
"Prince..."
"Prince..."
"PRINCE!!!"
"Hah!?" huh huh huhhhh Prince kaget dan reflek duduk, nafasnya masih belum teratur, jantungnya memompa dengan lebih cepat. Keringat sudah membasahi hampir seluruh wajahnya dengan mata yang sembab
"Kamu kenapa hemm?"
Prince masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi, kepalanya terasa berat. Matanya melirik kesana kemari kemudian terpaku pada orang yang sudah ada di hadapannya yang tak lain adalah Ken. Pria paruh baya itu terbangun untuk mengambil minum, saat ingin kembali ke kamar ia mendengar Prince yang berteriak dan langsung bergegas masuk ke kamar Prince untuk memastikan bahwa anaknya baik baik saja
"Kamu mimpi buruk ya?" ucap Ken. Ia menyodorkan botol yang berisi air putih pada Prince "Ini minum dulu"
Dengan sedikit ragu Prince menerima botol itu dan meminum air dingin di dalamnya. Setelah itu ia merasakan sedikit tenang dan nafasnya sudah mulai kembali teratur
"Mangkanya kalau tidur itu bersih bersih dulu, minimal cuci kaki" Peringat Ken. Prince hanya berdehem singkat dengan mata yang menatap lekat ke arah Ken. Prince baru menyadari bahwa ia tadi bermimpi, namun mimpi itu terasa sangat nyata baginya
Entah mengapa hatinya berdenyut sakit dengan darah yang serasa berdesir kuat saat setiap kalimat yang Greta ucapkan terngiang di fikirannya
"Ya sudah, sebaiknya kamu cuci kaki dulu sana, ganti pakaian abis itu lanjut tidur lagi. Besok sekolah kan?" Prince mengangguk singkat. Ken tersenyum "Ya udah papa keluar dulu, kalau ada apa apa panggil aja" Ken beranjak dan perlahan melangkahkan kakinya keluar
"Pa!" Satu kata itu berhasil membuat langkah Ken tertenti. Ia membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah Prince
Hap..
Baru saja ia membalikkan tubuhnya Prince sudah mendekapnya erat. Ken membeku dengan mata yang memerah, syok dengan apa yang baru saja putranya lakukan. Benarkah Prince memeluknya?
Ia sudah tidak bisa lagi menahan tangisnya, ia membalas pelukkan Prince tak kalah erat dengan suara isak yang perlahan keluar dari mulut keduanya. Setelah sekian lama akhirnya Ken bisa merasakan lagi pelukan dari sang anak. Dan Prince pun bisa merasakan hangatnya berada di pelukan sang papa
Prince melerai pelukannya "Maaf" ucapnya singkat. Meskipun hanya satu kata tapi itu sangat membuat Ken bahagia, mungkin ini bisa jadi awal yang baik untuk hubungannya dengan sang anak
πππ
Jakarta, 06:23
Trisyel sedang VC dengan Kayzo, kebetulan cowo itu sedang ada waktu luang sehingga ada waktu untuk memberi kabar pada Trsiyel
gadis itu merengek minta Kayzo untuk cepat pulang karena sudah sangat bosan dan rindu juga tentunya
"Pulang.... Syel sendiri di rumah" Rengeknya
"Kan ada bibik"
"Syel pengennya sama kakak! Gak mau tau pokoknya pulang!"
Lewat layar ponselnya Trsiyel dapat melihat kakaknya yang tersenyum
"Ya udah kakak bakal pulang secepatnya. Tapi kamu harus bahagia ya"
Trisyel mengangguk cepat dengan memperlihatkan deretan gigi putih nan rapi miliknya
Setelah selesai VC dan sarapan, Trisyel pun langsung bergegas untuk ke sekolah, tentu saja dengan di antar drivernya karena hubungannya dengan Prince sedang menggantung entah seperti apa
______
Saat tiba ternyata gerbang baru saja di tutup, karena ia telat 3 menit
"Yah pak, kok di tutup sih. Bukain dong" Pinta Trisyel
"Lah kamu kan tau peraturan di sekolah ini, 10 menit sebelum bell gerbang sekolah bakalan di tutup" Ucap satpam sekolah
"Ya tapi kan cuma telat 3 menit pak, bukain dong" Ucapnya dengan wajah memelas
Trisyel langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara motor. Matanya langsung memicing saat melihat siapa yang datang
"Lo telat?" Tanya orang yang baru datang. Prince, orang yang membuat Trisyel kesal dan rindu dalam waktu bersamaan
"Lo punya mata kan? Pake nanya lagi" Sewot Trisyel
Prince terkekeh pelan "Sinis amat, pacar siapa sih" ucapnya
Trisyel menatap tajam, bisa bisanya cowo itu bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun
"Gue gak punya pacar!"
