Akhirnya Trisyel membuka suara, suara yang terdengar bergetar membuat Prince mematung.


Prince dapat melihat mata Trisyel yang nampak berkaca kaca, jelas bahwa gadis itu sedang menahan tangisnya


"Sorry" Kata itu lolos begitu saja dari bibir Prince. Ia mengakui bahwa ia memang salah, dia yakin bahwa Trisyel sekarang merasa sangat malu karena di ceng cengin habis habisan oleh murid murid yang lain, dan tak sedikit pula Trisyel mendapatkan cibiran dari fens fens Prince


"Gue gak mau ketemu lo lagi!" Trisyel dengan cepat masuk ke dalam mobilnya dan menutup kasar pintu mobil tersebut


Prince hanya mematung begitu pun dengan Fanyya dan Aurin. Sepertinya sekarang Trisyel bukan hanya ngambek, tapi juga marah, begitu fikir mereka


"Kayaknya lo udah bikin dia marah deh" Ucap Aurin. Prince hanya terdiam


"Gue tau ini pertama kalinya lo suka sama cewe, pertama kalinya lo nembak cewe, dan lo belum ada pengalaman sama sekali. Tapi menurut gue kalau lo gak tau caranya deketin cewe mending nanya dulu sama yang udah pengalaman. Dari pada gini, malah jadi masalah" Ujar Fanyya


"Terus gue harus gimana?" Fanyya mengangkat bahunya


_______


Di dalam mobil kini Trisyel sedang menangis sesegukan sambil terus menyetir


srottt srottt


entah berapa banyak tisu bekas ingus yang bertaburan di dalam mobil itu, intinya sekarang hidungnya terasa penuh dengan cairan


"Goblok, dia fikir gue gak punya muka apa? Atau dia fikir muke gue mirip tembok kayak dia?" Tanya Trisyel entah pada siapa


"Huwaaa gue malu..." Teriaknya


Sebenarnya Trisyel menangis karena sangat malu, ia tak marah pada Prince atau siapapun, ia hanya kesal. Itu saja


🍁🍁🍁


Jakarta, 18:09


Trisyel menyandarkan tubuhnya pada sofa kamarnya. Matanya menatap lurus ke arah balkon, entah apa yang tengah gadis itu fikiran


Tiba tiba sebuah notif masuk ke dalam ponselnya


Geral🐊


Syel


^^^Trisyel^^^


^^^?^^^


Geral🐊


Ketemu, bisa?


^^^Trisyel^^^


^^^Ngapain?^^^


Geral🐊


Ada yang mau gue omongin


Penting


Please πŸ™πŸ»


^^^Trisyel^^^


^^^Sherlock^^^


*πŸ“


Trisyel langsung bergegas turun tanpa mengganti pakaiannya, gadis itu hanya menggunakan hoodie oversize yang menutupi hampir seluruh celana pendek yang ia gunakan


"Bi" Panggil Trisyel pada bi Iyem


wanita paruh baya itu langsung mendekat ke arah Trisyel "Ada apa non?"


"Syel mau keluar dulu bik. Nanti kalau kak Kayzo pulang dan nanyain Syel, bilang aja Syel lagi ketemu temen di taman deket rumah"


"Iya non" Jawab bi Iyem. Setelah itu Trisyel langsung pergi dengan mobilnya


____


"Hay" Sapa Geral. Ternyata Cowo itu sudah tiba di sana lebih dulu


Trisyel langsung duduk di samping Geral tanpa menoleh "Mau ngomong apa? Cepatan gue gak punya banyak waktu" ucapnya terdengar dingin


"Oke" Geral Tersenyum


"Pertama gue pengen ucapin makasih karena lo udah mau dateng ke sini_"


Trisyel terdiam, gadis itu tak berniat menyahuti


"Alasan gue ngajak lo ketemuan karena gue pengen nanya"


"Ya udah tanya aja!"


"Lo beneran udah jadian sama Prince?"


Deg..


Lagi lagi membahas hal ini, apakah dia tidak tau mood Trisyel hancur karena masalah itu, dan sekarang kembali di bahas membuatnya semakin bad mood


"Ini yang lo bilang penting? Buang buang waktu gue tau gak!"


Geral langsung berdiri dan menarik tangan Trisyel saat sadar gadis itu akan pergi


"Jawab gue syel. Gue butuh jawaban lo!"


