PRINCE & TRISYEL

PRINCE & TRISYEL
CEMBURU?




Sudah berhari hari berlalu namun sikap Prince masih saja dingin pada Trisyel, bahkan gadis itu juga stres dibuatnya. bagaimana tidak, Trisyel saja baru pertama kali pacaran ia tidak tau bagaimana cara untuk memperbaiki keadaan atau lebih tepatnya cara untuk membujuk Prince. Hubungan mereka sedang tidak baik baik saja beberapa hari ini membuat Carline dan Geral merasa ada celah untuk masuk di antara hubungan mereka


Hari ini adalah hari senin, di mana hari yang tidak di sukai banyak murid karena harus melaksanakan upacara, mana cuaca hari ini sangat panas lagi


"Syel, Prince sama curut curutnya mana sih?" Tanya Fanyya saat melihat Prince, Felix, Bara, dan Jeje tidak ada di barisan kelas mereka


"Gue juga gak tau" jawab Trisyel


"Mereka lagi pada bolos di belakang" kata Aurin dengan raut wajah kesal


"Gak lo larang?" kata Trisyel


"Udah, tapi dia gak dengerin gue. Boro boro di dengerin, yang ada gue di ajak bolos"


Tak lama setelah itu datang pak Ali sambil menarik narik 4 cowo untuk maju ke depan


"Ada apa ini pak?" Tanya kepsek


"Ini loh pak, saya menemukan mereka sedang bersembunyi di belakang sekolah" Kata pak Ali memberi tau


Kepsek itu hanya geleng geleng kepala "Tolong di urus ya pak" Kata kepsek dan diangguki oleh pak Ali


Sedangkan di barisan siswa sudah pada heboh membicarakan 4 cowo yang tak lain adalah Prince dan teman temannya itu. Mereka berniat bolos namun naas mereka ketaun, mana pakaian mereka sangat berantakan lebih mirip seperti berandalan


"Kalian berbaris di depan! Nanti setelah upacara selesai saya akan memberikan kalian hukuman"


"Hukuman apa pak?" Tanya Jeje


"Keliling lapangan 20 kali" jawab pak Ali


"Ah elah pak, keliling lapangan mulu, kita sampe udah hafal tuh sama setiap urukan dan bentuk rumput di lapangan" Protes Bara


"Tau nih si bapak, gak asih banget. Sekali sekali ngasih hukuman yang enak dikit, suruh nyantai ke kantin ampe pulang sekolah kek gitu, kan enak ya" Celetuk Jeje yang seketika mendap pukulan dari Felix


"Mana ada hukuman yang enak bego" Ucapnya ketus


"Kalian protes? Kalau gitu saya tambah jadi 30 putaran! Kalau mau protes lagi silahkan, saya siap menambah hukuman kalian" Ucap pak Ali


keempat cowo itu diam, sambil menatap kesal ke arah guru di depannya ini


Di lain tempat seorang gadis yang dengan intens menatap ke arah Prince, tatapan rindu, kesal, marah, dan kasihan bercampur menjadi satu


________


1 jam sudah berlalu, banyak murid yang sudah mulai tidak tahan karena cuaca yang semakin panas. Di tambah lagi kepsek yang berpidato begitu lama membuat beberapa siswi bertumbangan


Begitu juga yang di rasakan Trisyel, gadis itu merasa sangat pusing di tambah lagi maagnya yang mulai kambuh. Tidak sempat sarapan karena tidak ada yang mengomel di rumah. Biasanya ia sarapan karena Kayzo yang selalu cerewet menyuruhnya sarapan


"Syel lo ga_ SYEL!!" Aurin memekik saat tubuh Trsiyel merosot di sampingnya


Prince yang melihat itu pun ingin berlari namun di tahan oleh pak Ali "Mau kemana kamu?"


"Lepas sialan!" Kata Prince dingin. Namun saat ia ingin kembali berlari matanya menatap ke arah Trisyel yang sudah lebih dulu di gendong oleh seseorang yang sangat Prince benci, siapa lagi kalau bukan Geral


Cowo itu sangat sigap, hanya dalam hitungan detik ia sudah berhasil mengambil alih tubuh Trsiyel dari kedua sahabatnya


🍁🍁🍁


Upacara sudah selesai beberapa waktu yang lalu, Prince dan teman temannya langsung di hukum oleh pak Ali tanpa memberikan mereka waktu untuk istirahat setelah melaksanakan upacara tadi.


"Gila nih pak botak, ngasih hukuman gak tanggung tanggung" Ucap Jeje sambil berlari


"Tau nih, mana kaki gue udah kayak Jely. Lemes banget" Keluh Bara


"Liat aja ntar, gue kerjain biar tau rasa"


Mereka tidak bisa berhenti karena di awasi oleh guru itu dari kejauhan. Jika mereka tidak menyelesaikan hukuman ini maka mereka harus mengerjakan hukuman yang jauh lebih berat


"Berisik lo bedua" sahut Felix kesal


_______


Trisyel masih berada di UKS, sedangkan beberapa siswi yang tadi ikut pingsan saat upacara sudah kembali ke kelas mereka masing masing


enghhh


Trisyel melenguh dan perlahan membuka mata, orang pertama yang ia lihat adalah Geral


"Lo gapapa? Kepala lo masih pusing?" Tanya Geral dengan raut wajah khawatir. Trisyel hanya menggeleng sambil menyandarkan tubuhnya


"Lo butuh sesuatu?"


