PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
BOSAN



Kini Prince sudah tiba di negara tujuannya, ia membawa Ara menuju apartemen mewah yang entah akan berapa lama ia tempati


Sepanjang perjalanan tidak ada yang keluar dari mulut wanita itu, bahkan mengangguk atau menggeleng pun tidak membuat Prince kembali khawatir. Ia membawa Ara menggunakan kursi roda karena tubuh Ara yang masih lemah juga rasa sakit di bagian bawah yang membuatnya tidak bisa berjalan


"Ini akan menjadi tempat tinggal kita" kata Prince sambil tersenyum, ia sedang berjongkok didepan Ara


Ia tau Ara tidak akan mengeluarkan kalimat apapun, namun ia masih berusaha untuk mencairkan suasana


"Kenapa kau membawaku kesini?"


Tubuh Prince seketika menegang kala mendengar suara Ara setelah beberapa jam wanita itu bungkam


"Jawab!"


"Biarkan kita menikmati waktu berdua"


Tiba tiba Ara terkekeh "Kau benar benar kejam dan brengsek, kau bahkan membawaku pergi tanpa seizinku"


Prince terdiam


"Siapa aku di matamu? wanita yang menjadi obsesimu saat pertama kali bertemu? Wanita yang pernah kau perk*sa, dan bertanggung jawab padanya? atau seorang wanita yang kau anggap sebagai Trisyel?"


Lagi lagi Prince terdiam hingga suara kekehan dari bibir pucat Ara kembali terdengar


"Aku tidak tau dosa apa yang aku lakukan hingga terjebak di kondisi seperti ini_ Tapi ini benar benar kesialan terbesar yang pernah aku alami"


"Aku minta maaf"


"Aku bosan mendengar itu"


"Aku sungguh sungguh"


Ara tersenyum sambil menatap laki laki yang berjongkok di depannya "Benarkah?" Prince mengangguk


"Kalau begitu lepaskan aku, maka aku akan mengganggap semaunya tidak pernah terjadi, termasuk bertemu denganmu"


Prince langsung berdiri menatap Ara dengan intens


"Kenapa? Kau tidak mau?" Prince tidak bisa berkata apa apa, ia hanya menatap Ara dengan ekspresi sulit di artikan


"Kenapa kau menjadikan aku sebagai sandra, kenapa kau tidak membiarkan aku kembali pada keluargaku saja?_"


"Eh, aku lupa jika aku tidak punya keluarga" Ara kembali terkekeh membayangkan nasibnya yang begitu mengenaskan


Sudah di tinggal keluarganya, bahkan sekarang ia menjadi sandra seorang laki laki brengsek


"Kau menggap aku adalah Trisyel bukan? Maka dari itu kau menyandarku, tidak peduli jika aku sudah mengatakan bahwa aku Ara bukan Trisyel"


"Asal kau tau saja, aku benci ketika aku di anggap sebagai orang lain"


🀍🀍🀍


3 hari telah berlalu sejak perbincangan itu. Kini Ara sudah bisa berjalan dan di nyatakan sehat. Namun tetap saja aktivitasnya selalu terbatas akibat Prince yang begitu positif padanya


Ia sangat bosan, tidak ada yang bisa ia lalukan kecuali menonton dan makan, bahkan untuk menyapu lantai saja ia tidak di izinkan. Sedangkan Prince, laki laki itu sangat sibuk dengan pekerjannya membuat Ara sangat kesal di buatnya


Ya Prince memang sangat sibuk, tapi bukan berarti ia mengabaikan Ara. Ia selalu memperhatikan apa yang wanita itu lakukan, menjaga makan dan minum Ara, juga kesehatan wanita itu


Kini Ara sudah lebih bisa menerima keadaan, toh ia fikir suatu saat nanti Prince juga pasti akan melepaskannya ketika laki laki itu merasa bosan. Dan Ara harus mempersiapkan diri dari sekarang jika hal itu terjadi, karena ia tidak ingin tidur di tepi jalan jika sudah di buang oleh Prince


