PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
EMOSI




Ya sesuai dengan apa yang Trisyel ucapkan, kini ia dan Prince sudah berada di tepi sungai yang sangat indah


Trisyel menyandarkan pundaknya pada dada bidang Prince, sedangkan cowo itu mengelus lembut rambut gadisnya dengan sayang


"Prince"


"Hemm" Prince berdeham sebagai jawaban


"Soal kemaren.. kamu salah faham" Kata Trisyel, gadis itu mendongak menatap wajah Prince yang terlihat fokus ke depan, tak ada respon dari cowo itu membuat Trisyel menghela nafas


"Semua gak seperti apa yang kamu fikirkan. Kemarin om Ken datang cuman pengen minta tolong sama aku buat bicara dan ngasih pengertian ke kamu"


Prince mengernyit sambil menatap kepala Trisyel yang masih tersandar di dada bidangnya "Maksud lo?"


Trisyel membenarkan posisinya dan menatap Prince dengan wajah sendu.


"Papa kamu cuman pengen kamu pulang Prince. Dia cuma pengen memperbaiki hubungan sama kamu, dia rindu anaknya.." Ucap Trisyel


Seketika kekehan terdengar keluar dari bibir Prince "Gak usah ngelawak lo_" Ucapnya "Dia itu cuman pengen manfaatin gue dan nyuruh gue buat nerusin bisnisnya. Karena siapa lagi yang bisa dia manfaatin kalau bukan gue" sarkasnya


Trisyel melotot, bagaimana bisa Prince berfikir seperti itu "Prince, jaga ucapan kamu! Dia itu papa kamu"


"Dia emang papa gue, tapi dia gak pernah jalankan tanggung jawabnya sebagai seorang papa, bahkan dia gak pernah anggap gue ada" Ucap Prince tajam, membuat hati Trisyel sedikit sakit mendengarnya


"Asal lo tau ya, selama ini dia gak pernah peduli sama gue, yang jadi prioritas dia itu cuman pekerjaannya. Dimana dia saat gue butuh?"


"Ya maka dari itu dia kembali Prince. Dia ingin memperbaiki hubungan sama kamu. Dia ingin memperbaiki hubungan antara anak dan ayah yang pernah rusak. Om Ken itu beniat baik, seharusnya kamu gak egosi gini!" Terdengar sebuah emosi dari kalimat Trisyel saat ini


"Seharusnya kamu bersyukur karena kamu masih punya orang tua! Kamu masih punya kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang dan pelukkan darinya. Hargai itu Prince!" Lanjutnya


"Lo gak tau apa apa Trisyel!" Bentak Prince membuat Trisyel kaget


"Kenapa kamu jadi bentak aku? Aku cuman pengen bantu om Ken untuk memperbaiki hubungan kalian!" Ucap Trisyel dengan mata berkaca kaca


Prince tersenyum smirk "Lo itu cuman orang baru Trisyel, gak usah sok sokan bantu tua bangka itu seolah lo udah kenal lama sama dia. Dan lo_" Prince menjeda ucapanya sambil menatap tajam ke arah Trisyel


"_Lo gak usah ikut campur masalah hidup gue, karena gue gak suka hidup gue di usik!" tegas Prince


"Prince tapi aku_"


"LO FAHAM!" bentak Prince sangat keras, kali ini ia gagal menjaga emosinya. Cowo itu berdiri sambil terus menatap tajam ke arah Tisyel


"Gue gak mau lo bahas itu lagi! Sekarang pulang!"


