PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
BERKELAHI




Jakarta, 06:42


Sebuah motor tiba di parkiran sekolah membuat banyak siswa yang melihatnya berteriak heboh. Mengapa?


Karena kini orang yang paling populer di SMA Galaxy kembali bersekolah setelah berapa hari tidak terlihat. Namun bukan itu yang menjadi sorotan melainkan gadis yang ada bersamanya


"Gue malu" Cicit gadis yang tak lain adalah Trisyel


ya, tadi pagi Prince sudah menjemput Trisyel untuk berangkat bersama, padahal Trisyel sudah melarang. Namun bukan Prince namanya jika menurut begitu saja


"Pegang tangan gue" Titah Prince namun Trisyel menggeleng


Gadis itu malah memilih untuk berjalan lebih dulu, dengan cepat Prince menyusulnya dan menggenggam erat tangannya


"Prince!" Cowo itu tak menggubris dengan santainya ia berjalan sambil menggenggam erat tangan Trisyel


"Mereka beneran udah pacaran?"


"Gila gak nyangka gue, padahal Prince itu susah banget loh di deketin. Kok dia bisa langsung suka sama Trisyel padahal kan baru kenal ya?"


"Aaa ayang gue di rebut"


"Fiks, hari patah hati satu sekolah"


"Cowo gueeeee"


"Mending lh ya, dari pada sama si Carline"


"Best Couple sih"


Begitu lah ucapan ucapan dari siswa yang menyaksikan mereka. Banyak yang merasa tak suka, namun ada juga beberapa dari mereka yang mendukung


"Syel, apa maksudnya ini?" Gumam Geral


Cowo itu juga salah satu orang yang menyaksikan bagaimana Prince menggenggam erat tangan Trisyel


Jelas saja Geral merasa ada api di dalam hatinya. Bukankah Trisyel mengatakan bahwa dia dan Prince tidak ada hubungan? mengapa sekarang malah seperti ini


_____


"Dah ah lepas! gue mau masuk." Kata Trisyel. Karena sedari tadi Trisyel kesulitan melepaskan genggaman tangan Prince


"Gue pindah kelas aja gimana? Biar kita bisa deket terus"


"Heh!" Dengan reflek Trisyel memukul lengan Prince


Prince mengangkat alisnya "Kenapa? gak mau?"


"Jangan ngadi ngadi deh! Sana ke kelas lo"


"Ngusir?"


"Iya!" Jawab Trisyel cepat dengan wajah juteknye membuat Prince terkekeh


"Sana ah!" Trisyel menarik paksa tangannya dari genggaman tangan Prince dan mendorong cowo itu untuk pergi


"Awww shhh ****!"


Trisyel yang mendengar itu seketika panik, ia kembali mendekat ke atah Prince "Eh lo kenapa? Sakit lagi? Mau gue anter ke UKS gak?"


Prince tersenyum "Becanda" Ucapnya sambil terkekeh


Seketika wajah Trisyel langsung berubah kesal dengan mata melotot ke arah Prince. Bukannya terlihat menakutkan malah terlihat lucu menurut Prince


"Lo ya, bikin gue_"


Cup


Satu kecupan berhasil mendarat mulus di bibir tipis Trisyel membuat gadis itu seketika membeku.


"Frish kiss guee" Lirih Trisyel dengan suara pelan. Tangannya reflek menyentuh bibirnya sendiri. Jantungnya seakan mau copot saking cepatnya berdegup


Detik berikutnya Trisyel langsung melihat ke kiri dan ke kanan melihat beberapa siswa yang juga langsung membuang muka ke sembarangan arah seolah mereka tidak melihat apa apa


"PRINCE, NYEBELINNNNNNNNN" Pekik Trisyel sambil memukul mukul lengan Prince. Sang pelaku langsung berlari sambil tertawa keras


"Dasar gak tau malu!" Gerutunya. Lagi lagi ia melirik ke arah siswa siswa "Anggep kalian gak liat apapun!" Ucapnya yang sangat malu. Gadis itu langsung masuk ke kelasnya dengan perasaan campur aduk


_____


Fanyya dan Aurin baru saja tiba di sekolah beberapa menit yang lalu. Namun berita tentang Prince dan Trisyel sudah nyampai di telinga mereka


"Cie cieee ada yang abis_"


"Diem ya lo!" Dengan cepat Trisyel memotong ucapan Fanyya


"Ekhmmmm ini nih orang yang katanya ilfeel. Gak percaya sih lo sama gue, kan gue udah pernah bilang kalau benci dan cinta itu gak beda jauh_"


"Diem gue bilang!" Gerutu Trisyel membuat Fanyya dan Aurin tertawa


"Kalau gue sih udah pasti malu banget ya. Apalagi sekarang kemakan omongan sendiri" Tambah Aurin


"Akhh serah lo bedua lah!"