Trisyel terdiam, ia benar benar kesal sekarang. Mengapa tak ada yang bisa mengerti perasaannya


"Jangan bilang kalau lo beneran udah jadian sama dia?" Trisyel lagi lagi tediam membuat Geral membuang nafasnya kasar


"Syel denger gue!" Cowo itu memegang bahu Trisyel agar menghadap ke arahnya


"Dia itu bad boy, asal lo tau. Dia gak pantes buat lo Syel. Lo belum tau siapa dia, dia itu cowo gak baik, dan berbahaya"


Geral menarik nafasnya dalam "Gue ngomong gini karena gue gak mau lo kecewa nantinya. Gue gak mau lo di sakitin sama dia, percaya sama gue, dia bukan cowo baik syel" Geral berusaha memberikan penjelasan pada Trisyel, namun tanpa ia sadar bahwa gadis itu tak peduli sama sekali


Dasar gak tau diri. Di rumahnya emang gak ada kaca ya? atau emang gak pernah mau ngaca? Padahal dia sendiri yang sering nyakitin perempuan, Dasar Playboy katak Batin Trisyel ngedumel


"Putusin dia syel. Banyak cowo yang lebih baik dari dia"


Trisyel benar benar malas dan jengah mendengar penuturan Geral. Jika tidak di tahan mungkin Trisyel sudah pergi sedari tadi tanpa peduli dengan cowo itu


"Gue gak pacaran sama dia bangsat!" Akhirnya Trisyel membuka suara, kalimat itu terdengar sangat tajam dan penuh penekanan


"Denger gue ya, gue gak peduli apapun tentang Prince, gue gak peduli bagaimana latar belakang cowo sialan itu. Karena gue bukan pacarnya!" Bentak Trisyel


bukannya marah atau kesal, Geral malah tersenyum ketika Trisyel membentaknya sangat keras


"Jadi lo gak pacaran sama dia?" Ucapnya senang


"Lo budek apa gimana? Gue tabok juga pala lo" Kesalnya membuat Geral terkekeh


Tanpa izin cowo itu tiba tiba memeluk Trisyel dengan sangat erat sambil mengusap rambut Trisyel dengan lembut


Trisyel yang mendapatkan perlakuan itu kembali terdiam. Bukan karena ia menikmati pelukan dan usapan dari Geral, hanya saja ia syok dengan apa yang Geral lakukan padanya


"Gue suka sama lo syel. Gue cinta sama lo" Bisik Geral tepat di telinga Trisyel membuat tubuh Trisyel kini menegang dengan mata yang melotot tak percaya


Ya, ternyata selama ini Geral menyukai sosok gadis cantik bernama Trisyel itu. Sejak pertama kali melihat Trisyel Geral sudah jatuh hati


Geral memang terkenal cowo yang tak setia, karena sering gonta ganti pasangan. Geral memiliki mental yang lemah ketika di hadapkan dengan gadis cantik, ia pasti akan tergiur dan langsung mendekatinya tak peduli jika ia sudah memiliki banyak kekasih. Hanya untuk bersenang senang semata, setelah ia bosan maka ia akan mengabaikannya seolah tak pernah terjadi apapun


Namun setelah bertemu Trisyel, entah mengapa ia merasa ada yang beda dalam hatinya. Hatinya bergetar, dan sebelumnya ia tak pernah merasa seperti ini, dan ia meyakini bahwa itu adalah perasaan cinta. Sang Playboy itu kini jatuh cinta


Selamat ini Geral berusaha mendekati Trisyel, namun sial karena Prince yang selalu menghalanginya. Di tambah lagi dengan Trisyel yang menjahuinya membuat Geral hanya bisa menatap dari kejauhan


Dan kini, Geral sangat bahagia karena bisa memeluk erat tubuh gadis yang ia cintai. Walaupun gadis itu tak membalas pelukannya


🍁🍁🍁


"Dari mana kamu?"


Tiba tiba suara itu membuyarkan lamunan Trisyel, gadis itu baru sampai dan masuk ke dalam rumah, Trisyel terlihat tidak fokus hingga melewati Kayzo yang duduk di ruang tamu menunggunya sejak tadi


"Kak" Trisyel langsung berbalik dan mendekat ke arah Kayzo "Syel baru pulang dari taman, emang bibik gak ada bilang?" ucapnya


"Ada_" Kayzo memperhatikan wajah Trisyel. Seperti ada yang tak beres dengan adiknya itu "Ketemu sama temen yang mana?"


Trisyel gelagapan. Apa dirinya harus mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan seorang cowo? Apa tidak akan ngamuk itu wartawan? pasalnya Trisyel keluar di jam yang baru menjelang malam, berteman cowo pula, sudah bisa Trisyel pastikan kakaknya akan marah


"Emm itu anu_" Trisyel kesulitan menjawab saat mata Kayzo seolah menusuk ke arahnya


"Ketemu siapa syel!"


