
Jakarta, 11:00
Trisyel berjalan menuju kantin mencari sosok Prince di sana. Namun ia tidak menemukannya
"Masa iya gue harus samperin ke kelasnya. Tar makin kepedean lagi" Dialognya
Trisyel berlalu pergi. Saat di lorong menuju kelasnya ia melihat Prince sedang berbicara dengan Carline. Entah apa yang mereka bicarakan namun dapat Trisyel lihat bahwa Carline sedang menggandeng tangan Prince.
"Pasangan serasi" Trisyel bertepuk tangan sambil berjalan mendekat. Carine yang awalnya berusaha merayu Prince kini menjadi sangat kesal karena Trisyel yang datang mengganggunya
"Mau apa lo hah!" Bentak Carline namun Trisyel tak menggubris
"Kayak gak ada tempat lain aja buat mesra mesraan. Ini sekolah woy tempat belajar, bukan tempat kalian pacaran!" Ujar Trisyel
Prince tersenyum mendengar ucapan Trisyel, dengan sengaja cowo itu melepaskan tangan Carline dari lengannya kemudian ia genggam. Carline yang mendapatkan perlakuan itu tentang saja syok dan senang dalam waktu bersamaan, karena selama ini Prince selalu menolaknya
Wow kayaknya Prince udah mulai luluh sama gue! Batinnya bersorak bahagia
"Kenapa? Cemburu ya?" Ujar Prince sambil tersenyum smirk
Seketika Trisyel tertawa "Sorry gue gak minat buat cemburu sama lo! Gak ada untungnya buat gue cemburuin cowo narsis kayak lo!" Ujar Trisyel
Prince hanya terdiam masih dengan senyum smirk nya
"Kayak lo paling ganteng aja! Sorry lo itu bukan tipe gue! Cowo sok ke gantengan, jijik gue" lanjut Trisyel
Carline yang tak terima langsung mendorong tubuh Trisyel "Jaga mulut lo ya! Dasar cewe gak tau malu, seneng banget ya lo ikut campur urusan orang!" Ucap Carline kesal
"Aduhhhhh kumannnn" Pekik Trisyel sambil mengibaskan bajunya yang di sentuh oleh Carline. Prince yang melihat itu hanya tertawa kecil
"Dih sebenarnya males banget ya gue berusan sama orang kayak lo bedua"
"Terus kenapa kesini? pergi sana" Usir Carline
"Gue kesini karena ada urusan sama dia!" Tunjuk Trisyel pada Prince
"Lo pergi!" Usir Prince pada Carline. Cewe itu berdecak kesal, baru saja ia merasa senang namun sekarang sudah kembali di usir
"Tapi_"
"PERGI!"
Akhirnya Carline pun mengalah, ia berdecak kesal sambil menatap tajam ke arah Trisyel kemudian pergi
"Mau apa?" Tanya Prince saat Carline sudah jauh
"Ini! gue mau ngembaliin uang lo!" Ujar Trisyel sambil menyodorkan uang seratus ribuan
"..."
"Ambil! Tadi lo kan yang beliin gue makanan sama minum! Ya udah ini gue ganti uang lo. Ambil!" Kata Trisyel
bukannya menerima uang itu Prince malah tertawa "Lo fikir gue gak mampu buat traktir lo makan! Hello gue seorang Prince Melvin" Ucapnya dengan nada terdengar sombong
"Ya gue tau, cuman gue pengen balikin aja! gue gak mau tar lo ungkit ungkit lagi"
"Hahaha itu gaada apa apanya buat gue. Kalau lo mau gue beliin restoran bintang 5 berserta pelayannya juga gue mampu"
"Cih, sombong banget lo jadi_"
"Asal lo jadi pacar gue" Potong Prince
Bulsh..
seketika Trisyel membeku di tempat. Wajahnya memerah dengan jantung yang berpacu cepat
"Kenapa mukanya, kok merah gitu? Salting ya" Kekeh Prince
Trisyel berdecak kesal "Ya udah kalau gak mau!" Cewe itu mendorong tubuh Prince kemudian berlalu pergi
"Lucu banget" Ucap Prince semari terkekeh
πππ
Jakarta, 13:30
"Syel" Panggil Geral saat di parkiran. Trisyel yang baru berjalan ke area parkiran pun terhenti saat Geral berlari ke arahnya
"Lo pada duluan aja" Ujar Trisyel pada Fanyya dan Aurin, kedua gadis itu pun mengangguk kemudian berlalu menuju ke arah 4 cowo yang sudah menunggu mereka
"Ada apa?" Tanya Trisyel
"Gue pengen ngajak lo jalan, boleh gak?" Tanya Geral sambil tersenyum
Trisyel diam sesaat memikirkan ajakan cowo itu. Sebelumnya ia belum pernah jalan berdua dengan lawan jenis kecuali kakak dan mendiang papanya
"Please" Bujuk Geral dengan wajah penuh harapan
Cih gue paling gak bisa liat wajah memeles kayak gini Batinnya
"Ya udah, tapi gak sekarang" Jawab Trisyel akhirnya
Geral tersenyum merekah "Ya udah lo maunya kapan?"
