
"PRINCE!"
Semua anggota TC langsung berhenti menggebuki Prince saat mendengar deru motor dan teriakkan yang begitu lantang
"Avanger.." Trisyel menatap berbinar ke arah barisan motor yang berjumlah puluhan berada di belakang mobilnya
BUGH..
BUGH..
BUGH..
Avanger yang membuat menang jumlah langsung menghajar TC dengan membabi buta tanpa ampun saat melihat TC menggebuki ketua mereka hingga terkapar penuh darah tak berdaya
"SIALAN! MATI AJA LO!" teriak Felix marah
Terlihat aura membunuh dari semua Anggota Avanger, tanpa ampun menghajar semua anggota TC dengan emosi
Trisyel, gadis itu langsung keluar saat melihat situasi sudah lebih baik. Ia langsung berlari ke arah Prince yang tergeletak tak berdaya "Prince.." Tangis Trisyel
Prince yang memang belum kehilangan kesadaran menatap Trisyel dengan senyum di bibir penuh lukanya "Lo.. ga-gapapa kan?" Tanya Prince dengan suara yang sangat pelan
Trisyel menggeleng sambil mengangkat kepala Prince pada pahanya "Seharusnya gue yang nanya kayak gitu hiks.. hiks.." Tanpa sadar air mata Trisyel jatuh mengenai wajah Prince, tangan cowo itu terangkat untuk menghapus air mata Trisyel, namun baru saja menyentuh wajah Trisyel tangan itu langsung terhempas jatuh bersama dengan hilangnya kesadaran Prince
"PRINCE!" Trisyel berteriak keras sambil menepuk nepuk pipi Prince berusaha menyadarkan cowo itu
Teriakkan Trisyel begitu keras hingga dapat di denger oleh anak Avanger. Mendengar teriakkan Trisyel beberapa dari mereka baru menyadari bahwa Prince sedang butuh pertolongan
Jeje dan Fiko langsung berlari ke arah Trisyel yang sedang memangku Prince "Tolong hiks.. tolongin Prince" Pinta Trisyel sambil menarik tangan Jeje
"Mobil Prince gak bisa di pake, kita butuh mobil lain buat bawa dia" Ujar Fiko
Tiba tiba suara sirine polisi terdengar mendekat ke arah mereka "Bantuin datang" Ujar Jeje sambil bernafas lega
Sedangkan TC, mereka langsung berlarian saat mendengar suara itu
"Sialan ada polisi" ucap Dedric panik. Ia yang sedang melawan beberapa anggota Avanger memilih untuk langsung berlari di ikuti semua anggotanya
Namun tak semudah itu, mereka langsung di tahan oleh Anggota TC hingga banyak polisi yang langsung menangkap mereka. Jumlah polisi yang datang juga tidak sedikit karena memang tujuan mereka menangkap semua anggota TC
"Jangan lari anjing!" Teriak Bara emosi, ia ingin menarik Dedric namun sial, cowo itu langsung melaju dengan motornya begitu cepat
Banyak anggota TC yang di tangkap, namun tidak dengan Dedric dan 2 anak buahnya yang lain. Ketiga orang itu berhasil kabur namun polisi tidak menyerah menyerah, mereka langsung mengejar ketiga orang itu
"BERHENTI ATAU SAYA AKAN MENEMBAK KALIAN SEKARANG!" teriak polisi dari dalam mobil
Tidak, mereka tidak berhenti. Satu motor yang di kendari tiga orang itu tidak mau berhenti sama sekali hingga
DORRR
satu tembakkan mendarat sempurna pada ban motor Dedric hingga motor itu oleng ke tepi hingga akhirnya mengelinding ke tepi jurang dan terjatuh
Polisi langsung berhenti dan mengecek, ternyata 2 anak buah Dedric tadi terlempar. Mereka berdua mengalami luka yang cukup serius sedangkan Dedric, ia terjatuh di jurang yang begitu tinggi bersama dengan motornya
"AKHHHHHH!"
