PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
MARRIED?



Pukul 4 subuh Trisyel sudah terjaga, bahkan orang yang masih berstatus gadis itu baru tidur 2 jam. Entah kenapa malam ini matanya tidak bisa di ajak kerjasama. Entah mungkin karena sekarang ia tidur di kamar hotel atau mungkin nervous karena pernikahannya hanya tinggal menghitung jam


tok tok tok


Trisyel mendengar suara pintu yang di ketuk, kemudian ia mengambil remot pintar yang bisa membuka kunci pintu kamar hotel itu dari dalam


"Good morning Princess" Sapa seseorang sambil membuka pintu


Trisyel tersenyum saat melihat kedua sahabatnya yang sudah tiba di sana, mereka langsung memeluk Trisyel dengan sangat erat


"Bangun tidur aja cantik ya, aura calon pengantin mah emang beda" Celetuk Aurin. Gadis itu sudah mandi namun masih menggunakan pakaian rumahan dengan rambut yang di roll


Sedangkan Fanyya, ia yang merupakan sahabat Trisyel sejak kecil melihat ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu, apalagi saat melihat wajah Trisyel tampak pucat dengan mata yang seperti tidak tidur semalaman


"Lo kenapa syel? Gue ngerasa ada something sama lo" Ucap Fanyya


Terdengar helaan nafas berat berasal dari Trisyel "Lo kenapa? Lo gak bahagia ya nikah sama Prince? Bukannya lo sayang dan cinta sama dia?" Pertanyaan beruntun itu Aurin lontarkan begitu saja membuat Trisyel menggeleng cepat


"Nooo bukan gitu! Jelas gue seneng nikah sama orang yang gue cinta, tapi_"


Aurin dan Fanyya mengerutkan keningnya menunggu kelanjutan ucapan Trisyel


"Gue gak tau kenapa perasaan gue dari kemaren kok gak enak ya" Ucap Trisyel akhirnya dengan nada suara yang sangat pelan bahkan nyaris berbisik


Benar, gadis itu dari kemarin merasa gelisah seperti ada sesuatu yang tidak beres dengannya, tapi anehnya ia sendiri tidak tau apa itu


Fanyya duduk di samping Trisyel yang sedang bersandar pada sandaran ranjang, ia meraih tangan Trisyel kemudian menggenggamnya erat


"Bilang sama gue apa yang lo rasain sekarang. Lepasin semuanya biar gak ada beban dalam diri lo"


"Gue juga gak ngerti fan apa yang bikin gue jadi gelisah kayak gini. Apa mungkin karena gue gugup mau nikah? Atau mungkin hati kecil gue belum siap buat gue nikah dengan usia muda? Jujur gue takut sama perasaan ini, bisa jadi ini tanda kalau hubungan ini gak akan baik baik aja"


"Hey liat gue, tatap mata gue!" Fanyya memegang pipi Trisyel dengan tangan kanannya, memaksa gadis itu untuk menatapnya


"Lo gak boleh berfikir yang enggak enggak kayak gitu! Lo percaya kan sama Prince? Dia itu laki laki terhebat dan terbaik buat lo! Gak ada urusan mau lo muda mau lo udah tua, kalau jodoh lo sama dia udah sampe ya lo harus terima. Yang jelas kalian berdua harus saling percaya dan menjaga cinta kalian sampai akhir"


"Iya syel, gue setuju sama Fanyya. Menurut gue perasaan itu wajar buat lo karena ya ini bukan sesuatu hal main main, peran menjadi seorang istri bukan peran yang mudah dan bakal lo peranin sampai maut memisahkan. Gue yakin cinta kalian abadi kok, jadi stop berfikir yang enggak enggak!" Sahut Aurin


Trisyel tersenyum dengan mata yang entah sejak kapan sudah mengeluarkan cairan bening, ia memeluk Fanyya dan Aurin. Kedua sahabatnya ini memang sahabat yang terbaik, selalu ada di saat suka maupun duka, dan yang selalu memberikan suport padanya


"Eh kenapa ini?" Ucap Monic yang tiba tiba saja masuk


Trisyel Fanyya dan Aurin sempat kaget, namun seketika terkekeh saat mendengar ucapan monika


"Kakak kira Teletubbies cuma ada di film film, eh ternyata di sini juga ada. Cuma kurang yang warna kuning aja" Ucap Monic sambil tertawa