"Nanti jam 3 sore"
"Oke, gue jemput ya"
"Gak usah!" Tolak Trisyel. Ia tidak mau jika kakaknya tau, tentu saja kakaknya yang super posesif itu akan berubah menjadi wartawan membuatnya pusing dengan segala pertanyaan dan nasihat dari kakaknya itu
"Lo Sherlock aja tempatnya. Tar gue dateng sendiri!" Lanjutnya
"Ya udah kalau itu mau lo. Kalau gitu gue boleh dong minta kontak lo" Ujar Geral. Tentu saja cowo playboy satu itu tidak akan menyia nyiakan kesempatan
Akh sial. kenapa gue malah suruh dia Sherlock sih, kan dia jadi minta kontak gue Batin Trisyel
Akhirnya dengan berat hati Trisyel memberikan kontaknya pada Geral
sedikit banyaknya Trisyel sudah tau dengan bagaimana cowo itu. Ia sering mendengar beberapa siswa membicarakan Geral, bahkan sahabatnya sendiri. Cowo itu juga populer dan lumayan banyak gadis yang mengidolakan cowo itu. Trisyel juga tau bahwa Geral sering gonta ganti cewe, hanya untuk sekedar bermain main
Di lain sisi terlihat beberapa orang yang sedang memperhatikan interaksi antara Geral dan Trisyel
"Mau ngapain tuh playboy katak nyamperin Trisyel?" Ucap Jeje
"Palingan juga mau ngedeketin Trisyel. Kan emang kerjaannya kayak gitu, tebar pesona sama cewe, apalagi cewenya cantik kayak Trisyel" Sahut Felix
"Gue gak ikhlas kalau Geral deketin sahabat gue, sumpah. Bakalan gue karungin terus masukin ke got tu orang" Ujar Fanyya membuat Jeje tertawa
"Kayak lo mampu aja" Kata Felix
Prince terlihat tidak suka melihat interaksi antara dua orang itu. Apalagi saat melihat Trisyel yang mengambil ponsel Geral dan mengotak atik hp tersebut. Prince yakin bahwa Trisyel sedang memberikan kontaknya pada Geral
"Kayak gaada cowo lain aja. Playboy modelan katak gitu di ladenin" Ujar Prince terdengar ketus
"Piwwitt, kayaknya lagi ada yang cemburu nih" Aurin menyindir sambil tertawa
"Kutub utara udah meleleh" Ujar Bara membuat mereka semua tertawa, namun tidak dengan Prince
"Diem gak lo semua. Atau mau gue telen idup idup" Ancam
"Uuu atutt"
"Beruangnya udah ngamuk" Kekeh Bara
πππ
Jakarta, 15:23
Trisyel baru tiba di sebuah cafe yang sebelumnya sudah di Sherlock oleh Geral. Sebenarnya ia sangat malas, namun ia juga tak enak jika harus menolak
Trisyel melihat sosok Geral di salah satu meja, ia pun langsung menghampiri "Sorry telat"
Geral langsung menoleh ke arah sumber suara dan langsung berdiri sambil tersenyum "Gapapa, ayo duduk" Ucapnya sambil menarik kursi untuk Trisyel
gadis itu duduk tepat di depan Geral. Keduanya mulai mengobrol sambil sesekali meminum dan memakan makanan yang sudah di pesan Geral sebelum Trisyel tiba
Di lain tempat.
Prince yang awalnya berniat untuk ke sirkuit tiba tiba teringat ucapan Fanyya saat mereka masih berkumpul di apartemen Prince sepulang sekolah tadi
"Kenapa?" tanya Felix
Fanyya memperlihatkan ponselnya pada Felix "Trisyel bilang Geral ngajak dia ke cafe"
"Hah? Si playboy katak itu ngajak Trisyel k cafe?" Ulang Jeje
"lo budek apa gimana?" Ketus Bara sambil menjitak kepala Jeje
"Gue gak suka kalau Geral deketin sahabat gue. Dia itu playboy" Ujar Fanyya kesal
"Terus si Trisyel nya mau?" Tanya Aurin
"Ya iya. Trisyel tu orangnya gak enakkan"
"Trisyel bilang gak kalau dia mau ketemu di cafe mana?" Tanya Prince tiba tiba
Felix dan Bara seketika tertawa
"Waduh ada apa dengan pak bos nih?" Kekeh Felix
"Jangan jangan mau di labrak" Sahut Bara
"Lo suka ya sama sahabat gue?" Tanya Fanyya sambil tersenyum mengejek
"Gue tanya di mana tempatnya!" Ujar Prince dingin
Fanyya semakin terkekeh "Oke oke" Gadis itu memperlihatkan isi ponselnya pada Prince, dan dengan itu Prince bisa mengetahui lokasi Trisyel dan Geral janjian untuk bertemu
Entah mengapa hati Prince merasa tak tenang, seolah hatinya meminta untuk Prince menyusul Trisyel di sana
"Kenapa sih sama gue? Kok jadi aneh gini, awalnya gue cuman pengen iseng doang sama tu cewe" dialognya
"Aakkhhh udah lh, dari pada gue mati penasaran" Ujarnya dengan frustasi
Prince mengambil kunci mobil sportnya dengan satu tangan lainnya meraih jaket. Ia langsung turun dan menuju ke Cafe tempat Trisyel akan bertemu Geral
Tak butuh waktu lama untuk Prince tiba di sana karena jarak cafe tersebut tidak begitu jauh dari apartemennya
Prince langsung turun dan masuk, ia melihat Trisyel yang sedang mengobrol di sana. Tiba tiba hatinya terasa panas, tanpa berfikir panjang cowo itu langsung berjalan ke arah mereka dan lebih parahnya lagi, cowo itu langsung menarik kursi di samping Trisyel dan duduk di sana tanpa mengatakan apapun
Trisyel dan Geral tentu saja kaget dengan kehadiran Prince yang tiba tiba duduk di meja mereka
"Lo ngapain di sini?" Tanya Trisyel
"Ya terserah gue lh" jawab Prince acuh
Trisyel menatap Geral yang juga menatapnya, seolah bertanya 'Siapa yang mengajak cowo itu?'
