
Tidak banyak yang bisa Trisyel ceritakan karena guru sudah lebih dulu masuk ke kelasnya. Intensitas semua murid kini terfokus pada guru yang menjelaskan di depan
Istirahat
Seperti biasa kini Trisyel dan dua sahabatnya menuju ke kantin, namun Trisyel terdiam saat melihat Carline yang berjalan seperti menuju meja yang sudah di tempati oleh Prince dan teman temannya
Awalnya Aurin ingin mengajak Trisyel dan Fanyya untuk bergabung, dan mereka pun tidak masalah. Namun berbeda dengan sekarang, sangat malas jika harus satu meja dengan ulat bulu
Trisyel melihat Geral yang sedang berjalan ke kantin bersama satu orang cowo yang tidak di kenal oleh Trisyel, tanpa mengatakan apapun Trisyel langsung menghampiri
"Ral" Panggil Trisyel. Geral yang tak asing dengan suara itu pun menoleh ke arah sumber suara, seketika senyuman terukir di wajahnya yang penuh lebam akibat ulah Prince
"Ada apa?" Tanya Geral
"Syel, lo gak mau nyari ribut kan?" Tanya cowo di samping Geral, karena ia tau temannya sudah di hajar oleh Prince karena Trisyel yang keluar bersama Geral
Trisyel tak menjawab, ia mengamati wajah Geral dengan sedikit ngeri, sudah pasti sakit rasanya "Lo gapapa?"
"Menurut lo?" Trisyel terdiam
"Gue gapapa kok, buktinya gue ada di depan mata lo sekarang" Jawabnya
"Sorry ya, gara gara gue Prince jadi gebukin lo" Ucap Trisyel tulus
Geral terkekeh pelan "Ah gapapa, bukan salah lo juga kok. Lagian dia terlalu cupu, gebukin gue pake bawa temen segala"
Tanpa mereka sadari Prince sedang menatap nyalang ke arah mereka meskipun tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Fanyya dan Aurin yang tidak bergeming dari tadi menyadari tatapan menakutkan dari Prince, dengan cepat mereka menarik Trisyel untuk menjauh dari Geral dan memilih untuk mencari meja kosong
"Lo gak usah nyari masalah napa" Keluh Fanyya, mereka takut es kutub itu akan mengamuk nanti
Trisyel tak peduli, toh menurutnya ia dan Prince sudah putus dan tidak memiliki hubungan apapun lagi
"Gue denger dari Bara kalau lo kepergok jalan sama Geral ya? Terus Geral nya di gebukin sama Prince?" Tanya Aurin sambil melirik Bara yang sedang menapnya
"Iya Felix juga bilang gitu sama gue semalem. Kok lo gak cerita sih?" Sahut Fanyya
Trisyel menghela nafas panjang kemudian menceritakan semua yang terjadi malam itu tanpa di kurangi atau di lebihkan
"Sialan tu orang, berani banget ngajak cewe orang jalan" Ucap Aurin geram
"Kalau gitu bener salahnya dia lah, wajar kalau dia di gebukin sama Prince" Fanyya menyahuti
"Yak gak gebukin orang di tempat umum juga kali" Kata Trisyel
Sedangkan di meja yang Prince tempati sudaha ada Carline dan juga Disti
"Boleh gabung gak?" Tanya Carline pada Prince. Tak ada jawaban dari cowo itu karena matanya masih fokus menatap Trisyel
Carline menggeram dalam diam, ia berusaha untuk menyembunyikan kekesalannya agar tak terlihat. Tanpa menerima jawaban ia langsung menarik kursi di sebelahnya dan duduk di samping Prince
"Je minggir dong, gue mau duduk di sini" Ucap Disti karena ingin duduk dekat Felix
"Heh siapa yang kasih izin lo pada buat gabung sama kita?" ucap Jeje
"Ya kan gak ada meja kosong lagi" jawab Disti
Mata Jeje menelisik tempat yang kosong untuk dua ulat bulu ini, dan ia pun menemukannya "Itu tuh di sana" Tunjuknya
Carline dan Disti serampak mengikuti arah telunjuk Jeje "Apaan sih lo, masa kita di suruh duduk di pojokkan, mana itu tempat para cupu lagi. Gak level sama kita" Protes Carline
"Lo pada mau makan atau mau ribut" Ucap Felix dingin
"Gara gara dia!" jawab Disti menunjuk Jeje
Jeje yang kesal hanya menye menye. Benar benar dua ulat bulu pengganggu, batin Jeje
Bara yang sudah dari tadi kesal melihat kelakuan Carline dan Disti yang caper pada kedua sahabatnya itu pun lebih memilih untuk menyelesaikan makannya dengan cepat kemudian menghampiri Aurin
Tak tinggal diam Jeje dan Felix pun ikut beranjak dan menghampiri meja Trisyel
"Jangan bilang lo juga mau kesana?" Kata Carline saat melihat Prince yang ikut Berdiri
"Minggir" Suara dingin itu mampu membuat Carline diam membeku
Trisyel tak menjawab, ia masih asik meminum esnya
"Kalau Prince ngamuk lagi gimana?"