Percayalah, sekarang Trisyel sangat malu. Ia yakin banyak orang yang akan membencinya karena berpacaran dengan Prince yang notabene nya cowo paling populer disekolah


🍁🍁🍁


"Sial!!! Dasar cewe parasit gak tau diri!" Teriak Carline


Tentu saja Carline pun sudah mendengar berita itu. Hal itu sontak mengundang emosi pada Carline, ia tak tau harus berbuat apa hanya bisa melampiaskan emosinya dengan berteriak


Siswa di dalam kelasnya sampai menutup kuping saking kerasnya ia berteriak


"Dasar gila" Cibir salah satu siswa yang tak menyukai Carline


"Diem lo anjng! Kalau gak mau kena amuk sama Carline" Ucap Disti memperingati


Untung saja Carine tak mendengar karena asik dengan dirinya sendiri. Jika ia mendengar sudah pasti orang itu akan menjadi sasaran amuk Carline


Carline mengepalkan kuat tangannya "Awas aja lo, gue gak akan biarin lo hidup tenang gitu aja apalagi dengan status sebagai kekasih Prince! Gue akan bikin lo sengsara, mati kalau perlu. Karena Prince cuma punya gue!"


Disti mendekati Carline "Sabar lin. Lo kayak gini gak bakal dapet apapun" Tegur Disti


"GUE HARUS SABAR KAYAK GIMANA LAGI? SEKARANG GUE MAKIN JAUH SAMA PRINCE, GUE GAK BISA DEKETIN DIA LAGI GARA GARA CEWE SIALAN ITU" Bentak Carline membuat Disti terdiam


🍁🍁🍁


Lapangan basket


Kini terlihat dua cowo yang beradu emosi karena memperebutkan satu gadis yang sama


"Apa salahnya gue suka sama Trisyel? toh dia manusia kok bukan setan" Ucap Geral sambil tersenyum Smirk


"Emang iya? Tapi Trisyel bilang enggak tuh. Dia gak ngakuin lo sebagai cowonya"


"Anjng lo bangsat!"


Bug...


satu bogeman mentah mendarat mulus di pipi Geral. Namun cowo itu tetap saja tersenyum smirk


"Lo siap siap aja. Gue akan buat Trisyel jatuh dalam pelukkan gue"


Bugh..


bugh..


bugh..


"Lo itu gak ada harga dirinya banget jadi orang! Emang gaada cewe lain apa sampe mau ngerebut cewe orang! Anjng sialan!!!" Kini giliran Prince yang tersenyum smirk saat melihat Geral yang tersungkur di lapangan


"Cih, cowo gak di anggep aja bangga_"


"Gue jadi inget waktu meluk dia. Badannya pas banget buat dipeluk. Jadi kangen" Ucap Geral dengan sengaja. Ia ingin membuat Prince benar benar tersulut emosi


dan yah, benar saja. Mendengar perkataan terakhir Geral membuat Prince terbakar, dengan rahang mengeras dan tangan mengepal kuat,


Bugh..


bugh..


bugh..


Dengan membabi buta Prince menghajar Geral hingga sudut bibir cowo itu mengeluarkan darah. Tak ada perlawanan apapun dari Geral, ia hanya menerima dengan senyum smirk nya


Aksi itu jelas di saksikan banyak siswa termasuk sahabat sahabat Prince karena ini adalah jam istirahat. Namun sialnya tak ada yang berani melerai karena takut menjadi sasaran amuk dari seorang Prince


"Prince" Gumam Trisyel saat berada di tengah tengah kerumunan itu


Seseorang tadi datang menghampiri Trisyel di kantin dan memberi tau Trisyel bahwa Geral dan Prince bertengkar


"Kenapa diem aja sih?" Omel Trisyel pada Felix, Bara, dan Jeje


"Mana bisa di lerai kalau kayak gini? Bisa bisa kita yang di tonjok" Jawab Jeje


"Akh cupu lo pada" Dengan cepat Trisyel berlari ke arah Prince yang masih dengan membabi buta menghajar Geral


"Trisyel!" Tak sempat Felix menarik tangan Trisyel gadis itu sudah lebih dulu berlari


"Aduh syel, berani banget tu cewe. Kalau dia yang kena gimana?" Ucap Aurin panik


"Dia belum mengenal Prince" Ucap Bara


"Ya masa mau di biarin sih, bantu lah!" Ucap Fanyya


sedangkan Trisyel, gadis itu menarik lengan Prince, namun tak ada hasil. Tenaga Prince jauh lebih kuat darinya


Masih dengan hal sama, Prince terus menghajar Geral tanpa peduli seseorang tengah menarik tangannya


"Prince stop!" Ucap Trisyel sambil menarik tangan Prince


"Stop! Please..."


