
Jakarta, 08:00
Setelah makan malam Prince langsung bersiap untuk pergi
"Mau kemana Prince?" Tanya Ken
"Mau ke rumahnya Trisyel pa, ngerjain tugas sekolah" jawab Prince sambil merapikan pakaiannya
Ken tersenyum "Mau ngerjain tugas sekolah apa mau pacaran" Ledeknya
"Mau ngerjain tugas sekolah pa" Ucap Prince dengan nada terdengar sewot
Ken lagi lagi terkekeh "Ya udah sana pergi. Titip salam sama calon menantu"
mendengar kalimat terakhir yang terlontar dari mulut Ken membuat Prince terkekeh
_____
Rumah Trisyel
Bukan hanya ada Prince, tapi sahabat sahabat mereka juga sedang berkumpul di sana. Memang tujuan mereka ingin mengerjakan tugas sekolah, tapi sekalian juga untuk ngumpul bersama
"Dapet salam dari papa mertua" Bisik Prince
Mendengar itu wajah Trisyel langsung memerah karena malu
"Kapan main kerumah? Papa mertua pengen ketemu menantunya" Melihat Trisyel yang malu membuat Prince gencar menjahili gadis itu
"His apaan sih lo! Kerja tugas yang bener!" Ucap Trisyel sambil memukul lengan Trisyel. Gadis itu benar benar malu sekarang
Mereka sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing masing, sambil sesekali nyemil dan ngobrol
"Ihhhh kesel banget gue" Ucap Fanyya frustasi
"Kenapa sih lo?" Tanya Jeje sambil nyemil. Orang itu sedari tadi sibuk memasukkan snack dalam mulutnya tidak mengerjakan tugas sama sekali. Toh juga ada sahabatnya yang bisa ia contek nanti
"Kenapa kenapa, ya ngerjain tugas lah. Emang lo yang bisanya copy paste tugas orang doang" Sewot Fanyya
"Yang penting gue ngerjain tugas"
"Idih nyontek aja bangga" Sahut Aurin
"Lagian lo kenapa sih?" Tanya Felix dengan tangan dan mata yang fokus pada buku. Cowo itu juga tak kalah cerdas dari Prince
"Ini susah banget tau!"
"Iya nih, susah banget. Rumusnya gak masuk ke otak gue" Sahut Trisyel yang juga hampir frustasi
"Hahaha makanya belajar sama yang punya IQ tinggi" Ucap Prince bangga
Seketika Trisyel menatap jengah pada orang di sampingnya ini, cowo itu sedari dulu memang selalu sombong dan menyebalkan. Tapi anehnya cowo itu yang yang Trisyel sayangi
"Sini gue bantu" Prince menarik tangan Trisyel agar lebih mendekat padanya
"Itu sih modus" Sindir Bara
Prince tak merespon, ia sedang sibuk menjelaskan rumus Fisika pada Trisyel dengan satu tangan yang tak lepas menggenggam tangan Trisyel
Drrttt
Drrttt
Drrttt
Ponsel Prince berdering, tertera nomor tidak kenal di sana. Awalnya Prince ingin mengabaikan, tapi panggilan itu terus saja masuk membuatnya kesal dan akhirnya mengangkat panggilan dari nomor tak di kenal
"Hay Prince"
Mendengar suara bariton itu membuat Prince terdiam dengan mata membulat sempurna. Prince kenal suara itu
"Mau sampai kapan lo di dalem? lagi jagain cewe lo ya? takut banget cewenya gue ganggu" Terdengar kekehan dari orang itu membuat Prince menggeram
"LO DI MANA SIALAN!" ucap Prince nyaring hingga sukses membuat Trisyel dan para sahabatnya kaget
"Wow wow santai dong. Gak usah ngegas"
"Prince siapa?" tanya Trisyel penasaran. Semua mata kini menatap penasaran ke arah Prince saat melihat cowo itu yang menggeram marah
Dengan cepat Prince berdiri dan berlari keluar diikuti Felix. Felix seperti tau siapa yang sedang Prince cari
"Gue? Haha gak usah cari gue Prince. Karena gue adalah CCTV tersembunyi yang sulit untuk lo temuin" Ucap orang itu santai
"Bacot lo!_" Belum selesai Prince mengumpat telfon itu sudah lebih dulu di akhiri
