
Pulang sekolah
"Nona" Ucap Driver saat melihat Trisyel berjalan ke arahnya
Raut wajah Trisyel berubah saat melihat sang driver yang memanggilnya dengan suara bergetar dan mata yang sudah sembab
"Ada apa pak?" Tanya Trisyel bingung
"Tu-tuan muda.." Ucapnya lirih
Trisyel mengerutkan keningnya, entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak
"Ada apa? Bilang yang jelas!"
"Tuan muda mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju rumah"
Jederrrr....
Bagai di sambar petir, tubuh Trisyel menegang dan bergetar. Matanya memerah dan berkaca kaca "Jangan main main sama saya!" Ucapnya sambil terkekeh sumbang, namun matanya tak dapat berbohong, cairan bening sudah mengalir deras dari sudur matanya
"Pak jangan bercanda deh, sumpah gak lucu!" Lagi lagi Trisyel terkekeh
"Saya.. tidak bercanda nona" Suara itu bergetar hebat membuat hati Trisyel kembali berdesir
"Ulang sekali lagi! Saya yakin saya salah dengar. Iya kan?" Gadis itu selalu terkekeh di setiap kalimatnya, tapi matanya tanpa henti mengalirkan cairan bening yang kini sudah membasahi pipinya
"Tuan muda mengalami kecelakaan, dan sekarang... sudah dinyatakan meninggal dunia"
Degg
Tubuh Trisyel melemas "Gak! Gak mungkin... Gak mungkin!!!" Teriaknya sambil terus menggeleng
"Trisyel!" Fanyya dan Aurin yang baru keluar langsung berlari ke arah Trisyel saat melihat gadis itu yang berteriak keras
Banyak mata yang sedang menatap Trisyel, gadis itu seperti orang gila yang tertawa sambil berkata 'Tidak' dengan air mata yang mengalir deras
Ujian apa lagi yang menimpa Trisyel. Dosa apa yang di buat gadis kecil itu hingga banyak masalah yang menimpa dirinya. Harus bagaimana lagi ia hidup? Orang tuanya yang sudah lebih dulu pergi, dan sekarang kakaknya juga ikut meninggalkannya
Hancur, gadis itu benar benar hancur. Ia merasa dunia benar benar kejam padanya.
"Pak ini kenapa?" Tanya Fanyya. Sedangkan Aurin sedang menahan tubuh Trisyel yang semakin melemah
"Tuan muda sudah meninggal dunia nona" jawab driver itu menunduk
"Hah!" Teriak Fanyya syok "Jangan bercanda pak!" driver itu menggeleng dengan air mata yang tanpa henti mengalir
Bughh
Tubuh lemah Trisyel kini merosot jatuh, kakinya sudah tidak mampu lagi membopong tubuhnya
"Trisyel!" Teriak Fanyya dan Aurin bersamaan
"Nona!" Sang Driver berjongkok hendak membopong tubuh gadis itu untuk membawa gadis itu masuk ke dalam mobil. Namun sebelum itu satu tangan sudah lebih dulu menepisnya
"Ada apa ini?" Tanya Jeje
"Kenapa Trisyel bisa pingsan gini?" Tanya Prince pada Aurin
Dua gadis itu sudah menangis "Kak Kenzo meninggal hiks" Jawab Aurin sambil memeluk Bara. Ia bisa merasakan betapa hancurnya Trisyel sekarang
"Suruh anak Avanger untuk bawa pulang motor gue!" Kata Prince sambil melempar kunci ke arah Felix
Trisyel di bawa ke rumahnya, masih dalam keadaan pingsan gadis itu di baringkan di sofa dengan paha Prince sebagai bantalan. Cowo itu terus mengelus lembut pipi dan rambut Trisyel
"Bara, aku gak tega liat Trisyel.. dia pasti terpukul banget hiks" Ucap Aurin lirih. Bara memeluk erat gadisnya itu guna menenangkannya
"Trisyel itu gadis baik, kenapa dunia jahat banget sama dia" Lirih Fanyya yang juga berada dalam pelukkan Felix
"Syyutt, lo tenang! Ini udah takdir dia Fan" Kata Felix lembut
Trisyel melenguh saat aroma minyak kayu putih masuk ke dalam indra penciumannya. Perlahan kesadarannya mulai kembali "Di mana kak Ken?" Kalimat itu langsung meluncur dari bibir mungilnya
Prince menarik tubuh lemah gadis itu dalam pelukkannya, menahan kepala itu agar menyandar pada dada bidangnya "Lo tenang, oke? Lo harus terima kenyataan ini" Ucap Prince lembut
Trisyel menggeleng, tangisnya kembali pecah. Suara isakkan itu mampu menyayat hari setiap orang yang mendengarnya. Suara lirih itu menjelaskan betapa hancurnya Trisyel sekarang
"Gue lagi mimpi kan Prince? Bilang sama gue kalau ini mimpi!" Gadis itu mendongak menatap wajah tanpan Prince yang juga sudah menitikkan air mata.