"Temen cowo" Jawab Trisyel keceplosan. Gadis itu dengan cepat menutup mulutnya


Temen cowo? Kayzo membatin, seketika ia teringat pada seseorang kemudian ia tersenyum


"Ooh temen cowo ya" Kayzo mengangguk


Trisyel yang melihat reaksi Kayzo seketika mengerutkan keningnya Apa apaan kak Kay? Batinnya


"Ya udah sana bersih bersih dulu abis dari luar kan? takutnya ada kuman. Abis itu kita makan malam bareng. Kakak dari tadi nungguin kamu"


Trisyel mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya untuk mengganti baju tidur dan mencuci muka serta tangannya. Karena sebenarnya tadi ia sudah selesai mandi


sedangkan Kayzo, cowo itu terkekeh geli melihat ekspresi Trisyel yang terlihat ketakutan "Ngapain ngajak ketemuan jam segini, gak romantis amat. Mana ngajaknya ke taman lagi, kan banyak nyamuk" Gumam Kayzo di sela sela kekehannya


Kini kedua kakak beradik itu tengah berada di meja makan, tidak ada yang keluar dari mulut keduanya membuat suasana terasa hening


Kayzo, cowo itu makan sambil matanya membaca email yang dikirim oleh sekertarisnya. Sedangkan Trisyel makan dengan fikiran yang melayang entah kemana. Setelah selesai Trisyel langsung pamit ke kamarnya


"Kak, aku ke kamar duluan ya"


Kayzo menoleh "Gak mau nonton drakor dulu? biasanya kamu suka nonton drakor sebelum tidur"


"Lagi gak mood" Ucapnya. Trisyel langsung meninggalkan meja makan dan menuju kamarnya


biasanya gadis itu mencuci piringnya sendiri, namun sekarang entah mengapa ia sangat malas dan bad mood untuk melakukan apapun


Di kamar


Trisyel langsung menghempaskan tubuh pada kasur empuknya. Hari ini benar benar melelahkan untuk Trisyel


"Apa gak cukup sama Prince? Sekarang malah nambah sama Geral lagi?" Tanya Trisyel entah pada siapa


gadis itu menatap langit langit kamarnya


Flashback on


"Lo gak bisa jawab?"


Trisyel menggeleng dengan raut wajah yang sulit di tebak "Kita gak saling kenal"


"Iya syel gue ngerti, mungkin kita masih belum terlalu mengenal satu sama lain. Tapi lo harus percaya kalau gue beneran sayang sama lo"


Trisyel terdiam, gadis itu tak tau harus menjawab apa


"Lo gak perlu jawab sekarang!"


"*Gue kasih lo waktu sampai lo punya jawabannya. Gue akan nunggu sampai kapan pun syel"


"gue gak akan nyerah buat dapetin lo*"


Flashback Off


"Aaakh pusing... ya tuhan, lama lama gue bisa ikutan gila kayak Prince" Ucapnya dengan merengek


Belum selesai masalah dengan Prince kini Trisyel sudah di hadapkan lagi dengan Geral yang terang terangan menyatakan perasaannya pada Trisyel


Trisyel belum pernah merasakan jatuh cinta, apalagi berpacaran. Tisyel sangat takut jika hal ini sampai di ketahui oleh Kayzo, ia takut kakaknya itu akan marah, bukan hanya pada dirinya melainkan cowo cowo yang berani mendekatinya


"Apa sih yang bikin mereka kepincut ama gue? Perasaan gaada yang spesial"


"Gegara gue kelewatan cantik kali ya?"


Gadis itu beranjak kemudian berdiri tepat di depan cermin besar


"Oooh pantesan" Gumamnya sambil memutar mutar badannya di depan cermin


"Ho oh, kayaknya gue kelewatan cantik. Gue aja naksir sama diri gue sendiri"


"Wesss the best lo syel, mantep jiwa. Pinter iya, cantik iya, seksi iya. Idaman deh pokoknya" Ucapnya sambil terkekeh


Trisyel terus berpose pose tak jelas di depan cermin sambil mulutnya yang tak henti memuji dirinya sendiri


"Kayaknya mulai besok gue gak usah berpenampilan cantik cantik amat lah ya, kasian nanti pada diabetes liatin gue" kekehnya. Detik berikutnya ia tersadar dan langsung memukul kepalanya sendiri


"Akhhh bisa beneran gila gue kalau gini. Ketularan virus dari Prince nih kayaknya. Huwaaa gak mau gila gue" Teriaknya sambil berlari dan menghempaskan kembali tubuhnya di atas ranjang


🍁🍁🍁