
"TRISYEL!!!!" teriak Prince
Mata Trisyel tertutup, ia dapat merasakan hembusan angin yang menerpa kulitnya begitu kuat, ia juga merasa tubuhnya begitu ringan berada di angin angin
Air matanya jatuh bersamaan dengan jatuhnya tubuhnya di jurang yang begitu dalam, berusaha membuka mata melihat ke arah atas, ia dapat melihat tubuh Carline yang seperti tupai di atas sana karena kecil
ia terkekeh menertawakan nasipnya sendiri "Ini adalah akhirnya? Sungguh menyedihkan" Ucapnya yang mulai pasrah dengan takdir
...'Jika ini mimpi maka bangunkan aku, namun jika ini nyata maka cepatkan lah proses ini, aku lelah dan cepat ingin bertemu dengan keluargaku' Batin Trisyel...
BOMMMM
BYURRRRR
Suara keras itu terdengar hingga ke atas, tepatnya di telinga Carline, Prince dan Dedric
"GAKK!!!! SYELLLL!!" teriak Prince menatap ke arah jurang sudah memisahkannya dengan Trisyel
"Sialan!" Prince langsung mencekik Carline kuat hingga perempuan itu sesak nafas, ia berniat untuk menjatuhkan Carline ke jurang itu juga, namun kegiatannya terhalang oleh Dedric, tidak tinggal diam ia langsung menghajar Dedric mengambil alih pisau yang ada di tangan Dedric lalu menancapkannya tepat pada jantung laki laki itu hingga berkali kali, seperti seorang psikopat yang membuat Carline kaget
Carline berusaha menahan tangan Prince namun naas, perempuan itu malah mendapatkan serangan pada lengannya. Felix dan Bara baru mendekat saat mereka merasa tubuh mereka dapat mereka kendalikan kembali
Namun dapat mereka lihat Dedric yang sudah tidak terselamatkan, dan Carline yang hampir menyusul Dedric akibat Prince yang kehilangan kendali, Prince benar benar sudah tidak peduli, ia sudah berusaha menjadi seorang psikopat sekarang
Dan yah, Felix terlambat menahan Prince, sekarang benada tipis namun tajam itu sudah membuat leler Carline mengeluarkan cairan kental berwarna merah bersama dengan pekikkan Carline di waktu yang bersamaan
"Lo gila!" ucap Bara saat melihat dua orang sudah tergeletak di tanah
Suara tawa Prince menggelegar kemudian terdengar suara isakkan dari mulut laki laki itu, ia terduduk di tepi jurang sambil melihat tangannya yang penuh dengan cairan milik Dedric dan Carline
"Lo liat... gadis kesayangan gue, pengantin wanita gue jatuh dan gue gak bisa selametin dia..." Lirih Prince yang terdengar sangat menyayat membuat dua orang itu terdiam dengan tubuh menegang
"DIAMANA TRISYEL" suara Sam membuat Felix dan Bara semakin menegang
Jeje hanya terdiam melihat situasi sekarang yang terlihat sangat kacau, ia memapah tubuh Sam karena laki laki itu terluka.
Sam melihat arah telunjuk Bara yang menunjuk ke arah jurang membuat Sam menggeleng cepat "Gak mungkin.. kamu bercanda kan" Ucap Sam lirih
Tiba tiba ia melihat Prince yang berdiri dan melangkah semakin dekat dengan jurang sambil merentakkan tangannya membuat mereka semua semakin panik, dengan cepat Bara menarik tubuh Prince untuk menjauh
"APA YANG LO LAKUIN ANJNG!" teriak Bara tepat di wajah Prince
"GUE MAU SUSUL CALON ISTRI GUE! GUE GAK MAU BIARIN DIA SENDIRIAN DI SANA!" jawab Prince balik berteriak. Entah kemana rasa sakit yang ia rasakan pada perutnya itu, saat ini ia hanya merasa sakit pada hatinya
Plak..
Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi Prince hingga meninggalkan bekas merah di sana
"LO BODOH ATAU UDAH GILA HAH!" bentak Felix, ya cowo itu adalah orang yang menampar Prince
"Lo liat sedalam apa jurang ini! Kalau pun lo susul lo gak bakal bisa selametin dia, yang ada lo bakal ikut mati!" Ucap Felix lagi
Prince terkekeh "Gue gak peduli, justru itu lebih baik. Karena gue gak bisa hidup tanpa dia"
Plakkk
Satu tamparan keras kembali Prince dapatkan, namun kini bukan Felix, melainkan Sam
Ia menarik kerah kemeja Prince yang awalnya berwarna purih kini berubah merah karena darah
mata Prince gelap, tubuhnya tiba tiba merosot karena kehilangan keseimbangan. Sebelum mata itu tertutup sempurna ia sempat melihat senyuman manis seorang gadis yang sangat ia kenali dalam waktu 2 detik kemudian gelap
......................