Selama di sini Prince memperlakukannya dengan sangat baik, mengajaknya mengobrol dan bercanda jika ada waktu, hanya saja Ara yang malas meladeni laki laki dan terus bersikap cuek


Kini Ara sedang menonton TV di ruang tengah sambil memakan cemilan, dengan saja wanita itu membuang sampah di lantai hingga berserakkan agar ia punya kerjaan untuk memungut sampah itu nanti


Prince baru saja keluar daru ruang kerjanya, ia melihat keadaan ruang tengah yang terlihat berantakkan dengan sampah berserakkan di mana mana. Laki laki terkekeh, ia tau motif Ara melakukan itu, karena dari kemarin itu lah yang Ara lakukan


Ia langsung mendekat, Berdiri di belakang sofa tempat Ara duduk dan mengusap lembut kepala wanita itu membuat Ara kaget


"What are you doing?"


Ara yang kaget hanya menatap datar ke arah Prince yang kini tersenyum padanya 'Dasar setan, hobi banget datang tiba tiba' Umpat Ara dalam hati


Ara meneguk soda di genggaman tangannya hingga ludes, kemudian membuang kaleng itu ke lantai dengan asal


"Membuat ruangan berantakkan, hmm?" Ara hanya mengangkat bahunya acuh membuat Prince gemas hingga mengacak rambut Ara hingga berantakan, yang seketika di tatap horor oleh Ara


Bukannya merasa takut Prince malah terkekeh karena menurutnya wajah Ara begitu menggemaskan


"Aku tidak akan membiarkan kamu membersihkan ini semua"


"Heh apa apaan! Aku yang membuatnya berantakkan maka aku juga yang harus membersihkan!" Gerutu Ara


"Aku tau kau sengaja, baby. Dan aku tidak akan membiarkan itu" Ara langsung mendengus kala mendengar ucapan Prince, gagal sudah rencananya


"Aku sangat bosan, apa kau tau itu? Kau menjadikan aku tahan disini" Ucapnya kesal


Prince tersenyum "Pekerjaanku sudah selesai. Bagaimana jika hari ini kita jalan jalan"


Mata Ara langsung berbinar "Are you sure?"


"Of course" Prince terkekeh saat melihat wajah berbinar Ara, ini lah yang ia harapkan, melihat wanita itu tersenyum tulus padanya "Cepat bersiap, aku tunggu di sini"


Ara mengangguk lalu berlari dengan cepat menuju kamarnya untuk bersiap siap "Jangan berlari Ara!" Percuma karena wanita itu tidak mendengar ucapannya


🀍🀍🀍


Di tempat lain ada seorang laki laki yang terlihat bentakkan, Richard. Ya laki laki itu di buat gila oleh Ara yang menghilang tiba tiba, ia bingung harus mencari wanita itu dimana lagi, ini sudah hari hampir 5 hari wanita itu menghilang


kini Richard duduk termenung di tepi pantai yang ramai oleh pengunjung, laki laki itu menatap sendu ke arah lautan luas sambil menggenggam erat gelang Ara di tangannya, ia telah menemukan gelang itu namun tidak dengan pemiliknya


"Dimana kamu ara? Aku sangat merindukanmu" Lirih Richard. Saat ini ia sangat ingin memeluk wanita itu


"Akhirnya ketakutan yang selama ini aku rasakan kini tejadi, kamu meninggalkanku, sayang. Kamu pergi tanpa seizinku, kamu meninggalkanku tanpa sempat aku miliki"


"Araliya, gadis cantik yang membuatku gila. Kau hanya milikku, aku yang telah menyelamatkan nyawamu. Maka dari itu kembali lah padaku, kau berhutang budi padaku sayang" Ucap Richard tanpa tau apa yang terjadi pada wanita yang sangat ia rindukan


Richard tidak bodoh, ia tau Ara pergi bersama seseorang, dan kepergian wanita itu di sembunyikan. Terbukti pada saat Richard meminta bantuan untuk mencari Ara, pencarian hanya di lakukan satu hari bahkan tidak sampai 12 jam sudah di hentikan tanpa kejelasan


"Kau milikku, hanya milikku!"


🀍🀍🀍