"Gue haus, pengen minum" Ujar Trisyel dengan suara seraknya


Geral pun mengambil botol air di atas nakas kemudian menyodorkan botol itu kepada Trsiyel. Trisyel menerima dan meminumnya dengan Geral yang juga masih memegang botol itu


Tiba tiba tangan Geral bergerak ke arah bibir Trisyel dan mengusap sisa air di bibir gadis itu. Trisyel sempat terdiam dengan tindakan Geral kemudian spontan menjauhkan tubuhnya


Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan gerak gerik mereka sambil mengepalkan tangan menahan emosi


_____


"Prince" Teriak Carline memanggil saat melihat Prince di koridor


Prince hanya menatap datar "Kamu pasti haus kan habis di hukum sama pak Ali? Ini aku bawain minuman buat kamu, dingin dan seger" Carline menyodorkan botol itu pada Prince


"Iya gue haus banget, thanks ya lin lo emang perhatian" kata Prince sambil mengambil minuman itu dari tangan Carline. Jangan lupakan senyuman mautnya yang membuat Carline hampir pingsan


Sudah pasti Trisyel dan Geral melihat adegan di depan sana, untuk pertama kalinya Trisyel melihat Prince tersenyum pada gadis selain dirinya


"Minumnya pelan pelan, gak bakal ada yang rebut juga kok" Kekeh Carline


"Gue haus banget, di tambah minuman ini manis kayak lo" Ucap Prince membuat Carline tersipu


"Gue laper, temenin gue makan ke kantin yuk" Carline menatap Trsiyel sekilas sambil tersenyum remeh kemudian mengangguk


"Ayo" Kata Carline, gadis itu menggandeng tangan Prince kemudian pergi meninggal Trisyel dan Geral yang masih terpaku di tempatnya


Sakit? Tentu saja itu yang Trisyel rasakan saat kekasihnya bergandengan dengan orang lain di depan matanya, apalagi saat melihat kekasihnya yang pergi begitu saja seolah tak melihat keberadaannya


Geral tersenyum smrik 'Goog girl' Batin Geral memuji Carline


🍁🍁🍁


Pulang sekolah


Sejak tadi Carline terus saja menempel dengan Prince, tentu saja karena cowo itu meladeninya. Ia merasa sangat bahagia dan berfikir bahwa Prince mulai menyukainya


Sedangkan kenyataannya Prince sangat risih dan muak pada Carline, ia bersikap seperti ini hanya untuk membuat Trisyel sakit hati


"Lo kenapa sih nempel mulu sama cowo orang" Kata Bara tak suka


"Sirik aja lo!" jawab Carline sinis


"Heh asal lo tau, orang yang lo tempelin itu cowo orang. Harga diri dikit lah" Kata Jeje ngegas


"Sampah mana punya muka sih" Ucap Felix sinis


"Lo pada kenapa sih pada gak suka sama gue. Padahal gue gak pernah bikin salah sama kalian. Lagian juga Prince gak masalah kok deket sama gue, iya kan Prince" Carline menatap Prince


Prince melirik sekilas kemudian mengangguk singkat


🍁🍁🍁🍁🍁


Basecamp


Beberapa cowo datang dengan masih menggunakan seragam sekolah dan di sambut dengan puluhan orang yang sudah lebih dulu berada di sana


"Bos gue ada kabar" Kata salah satu orang sambil mendet ke arah orang yang sedang asik duduk dengan mata tertutup. Orang yang di yakini sebagai ketua di tempat itu


"Apa?"


"Jam 2 pagi tadi beberapa anak Avanger di gebukin, motor mereka juga di ambil paksa"


Sang ketua yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya


"Siapa pelakunya?"


"TC"


TC (TheCobra)


"Sialan! Mau cari mati mereka heh" Ucap wakil ketua Avanger


"Kumpulkan semua anggota kita, malam ini kita serang markas mereka!" Ucap sang ketus tegas


🍁🍁🍁


Mansion keluarga Melvin


Prince baru saja pulang dari makan mamanya karena merasa rindu, tiba tiba hatinya tergerak untuk pulang ke mansion


"Prince" Sapa Ken "Papa seneng akhirnya kamu pulang"


Tak ada jawaban dari cowo itu, ia malah asik menyandarkan tubuhnya di sofa. Tak apa, Prince mau pulang itu sudah cukup membuat Ken merasa senang


"Kamu tidur di_"


"Aku hanya sebentar, nanti malam aku akan kembali ke apartemen" kata Prince memotong ucapan Ken


"Prince... papa mohon kamu jangan menjadikan apartemen sebagai rumah utama. Mansion ini adalah rumahmu, tempat untuk kamu pulang. Kembali tinggal di sini Prince, papa mohon" pinta Ken


Prince terkekeh "Benarkah ini rumah tempat aku pulang?_ Tapi kenapa aku tidak pernah merasa betah tinggal di sini?" ia tersenyum smirk "Untuk apa tinggal di rumah sebesar ini kalau isinya hanya pelayan!"


"Sekarang papa disini, papa akan menetap di sini Prince. Jadi papa mohon kamu kembali ya" Ken meraih tangan Prince dan menggenggamnya


Prince terdiam merasakan hatinya yang berdesir saat tangannya di sentuh oleh Ken. Sakit dan bahagia bercampur menjadi satu


"Tidak untuk malam ini, aku ada urusan"


Ken menghela nafas berat "Baik lah_ Tapi bisakah kamu menemani papa makan malam nanti?"


"Hemm" Prince hanya berdeham kemudian berjalan menuju kamarnya


Cklak...


Prince memasuki kamar yang sudah beberapa bulan ini tidak ia tempati. Ada rasa rindu juga ada rasa sedih saat memasuki kamar bernuansa hitam itu


"I AM COME BACK"