Benar saja karena mereka memakai baju yang cocok dengan Teletubbies. Fanyya menggunakan pakaian berwarna ungu, Aurin menggunakan warna hijau dan Trisyel yang menggunakan warna merah. Untung saja Monic menggunakan pakain warna hitam, jika ia menggunakan warna kuning maka mereka berempat benar benar pas menjadi Teletubbies


"Ini kalian lagian ngapain si pada pelukan, pake acara nangis segala lagi" Ucap Monic sambil mendekat ke arah 3 gadis itu


"Terharu kak soalnya sahabat kita bentar lagi mau berubah status jadi wanita" Ucap Aurin sambil terkekeh


"Heh, emang lo fikir selama ini gue lakik gitu?" Trisyel menatap sengit


"Enggak gitu, selama ini lo kan seorang gadis, abis malam ini lo bakal jadi wanita, iya gak kak?" Jawab Aurin terkekeh sambil menaikkan satu alisnya menatap Monic


"Kayaknya enggak deh, soalnya Prince kan gagah banget ya. Sampe pagi gak bakal berhenti kayaknya" Bukan hanya Aurin dan Fanyya, bahkan kini Monic pun ikut ikutan meledek Trisyel membuat gadis itu malu dengan wajah memerah


"Ih kalian apaan sih, bahasnya kok kesana!" Kesal Trisyel membuat ketiga orang di depannya tertawa ngakak seketika


"Akhhh kalian ih! Pergi sana" Usirnya. Gadis itu langsung menutup wajahnya dengan selimut


"Udah gak usah malu malu gitu! Cepetan bangun, mandi abis itu siap siap. MUA bakal datang jam setengah 6" Beri tau Monic


"Prince udah bangun?"


"Mana kakak tau, kalau mau tanya mending sama kak Sam, jangan sama kakak!"


"Cie nyariin, kangen banget nih yee" Ledek Fanyya


"Fiks bakal sampe pagi ini mah" Celetuk Aurin membuat Trisyel semakin malu


"Diem ih, mending lo bedua mandi sana, bau tau"


"Idih kita sih udah pada mandi, lo kali yang mau"


"Mana ada, gue selalu wangi tau" jawab Trisyel tak mau kalah


"Udah udah. Trisyel mending cepetan mandi sana, jangan sampe telat loh ya, awas!" Kata Monic sambil menatap Trisyel intens


"Iya iya, bawel" Gadis itu menjulurkan lidahnya kemudian berlari ngacir masuk ke kamar mandi membuat Monica menghela nafas melihat kelakuan orang yang masih berstatus gadis sangat pecicilan


_______


Entah sejak ketiga sahabat rusuh Prince itu berada di kamar hotelnya, yang jelas sudah lebih dari 2 jam. Mereka menghabiskan waktu untuk bermain game bersama karena Prince yang memang tidak bisa tidur


bukan karena gelisah seperti yang Trisyel rasakan tadi, namun ia sangat tidak sabar dan grogi juga tentunya. Ia ingin tidur namun matanya tidak bisa untuk di ajak tidur, karena bosan tidak tau harus berbuat apa selain menghitung jam akhirnya ia meminta sahabatnya untuk datang dan bermain game bersama


"YES MENANG WUH! Dasar cupu" Ledek Jeje pada lawan mainnya di dalam Hp


Entah sudah berapa kali mereka bermain hingga Prince merasa matanya sendikit perih


"Gimana bos, udah grogi belom?" Kata Bara


"Banget" jawab Prince dengan sudut bibir terangkat


"Seneng banget kayaknya yang mau nikah nih" Ujar Jeje


"Ya jelas lah, ini adalah hal yang paling gue tunggu tunggu. Gue udah gak sabar pengen liat wajah Trisyel yang cantik dan bakal jadi istri gue nanti" ucap Prince sambil membayangkan bagaimana cantiknya Trisyel saat menggunakan gaun pengantin dan duduk di pelaminan bersama dengannya


"Congrats ya Prince, gak nyangka ternyata lo yang dulunya kayak anti banget sama perempuan sekarang malah yang lebih dulu nikah" Ucap Felix sembil menepuk pundak Prince beberapa kali


"Selamat ya, gue doain semoga lo sama Trisyel bahagia selalu" Ujar Jeje


"Doain juga semoga gue sama Trisyel bisa melewati ujian yang nantinya akan menimpa kita berdua. Ya intinya jangan sampe gue dan Trisyel terpisah kecuali karena maut. Gue sayang banget sama dia, gue gak yakin bisa hidup tanpa dia"


🌹🌹🌹