BOMMMMM
"Bagaimana ini?" tanya salah satu polisi
Ia melihat ke bawah jurang yang begitu tinggi "Sepertinya dia tidak selamat, melihat bagaimana tingginya jurang ini dan air yang begitu deras" Ucap Polisi yang lebih senior
"Perintahkan yang lain untuk mencari orang itu hidup ataupun mati. Sekarang kita harus membawa kedua orang ini ke rumah sakit terlebih dahulu
πππ
Prince dan dua anak buah TC yang terluka parah tadi di bawa ke rumah sakit dengan mobil polisi
Saat di rumah sakit Prince langsung di bawa ke ruang UGD dan di tangani oleh dokter. Melihat dari lukanya yang begitu parah membuat fikiran buruk terus saja timbul pada otak Trisyel
Ia terus menggeleng berusaha untuk membuang jauh perasaan buruknya itu. Isak tangisnya terus terdengar membuat beberapa anak Avanger juga ikut bersedih. Mereka semua takut terjadi hal buruk pada Prince, meskipun cowo itu terlihat dingin dan menyeramkan tapi dia adalah ketua yang luar biasa dan sangat di banggakan oleh anggotanya
seragam sekolah yang awalnya putih kini sudah berubah merah oleh darah Prince "Ini minum dulu, tenangin diri lo" Felix menyerahkan sebotol air mata Trisyel
Trisyel menerimanya dan meminumnya, namun itu tidak bisa membuat nafasnya membaik. Ia sangat sesak benar benar sesak sekarang
"TRISYEL!" Aurin dan Fanyya datang dan langsung memeluk Trisyel, ia tau gadis itu pasti sangat terpukul dan syok sekarang
"Hiks.. hiks.. Prince.. dia terlalu parah" Tangis Trisyel di dalam pelukkan Fanyya
Aurin mengelus punggung Trisyel guna menenangkan gadis itu "Lo tenang ya, gue yakin Prince kuat kok"
"Iya syel, lo percaya kan kalau cowo lo itu cowo yang kuat" Sahut Fanyya
"Gue gak bisa tenang, gue takut.. hiks.. gue takut dia kenapa napa hiks.. hiks.. gue liat darahnya mengalir begitu banyak, lukanya...._"
"Syuttt lo tenang! Lo kayak gini gak bakal ada faedahnya. Mending lo berdoa semoga Prince bisa melewati masa sulitnya sekarang" Kata Fanyya
Hampir satu jam Prince di tangani oleh dokter namun dokter tidak juga kunjung keluar dari ruangan hingga Ken pun tiba
Ken langsung buru buru datang saat Felix memberi tau bahwa Prince masuk rumah sakit
"Ada apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa Prince bisa masuk UGD?" Pertanyaan beruntun itu keluar dari mulut Ken. Tentu saja perasaan orang tua yang cemas pada anaknya
"Prince habis di keroyok om" Jawab Bara pelan
Ken tambah syok "Bagaimana bisa? Siapa yang tega melakukan itu padanya?"
"Mereka adalah musuh kami om. Maaf karena kami datang terlambat" Sesal Felix. Semua anggota Avanger menunduk
"Lalu bagaimana keadaan Prince sekarang?"
Semuanya terdiam tidak tau harus menjawab apa "Trisyel? Bukan kah kamu yang bersama Prince tadi?" Ken menatap Trisyel yang tertunduk dengan air mata berjatuhan
"M-maaf om saya juga tidak tau.." Hanya itu yang mampu Trisyel ucapkan
Terdengar helaan nafas berat dari Ken, tubuhnya bergetar matanya memerah menahan tangis. Ketakutan saat kehilangan Greta kini kembali ia rasakan
"Om, kita berdoa semoga Prince baik baik aja. Kita yakin Prince itu adalah orang yang kuat, bahkan sangat kuat. Maka dari itu kami mempercayakan dia sebagai ketua kami" Uca Felix
Ken menghembuskan nafas panjang "Iya.. benar... Prince memang kuat. Aku percaya anakku adalah laki laki yang tangguh" Ucap Ken sambil mengangguk yakin. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik baik saja
πππ