"Lo kenapa tiba tiba dateng ke sini? dan duduk di meja yang udah gue sama Trisyel tempatin?" Tanya Geral dengan nada tak suka
"Serah gue lh mau duduk di mana aja. Toh juga kursi ini kosong kan" Jawab Prince sambil tersenyum smirk
"Ya tapi gak deket gue juga kali! Masih banyak kursi di tempat lain" Kesal Trisyel "Sana pergi, cari meja lain!" Usir Trisyel
Trisyel mengusir Prince bukan berarti ia tidak suka di ganggu bersama Geral. Karena sejujurnya ia juga tak begitu nyaman saat berdua dengan Geral. Namun cowo yang datang tiba tiba ini juga tak membuatnya nyaman, malah akan semakin membuatnya kesal dan tidak betah di sana
"Tau lo, ganggu aja sih. Mending pergi deh!" Ucap Geral sinis
"Heh ini cafe bukan punya lo, jadi lo gak berhak usir gue. Karena lo itu bukan siapa siapa" Jawab Prince tak kalah ketus
"Lo kenapa sih hah! Di bilangin malah nyolot" Geral berdiri, tangannya mengepal kuat, ingin sekali ia melayangkan pukulan pada Prince karena sudah mengganggu momen berduanya bersama Trisyel
"Kenapa, gak suka?" Prince ikut berdiri seolah menantang Geral untuk memukulnya
Geral semakin kesal, ia sudah melayangkan pukulannya, namun pukulan itu tak sempat mengenai Prince karena tangan Trisyel sudah lebih dulu menahannya
Gadis itu berdiri dengan tangan kanan menahan kepalan tangan Geral di depan wajah Prince
"Lo bedua apaan sih! Kalau mau berantem jangan di sini!" Ucap Trisyel
"Dia yang mulai" Ujar Prince dengan nada bicara biasa saja
"Enak aja, lo yang mulai bangsat! Lo datang tiba tiba ganggu momen gue sama Trisyel" Jawab Geral tak mau kalah
"Stop!" Ujar Trisyel. Ia memijat pelipisnya. Kedua cowo ini benar benar membuatnya kesal dan pusing dalam waktu bersamaan
"Kelakuan lo bedua kayak anak kecil. Bikin malu tau gak!" Trisyel yang sudah kesal memilih untuk pergi dari Cafe itu meninggalkan kedua cowo yang membuatnya pusing. Ia tidak peduli apa yang akan dua cowo itu lakukan, yang penting ia harus menyelamatkan mukanya terlebih dahulu
bagaimana tidak, ia sangat malu karena beberapa pengunjung melihat ke arah mereka. Bisa saja orang berfikir bahwa Trisyel gadis yang tidak baik? berselingkuh? atau apapun itu
"Sial banget idup gue harus ketemu cowo kayak mereka" Gumam Trisyel sambil berjalan menuju mobilnya
sedangkan dua cowo di dalam cafe itu terus saja berdebat, tak peduli jika banyak orang yang sedang memperhatikan mereka
"Semua ini gara gara lo bangsat!" Umpat Geral tak terima
"Gak suka lo?" Ucap Prince tersenyum smirk
"Lo gak ada kerjaan apa, sampai jadi pengganggu! Atau jangan jangan lo iri sama gue, karena gue bisa jalan sama Trisyel?" Geral tersenyum seolah ia merasa lebih unggul dari pada Prince
seketika Prince tertawa "Ngapain iri sama cowo playboy katak kayak lo? Lo itu gak pantes sama Trisyel" Ucap Prince di sela sela tawanya
"Dasar cowo murahan" Kata Prince kemudian berlalu pergi
Geral semakin kesal "Bangsat!" Pekiknya sambil memukul kuat meja hingga gelas berisi air itu tumpah di hadapannya
πππ