"Tolong bangunin gue Prince! Gue gak suka mimpi buruk ini hiks.. tolonggg hiks hiks.." Isak Trisyel. Prince benar benar tidak sanggup mendengar suara lirih itu.
Cowo itu menggeleng dan semakin erat memeluk Trisyel "Ini kenyataan" Ucap Prince sangat pelan namun masih bisa di dengar Trisyel
Gadis itu melepaskan pelukkan Prince "Gak! Kalian semua bohong! Kak Ken baik baik aja kan! Kalian semua penipu!!" Teriaknya "Akhhhhhh" Gadis itu memukul mukul dada bidang Prince
Cowo itu berusaha memeluk tubuh Trisyel kembali untuk menenangkannya "Jahat hiks.. kalian semua jahat!" Lirihnya. Tangannya tak lagi mampu bergerak, ia benar benar lemah dalam pelukkan Prince "Gue udah gak punya siapa siapa lagi sekarang! Gue bener bener sendirian"
Fanyya langsung bangkit dan duduk di samping Trisyel, Fanyya mengambil alih tubuh Trisyel dari Prince. Memeluk erat sahabatnya itu sambil menangis "Gak syel! Lo salah!! Lo gak sendiri, lo masih punya gue, masih temen temen lo! Kita semua di sini akan selalu ada buat lo!" Ucap Fanyya
"Hiks.. hiks.. kenapa ini terjadi sama gue! Apa salah gue sampai sampai semua orang yang gue sayang pergi hiks hiks!!" Tidak ada yang bisa menahan tangis mereka, semua orang yang berada di ruang tamu itu menangis melihat betapa hancurnya gadis itu
"Gue gak bisa kayak gini! Gue gak kuat! Lebih baik gue mati dan nyusul keluarga gue!" Ucap Trisyel putus asa
Plak..
Tanpa sadar Fanyya menampar keras pipi Trisyel membuat semua orang menatap tak percaya ke arah Fanyya
Fanyya bergetar menyesali perbuatannya, ia tidak bermaksud menyakiti sahabatnya, hanya saja ia tidak ingin sahabatnya melakukan hal bodoh
"Syel lo jangan ngomong sembarangan!" Ucap Prince tegas
"Hidup gue udah hancur! Gak ada gunanya lagi gue hidup!" Gadis itu terkekeh, ia mengambil pisau buah yang ada di atas meja dan hendak menggoreskan pada lehernya
Dengan cepat Prince mengambilnya dan membuang Pisau itu jauh, karena tindakkannya itu tangannya terluka "LO UDAH GILA HAH! LO TAU APA YANG BARU AJA LO LAKUIN!" teriak Prince
"Hiks.. hiks.." Gadis itu semakin terisak dan sangat kacau "Kalau lo kayak gini cuman bikin orang tua dan kakak lo semakin sedih syel!" ucap Aurin
Prince menarik tubuh Trisyel, memegang kedua bahu gadia itu agar menatapnya "Biarin gue pergi. Tolong!" Ucap Trisyel memohon
Prince menggeleng "Lo liat gue! Denger syel, lo kayak gini gak bakal bikin keluarga lo bahagia! Lo cuman akan bikin mereka sedih!"
"TAPI GUE UDAH GAK PUNYA SIAPA SIAPA LAGI!" teriak Trisyel
"LO MASIH PUNYA KITA SEMUA! LO MASIH PUNYA SHABAT SAHABAT LO YANG SELALU ADA BUAT LO! DAN LO JUGA MASIH PUNYA GUE. GUE GAK BAKAL BIARIN LO MERASA KESEPIAN SYEL, GAK AKAN PERNAH!" Prince balik berteriak
"Hiks hiks.." Gadis itu memeluk erat tubuh Prince dengan air mata yang sudah berjatuhan. Membenamkan wajahnya pada dada bidang Prince untuk mencari sedikit ketenangan dan kehangatan dari cowo itu
πππ