"Mending gak usah cari masalah deh Syel, lo tau gimana Prince kan" Kata Bara menimpali
Trisyel menghela nafas panjang "Lagian dia juga gak punya hak buat marah atau ngatur sama siapa gue boleh jalan. Dia bukan siapa siapa buat gue" Kata Trisyel dengan suara dingin
"Maksud lo? kalian udah putus?" Tanya Fanyya kaget
"Udah!"
"Belom!"
Jawab Trisyel dan Prince serampak, entah sejak kapan Prince berada di belakang Jeje
"Wah, kayaknya dunia sedang tidak baik baik saja" gumamnya pelan
"Kan gue udah bilang kalo_"
"Bacot!" Dengan cepat Trisyel memotong ucapan Prince "Sama ulat bulu peliharaan lo aja sana!" Kata Trisyel ketus
Ia berdiri dan langsung meninggalkan kantin, termasuk Fanyya dan Aurin
"Lah, malah di tinggalin" Ucap Aurin
πππ
Sirkuit, 20:00
Prince dan beberapa anggotanya sedang bersiap untuk balapan, hanya sekedar untuk mengisi kekosongan atau lebih tepatnya mencari hiburan dan ketenangan
"Gue denger anggota TC ada yang ikut balapan" Kata salah satu anggota Avanger
Prince mengangguk singkat, ia sudah tau bahwa Dedric akan ikut malam ini. Padahal ia baru saja keluar dari rumah sakit tapi sudah berani ikut balapan lagi
"Sorry gue telat, jemput ayang dulu soalnya" Kata Bara menyengir
Prince yang melihat kedatangan Aurin langsung melotot, bukan tidak suka tapi ia takut jika Trisyel juga ikut datang dan melihatnya di sini. Bukan tentang balapannya tapi tentang siapa dia
Bisa saja identitasnya sebagai ketua Avanger akan di ketahui Trisyel jika gadis itu datang. Prince takut Trisyel akan semakin menjahuinya, sekarang saja hubungan mereka sedang tidak baik. Ia takut semuakan akan memburuk dan berakhir dengan kehilangan Trisyel
"Ngapain lo bawa Aurin kesini?" Tanya Prince dengan suara dingin
"Ya biar semangat lah" Jawab Bara santai, ia membawa Aurin agar bisa menjadi penyemangat untuknya saat balapan
"Kalau Trisyel ikut kesini gimana? Gue pastiin lo bakal masuk rumah sakit kalau Trisyel tau siapa gue sekarang" Prince berucap tajam
Bara menelan ludahnya dengan susah payah, ia baru ingat kalau bosnya itu sangat tidak ingin Trisyel tau identitasnya sebagai ketua geng motor yang menakutkan
"Lo tenang aja, Trisyel gak tau gue ada di sini. Jadi lo gak usah ngancem pacar gue kayak gitu" Kata Aurin menimpali
Prince menghela nafas panjang dan begitu pun dengan Bara, ia menggenggam tangan Aurin sambil menyengir
"Semuanya udah di cek?" Tanya Felix pada beberapa anggotanya yang ahli dalam hal motor
"Semua motor sudah di cek dan aman, tinggal tancep gas doang" ucap salah satu anggota itu sambil terkekeh
"Ayo" Kata Prince
"Ayang, kamu sama Dery dulu ya, aku mau ke arena sekarang" Kata Bara dan di angguki Aurin
"Jagain cewe gue, awas lo macem macem gue patahin leher lo" Kata Bara tajam pada Dery
Dery memutar bola matanya malas "Gue juga punya cewe kali" Batinnya
"Iya, gue jagain" Jawab Dery datar
Bara mengangguk kemudian menyusul Prince dan yang lainnya
"Semangat ayang" Teriak Aurin tanpa rasa malu. Dery yang di sampingnya hanya geleng geleng kepala melihat gadis itu berteriak menyebut nama Bara sambil bertepuk tangan