
Tenang dan nyaman, itu lah yang Trisyel rasakan kini, duduk bersandar pada Prince sambil menatap langit penuh bintang membuatnya sangat senang
"Kalau ada temen temen pasti seru deh" Ucap Trisyel yang tanpa sadar membuat Prince mendengus
"Jadi kalau sama gue gak seru gitu?" Trisyel langsung menoleh ke belakang menatap wajah Prince yang sedang cemberut
Sepertinya kekasihnya ini selain bucin juga sensitif ternyata "Gak gitu maksud gue"
"Terus?"
"Ya gitu deh"
"Bisa gak lo nikmatin aja waktu kita berdua kayak gini? Jarang jarang loh kita berduaan" Ucap Prince, Trisyel hanya mengangguk saja
Matanya kembali menatap ke arah langit "Menurut lo bintang itu cantik gak sih?" tanya Trisyel
"Enggak!"
"Kenapa?"
"Karena lo jauh lebih cantik dan menarik buat di amati setiap saat"
Blush..
Wajah Trisyel kini memerah mendengar ucapan Prince "Gak usah gombal deh!"
"Gue serius!" Jawab Prince. Cowo itu mengubah posisi Trisyel untuk menatapnya
Prince menarik tangan Trisyel dan menempelkan pada dada kirinya "Lo rasain syel, apa gue sedang bercanda sekarang?" Trisyel terdiam sambil merasakan detak jantung Prince yang berdetak cepat
"Lo tau betapa takutnya gue saat lo tau siapa gue sebenarnya? Dan lo tau betapa sakitnya gue saat lo ninggalin gue dan gak nerima sisi lain dari seorang Prince yang lo kenal?" Trisyel terdiam menatap manik mata Prince
"Gue emang ketua geng motor, gue emang bejat dan jauh dari kata sempurna. Bahkan mungkin gue sama sekali gak layak buat berdampingan sama cewe baik kayak lo. Tapi gue gak ingin kehilangan lo, gue ingin egois ! Gue pengen lo jadi milik gue, nerima apapun tentang gue" Prince menggenggam erat tangan Trisyel yang masih menempel pada dada kirinya "Boleh kah gue egois untuk kali ini aja? Please jangan tinggalin gue dan tetap lh disisi gue selamanya!"
Trisyel menatap dalam mata Prince mencari kebohongan dari manik mata itu. Tapi sial, Trisyel tidak bisa menemukan kebohongan itu "Lo tau kan Prince, gue gak suka kekerasan, gue juga benci sama pergaulan bebas kayak lo. Apalagi status lo sebagai ketua geng motor, gue yakin musuh lo pasti banyak_ dan gue benci itu"
"Syel gue_"
"Tapi gue tau lo tulus sama gue. Dan gue akan berusaha terima itu" Ucap Trisyel memotong cepat ucapan Prince
"But please, jangan bawa bawa gue ataupun orang lain yang gak ada sangkut pautnya sama masalah kalian" Prince tersenyum bahagia mendengar ucapan Trisyel, akhirnya gadis itu mau menerimanya kembali
"Kalian itu anak motor, seharusnya kalau ada masalah ya selesaikan dengan cara balapan di sirkuit mungkin. Gak main fisik gitu" Peringat Trisyel, gadis itu mengerucutkan bibirnya membuat Prince gemas
Prince menarik tubuh Trisyel membawa gadis itu ke dalam dekapannya "Thankyou so much" Prince mengecup lama puncak kepala Trisyel
______
"Oh ya, bentar lagi mau libur tengah semester. Lo ada rencana mau kemana gak?" Tanya Prince
"Gak tau, biasanya gue liburan sama kak Ken" jawab Trisyel
Prince tersenyum tipis sambil tangannya mengelus lembut rambut dan tangan Trisyel "Kali ini liburan bareng gue mau?"
"Mau!" Jawab Trisyel cepat sambil mengangguk dengan wajah senang.
"Eh tunggu, tapi kak Sam izinin gak ya"
"Pasti di izinin"
"Lo tau dari mana?"