Prince mengernyit "Maksud lo apaan?" Nada suara tak bersahabat
"Lo budeg ya? Gue udah bilang gue gak punya pacar!" Ulang Trisyel
Trisyel tersenyum smirk "Kita udah gak ada hubungan apa apa lagi. KITA UDAH PUTUS!" Tegas Trisyel
"Gue gak bilang kalau gue setuju"
"Gue gak butuh persetujuan dari lo, intinya kita udah gak punya hubungan"
"Gue gak mau. Gak bakal gue lepasin juga" Ucap Prince santai sambil bersedekap dada
Trisyel bener benar kesal menghadapi Prince, cowo itu selalu menyebalkan "Lo_"
"Eh udah udah, kok malah jadi berantem di sini sih" Ucap satpam melerai
Trisyel baru sadar jika ia terlambat "Aduh gara gara lo gue jadi lupa kalau gue telat"
Prince mengernyit, bisa bisanya ia di salahkan
"Pak bukain dong, please.." Rengek Trisyel
Prince terkekeh pelan sambil menatap wajah memelas Trisyel yang begitu menggemaskan
"Pak, bukain gerbangnya!" Mendengar ucapan Prince satpam itu pun terdiam sambil berfikir
"Baik lah, tapi lain kali jangan telat lagi!" Trisyel mengangguk sambil tersenyum
saat gerbang di buka Trisyel hendak berjalan masuk namun terhenti karena tasnya di tahan oleh Prince "Pak ini bocil satu jangan izinin masuk, dia hobi bolos" Kata Prince membuat Trisyel melotot
"Jangan sembarangan lo kalau ngomong!" Sewot Trisyel sambil mendekat dan menatap tajam ke arah Prince
dengan tubuhnya yang lebih pendek membuatnya mendongak untuk menatap Prince, bukannya terlihat menakutkan malah terlihat lucu
"Lo itu pendek banget ya" Kekeh Prince
Trisyel menggeram tak terima, kenapa pembahasan mereka jadi melarat kemana mena?
"Gue gak pendek, lo nya aja yang ketinggian!" Jawab Trisyel
"Aduh ini kalian mau masuk gak sih?" Ucap satpam yang pusing mendengar perdebatan dua remaja itu
Trisyel menepis tangan Prince sambil melempar tatapan permusuhan
"Oooo bocil.. oo oo oo bocil kurcaci" Prince bersenandung keras sehingga Trisyel yang berjalan bisa mendengarnya dengan jelas
gadis itu berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya kuat, masih pagi sudah di bikin kesal saja
"PAKYU" teriak Trisyel membuat Prince terkekeh
πππ
Tok tok tok..
Trisyel mengetuk pintu lalu membukanya. Ia bernafas lega saat melihat guru yang belum tiba
Dengan cepat ia masuk dan duduk di kurisnya
Aurin dan Fanyya memperhatikan Trisyel yang sedang mangatur nafsunya sambil mengelap keringat di dahinya dengan tisu
"Lo dari mana sih, kayak abis lari maraton" Kata Aurin
"Gue abis ketemu es kutub yang nyebelin banget" jawab Trisyel dengan nada ngegas
"Woy santai dong bro" Trisyel memutar bola matanya malas, ia masih kesal dengan Prince
"Lagian lo tumben telat" kata Fanyya menimpali
"Tadi gue telat karena VC-an sama kak Kay jadi agak telat berangkat sekolah, terus pas datang ke sekolah ternyata gerbang udah di tutup_"
"Ooh jadi lo abis di hukum makanya keringetan gitu" Kata Fanyya lagi
Trisyel menggeleng cepat "Gue gak di hukum tapi di kerjain sama es kutub, udah tau gue telat bisa bisanya dia ngajain gue debat di depan, nyebelin banget sumpah"
"Es kutub? Prince maksudnya?"
"Siapa lagi" jawab Trisyel sewot
πππ