Karena tidak ada jawaban Trisyel nekat berdiri di tengah tengah antara Prince dan Geral


"PRINCE!" teriak Trisyel sambil menutup mata. Hanya berjarak beberapa cm kepalan tangan Prince hampir mengenai wajah Trisyel


Prince yang baru sadar dengan cepat menarik tangan Trisyel


"Lo gila hah! Mau gue tonjok!" Geram Prince


"Tonjok aja kalau lo mau!" Prince terdiam dengan mata memarah


"Gue udah coba hentin lo, tapi lo masih dengan gilanya ngehajar dia. Lo gak liat dia hampir mati gara gara lo!"


Prince masih terdiam. Cowo itu melepaskan tangan Trisyel dari genggaman tangannya


Trisyel melirik Geral yang terkapar di belakangnya, terdengar hembusan nafas kasar dari gadis itu "Lo sadar gak di mana lo berada sekarang? Lo ada di sekolah! Sekarang lo di liat banyak orang, APA LO BANGGA?!"


"Gue cuman ngasih pelajaran untuk cowo bangsat itu! Apa yang udah jadi milik gue, gak bakal gue biarin orang lain menyentuhnya walau seujung kuku sekalipun" Ucap Prince tegas


"Dengan cara bunuh dia?_"


"Lo mau bunuh orang? Mau jadi pembunuh gitu? Atau lo mau jadi psikopat!" Prince terdiam dengan rahang mengeras dan tangan mengepal kuat. Jangan lupakan tatapan tajamnya yang seolah mampu menusuk siapapun yang melihatnya


Trisyel tak mempedulikan tatapan itu, ia membalikkan tubuhnya dan mendekat ke arah Geral


"Lo gapapa?" Seketika pertanyaan bodoh itu keluar dari bibir Trisyel. Gadis itu sejujurnya adalah orang yang paling benci dengan kekerasan


"Akhhh sa-kit syel" Ucap Geral terbata dengan nafas memburu


Geral menarik tangan kiri Trisyel dan menggenggamnya "Sakit ba-nget" lirihnya


Melihat itu tentu saja Prince semakin emosi. Ia baru saja di marahi oleh Trisyel, sedangkan kini gadis itu malah memberikan perhatian kepada orang lain didepan matanya?


Prince memilih untuk pergi. Trisyel melihat itu namun ia tak mengejar, menurutnya Geral lebih penting untuk di utamakan sekarang


_____


Kini Geral berada di UKS, ia baru saja di obati oleh tim kesehatan. Cowo itu di temani oleh Trisyel dan Timo yang merupakan teman dekat dari Geral


"Syel, makasih ya lo udah nolongin gue" Kata Geral


"Hemm" jawab Trisyel. Sebenarnya ia sedari tadi merasa tidak tenang, fikirannya selalu mengarah pada Prince. Tapi dia juga merasa tidak bisa meninggalkan Geral sebelum cowo itu mendapatkan pertolongan


Geral tersenyum penuh kemenangan saat Trisyel lebih memilih untuk menemaninya. Karena memang ini lah rencana Geral, ia dengan sengaja tidak mengindar atau membalas serangan Prince agar Trisyel memihak padanya. Dan hal itu terbukti dengan keberadaan Trisyel di sini


"Lo udah baikkan kan" tanya Trisyel


"Udah lebih baik. Ya walaupun masih sakit sakit sih badan gue" Ucap Geral smabil terkekeh


"Mending abis ini lo kerumah sakit!. Priksa lebih detail, kalau disini lo cuman dapet pertolongan pertama"


"iya" Geral mengangguk


"Kalau gitu gue tinggal ya. Ada temen lo juga kan yang nemenin lo disini"


Seketika raut wajah Geral berubah. Ia menyesal mengatakan bahwa ia sudah lebih baik


"Eh lo temenin Geral ya, gue pergi dulu" Kata Trisyel yang di angguki Timo


Trisyel langsung bergegas keluar tanpa persetujuan dari Geral. Ia juga tau bahwa Geral sebenarnya tak akan membiarkan ia pergi


🍁🍁🍁