PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
MENGIKHLASKAN



"Aku merindukan keluargaku, aku ingin bertemu dengan mereka" Ucap Trisyel, terlihat pancaran binar bahagia dari gadis itu, seperti tidak sedih sama sekali akan berpisah dengan Prince membuat laki laki itu marah


"Aku gak izinin kamu pergi bersama mereka! Kamu harus kembali sama aku!"


Prince kembali melompat lompat berusaha untuk meraih Trisyel, namun naas gadis itu semakin lama semakin tinggi "Biarkan waktu mempertemukan kita kembali, tersenyum dan bahagia lah. Jalani hidup dan tata harimu dengan baik setelah ini meskipun tanpa aku. Maaf karena tidak bisa menemani hari harimu"


Tubuh Trisyel perlahan menghilang menjadi sebuah kabut asap putih yang di telan oleh langit biru. Bersamaan dengan itu Prince merasa tubuhnya tesedot oleh cahaya putih yang ada di belakangnya, matanya tidak bisa terbuka akibat cahaya yang begitu menyilaukan mata


"TIDAK!!!"


"TRISYEL!!"


Prince berteriak keras, tubuhnya tiba tiba bergetar hebat dengan deru nafas yang tidak beraturan


"Prince!"


Panggilan itu menyadarkan Prince, ia melihat sekeliling yang ternyata sudah banyak orang di sana. Dan tempat ini terlihat berbeda dengan tempat ia bertemu Trisyel tadi. Lalu, di mana gadis itu sekarang?


"Pa, Trisyel! Di mana Trisyel" Tanpa perduli dengan infus yang melekat di tangannya, tanpa peduli dengan perutnya yang terluka, dan tanpa peduli dengan kepalanya yang teramat pusing laki laki itu bangkit meraih tangan sang papa


Mendengar penuturan Prince membuat Ken merasa sedih, ia tidak tau harus berkata apa kepada putranya itu


"Prince, lo tenang dulu ya! Lo baru sadar setelah pingsan hampir 7 jam" kata Felix


"Gimana gue bisa tenang kalau gak ada Trisyel di depan mata gue!" Bentak Prince


"Kak Sam, dimana Trisyel! Bilang kalau dia baik baik aja! BILANG KAK!" teriak Prince. Ia benar benar tidak ingin jika apa yang Trisyel katakan tadi benar benar nyata, karena ia tidak akan pernah rela


Semua orang di dalam ruangan itu menatap ke arah Sam yang duduk di atas kursi roda, terlihat air mata laki laki itu jatuh "Kita semua harus sabar dan ikhlas!" Ucap Sam dengan nada pelan


Suara isak tangis Monic, Fanyya, dan Aurin memenuhi ruangan karena tidak bisa lagi menahan tangis mereka. Trisyel adalah sosok gadis yang selalu memancarkan aura positif bagi siapa saja yang dekat dengannya, gadis itu juga penuh dengan kehangatan dan kasih sayang membuat banyak orang tidak rela atas kepergiannya


"APA MAKSUD KALIAN! JANGAN BERCANDA! PENGANTINKU PASTI ADA DI SINI. KATAKAN DIMANA DIA, DIMANA DIA DI RAWAT SEKARANG!"


"PRINCE TENANG!" Ken berteriak sambil menahan tangan Prince


laki laki itu tidak peduli, Prince bangkit dari ranjang tidak peduli dengan tangannya yang berdarah akibat infus yang tercabut begitu saja


"BILANG SAMA GUE DI MANA CALON ISTRI GUE!" Amuk Prince sambil menarik kerah kemeja Bara


Semua orang terdiam tidak ada yang berani menjawab, benar benar tidak tega melihat keadaan Prince yang terlihat kacau


Bughhh


"Bilang sialan!" Prince mengamuk sambil menonjok tembok untuk meluapkan emosinya


**Bugh


bugh


bugh**


"BILANG!!!"


Hatinya sakit saat mengucapkan itu, ia juga berharap bahwa apa yang di katakannya itu tidak benar. Namun itu lah yang di katakan oleh polisi, jurang yang dalamnya mungkin lebih dari dari 50 meter itu, karena daerah itu termasuk daerah pegunungan


Saat ini polisi masih berusaha mencari keberadaan Trisyel, asumsi mereka untuk saat ini adalah Trisyel sudah meninggal dan hanyut di bawa arus karena hampir tidak ada peluang untuk gadis itu selamat mengingat kondisinya yang terikat oleh rantai


"ENGGAK LO BOHONG! LO PASTI BOHONG!" Prince menunjuk Fanyya yang terisak sambil memeluk Aurin


"TAHAN EMOSI LO PRINCE!" bentak Felix "Liat keadaan lo sekarang!"