"Lo tenang, tar gue yang minta izin. Lagian liburannya juga gak cuma berdua, tar gue ajak temen temen yang lain"
Lagi lagi Trisyel mengangguk cepat dengan wajah lucunya membuat Prince benar benar tidak tahan untuk mendaratkan ciuman pada bibir gadis itu
"Manis"
"Akhh lo mah!" Trisyel kesal dan langsung memukul dada bidang Prince. Bukannya kesakitan cowo itu malah terkekeh
"Mau pulang..." rengek Trisyel. Prince melihat jam tangannya dan waktu juga sudah hampir habis
"Ya udah pulang" Prince berdiri, merangkul tubuh mungil Trisyel untuk membawa gadis itu pulang
πππ
Setelah mengantar Trisyel ke rumah, Prince pun memilih untuk langsung pulang. Namun Felix memberi kabar bahwa salah satu anggota Avanger di keroyok hingga babak belur, hal itu membuat Prince mengurungkan niatnya untuk pulang dan memilih untuk pergi ke basecamp
"Ada apa ini?" Ucap Prince dingin
"Si Fiko di keroyok sama TC" Ucap salah satu anggota
Prince menatap ke arah Fiko yang sedang di tangani oleh dokter yang memang khusus bekerja untuk merawat anggota Avanger
"Mereka makin berani Prince. Kita gak bisa diam aja" ucap Bara menggebu
"Kemaren gue liat salah satu anggota TC ketemu sama anak dari sekolah kita" ucap Jeje
"Siapa?" Tanya Prince cepat
"Gue juga gak tau pasti karena orang itu pake hoodie"
"Kenapa lo bisa tau itu anak dari sekolah kita?" tanya Felix
"Karena gue liat dia keluar dari sekolah kita dan di jemput sama anak TC itu. Gue juga liat roknya yang jelas itu adalah setagam sekolah kita"
"Rok? Maksud lo itu cewe?" Kata Prince
"iya" Jeje mengangguk yakin
Semua anggota Avanger diam sambil berfikir keras siapa cewe itu "Apa mungkin cewe yang deket sama kita?" Ucap salah satu anggota
"Bisa jadi. Karena ya gak semua cewe yang deket sama kita bisa kita percaya" Sahut yang lain
"Yang jelas itu bukan Trisyel, Fanyya, dan Aurin" ucap Prince yakin
"Kenapa lo bisa seyakin itu?" tanya anggota lain "Maaf bukan maksud gue curiga sama mereka, tapi kenapa lo seyakin itu kalau bukan mereka penghianatnya?"
Prince tersenyum smirk "Kalau Trisyel penghianatnya, gak mungkin Trisyel yang menjadi sasaran Dedric" Kata Prince sambil mengepalkan tangannya
"Tapi bisa aja kan dia sandiwara"
"GAK MUNGKIN!" Bantah Prince membuat mereka semua terdiam
"Oke kalau gitu kita harus cepat temukan akar dari semua ini. TC harus segera di amankan polisi" kata Bara
"Untuk sekarang TC sulit di temukan, basecamp yang biasa mereka gunakan juga terlihat sepi beberapa hari ini. Mungkin mereka lagi sembunyi dari incaran polisi" Kata Felix
"Huh dasar cemen! Berani berbuat gak berani tanggung jawab" cibir Jeje
"Untuk semua anggota Avanger, gue percaya sama lo semua, jadi gue harap gak ada yang berkhianat di sini" Ucap Prince sambil melirik semua anggotanya "Gue mau lo semua bantu buat cari tau siapa si penghianat itu, dan bantu polisi untuk menemukan keberadaan TC, terutama Dedric"
Semua anggota mengangguk patuh. Avanger memang tidak pernah asal memilih anggota, banyak seleksi yang harus di lalui untuk menjadi Anggota Avanger
Dulu sebelum Prince menjadi ketua, pernah ada yang berkhianat pada Avanger dengan menjadi mata mata musuh hingga salah satu inti Avanger menjadi korban dan meninggal karena di bunuh oleh musuh
Avanger tidak tinggal diam, dengan sadis mereka menyiksa si penghianat itu hingga sekarat namun tidak mati. Hingga pada akhirnya si penghianat itu memilih bunuh diri karena tidak tahan terus menerus di siksa. Bagi mereka tidak ada ampun untuk penghianatan
πππ