Di dalam mobil kini terasa sunyi dan tegang Sekaligus. Prince membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan jangan lupakan emosinya yang menggebu. Entah mengapa masalahnya dengan Ken seringkali membuatnya hilang kendali


Sedangkan Trisyel, gadis itu hanya bisa menangis tanpa suara, menatap ke arah luar sambil berusaha menahan isakkannya


Bahkan sampai di depan rumah Trisyel pun tidak ada satu katapun yang terlontar dari keduanya, setelah Trisyel turun dan menutup pintu Prince langsung pergi begitu saja


"Hiks... hiks.. kamu jahat" Lirih Trisyel yang tak lagi bisa menahan isakkannya


Satpam yang melihat Trisyel menangis pun panik "Non kenapa?" Tanya satpam itu


Trisyel menggeleng "Gapapa pak, syel cuma pusing pengen istirahat" alibinya


"Mau saya bawa ke rumah sakit aja gak? Atau panggilan dokter ke sini"


Trisyel menggeleng kemudian masuk dan meninggalkan satpam rumahnya begitu saja


🍁🍁🍁


Seperti biasa pagi ini Trisyel sarapan, hanya saja ia sendirian karena Kayzo yang semalam tiba tiba pulang dan pergi lagi


Kayzo mendadak harus berangkat ke luar negri untuk urusan pekerjaan yang entah berapa hari baru selesai. Sebenarnya tidak tega jika harus meninggalkan Trisyel sendiri, hanya saja ini benar benar tidak bisa ia tinggalkan, jika membawa gadis itu bersamanya maka akan menganggu kegiatan belajar Trisyel. Maka mau tidak mau Kayzo meninggalkan Trisyel


Trisyel sudah tiba di sekolah dengan di antar drivernya karena Prince yang sedari semalam tidak memberikan kabar ataupun membalas pesanannya


"Syel lo kenapa? Mata lo kayak abis nangis semalaman?" Ucap Aurin saat melihat Trisyel yang masuk ke dalam kelas dengan mata yang sembab


Trisyel tak menjawab membuat Aurin dan Fanyya saling pandang. Trisyel duduk di bangkunya tak lama setelah itu terdengar suara isakkan dari bibir Trisyel membuat Fanyya dan Aurin khawatir


"Syel lo kenapa?" Tanya Fanyya sambil menepuk pelan bahu Trisyel


"Gue sama Prince berantem..." Jawannya di sela sela isakkannya


"Hemmm itu toh masalahnya" Aurin manggut manggut "Udah lo gak usah nangis, setiap hubungan itu pasti punya masalah, gak ada tuh hubungan yang mulus kayak jalan tol, pasti bakalan ada masalah yang bikin berantem"


"Bener tuh" Sahut Fanyya membenarkan "Lo mau cerita gak?"


"Gue salah ya?" Tanya Trisyel


"Hemm menurut gue sih lo emang salah. Karena gak seharusnya lo ikut campur urusan pribadinya, ya walaupun lo cewenya sih tapi itu terlalu sensitif untuk di bahas" Kata Aurin


"Menurut gue juga gitu. Apalagi lo juga belum begitu kenal sama om Ken, lo juga gak begitu tau masalah apa yang terjadi antara om Ken sama Prince_"


"Syel denger ya, setau gue Prince itu paling benci kalau ada orang yang ikut campur apalagi ngusik hidupnya. Hubungan Prince sama om Ken itu udah lama rusak, selama ini om Ken juga salah karena udah mengabaikan seorang anak yang tentunya juga terpukul karena kehilangan ibunya, jelas Prince butuh sosok untuk menguatkan dia, tapi om Ken malah sibuk dengan kesedihannya sendiri. Menurut gue wajar kalau Prince marah dan gak mudah maafin om Ken gitu aja" Jelas Fanyya panjang lebar


"Tapi Prince juga salah sih, gak seharusnya dia bentak lo kayak gitu" Sahut Aurin


"Gue ngerti, ini emang salah gue. Gue gak tau kalau masalah ini begitu sensitif buat dia" sesal Trisyel


"Nanti lo minta maaf aja sama dia, dia pasti maafin lo kok" Trisyel mengangguk menyetujui


🍁🍁🍁


Kantin


Trisyel, Fanyya, dan Aurin kini baru tiba di kantin. Ia melihat meja yang sudah di tempati oleh 4 orang cowo yang tak lain adalah Prince dan teman temannya


"Hay" Sapa Aurin yang di balas oleh semuanya kecuali Prince tentunya. Cowo itu diam dengan mata yang sibuk ke layar ponselnya