"Gue gak peduli, gue mau cari Trisyel, gue yakin dia baik baik aja!" Prince ingin beranjak dengan langkah tertatih, namun Ken menahan tubuhnya


"JANGAN KERAS KEPALA PRINCE MELVIN!" teriak Ken


ruangan ini benar benar tidak pantas di sebut rumah sakit karena sangat berisik dan penuh teriakkan


"Diam dan jangan pernah pergi sebelum kondisi kamu baik! Saya tidak mengizinkan kamu pergi mencari adik saya dalam keadaan seperti ini!" Ucam Sam pelan namun penuh penekanan


Ia menatap Prince dalam "Saya tau bagaimana kamu sangat mencintai Trisyel, dan begitu juga dengan kami, kami sangat menyayanginya dan berharap dia akan kembali. Tapi kita tidak bisa melakukan apapun selain berdoa, biarkan polisi yang mencarinya. Doakan saja semoga Trisyel cepat di temukan dalam keadaan masih bernafas atau tidak" Ucap Sam yang terdengar lirih di akhir kalimatnya


Tubuh Prince merosot jatuh tepat di bawah kaki Ken, air matanya jatuh dengan suara isak yang mulai memenuhi ruangan itu "Lo jahat! Lo gak beneran sayang sama gue! LO JAHAT SYEL LO JAHAT!" teriak Prince


Ia teringat ucapan Trisyel saat berada di alam bawah sadarnya tadi, ternyata gadis itu benar benar ingin meninggalkannya bahkan tanpa mengizinkan Prince menyetuhnya seujung kukupun


......................


Seminggu berlalu sejak kejadian itu terjadi. Prince sudah 2 hari keluar dari rumah sakit karena ingin cepat kembali meskipun keadannya masih tidak baik, tubuh kurus dengan rambut acak membuatnya terlihat seperti laki laki yang tak terurus


Selama seminggu ini juga pencarian Trisyel di lakukan namun tidak menemukan hasil apapun, bahkan anggota Avanger membantu polisi mencari Trsiyel, namun tidak memberikan hasil apapun kecuali robekkan kimono yang terakhir kali Trisyel gunakan


Polisi baru saja datang ke kediaman Ken, memberikan laporan bahwa pencarian sajad Trisyel akan di hentikan. Dan Polisi juga mengatakan dengan yakin bahwa gadis itu sudah meninggal, alasan mengapa jasadnya tidak ditemukan mungkin karena di makan binatang buas


Sungguh penjelasan itu tidak di terima oleh Prince, laki laki itu masih sangat yakin bahwa Trisyel masih hidup, atau mungkin memang tidak pernah ingin menerima kenyataan pahit itu


kenangan kenangan saat bersama Trisyel selalu terlintas di fikiran Prince membuat laki laki itu terkadang tersenyum sendiri, namun saat bayangan di mana terakhir ia melihat Trisyel di taman bunga itu memuatnya emosi hingga sering kali nyekiti dirinya sendiri


"Gue gak terima! Mereka itu pasti kerjanya gak becus!" Ucap Prince marah


"Prince, kita semua juga udah coba bantu cari, tapi semuanya nihil" Ucap Felix


"Gak guna, lo semua gak guna. Akhhh" lagi lagi Prince mengamuk dengan membanting barang apapun yang ada di sekitarnya


"Prince, terima kenyataan!" Ucap Ken


"Gak pa, aku gak bisa! Aku gak mau Trisyel pergi, aku gak percaya kalau dia udah gak ada"


"Gue tau lo gak ikhlas di tinggalin sama dia, gue juga sama. Bahkan gue sahabat Trisyel sejak kecil Prince_ hiks... hiks.. gue sayang sama dia hiks.. tapi tuhan lebih menyeyanginya" kata Fanyya lirih


"Mungkin udah saatnya dia bahagia sama keluarganya. Selama ini dia selalu bilang kalau dia kangen sama keluarganya, dan ini sudah waktunya dia pergi hiks.. hiks.._ walaupun tanpa berpamitan sama kita hiks..." Ucap Aurin sedih


"Ikhlaskan dia Prince, jangan ikat dia dengan rasa sedih dan tidak rela. Biarkan dia bersama orang tua dan kakaknya" Lanjut Monic


🥀🥀🥀