Prince hampir saja ingin menghempaskan ponselnya karena sangat kesal. Ia membuka gerbang rumah Trisyel dan melirik ke kiri kanan untuk mencari orang yang tadi menelfonnya. Namun nihil, tidak ada siapapun di sana
"Kalian liat ada orang gak di sini?" Tanya Prince pada penjaga
3 orang penjaga itu menggeleng serempak "Tidak, kami tidak melihat siapapun sedari tadi" jawab salah satu dari mereka
"Lo nyari anak TC?" Tanya Felix
"Dedric. Dia yang telfon gue" Ucap Prince dengan nafas memburu
"Siapa?" Tanya Trisyel. Gadis itu keluar dari rumah bersama dengan yang lain
Prince dan Felix saling pandang "Mending lo masuk! Jangan disini" Kata Felix. Ia memberi kode pada Fanyya untuk membawa Trisyel masuk
"Tapi_"
"Udah masuk aja!" Fanyya menyeret paksa Trisyel dan Aurin untuk masuk ke dalam rumah
"Siapa Prince?" tanya Bara
"Dedric ada di sekitar sini"
"Itu orang gak ada kerjaan banget nungguin rumah orang. Mending kerja jadi satpam dapet uang dari pada kayak gini malah jadi buronan polis" Celetuk Jeje
"Bahaya sih kalau Dedric sampai berkeliaran di sini"
Prince tampak begitu gelisah, ia takut Dedric akan nekat mencelakai Trisyel. Sungguh Prince tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika memang terjadi sesuatu pada Trisyel
Prince tidak pulang hingga Sam dan Monica tiba. Mereka lembur karena ada pekerjaan
Ia tidak memberi tau apapun pada Sam dan Monica, apalagi pada Trisyel. Cowo itu hanya memberikan peringatan pada penjaga agar melakukan pekerjaan dengan baik, jangan sampai kecolongan sedikit pun
Setelah Sam dan Monica sampai mereka semua langsung pulang, mengantar Fanyya dan Aurin terlebih dahulu kemudian baru mereka pulang ke rumah masing masing
Mereka berusaha menjaga siapapun yang ada di sekitar mereka, karena tidak tau siapa yang akan menjadi target TC selain Trisyel
πππ
Pagi ini seperti biasa Trisyel di jemput oleh Prince menggunakan mobil, saat di tengah perjalanan menuju sekolah tepatnya saat lampu merah Prince melihat motor yang seperti ia kenali
Lama Prince menatap motor itu sampai pada akhirnya lampu berubah Hijau dan Prince yakin dengan apa yang ia lihat, ia memang mengenal motor itu
"TC!" Ucap Prince keras sambil memukul stir mobil
Prince tidak mengabaikan, ia langsung memutar arah untuk mengejar sang pengendara motor tersebut
"Prince kita mau kemana? Arah sekolah bukan kesana" Ucap Trisyel bingung
"TC! Gue yakin Itu TC"
"Apa?" Trisyel kaget. Gadis itu semakin kaget saat Prince menambah kecepatan laju mobilnya mengelip ngelip di sela sela keramaian membuat Trisyel takut. Gadis itu menutup mata sambil memegang sabuk pengaman dengan sangat erat
"Prince gue takut" Lirih Trisyel
"Gue gak boleh kehilangan jejaknya lagi. Ini bisa jadi kesempatan untuk kita nangkep mereka" Kata Prince sambil fokus mengemudi
"Ambil hp gue, telfon Felix sekarang!"
"CEPETAN TRISYEL!" Bentak Prince karena melihat Trisyel yang tidak bergeming
"Aaa i-iya" Dengan tangan yang gemeteran Trisyel membuka tas Prince mencari ponsel cowo itu di sana
Saat sudah mendapatkannya Trisyel langsung menelfon Felix, 4x deringan akhirnya panggilan itu di angkat
"Kenapa bro?"
"IKUTIN LOKASI GUE SEKARANG! GUE LAGI NGEJAR TC!" ucap Prince karena Trisyel men-speaker kan panggilan itu
Felix yang mengerti tanpa basa basi dan banyak bertanya langsung mematikan panggilan tersebut. Cowo itu langsung melacak keberadaan Prince melalui ponsel
πππ