"Duduk yang" Kata Bara "Mau pesen apa? biar aku pesenin" Lanjutnya


"Mau bakso dong. Lo pada mau pesen apa?" Tanya Aurin pada Trsiyel dan Fanyya


"Samain aja, syel?" Tanya Fanyya meminta jawaban. Dan Trisyel pun mengangguk


Trisyel terus menatap ke arah Prince yang trus sibuk tanpa melirik ke arahnya, seolah tak menyadari keberadannya atau lebih tepatnya tak menganggap keberadaan Trisyel di sana


Tak lama akhirnya bakso yang di pesan Bara pun tiba. Terdengar candaan di sela sela kegiatan makan mereka namun tidak dengan Prince dan Trsiyel. Keduanya bungkam


Setelah menyelesaikan makannya Trisyel kembali menatap Prince "Prince" Panggil Trsiyel pelan namun tak ada respon


"Prince abisin dulu makannya, abis itu baru main game lagi" Tegur Trisyel namun lagi lagi tak ada respon


"Prince lo kenapa?" Tanya Bara


"Bacot!" jawab Prince membuat Bara terdiam


"Prince, aku pengen ngomong sama kamu" Prince menatap dingin ke arah Trisyel


Seketika senyum smirk terukir di bibirnya "Tapi gue gak pengen" Jawab Prince dingin membuat Trisyel bungkam


Felix, Bara, dan Jeje sedikit kaget dengan respon yang Prince berikan pada Trisyel


"Prince kenapa sih?" Tanya Jeje pada Trisyel yang duduk di sampingnya


"Lagi marahan" Bukan Trisyel yang menjawab melainkan Fanyya


"Ooh jadi lagi marahan, pantesan aneh gitu kayak orang kesurupan_" Kata Jeje yang seketika mendapat tatapan tajam dari Prince


Felix dan Bara pun ikut melotot ke arah Jeje menyuruh cowo itu untuk tidak melanjutkan ucapannya, namun sayangnya Jeje tak melihat ke arah mereka dan malahan asik melanjutkan


"Semalam gue kira beneran kesurupan ternyata lagi marahan, pantesan aja di basecamp semalam dia ngamuk sama anak buahnya sendi_ Aawwwsss sakit bego" Teriak Jeje saat merasa kakinya di injak dengan kuat oleh seseorang yang tak lain adalah Felix


Jeje baru menyadari tatapan tajam dari teman temannya apalagi Prince yang seperti ingin membunuh orang dengan tatapan tajamnya


"Basecamp? Anak buah? Maksudnya apa?" Tanya Trisyel pemasaran


"Sialan lo anjng, kenapa lo ngomong gitu" Ucap Felix pelan namun penuh penekanan membuat Jeje menelan salivanya dengan susah payah


"Emm anu, maksudnya Jeje Prince ngamuk sama anak buahnya di basecamp game. Iya itu maksudnya, karena mereka kan pada suka main game" Jawab Fanyya cepat


"Iya bener tuh, cuman game doang gak usah di pikirin" sahut Aurin


Trisyel mengernyit menyadari jawaban yang aneh dan mencurigakan dari dua temannya itu "Emang iya game?" Tanya Trisyel menatap Prince


"Iya lah, kan lo gak pernah main game, mana lo tau" sahut Bara


🍁🍁🍁



...Maaf ya kalau cerita yang aku bikin ngebosenin, aku lagi berusaha untuk memperbaiki tulisan dan karangan aku. Kadang tuh udah ada di otak udah ada ide, pas mau nulis tiba tiba idenya ilang, ngeblank aja itu....


...Aku itu kalau nulis gak bisa di ganggu, denger berisik dikit langsung pecah konsentrasi. Emang bukan profesional jadi harap maklum 😊...


...Komen aja kalau emang menurut kalian ada yang harus di revisi. Karena ya aku sadar kalau tulisan aku masih kurang bagus dan mungkin banyak typo juga...