Mata Prince mengerjap melihat cahaya yang begitu terang menembus ke matanya.
"Gue di mana?" ucapnya bingung
Hal yang ia lihat sekarang adalah taman bunga, ia sedang berdiri di tengah tengah taman penuh bunga. Namun di sisi kirinya ia melihat sebuah kursi yang melayang di atas awan dengan di penuhi bunga, kursi itu berada sekitar 2 meter di atas tanah. Di atas kursi itu terlihat seorang wanita yang menggunakan gaun putih dan mahkota di atas kepalanya
Prince memicingkan matanya melihat sosok wanita yang seperti tidak asing baginya. Akhirnya ia berjalan mendekat memastikan bahwa apa yang ia lihat tidak salah
"Trisyel!" Ucapnya kaget saat melihat wanita yang ada di atas kursi itu
Wanita yang di yakini sebagai Trisyel itu melihat ke arahnya, melambaikan tangan lalu tersenyum manis
"Sayang, itu beneran kamu kan?"
Wanita yang menggunakan gaun pengantin itu mengangguk "Ya, ini aku"
Seketika air mata Prince jatuh dengan helaan nafas berat terdengar dari laki laki itu. Ia merasa senang saat melihat pengantinnya ada di depan matanya, namun entah mengapa hatinya seolah begitu sakit
"Sayang, ayo turun sini! Aku pengen peluk kamu. Aku kangen" Ucap Prince samping merentangkan tangannya
Trisyel, gadis itu menggeleng dengan senyuman yang tak pernah luntur
"Maafkan aku, tapi aku gak bisa" Ucapnya lembut
"Apa maksud kamu? kanapa gak bisa?"
"Kamu gak berani turun? Kamu takut jatuh? Tenang aja aku gak akan biarin kamu jatuh kok, aku akan sambut kamu di sini" Prince masih merentangkan tangannya berusaha meyakinkan gadis itu agar mau turun namun sial Trisyel terus saja menggeleng dengan senyuman yang entah mengapa membuat Prince benci melihatnya
"Ya udah kalau gitu biar aku yang naik ke sana" Prince berusaha melompat lompat meraih kursi itu namun naas, kursi itu semakin tinggi saat Prince berusaha meraihnya. Ia melihat lihat ke sekitar berusaha mencari tangga agar ia bisa naik
"Berhentilah Prince! sekeras apapun kamu mencoba kamu gak bakal bisa meraih aku lagi" Kata Trisyel yang seketika membuat rahang Prince mengeras
"Apa maksud kamu hah! Kamu gak mau balik lagi sama aku? KAMU ITU CALON ISTRI AKU TRISYEL!" Teriak Prince
"Sial tempat apaan ini, kenapa gak ada apapun yang bisa aku gunakan untuk naik ke sana, cuman ada bunga sialan yang gak berguna" Maki Prince
"Aku ingin kembali, aku pengen peluk kamu, aku ingin duduk di pelaminan bersama kamu, mengucapkan janji suci pernikahan kita dan hidup bersama_ Tapi aku gak bisa"
"Biarkan aku disini, biarkan aku bahagia bersama keluargaku di sini. Aku merindukan mereka, sudah cukup aku bersama kamu, sekarang izinkan aku bersama mereka"
"ENGGAK!" teriak Prince
Air mata Prince jatuh tanpa henti, apa apaan Trisyel, apakah gadis itu tega meninggalkan dirinya
"Kembalilah Prince, banyak orang yang sedang menunggu kamu di sana. Mereka sedang mengkhawatirkan kamu!"
"Aku gak akan kembali tanpa kamu!" Kekeh Prince "Sayang ku mohon kembalilah. Aku gak bisa hidup tanpa kamu" Lirih Prince. Hatinya benar benar sakit
"Akan ada waktu di mana kita akan bertemu lagi, akan ada waktu di mana kita bisa saling melepas rindu. Tapi tidak sekarang!"
"Aku gak punya banyak waktu. Kembali lah pada mereka, papa dan teman teman kamu sedang menunggu kamu di sana, ayo cepat" Trisyel menunjuk sebuah cahaya yang tiba tiba muncul di belakang Prince..
🥀🥀🥀